
Raina keluar dari kantor,menuju halte bus yang dekat dengan perusahaannya.Mungkin saja sengaja dibuat halte agar para pekerja kantor lebih enak menjalankan rutinitasnya.
Tin... tin... (suara klakson mobil ceritanya guys.. hehehe)
"Ayo naik,aku antar kamu." teriak Bagas dari dalam mobil.
"Tidak,terima kasih pak." jawab Raina merasa gak enak banyak yang melihatnya.
"Ada yang ingin aku katakan.Ayo,naiklah." pinta Bagas lagi.
Akhirnya,dengan berat hati Raina masuk kedalam mobil Bagas,bosnya dikantor.
Didalam mobil....
"Raina,kenapa sih kamu selalu menghindari aku." tanya Bagas.
"Yah,pak.Bapak kan bos saya,gak enak lah dilihatin semua pegawai dikantor." jawab Raina seraya membenarkan posisi duduknya.
"Memangnya apa urusan mereka." ucap Bagas.
"Ya elah,ni orang gak ngerti amat yah." gumam Raina dalam hati.
"Biarkan saja mereka berpendapat masing-masing,Raina kamu kan tahu udah lama aku suka sama kamu." kata Bagas to the point banget.
"Em.... " Raina tampak canggung sekarang.
"Gimana? Apa kamu mau jadi pacar aku." tanya Bagas,sementara asistennya geleng-geleng kepala masih fokus dengan kemudinya.
"Gue mesti jawab apaan ini." ucap Raina lagi,yang pasti masih dalam hatinya.
"Maaf banget pak....saya masih belum mau menjalin hubungan dengan siapa-siapa." Akhirnya Raina menjawab dengan asal.
"Bukan karena Fito kan,kamu menolak aku."
"Fito pak,ya bukanlah.Bapak kan tahu kalau Fito masih sama Wulan." ujar Raina.
"Kalau Fito putus sama Wulan,apa kamu mau sama dia." kata Bagas.
"Eh,stop pak.Maaf pak,sepertinya saya sudah sampai.terima kasih atas tumpangannya." ucap Raina menghentikan mobil didepan supermarket.
Menghindar dari obrolannya dengan Bagas.
"Bukannya rumah kamu masih jauh." ujar Bagas menarik lengan Raina yang akan membuka pintu mobil.
"Saya ada yang mau dibeli pak,maaf pak." jawab Raina turun dari mobil.
Berjalan menuju pintu masuk Supermarket didepannya.
"Huft.... akhirnya,bisa lepas juga gue dari Bagas." ucap Raina mengelus dada.
****
Di supermarket,Raina memilih-milih belanjaan untuk mengisi lemari es nya.Berjalan dengan santai sambil mendorong trolinya.
Sambil sesekali memainkan ponselnya.
"Raina." sapa seorang perempuan separuh baya padanya.
"Iya...siapa yah?" tanya Raina seraya memperhatikan perempuan itu dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
__ADS_1
"Kamu lupa sama nenek sayang?" kata si perempuan.
"Em.... nenek siapa yah?" tanya Raina lagi masih bingung.
"Raina,kamu bener-bener lupa sama nenek.Coba ingat-ingat lagi."
Raina kembali memperhatikan nenek-nenek didepannya.Mengingat-ingat kembali,apa pernah dirinya bertemu dengannya sebelumnya.
"Siapa yah?" ujar Raina dalam hati,seraya memegangi dahi sebelah pelipis alisnya.
"Ya sudah kalau kamu lupa,gak papa.Nenek kasih tahu,nenek ini neneknya Fito kamu lupa." kata nenek memberi tahu...
"Ya ampun nenek,maaf Raina lupa." jawab Raina mengulurkan tangannya,mencium punggung tangan nenek itu,menyalaminya.Lalu Raina memeluk dan mencium pipi kanan dan kirinya.
"Apa kabar nenek?" tanya Raina.
"Baik sayang,nenek sedang main saja.Kemarin nenek dengar kalau maminya Fito sakit,jadi nenek datang deh." jelas nenek.
"Oh iya nek,tante Dewi memang sedang sakit.Semalam masih demam tinggi," ucap Raina.
'Kok kamu tahu,bukankah kamu sudah lama putus sama Fito."
"Tante Dewi ingin ketemu Raina,nek.Jadi semalam Fito jemput Raina." ujar Raina.
"Gimana tante Dewi sekarang, nek.Apa demamnya sudah turun?" tanya Raina lagi.
