RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 77


__ADS_3

"Gaya banget pake kacamata hitam." ujar Raina saat Weni datang dan duduk dihadapannya.


"Nih... mata gue bengkak." jawab Weni seraya melepas kacamatanya dan menunjukkannya kepada Raina dan Sandra.


Mereka bertiga sedang berada dicafe,..


"Berantem lagi," ucap Raina.


"Gak tau,dia nya diam saja." kata Weni sambil selfie menggendong Rasya.


"Kenapa lagi?" tanya Sandra.


"Gue ditampar sama ayah," kata Weni


"Kok bisa." tanya Raina penasaran.


"Ada ucapan gue yang menyinggung Noval dan membuat orang tua gue malu banget sama Noval." jelas Weni.


"Apa itu?" tanya Raina lagi


"Pokoknya ada,yang jelas gue salah."


"Terus lu udah minta maaf sama Noval." ucap Sandra seraya mengelus-elus perutnya yang makin membesar.


"Gak berani,Noval selalu memasang mukanya yang jutek.Gue takut salah ngomong, ujung-ujungnya berantem." Weni meneguk minumannya.


"Yah, gagal dong eng-ing-eng nya." canda Raina.


"Untungnya sebelum balik udah." kata Weni konyol


"Hahahaha.... " Raina dan Sandra tertawa barengan mendengar ucapan konyol Weni.


"Gila lu..." umpat Raina.


***


"Gimana honeymoon nya." tanya Fito diruangan Noval.


"Gak ada yang berkesan,malah bikin kecewa doang." jawab Noval kesal.


"Ckckckck... rupa-rupanya ada yang gagal nih." ledek Fito


"Kalo yang itu,berhasil Fit.Cuma kurang,gue ngelakuinnya cuma sekali doang,selebihnya cekcok." kata Noval bangga dan kecewa.


"Ada masalah apa,kok bisa."tumben banget nih Fito kepo.


" Gue honeymoon itu cuma dua hari,lanjut ke rumah mertua gue.Karna lagi emosi,dibakar cemburu karna gue bohongin kalo gue chatting sama Diana,Weni cerita ke mantannya."cerita Noval,akhirnya mereka berdua bergosip.


"Cerita apaan."


"Cerita apaan juga gue gak peduli, yang pasti yang bikin gue kecewa,dia bilang ke mantannya kalo gue mandul.Menurut lu,kalo gue sakit hati wajar dong." kata Noval.


"Hahahaha.... lu kurang hot kali." ledek Fito tertawa sampai terdengar keluar ruangan.


"Tapi gue kasihan juga sama Weni,dia ditampar keras sekali sama ayahnya." kata Noval.


"Terus kenapa lu diemin Weni,dia juga gak salah,mungkin dia kesal jadi cerita kejelekan lu."

__ADS_1


"Iya gue tahu,Terus yang gak habis pikir itu laki-laki mantannya datang kerumah mertua gue.Dengan percayanya minta balikan sama Weni."


"Nah lu harus hati-hati Val,kalo lu terus diemin Weni bisa-bisa dia gak tahan minta pisah sama lu,terus balikan tuh sama mantannya.Apalagi mantannya udah kasih lampu hijau." ujar Fito tumben


"Masa sih Fit." Noval sedikit takut juga.


"Ya iya,coba deh lu tanya Raina.Pasti dia sudah ngobrol sama Weni.Kalo gak tanya Sandra,mereka bertiga kan klop banget.“kata Fito lagi.


" Oke,gue ikut lu pulang ya.Mo curhat sama istri lu."


"Ih,ganggu aja.Gue mau ayang-ayangan sama istri gue juga." kata Fito.


"Itu bisa malam,Udah sana balik ke ruangan lu." usir Noval pada Fito yang notabebe bos nya.


****


Menjelang jam tiga sore,Noval membereskan semua berkas dan dokumen yang perlu tandatangannya.Bersiap pulang,kali ini dia kerumah Fito.


"Fito,ayok masa gue gak bareng sama lu." anak Noval membuka sedikit pintu ruangan Fito.


"Iya bentar." jawabnya,"Fani tolong ambil dokumen diruangan saya."lanjut nya menghubungi sekertarisnya melalu telephone paralel.


"Oke,ayo balik.Tapi inget, jangan malam-malam pulangnya.Kasihan juga istri lu,pasti dia mikir yang gak-gak." kata Fito.


