
Ponsel berdering nyaring membangunkan pengantin baru.Weni,masih berada dikamar hotel setelah merayakan pesta pernikahannya semalam.Dengan mata yang masih tertutup dan tubuh yang lemas,Weni mengangkat telepon.
Dilihat nama Sandra terpampang di layar ponselnya.
"Halo... Sandra,ada apa?" tanya Weni saat membuka panggilan dari Sandra.
"Gue ganggu lu ya,"jawab Sandra.
" Gak juga,semalam Bery bingung mo bawa lu kemana,jadi gue suruh bawa kerumahnya."kata Weni senyum sama Noval yang memeluknya.
"Iya gue masih dirumah Bery,lu gak usah khawatir." ucap Sandra.
"Oh, syukurlah kalo begitu."
"Ya udah gue tutup dulu takut ganggu, pengantin baru." kata Sandra menutup sambungan teleponnya dengan Weni.
***
Dihotel...
Weni kembali menjatuhkan tubuhnya,lelah kata yang keluar dari mulutnya.
Menutup kembali kedua matanya,masih mengantuk.
"Sayang,aku mau lagi dong?" bisik Noval ditelinga Weni seraya menc***i leher jenjang Weni.
"Argh.... aku capek banget,semalam kan udah." kata Weni menggeliatkan tubuhnya.
"Huft... ya udah,aku mandi dulu." kata Noval beranjak dari kasur berlari masuk kekamar mandi.
Weni memandangi punggung Noval sembari tersenyum,dan berkata "Gue menang."
Beberapa menit kemudian,Noval keluar kamar mandi.Memakai pakaian yang sudah disiapkan Weni.
Siang ini mereka check-out dari hotel langsung pulang kerumah Noval.
Keluarga besarnya sudah menunggunya makan siang.
"Aku mandi dulu." kata Weni berjalan kekamar mandi,mengguyur seluruh bagian tubuhnya.Memakai shampo dan sabun khas wewangian yang disiapkan pihak hotel untuk pengantin baru.
Setelah selesai melakukan aktifitasnya,Weni memakai pakaian dan berhias dicermin.Memakai bedak dan lipstik tipis-tipis.
****
(skip)
Mobil berhenti dihalaman rumah keluarga Noval,untuk kedua kalinya Weni datang.
Saat pacaran dulu,belum pernah bertemu keluarganya.Sekalinya bertemu,langsung menjadi menantu.
"Selamat datang nona muda... "
"Selamat datang nona muda,selamat atas pernikahannya"sapa pelayan dirumah Noval.
"Selamat datang anak mami... menantu mami..." sapa mami Noval saat kedatangan anak dan menantunya.
"Ayo masuk," ajak Noval menggandeng Weni.
Weni mengikuti Noval masuk kerumah menuju meja makan.
__ADS_1
**
Sementara,ayah dan Sandi mencari keberadaan Sandra dirumah sakit.Bertemu dengan Bery didepan bagian informasi.
"Permisi...." sapa Sandi.
"Bukannya laki-laki ini yang semalam sama Sandra? dan ini bukannya ayahnya,pemilik rumah sakit ini?" batin Bery tak menjawab sapaan Sandi.
"Hei, permisi....kok bengong." sapa Sandi lagi sambil tersenyum.
"Eh,maaf saya sedang tidak fokus.Ada yang bisa saya bantu?" ucap Bery sopan.
"Saya mencari ibu Sandra,diruangannya gak ada apa dia gak masuk?" tanya Sandi,ayahnya hanya diam dan memperhatikan Bery dari kepala hingga ujung kaki.Tibalah pada dada Bery,tertempel name tag dengan nama DOKTER BERY.
"Apa saya bisa ngobrol sebentar dengan anda? " tanya ayah Sandra.
"Bisa pak, mari keruangan saya." jawab Bery,"Dea, tolong kosongkan jadwal saya dulu ya."imbuh Bery pada Dea,perawat yang menjaga dibagian informasi, penuh wibawa.
"Baik dokter Bery." kata Dea.
Bery membawa ayah Sandra masuk keruangan,diikuti Sandi dibelakangnya.
"Silahkan duduk pak." kata Bery.
"Terima kasih dokter." jawab ayah Sandra seraya menjatuhkan bokongnya dikursi berhadapan dengan Bery,begitu juga dengan Sandi.
"Apa saya bisa langsung saja." ucap ayah Sandra,"Saya pernah sekilas dengar nama anda disebut sama Sandra,apa kalian dekat."tanya nya lagi.
