
Pengumuman, kali ini author mau ngebahas Sandra dan Weni dulu ya....
*****
"Wuih... yang lagi break lemes banget romannya." ujar Weni duduk di bangku caffe.
"Huft... kerjaan makin numpuk sejak Raina resign.Gimana dengan kantor lu,apa makin sibuk juga." tanya Sandra.
"Ya begitulah,gue kan staf biasa cuma ngejalanin yang bos perintahkan aja."
"Bukannya cowok lu termasuk orang penting diperusahaan?" ucap Sandra seraya memesan kopi cappucino dan mango cake.
"Cowok yang mana,sudah lama gue jomblo."
"Noval,siapa lu coba."
"Mantan,cuma lagi pendekatan lagi.Udah gak usah ngomongin gue,gimana rasanya break."
"Oiya,menurut lu itu Bery orang yang bagaimana sih?" tanya Sandra seraya meneguk secangkir kopi yang di pesannya.
Benda pipih yang ada diatas meja berdering,terlihat nama Bery dilayarnya.
"Lu lihat Weni,siapa yang gak tahan dulu.Gue angkat apa diemin aja?" tanya Sandra memperlihatkan layar ponselnya.
"Terserah lu,gue gak ikut-ikutan." jawab Weni.
"Sebentar gue angkat dulu,gue juga kangen paling gak denger aja suaranya, hahaha." ucap Sandra tertawa.
"Gila emang lu San,sendirinya yang gak tahan masih aja gengsi." ujar Weni.
"Halo.... apa ini mbak Sandra." sapa seorang perempuan diujung telepon.
"Iya benar,ini siapa?" jawab Sandra sambil berbisik pada Weni,"Cewek... "
"Saya perawat dirumah sakit tempat dokter Bery,saya cuma ingat sama mbak Sandra jadi saya menghubungi mbak." jelasnya.
"Terus ada apa ya?" tanya Sandra lagi.
"Dokter Bery sekarang dirawat mbak,apa mbak Sandra bisa kerumah sakit sekarang."
"Yang benar,apa saya gak salah dengar." ucap Sandra
Sandra bergegas kembali kekantor meminta ijin,meninggalkan Weni yang kebingungan.
"Nanti gue ceritain dirumah.bye" pamit Sandra berlari.
****
Dirumah sakit, Sandra berlari menuju bagian informasi.
"Suster, dimana dokter Bery?" tanya Sandra pada seorang perawat yang sedang bertugas.
__ADS_1
"Dokter Bery ada diruang operasi,sebelumnya menunggu mbak Sandra tapi terlalu lama jadi operasi pakai tandatangan dokter Bery sendiri." jelas seorang perawat.
"Ruangannya dimana sus,"tanya Sandra lagi.
" Di lantai dua, mungkin sebentar lagi selesai."
Sandra menuju lantai dua tempat operasi berlangsung.
Menunggu dengan panik,pikirannya terus memikirkan apa yang diderita Bery.
Sandra hanya tahu dia sakit biasa,gak begitu parah yang mengharuskan di operasi.
Satu,dua, tiga hingga empat jam operasi baru selesai.Dokter yang menangani keluar dari ruangan.
"Gimana dok,apa berjalan lancar?" tanya Sandra.
"Lancar,dokter Bery segera dipindahkan ke ruang rawat." jawab si dokter.
"Terima kasih dok." ucap Sandra.
Dokter Bery pun dipindah ke ruang rawat,masih belum siuman.
Sandra memandangi pepohonan dari dalam ruangan,sembari menunggu Bery. Hari ini hujan deras mengguyur sebagian wilayah dikota.
"Eh,udah siuman kamu." ucap Sandra saat menoleh kebelakang,dan melihat Bery sedang memperhatikannya.
"Iya,kamu tahu darimana aku dirawat." tanya Bery seraya membenarkan posisi tidurnya,menyandarkan kepalanya di sandaran ranjang.
"Seorang perawat menghubungiku,memberi kabar kalo kamu di operasi." jawab Sandra duduk disamping Bery.
"Bukan begitu,aku gak mau merepotkan kamu.Kantor kamu sedang sibuk, banyak kerjaan,masalah kecil begini gak perlu kamu pikirkan.Lagian aku sadar,kita sedang break." jelas Bery.
