
***
"Wen,kamu hari ini gak ada acara kan?jangan kemana-mana."ucap Noval seraya meneguk segelas susu yang disiapkan Weni sebelum berangkat kantor.
"Kenapa memangnya?"jawab Weni membereskan bekas sarapannya.
"Ibu sama ayah sedang dalam perjalanan kesini,semalam mereka meminta alamat kita."ujar Noval mencium kening Weni,lalu berjalan kearah pintu diikuti Weni.
"Kenapa gak bilang dari semalam,aku bisa siap-siap."kata Weni
"Kamu sudah tidur.Ya udah aku berangkat dulu,"pamit Noval
Weni masuk kedalam sambil melamun.Orang tuanya datang mengunjunginya,tapi hatinya tidak tenang.Masih ada rasa bersalah.
***
Sandra terbangun saat merasakan ada yang aneh dengan perutnya,dia merasa mulas sekali seperti mau buang air besar.
Dengan berat,Sandra membuka kedua matanya.Beranjak dari ranjang,dan kaget mendapati darah yang ada dikakinya.Jantungnya hampir mau copot,napasnya berhenti sejenak.
"Tenang....gue harus tenang."ucapnya menenangkan hatinya sendiri.
"Mana handphone gue,"imbuhnya mencari keberadaan benda pipih miliknya
"Oh,ini dia."Sandra mendial nomer Bery,suaminya seraya menahan rasa sakit diperutnya
Tut ..Tut....lima menit Bery baru mengangkat panggilan Sandra
"Halo..."sapa Bery.
"Halo,Bery apa kamu sudah mau pulang."tanya Sandra dari ujung telepone nya.
"Sebentar lagi,ada apa?"kata Bery seraya membereskan berkas-berkas yang berserakan diatas mejanya
"Tolong cepatlah kamu pulang,perutku rasanya sakit sekali,dan ada darah dikakiku Bery."jelas Sandra merintih kesakitan.
"Sandra...Sandra...kamu gak papa."Bery mulai cemas,"Kamu tenang,tarik napas yang panjang,jangan banyak bergerak.Aku segera pulang."imbuh Bery menutup panggilannya.
Bery berlari melewati koridor rumah sakit dengan sangat khawatir.Napasnya tak beraturan hingga dia sampai diparkiran .
Melajukan mobilnya dengan cepat,ngebut dipagi hari.Kebetulan saat ini,Bery shift malam jadi pagi sudah pulang.
Satu jam kemudian,Bery sampai didepan unit apartemen nya.Mengatur napasnya yang terengah-engah,sebelum membuka pintu.Bery tidak mau terlihat cemas apalagi khawatir melihat Sandra.Dia sendiri harus tenang.
Ceklek....pintu terbuka,dengan sedikit berlari Bery menghampiri Sandra dikamarnya.
"Bery...apa yang terjadi ini.Bukannya kandunganku baru masuk di delapan bulan."kata Sandra masih merintih kesakitan.
"Tidak papa sayang...tenang sekarang kita kerumah sakit "ucap Bery, sebenernya dia lebih khawatir melihat keadaan Sandra saat ini.
Darah terus mengalir dari Kem*****nya,sampai dikakinya.Bahkan menempel ditangan Bery saat dia menggendong Sandra.
__ADS_1
Wajahnya pucat dan tubuhnya sudah lemas,
**
Dirumah sakit,Bery segera membawa Sandra kebagian kandungan.Sepertinya Sandra akan melahirkan lebih cepat.
"Kita harus melakukan tindakan dokter Bery."kata dokter kandungan yang menangani Sandra.
"Maksudnya Sandra akan melahirkan dok.Bukannya belum waktunya."ucap Bery
"Iya dok,kita harus mengeluarkan bayinya,Karna ketubannya pun sudah pecah.Bu Sandra juga sudah pucat dan lemas sekali."ujar dokternya.
"Baik dok,lakukan sebaik mungkin."kata Bery
Akhirnya Sandra dibawa keruang operasi.Bery mengikuti sampai kedalam ruangan.
"Dokter Bery,selama Bu Sandra memeriksakan kandungan dia sama sekali tidak mau melakukan USG."kata dokternya seraya melakukan operasi dibantu para perawat.
"Itu karena dia mau bikin kejutan,tidak mau tahu jenis kelamin bayinya.Perempuan ataupun laki-laki."ujar Bery.
"Oke...sebentar.Yup,.."dokter mengangkat bayinya,"Lihat dokter Bery,kita gak tahu kan kalo bayinya kembar.karna Bu Sandra tidak melakukan USG,dan saya memeriksa pun hanya mendengar detak jantung satu.Ini benar-benar kuasa Tuhan."imbuhnya mengangkat bayi satunya.