"Sudah sayang,kamu sama siapa?" kata nenek.
"Sendiri nek,pulang kerja sekalian mampir kesini." ucap Raina.
"Oh... ya sudah,nenek sudah selesai belanjannya jadi nenek duluan ya sayang." pamit nenek.
"Iya nek,salam buat tante Dewi sama yang lainnya." ucap Raina mengulurkan tangannya.
"Nenek bisa aja nih,ya semuanya." jawab Raina malu.
Raina melanjutkan belanjanya.Kemudian pulang setelah selesai belanja.
****
Dengan membawa tentengan ditangannya,Raina membuka password pintu rumahnya.
Masuk kedalam dan merapikan belanjaannya didalam lemari es.
"Sudah pulang sayang?" tanya ibunya.
"Iya bu," jawab Raina masih sibuk dengan belanjaannya.
"Sendiri apa diantar Fito."
"Fito bu.... Raina pulang sendiri,kenapa jadi sama Fito sih.Raina kan sudah bilang,Raina sudah gak ada hubungan apa-apa sama dia lagi." jelas Raina.
"Ya kali aja CLBK. Cinta Lama Belum Kelar, hehehehe... " ujar ibunya ngeledek anaknya.
"Ibu ini tahu dari mana kata-kata itu."
"Oiya Rain,sepertinya besok ibu harus pulang deh.Masih banyak pekerjaan ibu yang belum selesai." kata ibunya.
"Jam berapa ibu pulang? " tanya Raina,"Sore aja bu,biar Raina bisa mengantar sepulang kerja."imbuhnya.
__ADS_1
"Oke ibu tunggu kamu pulang aja.Apa kamu gak papa ditinggal sendiri?"
"Gak papa bu,lagian besok juga Weni datang ibu gak usah khawatir,Raina baik-baik saja." kata Raina berjalan menuju kamarnya,"Raina mandi dulu bu,badan udah gerah banget,lepek bau keringat."lanjut Raina membuka pintu kamarnya.
"Iya sayang,habis itu kamu langsung makan saja.Ibu sudah masak makanan kesukaan kamu."
"Siap bu." ucap Raina semangat.
Satu jam kemudian,Raina keluar dari kamar.Mengambil makanan dan duduk di samping ibunya yang sedang menonton televisi.
"Eh, kok makannya disini." tanya ibunya.
"Di meja makan gak ada temennya,jadi Raina kesini aja." ucap Raina sambil melahap makanannya.
"Hem.... " jawab ibunya.
****
Pagi ini langit begitu mendung,gelap sepertinya akan turun hujan yang sangat deras.
Raina membuka kedua matanya,mengusap dan melirik kearah jam diatas nakasnya.
Sebelum kekamar mandi,Raina meregangkan kedua tangannya,melemaskan otot-ototnya.
Lalu Raina melakukan aktifitas paginya,dengan mengguyur semua bagian tubuh nya dibawah shower kamar mandi.
Menggunakan sabun aromaterapi yang menenangkan.
Setelah selesai kegiatan paginya,Raina keluar kamar dengan menenteng tas kerjanya.
"Pagi bu... " sapa Raina pada ibunya yang sedang sibuk didapur.
"Pagi sayang,sarapan dulu sebelum berangkat."
"Baik bu," jawab Raina seraya menarik kursi dan menduduki nya.Mengambil selembar roti tawar dan mengoles coklat diatasnya.
"Bu,Raina sudah rapi.Raina jalan dulu ya." ucap Raina meminum segelas susu kemudian pamit pada ibunya.
"Iya,kamu hati-hati jangan lupa bawa payung diluar sudah gerimis." kata ibunya.
"Baik bu,Raina berangkat ya." pamit Raina seraya mencium punggung tangan ibunya,menyalaminya.
Raina keluar dari apartemennya,mendapati mobil mewah berada didepannya.
"Pagi Raina,yuk aku antar." sapa Fito
"Fito,ngapain kamu disini." ucap Raina bingung.
"Sekalian lewat,ayo masuk sudah gerimis." ajak Fito.
Sebenarnya dia tahu,kalau hari ini Bagas bakal menjemput Raina.Dia mendengar saat Bagas berada di cafe kemarin malam.
Bagas mulai mengejar Raina,tapi Fito tak mau kalau Raina jatuh ke tangan seorang Bagas.
*
*
*
__ADS_1
*
*