RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 55


__ADS_3

Malam sudah sangat larut,Fito belum juga kembali.Rasa gelisah melanda hati Raina,rasa kantuknya sudah tak dapat ditahannya.


Segera Raina membaringkan tubuhnya diatas ranjang berukuran besar.Menatap langit-langit kamarnya,lama kelamaan matapun terpejam sendirinya.


Dua jam kemudian,Fito membuka pintu kamar dan membersihkan tubuhnya dikamar mandi.


Lalu,memakai piyama dan berbaring disamping Raina.


Menarik tubuh Raina kedalam pelukan nya.


"Jam berapa sekarang?" tanya Raina dengan mata yang terpejam.


"Jam dua belas,sayang." jawab Fito.


"Apa ada masalah dengan klien,kenapa meeting sampai larut begini." tanya Raina lagi.


"Meeting sudah selesai dari tadi,hanya saja klien mengajak makan." jelas Fito.


"Makan dimana,apa masih ada restoran yang buka."


"Udah gak usah banyak tanya,tidur udah malam.Kalo mau nanya besok lagi." kata Fito memejamkan matanya.


***


Pagi yang cerah,sinar mentari masuk kedalam celah jendela kamar Raina.Membangunkan tubuh kekar Fito.


Sementara Raina sudah sibuk didapur,membuat sarapan untuk suaminya.


(skip)


"Kenapa menatap aku begitu,apa ada yang aneh." ucap Fito seraya meneguk secangkir kopi.


"Gak ada,kamu makin tampan.Apalagi kalo gak bohong." kata Raina memancing pembicaraan.


"Bohong?"


"Iya,sama siapa kamu semalam." tanya Raina,naluri nya sungguh kuat.


"Klien,kebetulan klien kita.... " Fito diam sejenak,memikirkan akibat yang bakal terjadi bila dia jujur.


"Siapa?" interogasi Raina.


"Wulan." jawab Fito,


Raina pun terdiam membisu,entah kenapa ada rasa takut dihatinya,rasa cemburu bercampur aduk.


"Oh.... " satu kata dari mulutnya dengan menahan emosi.


"Kamu marah?" tanya Fito.


"Aku gak peduli klien kamu siapa,tapi masa iya makan malam sampai larut malam.Apa kalian sedang mengenang masa lalu." sarkas Raina tiba-tiba.


"Kamu pikirannya terlalu jauh,dia cuma perwakilan klien dari perusahaan yang akan bekerjasama dengan kita.Bareng Noval sama Seno juga."


"Kalian berdua bukannya sama,apa kalian gak ingat kejadian dulu,Kalo pak Seno pasti diam." ucap Raina kesal.


"Sudah,kamu jangan banyak berpikir yang tidak-tidak.Ingat kamu sedang hamil gak boleh setres." ujar Fito.


"Apa hari ini masih ketemu dia."


Fito menarik tubuh Raina memangkunya dan memeluknya,"Jangan berasumsi sendiri,aku gak bakal balik ke masa lalu."

__ADS_1


"Apa ucapan mu bisa dipegang?" kata Raina melingkarkan kedua tangannya dileher Fito.


"Pasti dong sayangnya aku," jawab Fito seraya mencubit hidung mancung Raina tak lupa mencium lembut bibir Raina.


****


Dikantor.


"Seno,tolong perhatikan jadwal pertemuan hari ini.Apakah masih ada pertemuan dengan perusahaan Wulan." kata Fito


"Ada pak,makan siang untuk membicarakan kontrak kerjanya pak." Jawab Seno.


"Apa bisa diwakilkan saja sama Noval."


"Maksud pak Fito,gimana ya?" tanya Seno.


"Saya harus menghindari pertengkaran rumah tangga saya,Seno." sarkas Fito.


"Oh,baik pak,saya mengerti nanti saya bilang pak Noval untuk menggantikan pak Fito." jawab Seno tegas.


Seno keluar ruangan Fito sambil komat kamit seperti sedang membaca mantra.Bingung,bagaimana caranya membujuk pak Noval,pasti dia juga gak bakal mau.


"Haduh... pusing." Seno berjalan seraya mengacak-acak rambutnya.


"Kenapa pak Seno?" tanya Fani heran melihat tingkah pak Seno.


"Bos kamu itu... ah,sudahlah jangan bergosip." jawab Seno berjalan menuju ruangan Noval.


Tok... tok....


"Masuk." Noval mempersilahkan orang yang baru saja mengetuk pintunya.


