RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 63


__ADS_3

Hari semakin mendekati hari H pernikahan Sandra dan Bery.Persiapan pun sudah mencapai 99%,jadi ada sedikit ruang untuk rehat.Sandra bisa bernapas lega setelah fitting gaun pernikahannya selesai.


"Huft... akhirnya pas juga." ucap Sandra menghela napas panjang.


"Cape sayang." kata Bery,mencoba romantis sedikit biarpun kaku.


"Iya nih,kita langsung pulang aja ya." kata Sandra.


"Ayok." jawab Bery menggandeng tangan Sandra.


"Bery,lepasin malu banyak orang." bisik Sandra.


"Gak papa,mereka juga tahu kamu calon istriku." ucap Bery tersenyum.


Ada sosok yang terus memandangi Bery,seorang perempuan seumuran ibu Sandra.Dia berjalan menghampiri Bery dan Sandra.


"Apa anda dokter Bery?" sapa si perempuan.


"Iya benar,ibu mengenal saya?" tanya balik Bery.


"Ini siapa?" tanya si perempuan menunjuk Sandra dengan jari telunjuk nya.


"Calon istri saya bu." jawab Bery mantap,Sandra tersenyum pada si perempuan.


"Bukannya dokter Bery sudah berjanji akan menikahi putri saya.Anda berbohong!" sarkas si perempuan.


Bery maupun Sandra bingung dan kaget,siapa perempuan ini.


"Sebelum putri saya di operasi,bukannya dokter mau menikahi putri saya." imbuhnya lagi.


"Mungkin dokter Bery hanya memberi semangat saja bu." timpal Sandra.


"Anda tidak perlu ikut campur,saya tahu Anda itu siapa.Anda putri pemilik rumah sakit kan." kata si perempuan.


Tiba-tiba datang seorang perempuan dengan lari tergesa-gesa.Dia menghampiri Sandra dan Bery.


"Maaf... maaf... " ucapnya pada Bery,"Ibu saya sedang kurang sehat."imbuhnya membawa perempuan itu kembali ke mobilnya.


****


"Jantung ku hampir mau copot." ucap Bery.


"Kamu beneran gak kenal sama ibu tadi." Sandra mulai menginterogasi Bery.


"Pasien aku itu banyak,gak mungkin aku hafalin satu-satu."


"Tapi jelas-jelas ibu tadi bilang kalo kamu..." belum selesai ngomong udah dibungkam Bery.


"Stop.Jangan cari gara-gara yang memicu pertengkaran.Pernikahan kita hanya menunggu hari saja." kata Bery. Sandra terdiam memandangi jalanan lewat kaca jendela mobil.


"Oke,aku memang pernah bilang begitu sama ibu tadi.Tapi cuma penyemangat saja seperti yang kamu bilang." ujar Bery.


"Tadi kamu bilang gak kenal,sekarang ngaku." lirih Sandra kesal.


"Ya,aku minta maaf.Aku hanya gak mau kamu marah."


"Tetap saja bikin luka." ucapnya,"Apa perempuan tadi yang dimaksud ibunya."imbuhnya.


"Emm..... " kata Bery,"Iya dia orangnya,aku pernah menemuinya sekali."lanjutnya


Sandra hanya diam mendengarkan pengakuan Bery.


"Itu aku lakukan untuk menyenangkan ibunya." kata Bery,"Udah gak usah dibahas."


"Antar aku kerumah Weni." ucap Sandra.

__ADS_1


"Sebaiknya kita makan dulu,aku udah lapar." kata Bery masih fokus dikemudinya.


"Aku udah kenyang," jawab Sandra manyun.Bery tahu benar,sekarang Sandra sedang marah.


"Oke,aku antar kamu kerumah Weni." akhirnya Bery mengalah.


****


Weni membuka pintu rumahnya karna tahu siapa yang datang.Sebelumnya,Weni juga sudah menghubungi Raina.Bahkan,Raina sudah sampai dirumah Weni lebih dulu.


"Masuk." kata Weni mempersilahkan Sandra.


"Suami lu ada dirumah?" tanya Sandra.


"Gak ada,memangnya ini hari libur." kata Weni,"Ada Raina juga."


"Raina,"


"Iya,dia juga kesepian dirumah sendiri.Aku telepon aja,bilang kalo lu mau kesini." ucap Weni."Mo minum apa lu."imbuhnya.


"Air putih aja." kata Sandra.


"Kenapa San,kok cemberut gitu.bukannya abis fitting gaun pengantin." kata Raina.


"Huft...pas pulang ketemu sama ibu-ibu,dia bilang Bery pernah janji mau nikahin anak gadisnya." ujar Sandra.


