
Hari berganti hari,sudah seminggu setelah Weni kerumah keluarga Noval.Hampir setiap hari,bahkan setiap jam Weni dapat pesan atau telepon dari mamah nya Noval.
Terus menanyakan perihal lamarannya.
"Lihat nih,pesan dari mamah kamu." kata Weni menyodorkan ponselnya pada Noval.
"Tiap hari aku juga ditanya terus,aku mesti jawab apa kamu sendiri belum kasih kepastian." jawab Noval.
"Huft.... " Weni menghela napas panjang,"Kenapa ya,begitu sulit percaya sama kamu lagi."imbuhnya.
"Ya itu yang susah,gimana caranya aku ngebuktiin kalo aku memang sudah gak punya pacar."
"Delia Lisa Pratama,perempuan yang selalu muncul dipikiran gue." Weni bergumam sendiri.
"Sudah lama aku gak kontak sama dia," ujar Noval,tak tepat waktu.Tiba-tiba ponselnya berdering,nama Delia terpampang dilayar ponselnya.
"Itu buktinya apa,bilang gak pernah kontak." ucap Weni kesal.
"Kamu dengerin ya,aku loudspeaker biar kamu tahu."
"Halo... " jawab Noval.
"Halo Noval,kamu sedang ngapain?sudah lama kita gak berhubungan,kamu sudah lupa sama aku." ucap Delia dari ujung teleponnya.
"Sorry,gue lagi sibuk nih."
"Punya kesibukan apa kamu,bukannya cuma bisa menghabiskan uang papah mu saja." kata Delia seraya tertawa.
"Enak aja,gue lagi mempersiapkan segala sesuatu buat acara pernikahan gue." ujar Noval
"Hah,menikah?Sama siapa?" tanya Delia kaget bukan main.
"Sama Weni."
"Weni? pacar kamu yang dulu."
"Iya dong. Udah dulu ya gue sibuk."kata Noval mengakhiri sambungan teleponnya.
" Gimana sudah percaya sama aku."ucap Noval kemudian,"Jadi kapan aku bawa keluarga ku kerumah kamu."imbuhnya.
"Aku bilang orang tuaku dulu,belum tentu mereka menerima." ucap Weni wajah nya memerah malu.
"Sampai kapan aku menunggu." tanya Noval.
"Iya,iya nanti aku telepon mereka." kata Weni.
***
(skip)
Persiapan pernikahan sudah 100% selesai,Hingga waktu tinggal besok menuju hari H.
Malam pun tiba,Weni tak dapat tidur gelisah dengan acara pernikahannya besok.
"Sudah malam, tidur." kata ibunya.
"Ya bu,Weni takut bu. "
"Takut kenapa,semoga besok lancar acaranya."
"Weni takut sama pilihan Weni sendiri bu," ucap Weni
"Kamu sudah pernah menjalin hubungan dengan Noval,semoga pilihan kamu tepat.Pernikahan kamu langgeng dan diberkahi.Aamiin." doa ibunya.
"Semoga bu,Aamiin." jawab Weni beranjak dari duduknya menuju kamar.
__ADS_1
***
Saking gelisahnya,Weni gak bisa tidur mondar-mandir dikamarnya hingga pagi datang.Seseorang mengetuk pintu kamarnya,rombongan dari weeding organization.
Ada tiga orang yang membantu Weni merias wajahnya.
Dua jam kemudian,Weni keluar kamar dengan gaun putih dan riasan wajah yang natural.Terlihat sangat anggun.
Dibantu Sandra dan juga Raina,Weni berangkat menuju hotel tempat acara pernikahannya.
Mobil yang dikirim keluarga Noval sudah menunggu dibawah.Setelah Weni naik,supir melajukan mobil dengan kecepatan standar.Diikuti mobil dari pihak keluarga Weni.
(skip)
Noval mengikrarkan janji suci pernikahan didepan penghulu dan keluarga kedua belah pihak.
Acara dilanjutkan pesta resepsi,para tamu undangan menikmati jamuan dan satu persatu memberi selamat.
"Selamat ya Wen,akhirnya jadi juga." ucap Raina mencium pipi kanan kirinya Weni tak lupa memeluknya.
"Jangan lewatkan nanti malam." bisik Raina ditelingan Weni.
"Gi*a lu," umpat Weni.
"Selamat ya,akhirnya.... gue kapan, hiks... hiks... " ucap Sandra memeluk dan mencium pipi Weni.
"Segera mungkin,tuh udah dilihatin calon nya." jawab Weni seraya menunjuk kearah Bery.
