
Dari kejauhan Diana seakan melihat mobil yang dikendarai pak Seno dan ajudan nya.
Antara curiga dan tidaknya Diana melangkahkan kakinya kea rah mobil pak Seno.Tapi, tiba-tiba terhenyi karna during ponselnya.
"Bos, tawanan sepertinya pingsan." suara ketakutan terdengar dari ujung telepon.
"Kamu buat dia sadar, "sarkas Diana seraya membuka pintu mobilnya dan mengurungkan niatnya mendekati mobil pak Seno.
" Ikuti terus mobil itu."perintah pak Seno pads ajudannya.
"Siap bos." melajukan mobil dengan jarak sedikit Jah dari mobil Diana.
Beberapa jam kemudian, Diana menghentikan laju mobilnya.Benar perkiraan pak Seno,pelabuhan tempat yang aman untuk menyembunyikan barang atau tawanan.
Pak Seno mengambil benda pipih warna hitam yang ada disaku celananya.Segera menghubungi Noval.
"Baik pak, saya akan mengawasi terus diana." ujar pak Seno menutup telepon dan menunggu Noval datang.
(skip)
Noval datang satu jam setelah pak Seno menghibunginya.Jantungnya berdegup kencang,mengatur napasnya yang terengah-engah.
Masuk kedalam mobil pak Seno, mengintai dari jauh apa yang dilakukan Diana.
Setelah menunggu lama, Diana keluar dari gudang dengan kedua anak buahnya yang memapah Weni.
"Pak, istri bapak." kata pak Seno menunjuk ketepian dermaga.
"Bre****k, apa yang mereka papah istri saya pak seno." tanya Noval
"Sepertinya begitu pak, kita harus cepat bergerak." kata pak Seno tanpa aba-aba dari Noval langsung keluar dari mobil.
"Berhenti." teriak Pak Seno seraya mengeluarkan senjata.
Diikuti Noval dan ajudan pak Seno yang lain.
"Kenapa kamu bisa ada disini Noval." tanya Diana ketakutan.
"Kamu sungguh keterlaluan Diana, bawa kesini istri saya." ucap Noval lantang.
"Tidak,dia sudah menghalangiku mendapatkan kamu. dia harus mati." kata Diana
"Jangan," teriak Noval berlari saat anak buah Diana melempar tubuh Weni kelaut.
Sementara Diana melarikan diri dan sedang dalam pengejaran Pam Seno beserta anak buahnya.
Noval segera membawa Weni ke rumah sakit,jantung berdegup kencang mengkhawatirkan sesuatu terjadi pada Weni.
Darah masih mengalir dibagian paha Weni,wajahnya pucat pasi, tak sadarkan diri.
Butuh satu jam setengah,menuju rumah sakit yang terdekat.Dengan babtuan para perawat, Weni dibawa menuju ruangan untuk diperiksa.
__ADS_1
Mondar mandir, itu yang dilakukan Noval didepan ruangan pasien. Menunggu kabar dari dokter yang memeriksa Weni.
"Bagaimana keadaan Weni, sayang." kata maminya saat sampai ditempat.
"Dokter masih memeriksa mih." jawab Noval.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengan kalian,selalu saja ada masalah." ujar sang mami.
"Ini semua salah Noval mih.Kalo saja Noval lebih perhatian sedikit saja sama Weni, ini semua tidak akan terjadi." Noval menunduk menyesali yang terjadi.
"Apa kamu sudah menghubungi orang tuanya." tanya maminya
"Sudah mih,mungkin mereka sedang menuju kesini." ucap Noval.
Tidak lama kemudian, dokter keluar dan memberitahu kondisi Weni sekarang.
"Beruntung pasien cepat dibawa kesini pak," ucap si dokter.
"Bagaimana keadaanya dok, apa kandungan istri saya baik-baik saja. masalah nya darah yang keluar banyak sekali." ujar Noval dengan napas yang terengah-engah.
"Syukur alhamdulillah,kandungan istri anda baik-baik saja,terlambat sedikit mungkin anda akan kehilangan bayi anda.Tapi saya salut dengan istri anda,sangat kuat mempertahankan bayi nya dari pukulan benda tumpul." kata dokter.
"Apa saya boleh menemui istri saya dok." tanya Noval.
"Silahkan, tapi istri anda belum sadar." jawab dokter seraya pamit permisi meninggalkan Noval. "Kalo ada apa-apa segera hubungi saya." imbuhnya.
