
Hari ini jadwal kepulangan dokter Sari dan suaminya dari seminar.Kedatangannya dinantikan King,putra tunggalnya.
"Tante,kemalin aku udah bilang mami suluh bawa oleh-oleh buat tante." ujar King dengan suara cadelnya.
"Oh,memangnya tante mau dikasih apa King?" tanya Raina seraya memakaikan baju pada King.
"Ada deh,pokoknya lahasia.Tante gak boleh tahu." jawab King senyum.
"Anak ini begitu manis,dokter Sari akan membawa pulang hari ini. Aku pasti kangen sama King." gumam Raina menitikkan air matanya sedih.
"Tante kenapa menangis,"
"Tante sedih sayang,nanti tante gak bisa ketemu King lagi." ucap Raina senyum.
"Tenang saja nanti King bilang mami,seling-seling main kesini."ujar King berlari keluar setelah rapi dipakaikan baju.
" Jangan lari King,jalan aja."teriak Raina dari dalam.
****
"King kemana?" tanya Fito pada Raina.
"Keluar,mungkin nunggu mami nya." jawab Raina seraya berjalan hendak mandi.
"Sini dulu." Fito menarik tangan Raina hingga tubuhnya mendarat dipelukan Fito,"Mumpung King gak ada."imbuhnya.
Fito baru akan mendaratkan bibirnya di bibir Raina,Tiba-tiba maminya masuk tanpa permisi.
"Ya ampun Fito,kalo mau mesra-mesraan pintu kunci dulu.Untung mami yang datang,kalo King gimana coba." ucap maminya kaget mengelus dadanya sambil senyum-senyum.
"Mami kenapa gak ketuk pintu,nyelonong aja." sarkas Fito, sementara Raina tertunduk malu menutup wajahnya dibelakang dada bidang Fito.
"Mami mau bilang,Sari dan suaminya sudah kemari."
"Oh,Fito segera kesana."balas Fito," Kamu mandi dulu,nanti temui Sari.Jaga sikap kamu,ingat jangan cemburu."kata Fito pada Raina.
"Ih... PeDe amat kamu Fito,siapa yang cemburu coba." gumam Raina dalam hati.
Diruang keluarga terdengar canda tawa,mendengar ocehan King.Dokter Sari bersama suaminya,hendak menjemput King yang sudah menginap seminggu.
"Mih,mana oleh-oleh buat tante Laina.Mami gak lupa kan?" ujar King saat melihat Raina menghampiri keluarga.
Dengan senyuman manisnya,Raina menjatuhkan bokongnya disamping Fito.
Sedikit ada rasa canggung disana,mereka begitu akrab sedang Raina,kaku dan grogi.
"Tante Laina,ini oleh-oleh dali mami.King gak bohong kan." kata King memberikan bingkisan pada Raina dan memeluknya.
"Terima kasih sayang... " balas Raina mencium pipi King.
__ADS_1
"Ih, tante kalo mau cium jangan disini,King malu tahu." ujar King lucu.
Semua pada ketawa mendengar ocehan King.
"Om Fito,ingat ya jangan bikin tante Laina nangis,nanti King ambil tante Laina nya." lanjut King.
"Memangnya kapan om Fito bikin tante menangis,sayang" tanya dokter Sari.
"Waktu tante Laina ajak jalan-jalan King mih,disana om Fito malah-malah,telus ninggalin tante sendilian." cerita King membuat Raina malu.
"Ini anak pinter nya pasti nurunin orang tuanya.Haduh,malu banget gue." batin Raina.
"Siap bos kecil,om Fito janji gak bikin tante kamu nangis lagi, ,sekarang om Fito janji bikin adik buat King." ujar Fito pada King.
Sontak Raina melotot pada Fito,ingat kejadian tadi dikamar.Sudah jatuh ketimpa tangga pula.Fito bikin malu saja,Raina mencubit pinggang Fito.
"Sepertinya kita pamit dulu tante,om Danu.Terima kasih sudah direpotkan King." ujar Sari,"Terima kasih Fito,Raina jadi ganggu kalian."imbuhnya.
Raina kembali memperlihatkan senyuman manisnya.
*****
"King,kamu tadi bilang om Fito marahin tante Raina memangnya kenapa?" tanya dokter Sari dalam perjalanan pulang kerumah.