"Hah.. gak mungkin." kata Raina.


"Bery udah mengaku,memang benar adanya.Tapi dia bilang cuma buat semangat dia pas mau operasi." jelas Sandra.


"Terus kenapa,lu gak percaya." saut Weni dari dapur.


"Gak tahu." jawab Sandra singkat.


"Nih,minum biar seger otak lu." kata Weni menyodorkan segelas jus.


"Thanks." Sandra meneguk minumannya.


****


Sebelum pernikahannya,Sandra maupun Bery masih bekerja.Seperti sekarang,Bery sibuk dengan pasiennya sementara Sandra memeriksa berkas dan dokumen yang mesti ditandatangani sebelum cuti.


Sandra keluar dari ruangannya hendak membuat kopi dipantry.Tak sengaja melihat Bery diruangan pasien,pintunya terbuka.


"Ternyata dia memang akrab dengan pasiennya." gumam Sandra seraya menyunggingkan bibirnya.


"Dokter Bery memang begitu bu... " timpal Dea dari belakang mengagetkan Sandra.


"Ya ampun... kamu bikin jantung saya mau copot saja." kata Sandra.


"Maaf Bu... soalnya saya penasaran dari tadi ibu geleng-geleng kepala terus." ucapnya senyam-senyum.


Sandra meninggalkan Dea,berjalan menuju pantry."Saya mau buat kopi."


"Silahkan bu."


***


Jam istirahat Sandra dan Bery makan dikantin rumah sakit,entah mengapa Sandra gelisah menjelang pernikahannya.


"Ada apa lagi?" tanya Bery,seraya meminum air mineral.


"Gak papa,kenapa memangnya?" tanya Sandra balik.


"Pasti ada yang salah." batin Bery.

__ADS_1


"Bery,kamu itu kalo periksa pasien memang begitu ya." ucap Sandra.


"Bener dugaanku." batin Bery,


"Maksud kamu gimana?" kata Bery


"Tadi aku lihat pasien kamu peluk-peluk gitu.Apa gak risih?" ucap Sandra.


"Sandra,pernikahan kita tinggal nunggu hari aja.Jangan terlalu stres,itu masalah kecil." ungkap Bery,dengan nada suara sedikit keras.Menarik perhatian yang ada dikantin.


"Bery,kecilkan suara kamu." kata Sandra.


"Sandra,aku hanya menjalankan tugasku,aku harus ramah sama semua pasienku,kalo aku galak gak ada yang mau diperiksa sama aku." jelas Bery berusaha tenang,jangan sampai membuat Sandra marah.


".... " Diam saja sambil menyantap makanannya.


"Haduh...pusing." batin Bery seraya menatap Sandra.


****


"Aku antar pulang." kata Bery masuk keruangan Sandra.


"Aku bawa mobil sendiri." jawab Sandra dengan wajahnya yang kesal.


"San,kamu sedang datang bulan?" tanya Bery.


"Gak,kenapa memangnya." mengutak-atik keyboard didepannya tanpa melihat kearah Bery.


"Oke,aku pulang duluan.Capek banget." kata Bery kesal juga.


Bery meninggalkan rumah sakit,dengan mengendarai mobilnya.Hatinya kesal dengan sikap Sandra yang mencari gara-gara menjelang pernikahan nya.


Drrtt... drrttt.... Ponselnya berdering,dilihat nama dilayar ponselnya,Sandra.


"Mau apa lagi dia." kata Bery,mau gak mau Bery mengangkat panggilan Sandra.


"Halo... " jawab Bery.


"Kamu kenapa gak nungguin aku,malah pulang sendiri." sarkas Sandra.


"Tadi aku udah nawarin kamu pulang kan,terus kamu bilang apa,aku bawa mobil sendiri." kata Bery menirukan logat bicara Sandra.


"Kamu marah sama aku?mobil aku gak bisa jalan." teriak Sandra dari ujung teleponnya.


Tanpa sadar,Bery mematikan sambungan teleponnya.Kesal dengan Sandra.


"Apa apaan ini,kamu pikir aku gak bisa marah.Aku tahu kamu pasti balas dendam sama aku." sarkas Bery masih melajukan mobilnya.


Sementara,Sandra masih diparkiran rumah sakit.Menunggu montir yang sedang memperbaiki mobilnya.


Kesal,sudah pasti.Dan akhirnya Sandra naik taksi pulang sendiri.


*


*


*


*


*


Thanks buat yang sudah baca ceritaku ini yang sedikit amburadul,hehehehe... harap maklum baru disini.


jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote kalian ya.terima kasih

__ADS_1


__ADS_2