RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 86


__ADS_3

Sandra menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan kedua sahabatnya.Mulai dari memandikan kedua anaknya,menyiapkan cemilan dan minuman,dan membersihkan bagian-bagian dari rumahnya.


Setelah semua beres,dan baby twinsnya tidur Sandra membersihkan tubuhnya.Mengguyur seluruh bagian tubuhnya,dari ujung kepala hingga ujung kakinya.


Dua puluh menit kemudian,bunyi bel rumah terdengar jelas.Sandra membukakan pintu masih menggunakan jubah mandinya.Sebelumnya sudah mengintip dari layar,ternyata Raina.


"Weni belum datang San?"tanya Raina saat Sandra membuka pintu


"Belum."


"Baby twins mana?lagi bobo ya?"


"Iya,eh...Rasya sama siapa?"kata Sandra


"Ada sama bibik,lagian Fito juga ga pergi kekantor."


"tumben amat suami pekerja keras bolos."ledek Sandra.


"Gak tahu."


Raina baru menjatuhkan bokongnya diatas sofa,terdengar suara bel.


"Mungkin itu Weni,gue buka pintu dulu ya."kata Sandra


Dan benar saja,Weni berdiri didepan pintu rumah Sandra.


"Panjang umur,Baru diomongin udah nongol."ucap Sandra.


"Siapa yang ngomongin,"


"Gue sama Raina."


"Raina kesini juga,San."tanya Weni.


"Iya lah,kan udah lama kita gak ngumpul."kata Sandra,.


Ada rasa sedikit canggung antara Raina dan Weni,bagaimana tidak Weni sangat kecewa dengan Raina yang menyembunyikan rahasia Noval dengan sangat aman.


"Kalian kenapa diem-dieman masih marahan."kata Sandra seraya membawa minuman dan cemilan.


"Kayak anak kecil aja,selesaikan masalahnya."imbuhnya


"Gak ada masalah apa-apa."jawab Weni meneguk segelas jus


"Kalo gak ada masalah kenapa pada canggung begitu."ujar Sandra.


"Oke...Weni,gue minta maaf kalo lu marah sama gue.Gue gak bermaksud nyembunyiin masa lalu Noval,hanya saja gue khawatir sama kondisi lu yang sedang hamil muda."jelas Raina.


"Gak papa,gue gak marah cuma kecewa.Tapi lu tenang aja,semua udah beres Noval juga udah bilang saat itu juga."kata Weni berbohong,dalam hatinya masih sedikit gondok


"Jadi,sekarang kita baikan dong."kata Raina senang sekali.


"....."Weni senyum yang terpaksa.


***


Beberapa menit setelah Raina dan Weni berbaikan, tiba-tiba ponsel Raina berdering.Sepertinya dari Fito.

__ADS_1


"Sebentar ya,gue angkat telepon dulu.Fito."kata Raina mengusap layar ponselnya.


"Iya,aku pulang sekarang.Iya,tenang aja."kata Raina begitu cepat mengakhiri panggilan dari Fito.


"Eh,sorry banget gue harus pulang nih,Fito bilang Rasya rewel terus."ujar Raina pamit pada kedua sahabatnya.


"Oke,lu hati-hati dijalan ya."kata Sandra.


"Bye..."Raina melambaikan tangannya.


Setelah lima menit Weni beranjak dari duduknya,"Sorry San,gue harus ikutin Raina."


"Lu kenapa sih Wen."kata Sandra


"Gue gak percaya sama Raina,"ucap Weni penuh penekanan,"Pokoknya lu tenang aja San,gue masih sahabat Raina."imbuhnya saat melihat Sandra dengan wajah yang khawatir.


"Oke,lu hati-hati jangan bertengkar oke."ujar Sandra


Weni berjalan pelan mengikuti Raina,seperti seorang detektif.


"Pak,ikuti mobil itu."perintah Weni pada sopir taxi.


"Jangan sampai kehilangan jejaknya pak."imbuhnya.


Taxi yang ditumpangi Weni melaju dengan sangat hati-hati,mengikuti taxi yang membawa Raina.


"Ini bukan jalan kerumah Raina, sebenarnya dia mau kemana?"gumam Weni


"Eh,tunggu.Kenapa mobilnya masuk rumah sakit,"lanjutnya seraya turun dari mobil dan masih mengikuti Raina.


Raina masuk kedalam ruangan pasien,disana sudah ada Fito.Ternyata,Noval berbaring menyender kesandaran ranjang.Dengan kepala yang diperban dan tangan di gips.


