RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 83


__ADS_3

"Sandra,kok lu bisa gak tahu bayi lu kembar."tanya Raina saat sudah berada dirumah sakit,diruangan Sandra.


"Iya,gila lu.untung Bery segera datang kalo gak...haduh gue gak bisa ngebayangin."imbuh Weni.


"Iya,tadinya gue pengen bikin surprise jadi gak USG."jawab Sandra masih lemas.


"Terus sekarang Bery dimana,kok lu ditinggal sendiri aja."tanya Raina lagi mengawasi ruangan.


"Tadi dipanggil suster,"


"Terus baby nya mana?gue pengen lihat."ucap Weni.


"Ini baby-nya...lucu-lucu lho."timpal Bery mendorong kedua baby-nya."Saatnya menyusui sayang aku."katanya seraya memberikan kedua baby nya pada Sandra.


"Gimana cara menyusuinya,susah dong kalo dua-duaan."kata Raina


"Tenang saja,begini nih."kata Bery seraya menyilangkan baby nya tepat dihadapan Sandra.


"Gimana kandungan lu,Wen."tanya Sandra seraya meringis sakit Karna pa*****anya dikenyot sama baby-nya.


"Baik,sehat bahkan baru dua bulan aja udah aktif.Gue berasa banget ada yang gerak-gerak diperut gue."jawab Weni mengelus-elus perutnya.


"Rasya bobo Rain,"tanya Sandra pada Raina


"Iya,oiya San,ayah sama ibu lu belum datang?"ucap Raina.


"Tadi sempet datang,tapi Sandra belum siuman.Jadi mereka hanya melihat cucunya."timpal Bery.


"Ayah kesini Bery,kenapa dari tadi gak bilang.Huft...dasar kamu ini yah."kata Sandra


"Nanti kemari lagi,ibu panti juga dalam perjalanan."ucap Bery sambil mengikat rambut Sandra yang berantakan.


"Terus paman Gio udah dikasih kabar belum."tanya Raina.


"Gak perlu,dia juga gak bakalan kemari."jawab Bery sedikit kesal.


"Gak boleh begitu ah,,dia kan juga kakeknya."ujar Raina


"Iya..iya..gue lupa dia kan paman lu yah."ledek Bery.


"Paman gue,ayah lu."sarkas Raina.


***


"Eh,sudah pulang.kenapa gak bareng Noval,ini sudah sore lho,apa dia selalu telat pulangnya."tanya ibunya saat Weni menginjakkan lantai dirumahnya.


"Satu-satu mah,nanyanya."jawab Weni menjatuhkan bokongnya disofa.


"Iya,kenapa?"


"Gak papa mah,Noval emang selalu begitu,kerja,kerja,kerja yang diutamakan."kata Weni menghela napasnya panjang.


"Ah,kamu jangan bilang begitu.Kamu itu harus selalu positif thinking,biar bagaimana juga dia suamimu."ucap ibunya


"Iya mah,lagian mamah mancing-mancing terus.Weni itu sedang capek mamah sayang."katanya seraya memeluk erat ibunya.

__ADS_1


"Apaan sih kamu,manja banget."


"Biarin,peluk Weni dulu mah."ucapnya lagi,"Jarang-jarang Weni bisa begini,memangnya mamah gak kangen sama anak mamah yang cantik ini."imbuhnya.


Cling...sebuah pesan chat masuk di ponsel Weni.Saat membukanya,Weni hanya menarik napas panjang.Mengabaikannya,sudah kesekian kalinya.


"Jangan terpancing hanya dengan foto."ucap ibunya


"Iya mah,ini juga bukan baru pertama kali.Banyak nih,mamah mau lihat"tanya Weni.


"Gak perlu."jawab ibunya geli.


"...."Weni tertawa terkekeh.


"Weni,apa kamu percaya sama suamimu?"


"50-50 mah,kenapa?katanya jangan terpancing?"ledek Weni.


"Biasanya ada sebabnya seandainya itu benar."


"Maksud mamah apa sih,ada yang salah sama Weni maksud mamah?Weni kenal kok sama itu perempuan,tadi juga ketemu.Dia itu sekertaris nya,entah kenapa Fito kasih dia sekertaris."ucap Weni.


"Tanya dong sama Noval,mungkin kamu terlalu cuek sama dia.Sekali-kali tanya gimana sama kerjaannya dikantor,mamah yakin kamu gak tahu jabatan suamimu."kata ibunya ngeledek.


