
"Wow..... nona muda sedang sakit rupanya." ledek Weni saat masuk kedalam kamar Raina.
"Bus*t.... kamar lu gede banget Rain,apa gak capek." ujar Sandra.
"Sandra lu norak amat dari tadi." kata Weni seraya menjatuhkan bokongnya dikursi balkon.
"Kalian mau minum apa?" tanya Raina.
"Memangnya lu bisa jalan nawarin minum."
"Tenang aja,gue tinggal klik tombol merah nanti ada yang jawab." ucap Raina menyombongkan diri.
"Oh.... bener,nona muda mah bebas." ledek Weni.
Raina menekan tombol warna merah yang langsung tersambung ke dapur.
Lima menit kemudian,seorang pelayang membawakan minuman dan cemilan kedalam kamar nona mudanya.
"Gimana Rain,gue sampe gak bisa tidur mikirin lu." ujar Weni.
"Gue baru cerita tadi,udah gak bisa tidur aja lu." jawab Raina.
"Hihihi.... gue penasaran,gue mau berguru sama lu jadi kalo gue nikah udah ada sedikit gambaran." jelas Weni.
"Semua mengalir aja sendiri,gak perlu latihan." kata Raina masih main dengan King.
"Gimana sama lu San,apa semua berjalan lancar dengan Bery." tanya Raina kemudian.
"Ya resiko pacaran sama dokter,jarang ketemu jarang komunikasi,kayak gak punya pacar aja." ucap Sandra,padahal sebenarnya dia tahu Bery gak suka sama dia.
Waktu dirumah sakit,Sandra pernah mendengar Bery ngobrol dengan para perawat disana.
flashback on
Pada saat jam makan siang,Sandra dengan happy mendatangi Bery.Yang katanya kekasih Sandra.
Kebetulan Bery ada dan sedang asyik ngobrol dengan para perawat dibagian informasi.
Dan,tidak sengaja juga Sandra mendengar obrolan mereka.
"Wah.... sekarang dokter Bery sudah ada gandengan,hati ini hancur rasanya." ucap salah satu perawat disana.
"Maksud kamu siapa?" tanya dokter Bery dengan senyumannya yang manis.
"Itu lho yang biasa bawain makan siang." kata perawat yang lain,"Yang cantik,tinggi itu."
"Oh,Sandra maksud kalian? Dia cuma teman kok,tenang saja." kata dokter Bery.
Dan,deggg.... jantung Sandra terasa berhenti berdegup mendengar ucapan Bery.
Jadi selama ini dia hanya menganggapnya teman,sedangkan dia meminta aku untuk jadi pacarnya.
"Halo... selamat siang semua." ucap Sandra menghampiri Bery dan para perawat.
"Selamat siang mbak Sandra." jawab mereka serentak.
"Kebetulan saya lewat,jadi sekalian saya bawakan kopi untuk kalian.Dan juga teman saya dokter Bery." ujar Sandra mengucap kata Bery dengan penuh penekanan.
"Oke,Terima kasih semua sudah berbagi cerita.Saya masuk keruangan dulu." pamit dokter Bery sopan dan menarik tangan Sandra.
"Kamu sudah lama datang." tanya Bery saat berada diruangannya.
__ADS_1
"Yah,mulai dari kalian ngobrol,cukup lama juga." jawab Sandra kesal.
"Yang kamu dengar tidak sepenuhnya benar Sandra."
"Jadi yang mana yang benar,apa bagian aku hanya teman atau yang lain." sarkas Sandra.
"Pelan kan suara kamu San,ini rumah sakit."
Ternyata,Sandra yang notabene perempuan pendiam,saat dia marah lebih menakutkan.
"Sudah waktunya aku kerja,Terima kasih buat semuanya." pamit Sandra dengan wajah yang masih kesal.
"Sandra.... Sandra.... " panggil Bery.
flashback off.
"Maksud lu gimana Sandra,lu baik-baik aja kan sama Bery." tanya Raina kepo.
"Iya baik,semua bisa gue atasi.Lu tenang aja." jawab Sandra seraya meneguk segelas jus yang disediakan Raina.
"Kalo lu bagaimana Weni,masa mau nge-jomblo aja." kata Raina lagi.
"Nona muda yang satu ini kenapa sih kepo sana sini." jawab Weni.