"Weni gak tahu kan kalo kamu kesini."tanya Fito pada Raina


"Gak tahu,tapi aku merasa bersalah sama dia.Kalo dia marah kalian berdua harus tanggung jawab."ancam Raina.


"Gue bukannya gak mau Weni tahu Rain,gue khawatir sama keselamatan dia.Kalo sampai suami Diana tahu wajah Weni,gue yakin seratus persen.Weni bakal jadi buruannya,dan itu gue gak mau.Apalagi dia sedang hamil sekarang."jelas Noval.


"Kamu tenang saja sayang,Weni gak akan marah sama kamu."kata Fito.


"Terus rencana lu apa sekarang?"tanya Raina


"Gue harus jebak Diana,gue curiga sama dia.Apa mungkin dia bekerjasama dengan suaminya."kata Noval.


"Apa lu yakin dia suaminya?apa lu udah cari informasi,"kata Fito


"Gak yakin."tegas Noval.


Sementara Weni masih bingung dengan obrolan mereka didalam.


"Apa sebenarnya yang mereka obrolin,ada apa dengan Diana?"batin Weni masih menguping.


Karena penasaran,Weni memberanikan dirinya masuk kedalam ruangan.Sontak Raina kaget bukan main.


"Weni..."ucap Raina


"Tadi gue habis kontrol kandungan,terus gue lihat lu jalan tergesa-gesa,gue kira ada apa-apa sama Rasya.Ternyata suami gue."kata Weni senyum menyeringai.

__ADS_1


"Weni...kenapa gak bilang mau kontrol,kamu bisa minta anterin bik Rima kan."kata Noval salah tingkah.


"Gak usah ngebahas kandungan aku,lebih baik kamu jelasin kenapa kamu bisa begini."Weni


"Noval,kita pamit dulu.Urusan rumah tangga lu,kita gak ikut campur."pamit Fito menggandeng tangan Raina.


****


"Terima kasih bik Rima."kata Weni


"Sama-sama non Weni,oiya tasnya mau ditaro dimana non."tanya bik Rima.


"Biar saya saja nanti,bik Rima boleh pulang istirahat.Saya menginap disini."lanjut Weni.


"Baik,bibik permisi pamit."ucap pelayannya.


"Oiya bik,jangan sampai mami tahu kalo Noval disini,takut khawatir mami."pinta Weni.


"Siap non Weni."jawab Bik Rima seraya berjalan keluar ruangan.


"Kenapa menginap,disini ada suster."kata Noval.


"Gak papa,lagian aku gak ada kerjaan dirumah.Bosen."kata Weni membereskan baju yang diantar bik Rima tadi.


"Kamu baik-baik aja kan?"tanya Noval pada Weni,Karna sedari tadi wajah Weni merah menahan amarah.


"Kenapa memangnya?ada yang salah sama aku?"


"Gak papa,kamu kelihatan lelah,capek."


"Gak masalah,suami sedang sakit kalo bukan istrinya yang merawat dan menjaganya,siapa lagi?atau kamu butuh seseorang?"kata Weni menahan kekesalannya dihati.


"Kamu itu ngomong apaan sih,jangan mancing keributan."


"Siapa yang mancing keributan,sebaiknya kamu jujur sama aku.Percuma kalo kamu bohong terus,aku sudah mendengar semua obrolan kalian tadi."ujar Weni dengan tegas matanya menatap Noval meminta kejelasan.


"Kalo kamu sudah mendengar,kenapa minta aku jujur."elak Noval.


"Masih...saja begitu kamu,apa kamu lebih suka aku cari tahu sendiri apa bibit permasalahan antara kamu dan Diana."ucap Weni.


"Kamu lupa siapa aku dulu,aku gak pernah takut sama siapa pun.Apa kamu lupa?"imbuh Weni marah.


"Gak mungkin aku lupa,"ucap Noval lirih.


"Oke,jadi kamu bisa jelasin foto itu."sarkas Weni melempar ponselnya ke arah Noval dan mendarat di pelipis matanya,membuat sedikit goresan dan berdarah.


Noval melihat foto dirinya sedang tertidur dengan Diana tanpa pakaian.Noval tidak merasa terkejut,Karna dia sudah terlebih dahulu melihatnya.


Seseorang mengirim keponselnya,dan itu yang membuat Noval curiga pada Diana.


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2