(skip)


"Halo anak ganteng,ketemu lagi sama om." ucap Noval pada Rasya bayi Fito.


"Eh,masih ada kerjaan?kenapa kesini." tanya Raina.


"Memangnya gak boleh kesini,." kata Noval,


"Bener ternyata Fit,yang lu kata.Weni udah curhat sama istri lu." ujar Noval pada Fito,yang di jawab dengan senyuman.


"Emang gak boleh kalo Weni curhat," sarkas Raina.


"Makanya gue kesini mau nanya sama lu, dia cerita apa aja."


"Duduk dulu deh,mau minum apa? Apa perlu gue bilang Weni lu disini." tanya Raina.


"Gak usah,gue bentar doang kok." jawab Noval.


Duduk dan ngobrol dibalkon depan.


"Weni bilang dia bikin lu sakit hati." ucap Raina menyodorkan air putih pada Fito.


"Gimana gak sakit hati sayang, masa suami sendiri di kata mandul.Udah gitu bilang nya sama mantannya lagi." timpal Fito tertawa.


"What!!! apa benar Val,pantes aja orangtuanya marah besar." kata Raina gak menyangka Weni akan berbuat begitu.


"Weni gak cerita sama lu?" tanya Noval


"Gak, dia cuma bilang kalo ayahnya menamparnya." kata Raina.


"Itu doang,gak ada yang lain." kata Noval, "Dia gak ada inisiatif minta maaf ke gue,atau dia menyesali gitu." imbuhnya.


"Menyesali sih,tapi kalo buat minta maaf gak tahu.Mungkin gak berani kali ngomong sama lu.Kan lu tahu sendiri,dari dulu Weni itu gengsinya tinggi.Kaya baru kenal aja." ujar Raina.

__ADS_1


"Iya sih.Oke kalo begitu terima kasih minumannya,gue balik dulu." pamit Noval.


"Gitu doang,gue pikir bakal lama." ucap Raina.


"Lu mau gue nginep." ledek Noval.


"Gak... gak... mending lu temenin Weni.Jangan sampai dia menghubungi mantannya karna lu diemin." kata Raina seraya tertawa riang.


***


"Sampai jumpa besok," Weni mengakhiri panggilannya saat Noval masuk ke dalam rumah.


"Habis telephone siapa dia,jangan-jangan yang dibilangin Raina benar.Tapi kok sampai jumpa besok." pikir Noval memandangi Weni sambil berjalan kearah kamar nya.


Mereka berdua beradu pandang,tak berkedip.


Weni memberanikan dari bertanya pada Noval,"Em... Noval,besok aku ada janji."


"Oh... pergi saja,gue gak ngelarang." jawaban Noval membuat Weni sakit hati,dia masih menggunakan bahasa gue, gue, gue.


"Padahal gue belum selesai ngomong, udah di potong aja" kesal Weni saat Noval meninggalkan dirinya dan masuk kekamarnya.


Buukkk.... Noval menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang,


Menatap langit-langit kamarnya,berbicara sendiri.


"Ada janji sama siapa dia." batin Noval seraya memejamkan matanya pikirannya kacau


"Dia sama sekali gak merasa bersalah, minta maaf ke,apa ke... " gerutu nya.


"Kalo gue yang ngomong duluan,hilang dong harga diri gue."


"apa gue ikuti aja dia besok, jangan-jangan bikin janji sama si Bayu."


"Gak mungkin,Arrgghhh...... " teriak Noval dari dalam kamar nya.


Dengan sigap,Weni membuka pintu dan masuk ke kamar.


"Ada apa? apa lu ke ganggu sama teriakan gue." tanya Noval masih dengan bahasa itu.


"Gak papa,gue pikir ada yang salah dikamar." Weni pun kesal, dia menjawab dengan gue,lu, gue, lu menutup kembali pintu.


"Eh,kenapa dia marah juga.Gawat ini,dia juga udah ngomong gue,lu, gue, lu.Haduh kacau ini." gumam Noval takut juga kalo Weni sudah marah.


"Gue harus apa ya... masa gue yang minta maaf." katanya lagi didepan dinding kamar.


"Sial." umpat nya kesal.


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Sementara masih dengan cerita Weni Noval ya... selamat membaca. terima kasih.


__ADS_2