"Oke,apa sekarang aku boleh pulang? kita kan sedang break." kata Sandra kesal.
"Diluar hujan begitu deras." jawab Bery.
Tiba-tiba datang kedua orang tua Bery."Aduh Bery... anak ibu kenapa gak kasih tahu kalo kamu sakit."ujar ibunya Bery sangat khawatir.
"Bery gak papa,bu.Gak usah cemas." jawab Bery mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Ini siapa Bery,apa ini Sandra pacar kamu." tanya ibunya senyum senang.
"Bu... bu... bukan,saya... " Sandra belum selesai bicara sudah dipotong Bery.
"Iya bu,ini Sandra pacar Bery.Gimana menurut ibu?" kata Bery mencubit tangan Sandra memberi isyarat agar diam saja.
"Ya ampun... kamu cantik sekali nak." ujar ibu Bery memandangi Sandra dari ujung kepala hingga ujung kaki.
"Eh,kamu beri salam dong sama ibu." colek Bery.
"Emm,selamat siang tante kenalin saya Sandra." ucap Sandra mengulurkan tangannya memberi salam.
__ADS_1
Dan disambut dengan manis oleh ibu Bery,lalu memeluknya erat hatinya begitu senang.
"Oh iya,ibu sama ayah mau cari makan dulu kalian ngobrol lagi aja.Tunggu ibu datang," pamit ibu Bery.
Saat kedua orang tua Bery keluar,Sandra memperlihatkan matanya yang hampir copot karena melotot.
"Kenapa kamu bilang aku pacar kamu,kita itu sedang break." sarkas Sandra,sebenarnya dalam hati yang paling dalam Sandra sangat-sangat senang Bery memperkenalkan dirinya sebagai pacarnya.
"Kita itu cuma break bukan putus,dan lagi ibu aku itu cerewet banget minta dikirimin foto pacar aku.Kalo gak,aku bakalan dijodohin," jelas Bery. "Apa kamu mau aku dijodohin sama perempuan lain." imbuhnya
"Huft... " Sandra menghela napas panjang dan mengeluarkannya.
****
"Bery,hari ini aku gak bisa jemput kamu dari rumah sakit.Kerjaan dikantor banyak jadi aku lembur." kata Sandra dari ujung telepon.
"Padahal ibu pengen ngobrol sama kamu,apa gak bisa diganti hari lain aja." sesal Bery
"Gak bisa Bery,lagi aku ngapain begitu dekat sama ibu kamu,hubungan kita aja masih ngambang." kata Sandra sambil membereskan berkas yang akan dibawa rapat.
"Paling gak temenin ibu jalan-jalan atau belanja... " ucapan Bery terpotong Sandra.
"Eh,sudah dulu ya aku ditunggu mau rapat.salam aja buat ibu." Sandra menutup sambungan teleponnya.
"Haduh.... kenapa gue jadi begini,deket gue ngejauh,giliran ngejauh gue deketin." gumam Bery.
"Mungkin kamu sudah jatuh cinta sama Sandra." timpal ibunya yang tidak sengaja mendengar omongan Bery.
"Apa mungkin,ibu kan tahu kalo Bery cintanya sama Raina." kata Bery lagi.
"Itu sudah lama,Raina juga sudah menikah.Cinta itu datangnya tiba-tiba seiringnya waktu.Daripada kamu kehilangan untuk yang kedua kali,ibu saranin kamu harus kejar Sandra."
"Dan lagi,menurut ibu Sandra pasti orangnya baik,dari pertama ibu ketemu,perasaan ibu begitu senang." tambah ibunya.
"Emm.... ibu sama ayah berapa lama disini,Bery sudah enakan kok."
"Belum juga lihat rumah kamu,sudah diusir aja." saut ayahnya.
"Bukan begitu,bukannya ayah banyak kerjaan disana.Maksud Bery,kalo masih lama ibu masih bisa bertemu Sandra." jawab Bery.
"Oh... kalo ayah mau pulang nanti ayah pulang sendiri.Biar ibu mu disini,mendekatkan diri sama calon mantu nya." kata Ayahnya.
"Oke..." ucap ibunya begitu menekankan ucapan Oke nya.
*
*
*
*
__ADS_1
*
Apa yang akan terjadi dengan hubungan Bery dan Sandra???