RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 24


__ADS_3

"Raina,gagal dong kita nonton." ucap Sandra berjalan beriringan dengan Raina,Weni dan King.


"Kalian berdua nonton aja,gue nemenin King main.Belajar punya anak." ujar Raina senyum.


Tanpa sengaja,Raina dan sahabatnya bertemu Bagas dan Jodi.Raina ingat ucapan dokter Haris,foto dirinya di ponsel Bagas.


"Kebetulan ketemu kamu Bagas,bisa tolong hapus foto aku diponsel kamu?" ujar Raina.


"Foto yang mana maksud kamu?" tanya Bagas pura-pura bodoh.


"Jangan pura-pura,sini ponsel kamu." Raina menarik ponsel yang dipegang Bagas.Dan tanpa disadari King terlepas dari genggaman nya.


Cukup lama Raina berdebat dengan Bagas,hingga kedua sahabatnya bingung apa yang mereka perdebatkan.


Sementara,Fito kembali dari toilet lima belas menit kemudian.Mengawasi Raina,dan tak mendapati King disana.Panik,Fito tak tahu apa yang harus dilakukan.Kesal,ya,itu yang ada dihati Fito.


Dengan langkah cepat,Fito menghampiri Raina.Sungguh tak terduga,Raina terkejut dengan kedatangan Fito yang tiba-tiba.


"Raina kemana King," sarkas Fito menarik tangan Raina,"Bukannya tadi kamu gandeng,aku cuma pergi ke toilet lima belas menit King hilang."lanjut Fito marah.


Sontak Raina dan kedua sahabatnya terkejut,baru menyadari kalau King gak ada diantara mereka.


"Cepat cari," teriak Fito tepat didepan wajah Raina.


"Hei!!! jangan kasar sama perempuan lu,kalo berani lawan gue." sarkas Bagas menarik kemeja yang dipakai Fito.


"Bukan urusan lu,pergi lu dari sini." Fito mendorong tubuh Bagas hingga tersungkur.Perkelahian pun tak terhindarkan.


Raina menangis sambil mencari keberadaan King kesana kemari.Meninggalkan Fito yang masih adu jotos dengan Bagas.Perasaannya takut,panik,apa yang akan Raina jawab jika King tidak ketemu.


Raina,Weni dan Sandra berpencar mengelilingi mall.Begitu juga dengan pak Seno,ikut mondar-mandir mencarinya.


Satu jam kemudian,Raina melihat King berada di Timezone.Raina berlari dan memeluk tubuh kecil King,Lega rasanya.


"King,kamu kemana saja." kata Raina memeluk dan masih menangis.


"Tante kenapa menangis,King gak nakal kok." jawab King polos.


Fito menghampiri Raina,diikuti sahabat dan pak Seno.Mereka bersyukur karena King sudah ketemu.


"Raina,kita pulung duluan ya." pamit kedua sahabatnya,mereka tak enak hati dengan Fito.


"Terima kasih Weni, Sandra." ujar Raina menggendong King.


****


Di sepanjang jalan pulang,King tertidur dipangkuan Raina.sementara,Fito diam membisu seperti patung,Raina tak berani menegurnya.


"Apa tuan mau kerumah sakit?" tanya pak Seno memecah keheningan didalam mobil.

__ADS_1


Yup,wajah Fito yang tampan babak belur akibat serangan dari Bagas.


"Tidak perlu,Terima kasih." jawab Fito dengan nada suara tinggi.


"Baik tuan." pak Seno kembali fokus pada kemudinya.


"Seno,didepan ada taman berhenti disitu.Ada yang mau saya bicarakan dengan Raina." ujar Fito pada Seno,asistennya.


Diteman,dekat rumah....


"Aku gak habis pikir,hanya gara-gara King anak dokter Sari,dan dia mantan pacar ku.Kamu membiarkan dia didalam mall." ucap Fito memulai perbincangannya.


"Dan karena Bagas kamu mengabaikan King,coba kamu pikir apa yang akan terjadi jika King gak ketemu.Apa yang akan aku pertanggungjawabkan sama Sari." lanjut Fito.


"Kalo kamu cemburu,bilang.Jangan jadikan King pelarian kemarahan kamu." Fito masih nyerocos kayak kereta.


"Fito.... " Raina belum bicara,Fito sudah memotongnya.


Tidak memberikan pembelaan untuk Raina.