"Em, dulu saya memang dekat pak,sempat pacaran juga. Tapi karna banyak pertimbangan kita tidak melanjutkannya." jawab Bery agak tegang.
"Kenapa,saya lihat anak saya sangat menyukai anda."
"Em.... status sosial kita beda jauh pak." jawab Bery lirih.
"Sekarang,bagaimana?Apa kalian masih saling suka." tanya Sandi ikut nimbrung.
"Bukannya Sandra datang ke acara sahabatnya dengan anda?" jawab Bery.
"Sepertinya anda salah paham,benar kata ayah anda belum atau tidak mau mengenal kakak saya." timpal Sandi.
"Apa, kalian berdua saudara?" ucap Bery,ada rasa senang di hatinya.
"Apa kamu tahu Sandra dimana?" tanya ayahnya.
Bery menceritakan kejadian semalam pada ayah dan saudara laki-lakinya Sandra.Dan,mereka segera mendatangi alamat apartemen Bery.
Sementara Bery melanjutkan pekerjaan nya.
Sandi melajukan kendaraannya dengan cepat,jalanan sepi karna belum jam makan siang.
Hanya membutuhkan satu jam untuk sampai di alamat tujuan.
Ayah Sandra dan Sandi melangkahkan kakinya,naik kedalam lift menuju lantai unit rumah Bery.
Ting... pintu lift terbuka,sampai ditempat.
Tok... tok... Sandi mengetuk dan menekan bel pada pintu apartemen Bery.
Sandra membukanya,dan terkejut kaget dengan kedatangan ayah dan adik laki-laki nya.
__ADS_1
"Ayah!!!" kata Sandra kaget,hampir saja jantungnya mau copot.
"Boleh kita masuk kak Sandra." tanya Sandi yang diikuti anggukan kepala Sandra,mempersilahkan.
"Silahkan duduk ayah,Sandi." ucap Sandra.
"Belum nikah kamu sudah menginap,katanya bukan pacar." ujar ayahnya,seraya duduk disofa.
".... " Sandra terdiam mendengar ucapan ayahnya,merasa bersalah dengan apa yang terjadi semalam.Entah pembelaan apa yang akan Sandra katakan,jika ayahnya tahu.
"Ayah tahu dari mana Sandra disini." kata Sandra.
"Dari pemilik rumah ini,tadi ayah kerumah sakit.Pas sekali ketemu dengan pacar kamu itu." kata Ayah Sandra.
"Bukan pacar ayah." balas Sandra.
"Ayah sudah tahu apa yang terjadi semalam,secepatnya kalian menikah.Apa kata orang seandainya kamu hamil." ujar ayahnya.
"Kenapa ayah berpikiran begitu,gak mungkin." bantah Sandra membela diri.
"Intinya kamu mau gak menikah sama dia," tanya ayahnya,"Bery sudah bilang mau bertanggungjawab,berarti dia mau menikahi kamu."lanjut ayahnya.
"Ya ayah,Bery juga bilang sama Sandra begitu.Tapi Sandra masih ragu," ucap Sandra.
"Ragu kenapa,sudah jelas dia menyukai kamu."
"Apa keluarga ayah akan setuju," tanya Sandra meragukan keluarganya.
"Kamu seperti pacarmu ternyata.Sandra,kamu itu putri ayah,gak ada urusan sama keluarga ibu kamu."
"Sandra perlu bicara dengan Bery dulu ayah." kata Sandra.
"Oke,ayah tunggu kabar selanjutnya.Ayah pulang dulu,kamu jangan menginap lagi.Suruh pacar kamu anter pulang." sarkas ayahnya.
"Iya ayah." jawab Sandra menganggukkan kepalanya.Mencium punggung tangan ayahnya dan memeluknya sebelum ayahnya pergi meninggalkan apartemen Bery.
Sandra menutup kembali pintu rumah setelah mengantar ayah dan adik laki-laki nya masuk kedalam lift.
Berjalan kearah kamar seraya bernyanyi riang gembira.
****
Sore menjelang,hari berganti malam.Bery membuka kata sandi pintu rumahnya.
Masuk kedalam dan melihat Sandra masih terbaring diatas ranjang.
"Sandra..." ucap Bery menggoyangkan tubuh Sandra.
"Hem.... " jawab Sandra menggeliat kan tubuhnya dan membuka kedua matanya perlahan.
"Bery,kamu baru pulang atau dari tadi." tanya Sandra bangun dan menyandarkan kepalanya disandaran ranjang kasur Bery.
"Baru... kenapa.?" tanya Bery.
*
*
*
__ADS_1
*
* bersambung,