RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 33


__ADS_3

Sama dengan Sandra saat ini,pikirannya tentang Bery yang mengigau memanggil Raina.


"Apa aku hanya pelarian saja buat dia." pikirnya seraya mengaduk bubur diatas kompor.


"Pagi Sandra," sapa Bery menghampiri Sandra didapur.


"Pagi,kamu sudah bangun.Aku buatkan bubur kamu makan ya,aku langsung kekantor." ucap Sandra.


"Ada apa dengan dia,bukannya masalah di rumah sakit sudah selesai." kata Bery dalam hati.


"Aku hari ini cuti Sandra,apa kamu gak mau nemenin aku disini." ucap Bery


"Banyak berkas yang belum aku selesaikan dikantor,gak enak.Sekarang juga belum ada pengganti Raina,jadi mungkin aku akan sering lembur." jelas Sandra.


"Tapi Sandra.... " Bery belum selesai mengucapkan kata-katanya,Sandra sudah pamit pergi saja.


"Pasti ada yang salah." gumam Bery menebak-nebak.


Karena Sandra pergi kekantor,jadi Bery ke rumah sakit.


Dan dirumah sakit Bery bertemu dengan Raina.


"Hai,Raina apa ada yang sakit?" sapa Bery.


"Hai,gak kok.Aku mengantar King,anak dokter Sari." jawab Raina menggandeng King.


"Terus, kenapa balik lagi."


"Dokter Sari ada pergantian shif malam, jadi aku bawa King lagi.Aku mampir ke tempat Weni dulu." ujar Raina.


"Ngomong-ngomong kamu bisa kenal dokter Sari dimana? " tanya Bery.


"Oh, dia saudara Fito." jawab Raina karena hanya itu yang selalu dikatakan maminya,kalau Sari sudah dianggap saudara sendiri.


"Oh.. oke kalau begitu,selamat bersenang-senang."


***


Sore hari saat jam kantor selesai,mobil yang dikendarai Bery sudah berada didepan perusahaan Sandra.


Niat hati mengantar Sandra dengan maksud bertemu dengan Raina.


"Ngapain dia disini,bukannya sedang gak enak badan. " batin Sandra mengawasi mobil yang terparkir diujung pintu masuk perusahaan.


Tak lama si empunya keluar dan melambaikan tangannya kearah Sandra.


Sandra masuk kedalam mobil,"Kenapa kesini,bukannya istirahat."


"Bosen dirumah gak ada temannya,aku mau main kerumahmu saja." jawab Bery.


"Em.... " Sandra menatap Bery heran,"Ada yang gak beres, "batinnya.


Setelah melewati perjalanan yang begitu macet,akhirnya Sandra sampai juga dirumahnya.

__ADS_1


Membuka pintu dan terkejut,dirumah ada Raina dan Weni.


Dengan pandangan yang tajam mengarah ke Bery"Pantas saja dia bela-belain jemput dan mengantar gue balik.Biasanya juga alasan." batin Sandra.


"Hai Sandra,gimana kantor?" sapa Raina.


"Sejak lu resign pekerjaan banyak banget dilimpahin ke gue." jawab Sandra


"Hai Bery,ketemu lagi.Tahu kamu mau kesini sekalian aja tadi bareng." ujar Raina,pahanya terasa sakit baru saja Weni mencubitnya.Seperti memberi kode pada Raina.


"Oh,kalian ketemu dimana?" tanya Sandra.


"Rumah sakit menelepone,jadi aku datang." timpal Bery cepat,menjatuhkan bokongnya disofa tepat disamping Raina.


Membuat Raina risih.


"Oh... aku ganti baju dulu ya." ucap Sandra masuk kedalam kamar.


"Weni,gue pinjem kamar lu ya.King tidur kasian nih." kata Raina seraya menggendong King.


"Pakai aja," jawab Weni,"Bery,lu sadar gak sih,Raina itu sudah punya suami dan disini ada Sandra pacar lu."ujar Weni pada Bery.


"Memangnya kenapa,gue yakin Raina gak bahagia dan masalah Sandra... " belum sempet bicara,Sandra keluar dari kamar begitu juga Raina.


"Kenapa dengan aku Bery,?" tanya Sandra.


"Gak papa,sini duduk." jawab Bery seraya menepuk sofa di sampingnya.