"Uhuk... uhuk.... " tiba-tiba Weni batuk sadarkan diri.
Saat itu juga kedua orang tua Weni datang.
"Ibu... " kata Weni seraya memeluk ibu nya.
"Kenapa bisa begini sayang." ucap ibu nya mengelus-elus kepala anak nya perempuannya.
"Ibu, permisi saya titip Weni sebentar.Kantor polisi memanggil saya, jadi saya harus kesana segera." pamit Noval sopan.
"Iya nak Noval, silahkan. " jawab ibu mertuanya.
***
Di kantor polisi,sudah ada pak Seno dan anak buahnya sedang diinterogasi sebagai saksi atas kasus penculikan yang dilakukan Diana.
"Baik, semua sudah saya catat.Untuk sementara sampai sini dan kalian sudah boleh pulang." kata pak polisi pada pak Seno.
"Terima kasih pak." jawab pak Seno.
"Pak Noval silahkan duduk, ada beberapa pertanyaan yang akan saya tanyakan." kata pak polisi pada Noval
(skip)
Bla... bla... bla... semua kronologis penculikan dan pertanyaan dari pak polisi di jawab Noval.
__ADS_1
Kembali ke rumah sakit, Weni sedang makan dari tangan ibunya.Terlihat ayah nya sedang berbincang dengan besannya diluar ruangan.
"Bu, apa Weni salah menikah dengan Noval." satu pertanyaan terlontar dari mulut Weni.
"Kenapa kamu bilang begitu sayang," sambil menyuapi anak nya, "Noval laki-laki yang baik, dia sayang sama kamu, bertanggung jawab.Jadi apa nya yang salah sayang." imbuhnya.
"Weni merasa selama ini gak ada happy, happy nya bu."
"Sayang,ibu pernah bilang jangan memandang dari sudut pandang kamu saja.Sesekali kamu bayangin ada diposisi suami mu." ujar ibu nya.
"Kalo pun Noval cuek,acuh,atau apalah sama kamu, paling tidak kamu bisa berpikir, ah... mungkin dia tidak bisa mengungkapkan isi hatinya, ah... mungkin dia gak mau aku khawatir, ah... mungkin dia.... masih banyak lagi kemungkinan yang mungkin suami mu simpan dalam hati sayang,dan tidak bisa dijelaskan sama kamu.Jadi berhentilah berpikir yang tidak-tidak." lanjut ibu nya.
"Huft.... " Weni menghela napas panjang mendengar nasihat dari ibu nya.
"Benar kata ibu kamu sayang, Noval memang pribadinya begitu berandal,terkesan nakal,tapi percaya deh dia sangat sulit mengungkapkan isi hatinya." timpal mami mertuanya yang masuk kedalam tanpa mengetuk pintu Terlebih dahulu.
"Mami mewakili Noval minta maaf sama kamu, mami yakin Noval tidak mungkin bisa mengucapkan kata maaf." imbuhnya seraya menundukkan kepalanya.
"Eh... mami jangan begitu," teriak Weni.
"Ehem... ehem.... ada apa ini." tanya Noval dari arah pintu.
"Gak ada apa-apa sayang, mami cuma minta maaf kalo selama ini kamu belum membahagiakan Weni." ucap maminya.Noval pun tertunduk merasa ber salah.
"Em... ibu,bagaimana kalo ibu tinggal dirumah Noval sementara,biar Weni ada temennya." ujar Noval pada ibu mertuanya.
"Bagaimana yah, kerjaan ayah banyak sekali dikampung." kata ibu nya menolak secara halus.
"Oh iya ya... " ucap Noval seraya berpikir.
"Udah gak perlu, dirumah ada bik Rima. " timpal Weni akhirnya.
****
Keesokan harinya,Weni meminta pulang karna sudah merasa bosan dirumah sakit.Dokterpun mengijinkan dengan satu syarat,Weni harus banyak istirahat dan jangan terlalu capek,kandungannya masih lemah.
Noval,maminya dan kedua orang tuanya membawa pulang Weni.
*
*
*
*
thanks buat para pembaca setia ku... maaf ya kalo ada kata-kata yg salah alias typo.
Maaf juga kalo alurnya berantakan.
jangan lupa tinggal kan like, komen dan vote kalian. terima kasih.
__ADS_1