"Tante Laina,lagi ngomongin apa sih?King jadi pusing dengelinnya,King mau main sama om Fito aja deh." Tiba-tiba King bersuara,dan Raina lupa dengan anak satu ini.
"Oh... ya sudah,King main sama om dulu ya." ujar Raina.
"Sepertinya udah malam Rain,kita pulang dulu ya." pamit Weni dan juga Sandra.
****
"Biasa aja,memangnya kenapa?" Raina balik nanya.
"Gak papa,aku mau yang seperti semalam." bisik Fito.
"Gak mau,ini aja masih sakit." jawab Raina mendorong wajah Fito menjauh dari telinganya.
Raina dan Fito sudah tenggelam dalam lelapnya tidur.
Sementara Weni,sahabatnya sedang kebingungan.Teman satu rumahnya belum pulang.
"Aduh,dimana sih lu Sandra.Tadi pamitnya cuma sebentar doang." gerutu Weni khawatir karena Sandra termasuk perempuan yang penakut.
"Mana ponselnya gak aktif."
"Apa gue telepone Raina aja,minta nomer Bery."
"Gak mungkin,Raina pasti udah tidur atau sedang main kuda-kudaan ntar malah ganggu."
"Bagaimana ini.... "
Berbagai macam ucapan keluar dari mulut Weni.Sebelum ponselnya berdering nyaring,dengan semangat empat lima disautnya ponsel yang berada diatas meja televisi.
"Halo... " kata pertama yang keluar dari mulut Weni.
"Halo,ini gue Wen.Sepertinya gue gak bisa balik malam ini,Bery demam." kata Sandra dari ujung telepone.
"Hah,apa maksud lu,lu mau nginep,ini nomer siapa?" tanya Weni.
"Iya,Bery sakit demam jadi gue jagain dia.Terus ini nomer Bery."
__ADS_1
"Awas lu yah jangan macem-macem,jauh-jauh dari Bery." ancam Weni.
"Tenang aja Wen,gue gak sebodoh itu." jawab Sandra,"Ya udah gue tutup dulu ya."Sandra menutup ponselnya.
"Huft.... akhirnya ketemu juga lu Sandra." gumam Weni seraya berjalan kekamarnya,merebahkan tubuhnya dan lama-kelamaan tertidur.
***
Pagi ini sang mentari enggan memunculkan diri,embun pagi pun masih bergelayutan didedaunan.Mendung menyelimuti langit.
Raina membuka kedua matanya,merasa aneh dengan dirinya.
"Apa aku tidur seperti orang mati,sampe gak sadar begini." gumam Raina saat membuka selimut dan dirinya sudah tak berpakaian,"Kenapa aku gak merasakan apa-apa."imbuhnya.
Tiba-tiba Fito bangun melihat kebingungan Raina,"Ada apa sayang."tanya nya seraya membelai lembut rambut Raina.
"Apa kamu ngerjain aku semalam." tanya Raina malu-malu.
"Gak,memangnya kenapa."
"Terus yang buka bajuku siapa?" ucapnya
"Mana aku tahu,mungkin kamu sendiri kali."
"Fito,aku sedang gak bercanda." sarkas Raina.
"Iya, iya,aku yang buka tapi gak terjadi apa-apa.Aku gak mau memaksa kamu." jelas Fito.
"Oh.... "
"Apa aku keterlaluan ya." batin Raina.
Fito beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi,"Aku mandi duluan,ada rapat penting dikantor."
".... " Raina menganggukkan kepalanya tanpa sepatah katapun.
Beberapa menit kemudian,Fito keluar dari kamar mandi.Semua keperluannya sudah disiapkan Raina,mulai dari kemeja,jas,celana hingga sepatu lengkap dengan kaos kakinya.
Lalu,Raina bergantian membersihkan dirinya dikamar mandi.Mengguyur seluruh bagian tubuhnya debawah kucuran air shower.
"Semalam,apa cerita Sandra benar."
"Apa Bery seperti itu."
"Gue jadi gak enak menjodohkan mereka."
Terlintas pikiran tentang hubungan Sandra sahabatnya dengan Bery,laki-laki yang menyukainya.Sambil membilas,pikiran Raina masih seputar Sandra.
*
*
*
*
*
Bersambung....
tetap dukung author guys,dengan cara like komen dan vote nya. Terima kasih
__ADS_1