Selama didalam kamar Weni,Raina sengaja mengirim pesan kepada Fito.Perasaannya sudah gak nyaman karena ada Bery.


"Hai semua... " sapa Fito.


"Hai sayang,King dikamar kamu gendong ya." jawab Raina,kali ini membuat hati Fito berbunga-bunga pasalnya baru kali ini Raina memanggil dengan sebutan Sayang.


***


Dalam perjalanan pulang,Fito terus memandangi wajahnya sendiri di kaca mobil.Dia pikir ada yang salah dengan tampangnya,kenapa Raina memanggilnya begitu.


"Kamu kenapa sih,tiap lampu merah pasti bercermin." tanya Raina.


"Gak papa,apa wajahku berubah,apa aku tambah tampan." jawab Fito senyum.


"Memangnya kenapa,kamu masih sama kok." ucap Fito.


"Aku aneh aja,ada yang memanggil aku sayang."


"Oh...habisnya aku jengah banget tadi,Bery terus nanyain apa aku bahagian menikah sama kamu,padahal disitu kan ada Sandra." ujar Raina.


"Apa hubungannya dengan Sandra,Raina sayang." kata Fito,membuat wajah Raina merah merona malu.


"Sandra kan pacarnya,ngapain coba dia nanya-nanya sama aku."


"Ya sudah gak usah diambil hati,biarkan saja dia begitu.Yang penting kamu bahagia gak sama aku?" tanya Fito.

__ADS_1


"Dulu gak,tapi sekarang bahagia." jawab Raina memeluk Fito.


"Om,tante ngapain pelukan dimobil, lihat itu udah lampu hijau bukannya jalan." ucap King dibangku belakang mobil.


"Ya ampun,aku melupakan keberadaan King." batin Raina seraya tersenyum manis.


***


Sementara Sandra mengantar Bery kebawah,hendak pulang.Sandra dengan cepat masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Bery.


"Kenapa? " tanya Bery.


"Kamu itu sedang sakit,bukannya istirahat malah jemput aku.Nanti kalau sakit lagi aku yang repot." ujar Sandra manyun.


"Jadi kamu nyesel merawat aku?"


"Terus,ngapain coba kamu nanya-nanya kehidupan Raina.Pantes aja kamu nganter aku pulang,ternyata sudah tahu kalo Raina mampir kerumah." sarkas Sandra.


"Mulai deh,aku bosen setiap hari berantem.... terus sama kamu." ucap Bery sedikit kesal.


"Kamu yang bikin gara-gara.Apa kamu masih mengharap Raina kembali sama kamu." Tiba-tiba Sandra memberanikan dirinya bertanya hal yang sangat sensitif.


"Sandra! Aku tahu arah pembicaraan kamu,tolong beri aku waktu.Aku menyukai kamu,tapi belum mencintai kamu." akhirnya Bery memberi jawaban atas apa yang Sandra pikirkan.


"Menyukai itu biasa,dikantor juga banyak yang suka sama aku.Dery,Daffa,Agung dan masih banyak... " Sandra kali ini tidak bisa mengontrol ucapannya,semua laki-laki yang mengejarnya disebut didepan Bery.


"Apa kamu bilang?kalo banyak yang suka sama kamu,kenapa kamu memilih aku." tanya Bery kesal dan marah,kalo di dunia kartun kepalanya sudah keluar tanduknya.


"Karena aku gak suka," jawab Sandra singkat.


"Oke,aku beri waktu kamu.Tapi tidak dengan kita berhubungan,kita break aja."ujar Sandra membuka pintu mobil,tapi dicegah Bery dengan menarik tangannya.


"Sandra,aku gak mau."


"Terserah,itu syarat aku buat kamu." Sandra meninggalkan Bery dan naik ke lantai apartemennya.


"Bre****k.... kenapa jadi begini." umpat Bery memukul kemudi mobilnya.


Sandra sendiri yang memberi syarat,tapi dia sendiri yang menangis sedih.Padahal sebelumnya dia juga hanya suka pada Bery,tapi lama kelamaan rasa cinta tumbuh dengan sendirinya.


"Apa melupakan seseorang sangat berat buat kamu,Bery" ucap Sandra didalam kamar.


Tangisannya tidak ingin dilihat Weni sahabatnya.


*z


*


*


*


Terima kasih yang sudah baca cerita ini,,,

__ADS_1


__ADS_2