RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 28


__ADS_3

"Aku gak akan menyakiti mu,Raina" ucapan terakhir Fito sebelum mengakhiri obrolannya dengan Raina.


Fito memegang kedua pipi Raina dengan kedua telapak tangannya.Menengadahkan wajah Raina,dan mendaratkan bibirnya di bibir Raina dengan lembut.


Raina pun menyambutnya.Membuka sedikit mulutnya,mempersilahkan Fito menjelajahi dan melum*tnya.


Baru pertama Fito merasakan ciuman Raina,selama berpacaran dulu Fito tidak pernah menyentuh terlalu dalam Raina.Karena,Fito tidak ada perasaan pada Raina.


Fito menggendong Raina ala bridal style, merebahkan nya diatas ranjang.Menatap tajam wajahnya,seolah meminta ijin padanya.


Raina memejamkan matanya,saat Fito menciumnya lagi.Kali ini lebih dalam,hingga bagian yang paling sensitif.


Tak berhenti disitu,Fito mulai melucuti helai demi helai pakaian yang melekat ditubuh Raina.Membuat tubuh Raina tak tertutup sehelai benangpun.


Fito mulai mencium leher jenjang Raina dengan lembut.Raina sedikit merinding dibuatnya,semua bulu kuduk nya berdiri tegak.


Tok... tok... tok...


Sedang asyik menikmati tubuh putih mulus Raina.Seseorang mengetuk pintu kamarnya dan memanggil-manggil nama Fito. Segera dia membukanya.


"Kak Fito,papi kambuh dan mami membawanya kerumah sakit." ucap Fita adiknya terengah-engah seraya melongok kedalam kamar kakaknya dan melihat Raina sedang berbaring dengan selimut yang menutup tubuhnya,tapi masih terlihat jelas bagian bawah lehernya.


"Aku akan kesana sekarang." jawab Fito menutup kembali kamarnya.


"Ada apa Fito?" tanya Raina penasaran kenapa Fito tergesa-gesa.


"Papi kambuh dan dibawa ke rumah sakit." balas Fito seraya memakai pakaiannya kembali.


Begitu juga dengan Raina,memakai kembali pakaian dan menyaut tas selempang nya.Sebelum akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah menuju rumah sakit.


***


Didepan ruang gawat darurat...


"Mih,Fita merasa bersalah sekali.Waktu Fita memanggil kak Fito,sepertinya mereka sedang... " ujar Fita berbisik ditelinga maminya.


"Gagal deh Fito bikin cucu buat mami."sesal mami.


Fito datang beriringan dengan Raina,masih dengan muka yang kusut.


" Bagaimana keadaan papi, mih."tanya Fito terengah-engah menghampiri maminya.


Mami memandangi Raina," sedang ditangani dokter sayang."


Satu jam keluarga Fito menunggu didepan ruang gawat darurat.Mami,Raina dan Fita duduk sementara Fito mondar-mandir didepan pintu ruangan itu.


Dan,pintu pun dibuka oleh dokter yang menangani papinya,dokter kepercayaan nya.


"Bagaimana papi saya dokter?" tanya Fito panik.


"Tenang saja,tuan Danu hanya kaget dan kelelahan saja.Segera suster akan membawa keruangan." ujar dokter itu.


Saat itu juga,tuan Danu didorong dan dipindahkan ke ruang VVIP. Semua keluarga mengikuti dari belakang tak terkecuali Raina.

__ADS_1


Tepat didepan loby,Raina menabrak seseorang yang berseragam putih juga.Yup,dia Bery tetangga dikota kelahirannya.Bery yang sedari kecil menyukai Raina.


"Raina,sedang apa kamu disini?" tanya Bery begitu terkejut bertemu Raina.


"Eh,Bery kamu tugas dikota ini." jawab Raina,matanya masih memperhatikan keruangan mana mertuanya dibawa.


"Siapa yang sakit Raina."


"Ayah mertua ku,Bary.Ya sudah aku pamit dulu ya." pamit Raina saat menyadari ada sosok yang memperhatikannya.


"Sebentar,disini tidak ada saudara atau teman ku,boleh aku minta nomer kamu."


"Oh,boleh." jawab Raina menyodorkan ponsel miliknya pada Bery.


***


Fito menghampiri Raina yang sedang duduk disofa,"Kamu bicara dengan siapa tadi,sepertinya kamu akrab sekali."


