RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 96


__ADS_3

Sudah satu malam Weni berada dirumah sakit,kedua orangtuanya pun sudah datang menjenguknya.


"Kalian itu sudah berapa tahun menikah,masih saja bertengkar."ujar sang ibu


"Apa kalian belum mengenal sifat satu sama lain."lanjutnya seraya menyuapi Weni.


"Sudah tua,harus lebih dewasa lagi,apalagi sekarang sudah ada anak.Tahan emosi."ibunya masih menceramahi Weni,"Kalo terus begini,usia pernikahan kalian gak akan bisa tahan."


"Hush...ibu kok ngomongnya begitu sama anak sendiri."ujar ayah Weni.


"Ya lagian,sebentar sebentar bertengkar,masalah kecil jadi besar."


"Iya bu...Weni salah,Weni minta maaf."kata Weni akhirnya.


"Jangan cuma minta maaf,instropeksi diri."sarkas ibunya.


"Dimana suami mu,Wen."tanya ayahnya.


"Gak tahu,Weni gak nanya dia mau kemana."jawabnya.


"Tuh,ayah dengar anaknya bilang apa?sama suami aja gak mau tahu."kata ibunya


"Bu..."ujar Weni sedikit kesal.


"Apa?kenapa?mau marah sama ibu?"


"Selamat siang."sapa Noval saat masuk keruangan tempat istrinya dirawat.


"Selamat siang nak Noval,darimana kamu?"tanya ayah mertuanya langsung tanpa basa basi.


"Noval dari ruangan bayi ayah,terus sekalian menyelesaikan administrasi.Sore ini,Weni sudah boleh pulang."jelas Noval.


"Oh...baguslah kalo begitu."jawab ayahnya.


"Apa nak Noval,sudah boleh pulang?Weni masih lemas lho kenapa pulang."ujar ibu mertuanya.


"Noval yang minta bu,soalnya besok Noval ada dinas luar kota jadi biar mami yang nemenin Weni."jelas Noval.


"Lagi,lagi keluar kota,jabatan cuma wakil direktur apa gak bisa cuti sebentar istrinya melahirkan."batin Weni seraya menatap Noval tajam.


"Istri kamu baru melahirkan lho,masa sudah ditinggal aja.Apa perusahaan kamu gak kasih cuti?"kata ibu mertuanya.


"Noval gak bisa lepas tangan bu,karna bisnis kali ini Noval yang harus bertanggung jawab."jelas Noval


"Sudah,sudah,gak papa kalo nak Noval pergi dinas.Lagian Weni ada kami yang menjaganya,jadi kamu bilang mami kamu gak perlu repot-repot."kata si ayah mertua dengan nada yang kurang enak didengar telinga Noval.


"Noval minta maaf yah,bu.Kalo nanti ngerepotin."ujar Noval menundukan kepalanya.


"Gak papa,lagian kalo bukan kita siapa lagi,Weni kan anak kita."ucap si ayah lagi.


Noval makin terpojok,tidak tahu harus berkata apalagi.Memang sangat disayangkan,situasi saat ini harusnya Noval menemani istrinya,tapi apa boleh buat.


****


"Ya jelas marah dan kesal mertua kamu Val,"ujar maminya.


"Habis mau gimana lagi mih,"

__ADS_1


"Terus Weni bilang apa?"tanya maminya.


"Diam,sama sekali gak ngebelain aku didepan orangtuanya.Apa menurut mami dia istri yang baik buat Noval."


"Mau belain kamu bagaimana,kamu selalu saja pergi dinas diwaktu yang gak tepat."


"Mami yakin,Weni juga masih kesal sama kejadian kecelakaan kemaren."


"Menurut mami,Noval itu bagaimana sih?Noval sendiri bingung,apa yang salah coba sama Noval."ujar Noval


"Kamu pernah mengkhianati kepercayaan Weni,berkali-kali kamu bohongi dia.Jadi,sekarang Weni gak percaya sama kamu.Apa pun yang kamu lakukan akan tetap salah dimata dia,dan yang pasti dia akan terus curiga ke kamu."


"Seperti sekarang,kamu ngapain coba kerumah mami.Bukannya nemenin Weni,bantu gendong baby kamu,temenin mertua kamu.Noval....Noval..."maminya mengelus dada.


"Noval serba salah dirumah mih,Noval juga pengen cerita sama mami."kata Noval


"Ya sudah,sekarang kamu pulang temenin Weni sebentar,bukannya kamu besok jalan."ucap maminya.