"Sudah malam,ayo pulang.Orang rumah pasti khawatir." selak Fito tidak memberi kesempatan Raina untuk menjelaskan duduk permasalah nya.


****


Sesampainya dirumah,mami langsung memeluk King erat sambil menangis."Apa sebenarnya yang terjadi."


"Maafin Raina, mih.Raina gak menjaga King dengan baik." ujar Raina seraya menitikkan butiran-butiran air yang sedari tadi tak bisa dibendungnya.


"Biasa mih,seorang suami bukannya harus membela istrinya.Ada insiden sedikit tadi." jawab Fito langsung masuk kamar.


"Baik,kalo begitu kamu obati luka suamimu." perintah mami pada Raina.


Sementara King dibawa kekamar Fita.


"Pih,apa kita salah sama Raina," tanya Dewi pada suaminya dikamar.


"Raina,sendiri yang menerima pernikahannya dengan Fito mih,bukannya rencana awal kita hanya perjanjian nikah kontrak.Tapi ibunya menginginkan semua harus asli." jelas Danu.


"Bukan itu maksud mami,pih.Maksud mami itu,mendatangkan King buat memancing Raina agar cepat hamil."


"Salahnya King itu anak dari Sari,mungkin akan canggung buat Raina, mih.Seperti insiden tadi,pasti Fito memarahi Raina ujung-ujungnya mereka ribut."


"Mana Sari masih lama seminar nya."


"Sudah gak papa,Raina orangnya dewasa dan bijak.Tenang saja,ayo tidur sudah malam." ajak Danu.


****


Dikamar,Raina mencoba menawarkan diri untuk mengobati luka Fito.Tapi dengan kasar Fito menolaknya,dia merebahkan tubuhnya diranjang.Begitu juga dengan Raina,membelakangi punggung Fito.

__ADS_1


Jarum jam menunjuk diangka sebelas,Raina masih terjaga.Membuka ponselnya,dan melihat beberapa panggilan masuk dan pesan dari pamannya.


Raina,paman minta kamu segera kembali.Ibu mu jatuh dan sekarang ada dirumah sakit.


Membaca pesan dari pamannya,sontak saja Raina bangun dari kasurnya.Mengganti pakaiannya dan bergegas pergi ke kampung halamannya.


Sebelumnya berpamitan pada Fito.


"Fito,aku akan pulang sekarang.Ibu ku masuk rumah sakit." pamit Raina,tapi tak dihiraukan Fito.


Dia tak menjawab hanya diam saja,mungkin kesalahan Raina membuat dia marah besar.


Raina,memesan taxi online agar cepat sampai.Fito begitu tega membiarkan Raina pulang sendiri dan tidak memberi ijin pak Seno mengantarnya.Perasaannya begitu sakit,hancur berkeping-keping.


"Nona muda,maafkan saya.Saya tidak berani melawan tuan Fito." ucap pak Seno saat melihat Raina membawa koper mini keluar dari rumah.


"Tidak papa pak Seno,saya pergi dulu." pamit Raina.


"Sungguh malang nasih non Raina." gumam pak Seno didepan pagar rumah mewah tempat dia bekerja.


Masih dikamar,perasaan Fito tak enak.Membiarkan Raina pergi tengah malam sendiri.


"Semoga tidak terjadi apa-apa dengannya." gumam Fito.


"Apa aku salah membiarkan dia pergi."


"Bagaimana kalau terjadi sesuatu,dengannya."


"Apa aku harus menyusulnya,ya ampun,kenapa aku gak suruh Seno mengikutinya tadi."


Pikiran Fito jadi kemana-mana,kacau dan masih terjaga.


Berbagai spekulasi muncul dipikirannya.


"Oh ya ampun,aku melupakan sesuatu.Apa King sudah tidur,dia tak bisa tidur jika tidak ada yang menceritakan cerita untuknya." ujar Fito beranjak dari kasur dan keluar kamar.


"Tuan Fito butuh sesuatu?" tanya bik Imah yang masih membereskan rumah.


"Tidak ada bik,oiya,King tidur dengan siapa?"


"Sama non Fita,tuan." jawab bik Imah.


"Oh,ya sudah Terima kasih.Bik Imah istirahat sudah jam sebelas lebih lho." kata Fito meninggalkan bik Imah dan kembali ke kamarnya.


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung.


__ADS_2