RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 20


__ADS_3

"Selamat pagi semua.. " sapa Raina.


"Selamat pagi Raina,Fito..." jawab mami dan yang lainnya,


"Kamu pulih diluar dugaan Fito,padahal dokter bilang butuh enam sampai satu tahun untuk sembuh." ujar papinya.


"Ya pih,Raina yang bikin Fito semangat buat sembuh." ucap Fito mengedipkan matanya ke Raina.


"Maksud kamu gimana Fito?" tanya mami mulai menggoda Raina dengan senyumnya.


"Masa mami gak tahu,pengantin baru didiamkan saja, sayang dong." ujar Fito lagi.


Uhuk... uhuk... sontak Raina tersedak saat meneguk segelas air putih.Tahu benar kalau Fito sedang menggoda nya.


"Berarti bisa kasih kita cucu dong... hahaha... "ucap maminya dibarengi tawa yang lain,sementara Raina tertunduk malu.


" Tunggu sampai kaki kiri sembuh total ya sayang, jangan kayak semalam."ujar Fito,Lagi-lagi Raina tersedak menahan malunya.


"Ini orang bikin malu saja,emang apa yang sudah gue lakuin semalem." batin Raina,seraya menendang kaki Fito.


Gelak tawa dimeja makan terdengar sampai dapur,


bahkan para pelayan saja ikut menertawakan Raina.Ini semua gara-gara Fito,apa coba maksud ucapannya.


"Sepertinya Raina sudah telat mih,Raina berangkat dulu." pamit Raina bangkit dari duduknya menahan malu,wajahnya merah merona.


"Fito juga berangkat mih," Fito pun pamit,mengikuti langkah Raina.


****


Sepanjang perjalanan menuju kantor,Raina terdiam memanyunkan bibirnya.Membuat Fito semakin gemes.


"Dulu, kenapa gue putus sama dia gara-gara nafsu dengan kecantikan Wulan." batin Fito seraya terus memandangi wajah Raina.


"Ternyata,kalo terus dipandang Raina lebih cantik dari Wulan." imbuhnya masih dalam hati.


"Kenapa senyam-senyum begitu." sarkas Raina membuyarkan lamunan Fito.


"Gak papa,ternyata kamu lumayan cantik juga.Bisa buat... " belum selesai ngomong,Raina langsung melotot.


"Baru nyadar kamu,kemana aja selama ini.Pake mutusin segala... " jawab Raina kesal.


"Iya yah,kenapa dulu aku putusin kamu?padahal kamu lumayan juga buat diajak kondangan." ujar Fito tertawa terbahak-bahak.


Pak Seno pun ikut tertawa,mendengar obrolan tuan dan nona mudanya.


"Kenapa pak Seno ikut tertawa,memangnya ada yang lucu." sarkas Raina pada pak Seno.


"Maaf non,tidak sengaja." ucap pak Seno kembali fokus pada kemudinya sambil menahan tawanya.


"Aduh...Seno,ketawa aja gak ada yang ngelarang." kata Fito.


"Stop! berhenti." teriak Raina.


"Tapi ini belum sampai perusahaan nona muda." ujar Raina.


"Biar saya turun disini saja."

__ADS_1


"Biarkan saja Seno,dia mau jalan kaki kali." ujar Fito.


Akhirnya Raina memilih turun dan melanjutkan perjalanannya dengan taxi.


Sementara, Fito dan asistennya masih tertawa di mobilnya.


****


Raina melempar tasnya diatas meja kerjanya,seraya komat kamit mulutnya.Entah apa yang sedang dia umpat,sampai wajahnya pun terlihat sangar.


Lalu,duduk dan mengutak-atik komputer didepannya.


"Hei,gak dapet jatah semalem!" ledek Sandra berbisik.


"Jatah apa maksud lu... " jawab Raina melotot.


"Dateng,dateng kenapa kesal begitu.Gue pikir gak dapet jatah dari Fito semalem." ujar Sandra masih ngeledek.


Sementara dikantor,Fito masih berkutik dengan setumpuk berkas yang harus ditandatangani.Hari yang begitu melelahkan,dan....


Drtttt... drttt.... benda tipis yang ada disamping tangannya bergetar.Seseorang menghubungi nya, dan yang pasti Fito tahu siapa dia.


"Gila... asisiten eyang,mau apa dia." gumam Fito seraya mengambil ponselnya dan menjawab panggilan itu.