"King pelgi dali tante Laina,soalnya tante Laina lagi berantem sama temen papi." ujar King pinter banget.
"Temen papi yang mana sayang." tanya Haris tetap fokus pada kemudinya.
"Maksud kamu om Bagas,King." ucap maminya.
"Iya mih,om Bagas benel banget."
Dokter Sari dan suaminya bingung dengan cerita King.Mungkin mereka hanya salah paham,pikir dokter Sari.
Di kediaman keluarga Danu Sastra,tepatnya dikamar Fito..
"Mikirin apaan dibalkon,dingin." kata Fito menghampiri Raina didepan balkon.
"Kangen yang sudah pergi." jawab Raina.
"Kenapa kita gak bikin aja sendiri," ucap Fito menggoda Raina.
Raina tersenyum,"Ceritakan dulu kisah kamu dan dokter Sari,sebelum ketemu aku."
"Itu masa lalu sayang.... nanti kamu cemburu lagi." ujar Fito memeluk Raina dari belakang.
"Mau cerita apa aku tinggal tidur." sarkas Raina.
"Oke.Aku dan Sari itu tetanggaan dulu waktu belum pindah kesini."
__ADS_1
"Terus.... " kata Raina.
"Sudahlah,aku gak mau mengingat masa lalu."
"Aku ingin mendengarnya dari kamu bukan orang lain."
"Baiklah,hubungan aku sama Sari terjalin sejak masih SMA,hingga Sari kuliah diluar negeri dan aku pindah kesini.Kita masih menjalin hubungan,dan sebulan kemudian Sari gak ada kabar.Tiba-tiba dia minta putus dan menikah dengan Haris.Itu saja..." kata Fito.
"Mau dilanjut apa udah panas." ledek Fito yang sedari tadi melihat muka Raina sedikit cemburu.
"Lanjut aja,aku gak papa."
"Oke,lama gak denger kabar Sari,aku sempet jadi laki-laki yang dingin gak mau kenal sama wanita.Tapi,setelah bertemu Wulan,aku berubah 100%.Wulan mengingatkanku sama Sari,dari gayanya, manjanya,dari situ aku memutuskan mengejar Wulan.Tapi sayang,kamu tahu sendri Wulan sudah ada kekasih." Fito masih asyik bercerita tapi tidak dengan Raina yang sedikit kesal dalam hatinya.
"Dan akhirnya,aku menjalani hubungan sama kamu.Sudah cukup kan?" ujar Fito.
"Yah,menjalin hubungan sama aku,tapi cuma pelarian.Sampai saat ini pun aku belum yakin dengan perasaan kamu." ucap Raina berdiri meninggalkan Fito.
"Tuh kan,aku bilang apa tadi.Sekarang kamu malah pergi."
"Mau ambil minum,aku kepanasan." teriak Raina keluar dari kamar.
Berjalan kearah dapur,mengambil minuman dingin.
"Ugh.... makin panas aja gue." gumam Raina seraya meneguk sebotol minuman soda.
"Maaf non,apa AC nya kurang dingin." ujar bik Imah yang tiba-tiba berada dibelakang Raina.
"Ya ampun... bik Imah ngagetin aja." jawab Raina,"Gak kok bik,Raina aja yang ngerasa kegerahan."lanjut Raina kembali kekamarnya.
"Terus... kamu sendiri ada cinta pertama." tanya Fito mengambil minuman yang disodorkan Raina.
"Gak ada,tapi yang suka sama aku banyak." sombong Raina.
"Masa sih,,, "
"Ya kamu belum tahu aja Bery,anak tetangga yang aku panggil paman.Dia sudah lama menyukaiku,sampai sekarang malah.Terus,yang paling kamu benci,Bagas dia bahkan gak tahu kalo aku menikah sama kamu.Temen kantor,temen kuliah, temen waktu aku masih kerja di cafe.Dan ada lagi,tetangga unit diapartemen." jelas Raina.
"Tapi kamu hanya cinta sama aku,kan." ledek Fito.
"Yah,memang aku mencintai kamu.Tapi,ingat sekalinya kamu menyakitiku,akan ada banyak laki-laki yang menungguku diluar sana." ancam Raina menyombongkan diri,"Bahkan King,anak kecil aja sudah suka sama aku."
"Aku janji gak akan menyakiti kamu,Raina." ucap Fito.
*
*
*
__ADS_1
*
bersambung