RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 59


__ADS_3

Sandra makin gak karuan didalam taxi,badannya makin panas.Sampai tak bisa menjawab panggilan yang dari tadi berdering.


"Pak tolong berhenti sebentar." ucap Sandra,dan meraih ponselnya didalam tas kecilnya.


"Halo... aku masih dijalan.Aku merasa ada yang aneh pada tubuhku,semua panas aku kegerahan." ucap Sandra saat menjawab panggilan,ternyata dari Bery.


"Sebentar,aku tanya dulu." lanjut Sandra,menanyakan plat taxi yang dinaiki.


Kemudian kembali menjawab telepon dari Bery,memberitahu plat taxi.


Selang beberapa menit,mobil Bery berhenti didepan taxi.


Bery membuka pintu mobilnya dan bergegas menghampiri Sandra.


Tok... tok... Bery mengetuk kaca jendela taxi bagian supir.Meminta pak supir membuka kunci pintu mobil.


"Sandra,kamu gak papa." tanya Bery seraya memapah tubuh Sandra yang sudah lemas kepanasan.Mungkin sebentar lagi obat akan bereaksi.


"Bery,kenapa aku kepanasan begini." kata Sandra seraya membuka kancing gaunnya kembali.


"Pak,Terima kasih banyak." ucap Bery pada supir taxi..


Bery membawa Sandra ke mobilnya,menempatkannya dibelakang kemudi.Bery tidak mau terjadi hal-hal yang akan membuat dirinya terjebak dengan ga***h yang sedang Sandra rasakan.


"Gue bawa kemana ya... " gumam Bery.


"Kalo gue bawa kerumah,salah.Gue bawa ke hotel aja,apa kata dia nanti kalo sadar.Apa gue tinggalin aja diapartemennya." Bery berbicara sendiri bingung apa yang harus diperbuat.


Satu panggilan masuk diponsel Bery,segera dia menyambungkan dengan bluetooth dan menjawabnya.


"Halo... Bery,gimana dengan Sandra lu ketemu kan." ucap Weni sangat khawatir dan merasa bersalah.


"Ketemu ini dimobil,gue bingung mo dibawa kemana Sandra." jawab Bery terus fokus pada kemudinya.


"Ber...Bery... aku masih mencintai kamu." ucap Sandra mulai ngelantur seperti orang mabuk seraya melingkarkan kedua tangannya dileher Bery dari belakang.


Weni mendengar lanturan Sandra,"Bery,itu suara Sandra?"


"Iya Wen,gue gak bisa fokus nih.Sandra makin sulit dikendalikan terus memeluk gue dari belakang." teriak Bery lehernya kecekik tangan Sandra.


"Lu bawa aja kerumah lu,besok gue yang jelasin ke Sandra." suruh Weni.


"Gue takut tergoda." jawab Bery terus terang.


"Tahan diri,kunci aja kamar lu.tinggalin,terus lu tidur diluar aja." kata Weni mengakhiri panggilannya,tanpa mendengar jawaban Bery.


"Huft... pengantin baru,belum dijawab udah buru-buru aja ditutup."kata Bery bergumam.


****


Bery memparkir mobilnya dibasemant,membuka pintu mobil dan memapah Sandra.Bery mengikuti saran Weni,membawa Sandra ke apartemen nya.


Bery menggendong Sandra ala bridal style.


"Aku udah gak tahan," Sandra kembali ngelantur omongannya.

__ADS_1


"Sabar,sebentar lagi kita sampai." jawab Bery,


Lima menit akhirnya Bery sampai didepan unit apartemen nya.Membuka kata sandi rumahnya,masuk dan merebahkan tubuh Sandra diranjangnya.


Saat hendak berbalik badan,akan meninggalkan Sandra.Tiba-tiba tangan Bery ditarik Sandra,hingga tersungkur diatas tubuh Sandra.


Bery menelan salivanya saat melihat gaun Sandra yang terbuka karna kancingnya sudah dilepaskan Sandra.


Sandra makin kepanasan dan berga***h berkali-kali Bery berusaha melarikan diri,tetap saja Sandra menariknya kembali.


Sekarang berganti dengan Sandra yang menindih tubuh Bery.Membuka kancing kemeja Bery,seraya menc**mi leher Bery.


(skip guys)


Dan.... Bery pun tidak bisa menahan g****hnya,adik kecilnya sudah berdiri t***k, meronta-ronta ingin keluar.


Malam itu, mereka lalui bak seorang pengantin baru,Sama-sama dimabuk asmara.


****


"Akh.......!!!!! " Teriak Sandra saat mendapati dirinya tidur bersama Bery.