"Dia cuma manager biasa mah,masa Weni gak tahu."


"Masa seorang manager punya sekertaris."


"Sudahlah gak usah bahas dia,lagian mamah kesini kan mau kangen-kangenan sama Weni."kata Weni mengakhiri obrolannya.


"Weni tahu mah."jawabnya seraya membuka pintu kamarnya.


Sore sudah berganti malam,bahkan sudah larut malam.Noval membuka handle pintu kamar pelan,takut membangunkan Weni


Berjalan dengan sangat-sangat pelan,hampir tidak menginjakan kakinya kelantai.Noval masuk kekamar mandi,mengguyur seluruh bagian tubuhnya yang penuh dengan keringatnya.


Setelah selesai dari aktifitasnya,Noval menarik selimut dan mengecup kening Weni.Dia pikir istrinya sudah tidur.


"Baru pulang."kata Weni menggeliatkan tubuhnya,dan berbalik menghadap Noval dengan mata yang masih terpejam.


"Iya sayang,banyak kerjaan."jawab Noval memeluk erat Weni.


"Apa dengan Diana?"tanya Weni.


"Iya,ada Fani,Linda,pak Seno dan Fito juga."kata Noval.


"Oh...em...Noval,aku masih bingung kenapa Fito kasih kamu sekertaris?"tanya Weni.


"Maaf kita jarang ngobrol jadi aku lupa kasih tahu kamu,sejak Fito mengangkat aku sebagai direktur pengembangan jadi dia kasih sekertaris untuk membantuku sayang."kata Noval.


"Apa?Direktur,"Weni kaget setengah mati,sampai membuka kedua matanya.


"Iya,sudah malam kita tidur."ajak Noval seraya mengelus punggung Weni dengan lembut,"Capek ya kamu,"imbuhnya.


"...."Weni menggelengkan kepalanya,dan berbaring lagi menenggelamkan kepalanya di dada bidang Noval.Mencium aroma tubuhnya yang menenangkan.

__ADS_1


****


"Mah,sebelum pulang kita makan siang dulu sama mami."ucap Weni


"Iya sayang,"jawab ibunya.


"Lagian kenapa mamah cepet banget sih mainnya,baru juga sehari."rengek Weni


"Ayahmu itu banyak kerjaan sayang,gak bisa ditinggal."kata ibunya memberikan alasan.


"Ayah aja suruh pulang duluan,mamah nanti saja."


"Gak bisa begitu dong,ayahmu gak bisa makan kalo bukan mamah yang masak."


"Hu....sok romantis,sudah tua juga.Sekarang ayah dimana?"tanya Weni.


"Ditaman kali,olahraga ayahmu itu gak bisa diam orangnya."


"Oh,ya udah Weni telepon mami dulu."kata Weni mendial nomer mertuanya.


"Oke,oke..Weni pesan tempat sekarang mih mumpung masih setengah sepuluh."kata Weni mengakhiri panggilan dengan mertuanya.


Kemudian mendial nomer Noval


"Makan siang,sebelum mamah pulang."


"Tolong diusahakan,apa perlu aku minta ijin sama Fito "


"Gak bisa bagaimana,itu jam istirahat lho."memasang muka yang kesal.


"Ya udah,terserah kamu aja."sarkas Weni menutup ponselnya.


"Kalo Noval sibuk,biarkan saja sayang.Kita saja yang makan siang bareng."ucap Ibunya


"Gak bisa begitu dong mah,sama mertuanya gak sopan begitu."


"Jangan bilang gitu ah,suamimu sopan sekali sama mamah sama ayah."kata ibunya membela menantunya.


Huft....Weni menghela napas panjang,masuk ke kamarnya.Memainkan ponselnya,sesekali tersenyum,sesekali diam.Yah,begitulah orang kalo sedang asyik dengan ponselnya.q


Haripun sudah berganti siang,tepat pukul sebelas Weni membawa kedua orangtuanya ke restoran yang sudah dipesannya.


"Ibu mertua kamu belum datang."tanya ibu Weni saat sampai ditempat tujuan seraya mengawasi ruangan.


"Belum mah,mungkin masih dijalan.baru setengah dua belas."jawab Weni melirik jam ditangannya.


"Kita tunggu saja."ujar ayah Weni


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2