"Pak Fito meminta anda menggantikannya menemui klien di jam makan siang pak." jawab Seno tegas.


"Memangnya klien siapa Seno,tumben dia gak mau datang."


"Emm... itu pak Noval,ibu Wulan."


"Oh, pantas aja dia gak mau.Ya sudah,bilang bos kamu kalo pak Noval siap,tapi suruh bos mu itu untuk meminta Weni bagian keuangan untuk ikut dengan saya.Bagaimana pun caranya." kata Noval senyum-senyum.


"Baik pak."


Seno kembali lagi masuk keruangan Fito."Permisi pak,saya tadi sudah bilang pak Noval."


"Bagus kalo begitu,Terima kasih Seno."


"Tapi pak Noval meminta pak Fito untuk memberi perintah pada karyawan yang ada di bagian keuangan untuk ikut dengannya pak.Tapi saya lupa namanya pak." kata Seno menggaruk-garuk kepalanya.


"Saya tahu,Weni maksud kamu kan." tebak Fito.


"Benar pak," jawab Seno.


****


Weni sudah memasang wajah kesal dan cemberutnya.Kalo bukan perintah bos, mungkin dia gampang menolaknya.


"Jam berapa ini Val,aku makan dulu ya." ujar Weni


"Makan aja,mungkin macet jadi telat." kata Noval,baru saja dibilang telat orangnya nongol.


"Hai,Val sorry ya telat,ada yang kurang dokumennya." kata Wulan dari arah belakang Noval.

__ADS_1


"Sepertinya gue kenal suaranya." gumam Weni dalam hati,dan benar saja waktu Wulan duduk dihadapannya,Weni kaget.


"Kenapa gak makan dulu Noval," tanya Wulan seraya menatap kearah Weni.


"Nunggu kesepakatan kita dulu." jawab Noval.


"Oh,ini kamu lihat dan baca dulu setelah itu tandatangani dipaling bawah." ujar Wulan.


"Fito kemana,kok bukan dia yang datang." imbuh Wulan.


"Dia nganterin istrinya kontrol." jawab Noval sekenanya sambil membaca dan menandatangani dokumen yang dibawa asisten Wulan.


"Oke,selesai." kata Noval seraya melambaikan tangannya pada pelayan restoran,"Pesanannya sudah boleh dikeluarkan."


"Memangnya Raina kenapa,Val?" tanya Wulan.


"Hamil." jawabnya,"Oh iya Lan,gimana kabar Delia."imbub Noval,membuat Weni tersedak air mineral yang baru diminumnya.


"Sorry,saya permisi ke toilet." Weni berdiri hendak menuju toilet,tapi ditarik tangannya oleh Noval akhirnya Weni kembali duduk.


"Gak usah menghindar." kata Noval


"Delia baik Noval,sepertinya dia kangen sama kamu.Story sosmed nya pasti foto kamu." ujar Wulan,sengaja memanas-manasi Weni.


"Delia....Delia... gak bisa move on,tapi memang kalo laki-laki tampan seperti aku ini susah dilupakan." sombong Noval mencolek lengan Weni.


Weni pun melotot pada Noval,


"Apa kalian masih banyak yang dibicarakan," tanya Weni memotong obrolan Noval dan Wulan.


"Kenapa Wen," ucap Wulan.


"Saya balik kantor duluan,sudah waktunya jam kerja.Kalo kalian kan enak bos,nah kalo saya bisa dipecat kalo telat sedikit." ucap Weni,kupingnya sudah panas dari tadi yang mereka bicarakan Delia terus,terbakar juga kan hati Weni.


"Sabar dong,ini dinginin dulu hati kamu." ledek Noval.


"Eh,kalian berdua balikan lagi?" tanya Wulan.


"Gak!! " sarkas Weni.


"Sebentar lagi Lan,ini lagi usaha.Dia masih cemburu sama Delia,penjelasan ku gak pernah mau didengar." kata Noval.


"Noval gak pernah pacaran sama Delia kok,kamu salah paham dulu." ucap Wulan.


"Salah paham?Apa maksud Wulan." gumam Weni dalam hati.


"Duduk dan makan,kamu tenang saja gak bakal ada yang memarahi kamu karna keluar dijam kerja." Noval memberi instruksi pada Weni.


Dan mau gak mau Weni duduk kembali,menyantap puding dengan wajah yang kesal.


*


*


*


*


*


Thanks reader sudah baca ceritaku,thanks juga yang sudah kasih dukungan.jangan lupa like komen dan vote nya ya... thank you.

__ADS_1


__ADS_2