Dengan cepat Sandra melongok kedalam selimut,benar saja tak sehelai benang pun menempel ditubuhnya.Lalu menatap wajah Bery yang masih terlelap dalam mimpinya.


"Perasaan gue balik sendiri naik taxi,kenapa gue ada disini." gumam Sandra sembari mengingat-ingat kejadian semalam.


Bery membuka kedua matanya,tampak tenang dan santai,"Maaf untuk yang semalam,aku akan bertanggung jawab."


Sandra menutup wajahnya dengan kedua tangannya,"Apa ada penjelasan."


Sementara Sandra menutup semua bagian tubuhnya.


"Terus apa yang harus kita lakukan selanjutnya." tanya Sandra.


"Kenapa kamu bilang aku menggoda kamu." imbuhnya.


"Sebentar,aku ingat disini ada CCTV." kata Bery seraya menyaut ce***a dalamnya dan memakai jubah piyamanya.


"What??? CCTV kamu bilang,g**a kamu." sarkas Sandra.


Bery mencopot CCTV dan meemutarnya ditelevisi.


Durasi kejadian sangat lama,dari awal Bery merebahkan tubuh Sandra,hingga kelakuan Sandra yang mendominasi permainan.


Sungguh malunya Sandra,sampai tak mau membuka kedua matanya."Apa kamu bisa menghapus semua video itu."


"Tanpa kamu minta,aku memang mau menghapusnya." Jawab Bery segera menghapus file tidak pantasnya.


"Bery,apa kamu bisa keluar.aku mau mandi." kata Sandra.


"Ya,aku mandi diluar...aku buatkan kamu sarapan." Bery bangun dari duduknya keluar kamarnya.


Sementara Sandra masuk kamar mandi dan berendam di bathup.


****

__ADS_1


Sandra keluar kamar setelah lima belas menit membersihkan tubuhnya dikamar mandi.


"Aku bikin bubur ayam kesukaan kamu." kata Bery saat Sandra menghampirinya dan duduk berhadapan dengan Bery dimeja makan.


"Makasih.Emm.... Bery,apa yang salah sebenernya sama aku." tanya Sandra malu.


"Saat pesta semalam,kamu minum minuman yang sudah dikasih obat pe******ng.Minuman itu sebetulnya buat Noval dari temannya.Tapi sama Noval dikasih ke Weni,dan kamu mengambilnya dari Weni.Apa kamu ingat?" jelas Bery.


"Weni sama Noval gak tahu kalo minuman itu tercampur obat itu." imbuh Bery.


"Terus,kenapa kamu gak menolak aku." ujar Sandra.


"Bagaimana aku menolak,kamu lihat sendiri videonya.Aku berniat pergi,tapi kamu menarik aku,kamu membuka baju aku,terus.... " ucap Bery belum selesai sudah dipotong sama Sandra.


"Stop aku tahu."


"Sandra,semua sudah terjadi.Yang mau aku tanyakan,apakah kamu bersedia menikah sama aku,aku akan bertanggung jawab atas perbuatan yang sudah kita lakuakan." kata Bery to the point.


"Uhuk... uhuk.... " Sandra tersedak bubur yang disantapnya.


Bery segera memberi air minum.


"Aku gak tahu Bery," jawab Sandra bingung.


"Jawab Sandra jangan selalu bilang gak tahu,kalo kamu hamil bagaimana." kata Bery memberi ultimatum pada Sandra.


Kembali Sandra tersedak mendengar ucapan Bery.


"Ya juga,kalo aku hamil bagaimana?Kalo dihitung dari masa haid,sekarang dalam masa subur." batin Sandra seraya menatap wajah serius Bery.


"Kalo kamu setuju,aku akan menemui orang tua kamu." lanjut Bery.


"Beri aku waktu untuk memikirkannya,apa kita bisa berangkat kerja sekarang." tanya Sandra.


"Kamu beneran mau kerja,apa kamu gak sadar." ucap Bery seraya tertawa.


"Kenapa memangnya?"


"Coba deh kamu berdiri,apa kamu gak malu dengan cara jalan kamu.Apa gak sakit?" ledek Bery.


"Iya juga...se********an gue sakit banget buat jalan." batin Sandra.


"Kamu istirahat aja dulu,oiya,telepon Weni dia sangat khawatir." kata Bery,"Aku berangkat dulu,jangan kabur."imbuhnya.


*


*


*


*


thanks buat yang sudah baca ceritaku...


mohon maaf jika ada salah-salah kata ya....

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like,komen dan votenya ya.


__ADS_2