Sandra menoleh kebelakang, "He... gak ada yang lain apa?"
"Yakin gak mau yang itu..." timpal Raina senyum pada Bery.
"Kalo darurat gak ada lagi, ya sudah.... gue terima." kata Sandra sambil tertawa.
Seorang laki-laki tampan,tinggi dan pasti imut mendekati Sandra.Membuat Bery sedikit cemburu,
"Lumayan juga,ternyata Sandra suka sama brondong." imbuhnya,Bery gak tahu kalo yang mendekati Sandra adik laki-laki nya Sandi.
"Kak,sudah malam Sandi balik duluan ya." pamit Sandi
"Oh,ya udah nanti kakak naik taksi aja." jawab Sandra memeluk adiknya,"Salam buat ayah sama ibu."
"Baik kak,permisi kak Weni,kak Raina." pamit Sandi melangkahkan kakinya keluar hotel.
***
Dua jam sudah acara berlangsung,tamu sudah mulai sepi meninggalkan hotel.Ada sebagian yang masih ngobrol,dengan Noval.
"Val,minuman yang gue kasih lu udah dihabisin." tanya teman kuliahnya dulu.
"Iya tuh minuman ampuh banget,pasti tahan sampe Dua jam." kata temen yang lainnya.
"Memangnya lu kasih apa itu minuman." tanya Noval.
"Obat peng**t." timpal temannya lagi,mereka semua tertawa rame-rame.
"G**a lu semua,minumannya gue kasih istri gue." ucap Noval.
"Sama aja,diminum istri lu juga gak papa." timpal yang lain.
Sementara Weni,Raina dan Sandra masih ngobrol di meja depan.
Sandra mengambil minuman dari tangan Weni,"Buat gue aja ya,males ngambilnya."
"Minum aja,kali ketularan." ledek Weni.
__ADS_1
Fito menghampiri Raina dan kedua sahabatnya,"Rain,udah malem pulang yuk."ajak Fito.
"Oh iya,udah jam sebelas nanti malam pertamanya jadi kelamaan." ucap Raina asal.
"Bener juga lu Rain,gue juga balik lah." kata Sandra seraya menghabiskan minuman yang tadi di ambilnya dari tangan Weni.
"Minta Bery anterin aja San,sudah malam." ucap Weni.
"Gak usah,ini udah pesan taxi." Jawab Sandra.
"Oke semua,gue balik dulu ya.Bye." pamit Raina dan Fito.
"Gue juga ya." ujar Sandra memeluk Weni.
Lima menit setelah kedua sahabatnya pamit pulang,Noval menghampiri Weni.
"Capek ya sayang," kata Noval."Oiya,minuman yang aku kasih tadi,kamu habisin."imbuhnya.
"Minum sedikit,sisanya diminum Sandra." jawab Weni.
"Apa!!!" teriak Noval kaget.
"Ada apa sih,kenapa kaget gitu cuma minuman doang." ucap Weni.
"Minuman dicampur obat pe****t sama temen gue." bisik Noval.
"Apa!! gimana ini," Weni ketakutan,"Sandra naik taxi,kalo ada apa-apa gimana."
Bery mendatangi Weni dan Noval yang sedang bingung,"Wen,selamat ya.Sudah malam gue balik."
"Ah... Bery,kebetulan kejar Sandra barusan naik taxi." ucap Weni,"Dia minum,minuman gue yang ada obat... pe****tnya."bisik Weni.
"Naik apa dia."
"Taxi baru aja."
Bery langsung berlari sekuat tenaga menuju parkiran hotel.Masuk dan melajukan kendaraannya cepat mengejar taxi yang barusan Sandra tumpangi.
Sambil fokus ke kemudi,Bery menghubungi Sandra. Tapi tak ada jawaban.
"Aduh... gimana ini." gumam Bery seraya menggaruk kepalanya yang gak gatal.
***
Didalam taxi....
Sandra tanpa sadar membuka kancing bagian atas gaunnya.Badanya kegerahan dan kepanasan,padahal malam semakin dingin karna gerimis.
"Pak,apa AC mobilnya rusak." tanya Sandra pada supir taxi.
"Gak kok non,memangnya kenapa?" jawab pak supir seraya melirik kebagian belakang lewat spion mobilnya.
"Kenapa sama ini perempuan,apa dia sakit." batin pak supir.
*
*
*
*
*
bersambung....
__ADS_1
Apa yang terjadi dengan Sandra selanjutnya....