"Itu Bery,anak paman Gio,tetangga kampung." jelas Raina jujur.


"Bery yang kamu bilang suka sama kamu sejak masih kecil." tanya Fito menginterogasi Raina.


"Aduh,kenapa dia ingat cerita ku." gumam Raina dalam hati sambil menepok jidatnya sendiri.


"Iya,dia sedang tugas disini." lanjut Raina jujur.


"Jadi dia seorang dokter?Aku jadi penasaran kenapa kamu gak terima cintanya dia." ucap Fito terdengar sangat serius.


"Fito,papi sedang istirahat jangan.... " Raina belum selesai mengucapkan kata-katanya,mami datang membawa bungkusan.


"Gak ada apa-apa mih,tenang saja." ucap Raina.


"Mih,kita gantian aja ya.Fito capek sekali pengen istirahat." usul Fito.


"Baik,sekarang kalian berdua pulang saja biar mami yang jagain papi."


"Kita pamit dulu mih." pamit Raina.


****


Sudah seminggu tuan Danu dirawat dirumah sakit.Hampir setiap hari Raina mondar-mandir datang menjenguknya.


Mau tidak mau,Raina bertemu dengan dokter Bery,teman sekaligus laki-laki yang pernah menyukainya.


Karena terlalu sering bertemu,membuat Fito curiga dan cemburu.Bagaiman tidak,Bery termasuk laki-laki yang tampan,berwibawa sebagai dokter dan juga mapan.Fito takut Raina berpaling darinya.


Alhasil,Fito menyuruh asisten nya mengawasi setiap kegiatan Raina.Seperti sekarang,Seno melaporkan pada tuannya.Raina sedang berada di coffeeshop dengan Bery.


"Iya benar tuan Fito,saya tidak salah lihat." ucap Seno sambil terus mengawasi nona mudanya.


"Awasi terus Seno,jangan sampai ketahuan." ujar Fito seraya mengeratkan kedua tangannya.


Fito mengambil ponsel di atas meja kerjanya,mendial nomer Raina.

__ADS_1


"Halo,kamu dimana? " tanya Fito dari kantornya.


"Di ruang papi,ada apa kamu telepon aku." jawab Raina berbohong,kalo dia jujur pasti Fito akan sangat marah.


"Ya sudah,jaga papi." Fito menutup sambungan nya dengan Raina.


Selang kemudian,Fito menghubungi asisten nya.


"Seno,apa nona muda kamu masih disana." tanya Fito.


"Masih tuan,saya masih terus mengawasi bahkan teman nona muda juga ada disini.Mereka bertiga sekarang." jelas Seno.


"Awasi dia terus." perintah Fito.


"Ternyata kamu pandai berbohong Raina." batin Fito.


****


Hari ini,tuan Danu pulang dari rumah sakit.Raina,mami dan juga Fita menjemputnya.


Kali ini bukan asisten Fito yang mengemudikan mobil,tapi supir pribadi papi.


"Pak,jalannya pelan saja." ucap Raina pada supir papinya.


"Baik nona muda." jawabnya kembali fokus pada kemudinya.


Beberapa jam kemudian,mobil yang membawa tuan Danu sampai dirumah.


Raina masuk kekamar dan menjatuhkan bokongnya disofa balkon.


Memainkan ponsel tipisnya,senyam-senyum membaca pesan dari Sandra.


"Gimana menurut lu." pesan pertama terkirim ke Sandra.


"Ya dia tampan,sopan dan baik pula." jawab Sandra lewat pesannya.


Belum selesai membalas pesan Sandra,ponsel Raina direbut sama Fito.


Sepertinya dia sedang marah besar,rupanya Fito sudah pulang dari kantor.


"Oh,jadi ini yang bikin kamu senyum-senyum sendiri dari tadi." ujar Fito memperlihatkan foto Bery didalam pesan yang dikirim Sandra.


"Maksud kamu apa Fito,jangan bikin gara-gara." jawab Raina tenang.


"Siapa yang bikin gara-gara,tadi siang kemana saja,kamu bilang diruang papi nyatanya kamu di coffeeshop bareng dia kan." Fito marah masih memegang ponsel Raina yang ada foto Bery.


"Kamu salah paham Fito." ucap Raina,"Balikin handphone aku."


"Kamu mau ini.... " dan Praankkk..... ponsel Raina dilempar kecermin yang ada dikamar.


*


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2