"Oke mih,makasih selalu ada buat Noval."pamit Noval.


***


"Apa kamu sudah bebenah?"tanya Weni.


"Belum."


"Terus ngapain kamu pergi bukannya siap-siap."


"Pamit sama mami,"


"oh..." tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu,"Masuk."teriak Weni.


"Iya bu,Terima kasih banyak."jawab Weni.


"Nak Noval,ibu keluar ya."pamit ibu mertuanya.


"Terima kasih banyak bu,Noval selalu saja ngerepotin ibu sama ayah."ucap Noval,sementara ibu mertuanya hanya melempar senyuman.


***


Pagi masih begitu gelap,Noval sudah bersiap berangkat dinas.Ponselnya terus berdering,sedari tadi.


"Aduh...Noval,angkat dong handphone kamu.Berisik tahu,nanti eL bisa bangun."gerutu Weni.


"Iya bentar,nanggung ini"jawabnya seraya memakai dasi.


Weni beranjak dari kasurnya,meraih ponsel yang ada diatas nakas.Dilihatnya nama Fito


"Hallo..."Weni menjawab panggilan dari Fito


"Hallo Weni,tolong bilang sama Noval gue tunggu dibawah.Em...sorry ya Wen,gue gak bisa kasih cuti Noval.Masalahnya ini sangat mendesak,gue minta maaf."kata Fito dari ujung telepon.


"Iya gak papa,bentar lagi dia turun."jawab Weni seraya menutup ponsel Noval.


"Siapa?"tanya Noval.


"Fito,dia sudah ada dibawah menunggu kamu."ucap Weni sambil membenarkan dasi Noval.

__ADS_1


Dag dig dug,jantung Noval berdetak sangat kencang.Diangkat lah dagu Weni,hingga Noval mencium bibir Weni sangat intens.Weni pun menyambutnya,seperti sudah lama tidak melakukan hal seperti itu.


"Aku akan kembali lebih cepat."ucap Noval melepas ciumannya.


"Jangan terburu-buru,lakukan pekwrjaan kamu dengan baik."


Weni mengantar Noval sampai didepan pintu,dan kembali lagi kedalam kamarnya.


"Eh,sudah bangun jam segini sayang."kata ibunya keluar dari kamarnya.


"Iya bu,mengantar Noval tadi dia mau pamit ibu masih tidur."


"Oh..."


"Bu hari ini ada Bik Inah yang bakal bantu-bantu Weni dirumah."


"Siapa dia?"


"Asisten rumah tangga mami,bu."


"Oh,ya sudah ibu bikin sarapan dulu.Gimana cucu ibu nyenyak gak bobo nya?"


"Nyenyak banget bu.tapi badan Weni pada pegal semua,cucu ibu gak mau lepas ASI nya."


"Bagus dong,ibu kasih tahu bayi yang full ASI itu kekebalannya kuat,gemuk badannya.Pokoknya jangan dikasih susu formula,ingat itu."


"Iya bu,tapi kalo ditambah sufor kan lebih enak nantinya bu."


"Gak perlu,ASI kamu banyak."sarkas ibunya seraya mencuci piring-piring kotor.


Dari dapur terdengar suara bel pintu berbunyi,


"Weni aja bu yang buka pintu,paling juga bik Inah."ucap Weni berjalan menuju pintu rumahnya.


"Selamat pagi sayang..."sapa mami mertuanya seraya mencium pipi kanan dan kiri Weni


"Pagi mih,"jawabnya."Masuk mih."


Mami mertua dan bik Inah masuk kedalam rumah Weni,dan menyapa ibunya Weni.


"Selamat pagi besan saya,maaf sekali baru bisa main kesini."sapa mami mertuanya.


"Tidak apa-apa bu,lagian kita juga baru dirumah kemarin."jawab ibu Weni.


"Oiya...kenalkan ini bik Inah yang akan membantu Weni bebenah dirumah."kata mami nya pada ibu Weni.


"Selamat pagi nyonya,non Weni...saya bik Inah nyonya."sapa bik Inah memperkenalkan dirinya.


Bik Inah ini sudah mengabdi sama maminya Noval sejak Noval belum lahir.Bahkan dia ikut mengasuh Noval.


*


*


*


Terima kasih yang sudah mengikuti cerita ini,maaf jika alurnya amburadul.

__ADS_1


Tinggalkan pesan,dan like nya.terima kasih


__ADS_2