RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 84


__ADS_3

"Benar-benar ingin anak gak dateng,awas aja nanti kalo ketemu."batin mami mertu Weni,seraya menyantap makan siang yang sudah dipesan Weni untuknya.


"Em...ibu kenapa gak tinggal lebih lama dulu."tanya mami mertu Weni pada besannya.


"Ayahnya Weni banyak kerjaan Bu disana."jawab ibunya Weni.


"Permisi sebentar,Weni angkat telepon dulu."ucap Weni beranjak dari duduknya menjauh dari mejanya.


"Gak papa,lagian ini juga udah mau selesai."


"Apa kamu sudah makan siang."


"Iya,nanti aku sampaikan sama mamah."Weni menutup ponselnya,mengakhiri panggilan dari Noval,terlihat jelas raut wajah Weni yang kecewa.


"Siapa sayang,apa itu Noval?"tanya mami mertuanya.


"Iya mih,ada meeting mendadak jadi dia gak bisa datang."jawabnya,"Oiya mah,gak perlu nungguin Noval dia nitip salam buat kalian,katanya maaf gak bisa anter mama sama ayah."imbuhnya


"Gak papa sayang,mungkin suamimu itu sedang sibuk."jawab ibunya.


***


"Sampai jumpa lagi sayang,ingat jaga kandungan kamu.Gak perlu memikirkan hal-hal yang bisa membuat kamu setres."kata ibunya


"Iya mah,Weni bakal jaga cucu mama ini sampai dia ketemu Oma nya."jawab Weni


"Weni,jangan bertengkar terus."ujar ayahnya


"Iya ayah,"kata Weni memeluk ibunya.


"Ya sudah kita jalan dulu ingat kata-kata mamah,lihat dari sudut pandang masing-masing."nasihat ibunya.


Pak supir melajukan mobilnya dengan kecepatan standar setelah Weni melambaikan tangannya.


Saat matahari mulai tenggelam dibagian barat,Weni telah sampai dirumahnya.Mengawasi sekelilingnya,sepi tak berpenghuni.Sudah pasti suaminya lembur.


"Huft..."Weni menghela napas panjangnya.


"Apa gue minta bibik aja yah sama mami."pikirnya Karna merasa kesepian sendiri dirumah.


"Ah...gue coba telepon mami dulu "ucapnya seraya mendial nomer mertuanya.


Tut...Tut...Tut ..belum terhubung juga.


***


Dirumah mami mertuanya.


"Noval,mami gak habis pikir sama kamu."ucap maminya mengabaikan telepon Weni.


"Noval sibuk mih,"kata Noval yang datang menemui maminya Karna kemarahan maminya.


"Orang tua Weni datang kamu lembur terus,pulang malam setiap hari.Mereka kembali,kamu gak bisa mengantarnya.Ada masalah apa sebenarnya sama kalian berdua."ujar maminya kesal


"Gak ada masalah mih,Noval cuma sibuk aja."Noval membela diri.

__ADS_1


"Weni sedang hamil,kamu harusnya banyak menemani dia.Jangan bikin dia setres,Lihat ini dia menelepon mami terus."kata maminya menunjukan ponselnya pada Noval.


"Jangan bilang Noval disini mih."ucap Noval.


"Kenapa memangnya."mami mengangkat ponselnya,mengobrol tidak lama.


"Ada apa mih Weni."tanya Noval


"Dia minta satu bibik buat bantu-bantu dia dan menemaninya,rumah sepi katanya."jawab maminya.


"Kamu lihat kan,sekarang dia mulai kesepian dirumah gak ada teman ngobrol,lama-lama..."imbuh maminya.


"Bik Rima...bik..."panggil mami Noval pada pelayannya.


"Saya nyonya."jawab bibik Rima seraya berlari.


"Bibik ikut pulang Noval,bantuin Weni.Kemasi barang-barang bibik,sekarang bibik sama Weni,gak papa kan?"ucap nyonya besarnya.


"Gak papa nyonya,non Weni kan istrinya tuan muda sama saja."ujar si bibik.


***


Weni duduk dibalkon dengan secangkir teh manis dan cemilan dimejanya.Menghirup udara malam,sesekali memikirkan Noval yang menghindari dirinya.