Bery menangis saat menatap tubuh kecil kedua bayinya.Mereka sangat lucu,menangis berbarengan sangat kencang.Membuat ruangan yang dingin menjadi ramai.
Perawat membawa kedua bayi Sandra dan ditempatkan diruangan inkubator Karna bayi lahir prematur.
Sementara Sandra masih lemas,perawat membawanya keruangan pasien.Bery mengekor dibelakangnya.
***
"Kita makan dulu,habis itu kita ke Sandra kasihan kalo lu sampai kelaparan."ucap Raina.
"Eh,bukannya itu Noval,Wen?makan siang sama siapa dia."imbuh Raina saat matanya menangkap sosok Noval dan perempuan.
"Mungkin Diana,akhir-akhir ini memang mereka sering jalan Rain,katanya sih kerjaan tapi gak tahu,gue gak ambil pusing gue hanya fokus sama kehamilan gue."ujar Weni seraya menatap Noval diseberang sebentar lalu tatapannya kembali pada Rasya.
"Oke,gue ke toilet dulu ya."kata Raina yang penasaran sama Noval.
Berjalan pelan sampai berhenti tepat disamping Noval
"Hai,Noval...sedang apa disini,makan siang?"tanya Raina seraya meledek.
"Emangnya yang lu lihat gue sedang ngapain,udah tahu dicafe ya jelas makan lah."jawab Noval ketus.
"Lu sendiri ngapain,biasanya nempel mulu sama Fito."imbuhnya ngeledek juga.
"Gue mau jenguk baby nya Sandra,tapi istri lu yang cantik baby nya juga laper pengin makan."ucap Raina masih dengan senyumannya.
"What?apa lu bilang,Weni ada disini juga."jawab Noval gugup.
"Ho.oh...itu lihat dibelakang lu."tunjuk Raina pada Weni.
__ADS_1
"Gawat ini,dia paling cemburu sama Diana."batin Noval memandang Weni yang sepertinya biasa saja,"kalo dia begitu tampangnya,sudah pasti dia marah besar.Gak mungkin kan,bertengkar dirumah ada orang tuanya."lanjutnya masih dalam hati.
"Gue itu mau meeting sekalian makan siang bareng klien,"kata Noval.
"Oke,lanjutin aja gue gak ganggu lagi."ucap Raina menepuk bahu Noval seraya berjalan kearah toilet.
"Em...pak Noval sepertinya saya familier sama perempuan tadi."kata Diana
"Ya jelas familier,dia itu istri bos istrinya Fito."jelas Noval,"eh,klien sudah datang."lanjutnya berdiri saat dua orang laki-laki menghampirinya.
Masih dicafe,tepatnya dimeja Raina.
"Rasya bobo,yuk kita makan dulu."kata Weni
"Ternyata Noval sedang menunggu klien."kata Raina tak ingin membuat Weni curiga dengan Noval.
"Iya,gue tahu."
"Tahu darimana lu."tanya Raina.
"Itu lihat aja sendiri,mereka makan siang dan mulai menyodorkan kertas satu sama lain."kata Weni,tapi hatinya sedikit cemburu sih.
Sepuluh menit kemudian,Noval beranjak dari duduknya.Berjabat tangan dengan kliennya,setelah mereka tandatangan kerjasama.
"Diana,saya mau menemui istri saya dulu.Kamu tunggu di mobil saja dulu."kata Noval.
"Baik pak."jawab nya
Noval menghampiri Weni dan juga Raina yang sedang menikmati makan siangnya.
Mencium pipi Weni dari belakang dan memeluknya.
"Kok gak bilang kalo mau pergi,ibu sama ayah ditinggal dong."ucap Noval duduk disebelah Weni.
"Iya,dadakan."jawab Weni singkat.
"Halo...dede bayi papa,lapar ya."kata Noval seraya mengelus perut Weni didepan Raina.
"Papa kerja dulu ya sayang..."katanya lagi,"Aku balik kantor dulu ya."imbuhnya mencium Weni kembali.
"Cuma itu,gak ada penjelasan yang lain."ledek Raina.
"Penjelasan apa maksud lu,gak usah bikin keruh.Lagian Weni juga pintar gak perlu dijelasin,iya kan sayang."kata Noval
"Iya deh...sana pergi."usir Raina.
"Hati-hati dijalan,jangan ngebut kamu bawa anak orang."ucap Weni singkat tapi tajam menusuk kehati Noval.
"Siap."kata Noval.
***
__ADS_1
***