"Halo... ada apa pak Wili." tanya Fito dari ponselnya.


"Halo tuan Fito,siang ini bos akan berkunjung ke perusahaan sekalian ingin bertemu nona muda." ucap sang asisten dari ujung teleponnya.


"Apa!!!! eyang mau kemari?" kata Fito lantang membuat si asisten menjauhkan ponselnya dari telinganya.


Fito keluar ruangan memberitahu sekertaris nya untuk mempersiapkan semua yang dibutuhkan.


"Fani,kemana Seno pergi." tanya Fito pada sekertaris nya.


"Tadi pak Seno bilang mau membeli makan siang untuk tuan Fito." jawab Fani.


"Jam berapa ini sudah pergi saja,telepon dia suruh segera kekantor." perintah Fito dan Fani pun langsung mendial nomer asisten tuannya.


Satu jam kemudian,asisten Seno sudah berada diruangan tuannya.Napasnya terengah-engah, seperti habis dikejar anjing.


"Seno,kamu hubungi Raina sekarang.Bilang sebelum jam makan siang dia harus sudah ada di kantor ini." perintah Fito.


"Kenapa bukan tuan Fito saja yang menghubungi nona muda." jawab Seno tanpa sadar.


"Kamu mau saya pecat." sarkas Fito melotot.


"Bu... bu.. bukan maksud saya begitu tuan.Baik saya segera telepon nona muda." kata Seno gagap.


Didepan tuannya,Seno mendial nomer nona mudanya.


"Halo... " jawab seseorang dari ujung telepon.


"Nona Raina,tuan Fito pesan nona harus datang kekantor ini sebelum jam makan siang." ujar Seno.


"Memangnya ada apa pak Seno,saya sedang sibuk sekarang." ujar Raina


"Tidak bisa non,bos besar akan datang mengunjungi perusahaan."

__ADS_1


"Bos besar? siapa? " tanya Raina dalam hati.


"Baik Pak Seno, saya usahakan." jawab Raina menutup ponselnya.


****


Raina berjalan diloby kantor dan menemui dua orang yang ada dibagian resepsionis.


"Permisi,ruangan tuan Fito dilantai berapa ya?" tanya Raina sopan.


"Apa nona sudah membuat janji?" tanya si resepsionis pada Raina.


"Belum,tapi... " Raina belum selesai menjawab si mbaknya berkata, "Nona harus membuat janji diluar sebelumnya,"


"Oke." ucap Raina seraya berjalan menuju tempat duduk yang ada di loby.


Didalam ruangan Fito,sudah duduk bos besar pemilik perusahaan yang dipimpin Fito.Dia tak lain eyang nya sendiri.


"Seno,hubungi Raina sekarang." bisik Fito pada asistennya.


"Baik tuan." jawab Seno keluar dari ruangan tuannya,menghubungi nona mudanya.


"Nona Raina dimana biar saya jemput,tuan Fito pasti marah besar." kata Seno dari ponselnya.


"Saya dibawah,tidak ada akses buat masuk kedalam.Ternyata perusahaan tuanmu ini ketat juga pengawalannya." jawab Raina senyum.


"Tunggu disana,saya segera turun." Seno pun langsung berlari ke lift sebelumnya menutup sambungan nya.


"Pak Seno...!!! " panggil Raina setengah berteriak dan melambaikan tangannya.


Hampir semua yang melihat Raina,bingung.Mereka berpikir,siapa ini perempuan bisa dekat dengan asisten bos nya.


"Tenang... tarik napas dalam-dalam,keluarkan." ucap Raina menenangkan asisten suaminya.


"Diatas sudah ada bos besar,nona Raina kenapa tidak langsung naik saja." ujar Seno masih terengah-engah.


"Saya tidak ada akses masuk,memangnya saya penting buat bos kamu itu." jawab Raina.


"Oiya,mungkin tuan Fito lupa memberitahu resepsionisnya." katanya,"Mari saya antar nona muda keatas."Seno mempersilahkan Raina jalan didepannya. seraya menundukkan kepalanya.


Kedua resepsionisnya heran dengan sikap asisten bosnya.Kenapa dia begitu menghormati perempuan itu.


Seno pun memelototi kedua resepsionisnya dan satpam yang ada dipintu masuk.


"Gawat... sepertinya nona itu tamu penting tuan Fito." ucap salah satu resepsionis itu.


"Bisa-bisa kita dipecat." ujar yang satunya lagi.


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2