"Sepertinya dia balas dendam,dulu gue pernah bilang dia gak sehat,gak subur.Sekarang setelah gue hamil dia balas dendam,gak mau peduli sama gue."ucapnya sendiri seraya mengelus-elus cangkir yang hangat.


"Hebat memang.Tapi gue gak peduli,gue harus fokus sama kandungan gue.Bodo amat dengan dia."lanjutnya sampai tak sadar Noval dibelakangnya


"Kamu bicara sama siapa.?tanya Noval membuat Weni kaget setengah mati.


"Iya,tadi mami yang nyuruh jemput bibik sekalian."kata Noval seraya mengedipkan satu matanya pada bik Rima.


"Iya nona muda."jawab Bik Rima seakan-akan tahu maksud dari kedipan mata tuan mudanya.


"Oh,ya sudah bibik istirahat aja,kamar bibik disebelah kiri dapur."kata Weni.


"Aku mandi dulu ya."ucap Noval berjalan ke kamarnya.


Selang beberapa menit,Noval selesai dari mandinya.Duduk berhadapan dibalkon dengan Weni.


"Em...aku minta maaf gak bisa anter mama sama ayah."ucap Noval meneguk segelas teh manis,


"Gak papa,"jawab Weni singkat.


"Apa kamu marah?"tanya Noval,seraya menahan tubuhnya dari dinginnya malam,"Sebaiknya kita masuk,dingin disini."imbuhnya


"Marah sih gak,tapi kecewa sudah pasti."ucapnya,"Kalo kamu mau masuk,masuk aja.Aku masih ingin disini."lanjutnya.


"....."Noval hanya diam,dia tahu pasti istrinya saat ini sedang tak enak hati.


Akhirnya,Noval masuk kedalam Karna Weni mengabaikannya.


"Dia pikir gue gak tahu,"ujar Weni.


***

__ADS_1


"Bik,nanti temenin Weni belanja ya."ucap Weni pada pelayannya.


"Siap nona muda."jawab Bik Rima.


"Aku antar,hari ini kan Sabtu."timpal Noval tapi tak dijawab Weni.Cuek,


(skip)


Saat hendak memasuki swalayan,setelah memparkir mobilnya.Tiba-tiba seorang laki-laki menghampiri Noval dan langsung meninju pelipis bibirnya dengan keras.


"Anda ini sudah punya istri cantik masih saja menggoda istri orang."sarkas laki-laki itu memukul bagian perut Noval.


"Gue yakin laki-laki ini suami Diana,gue pernah melihatnya."batin Weni.


"Saya hanya membela Diana,"jawab Noval dengan nada suara yang keras juga.Sementara Weni hanya diam menyaksikan pertengkaran Noval dengan suami Diana.


"Membela atau menghasutnya?Diana sudah cerita kalo dia menyukai anda,dan itu jadi alasan dia menggugat cerai saya."teriak si laki-laki itu lagi


"Itu urusan dia,saya sudah punya istri.Dan Diana hanya pegawai saya,kalo kalian bercerai itu bukan urusan saya."ujar Noval yang langsung mendapat pukulan lagi dari laki-laki yang katanya suami dari sekertaris nya.


Mereka berdua baku hantam sampai wajah Noval babak belur.Hingga petugas swalayan datang melerai mereka.


"Awas kau nanti."ancam suami Diana dengan menunjuk kearah Noval.


"Saya gak takut dengan anda."jawab Noval.


**


"Sebaiknya kamu pulang saja,bersihkan luka kamu."kata Weni malu karna dilihat pengunjung swalayan yang lain.


"....."Noval merasa bersalah,dan meninggalkan Weni dengan bik Rima.


"Rain...."kata Weni menjawab telepone dari Raina.


"Gue perlu bicara sama lu,sekarang gue sedang belanja setelah ini gue kerumah lu."ucap Weni


"Fito ada juga dirumah kan"imbuhnya sebelum menutup sambungan teleponnya dengan Raina.


"Ayok bik,"ajak Weni menggandeng tangan Bik Rima.


"Nona muda tidak apa-apa?"tanya bik Rima yang khawatir saat melihat nona mudanya meneteskan air matanya.


"Gak papa bik,oiya bik,jangan bilang mami nanti bisa khawatir dia."kata Weni.


"Baik non,tenang saja."jawab Bik Rima mantap.


*


*


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2