RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 70


__ADS_3

"Wen,lu mau minum apa?" tanya Raina,beranjak dari duduknya,"Bik Fatma,tolong pegang Rasya sebentar."kata Raina pada bik Fatma.


"Air putih aja Rain,eh itu yang bantuin lu." ucap Weni.


"Oiya,gue denger Sandra lagi hamil ya." ucap Raina.


"Iya,katanya udah dua bulan dari waktu lu melahirkan." jawab Weni.


"Terus lu kapan?"


"Ga usah ditanya,semua yang sudah menikah pasti pengen cepet punya momongan.Tapi... "


"Tapi kenapa?"


"Noval selalu menolak kalo gue ajak chek ke dokter.Dan hampir tiap hari gue berantem adu mulut sama dia."


"Ckckck... separah itukah Wen?"


"Lu tahu Rain,akhir-akhir ini Noval jarang pulang.Dia memilih pulang ke rumah maminya atau lembur."


"Yang bener Wen,lu gak nanya kakak iparnya yang sekantor ama dia." kata Raina duduk disamping Weni.


"Gak lah Rain,gak semua masalah rumah tangga gue omongin dengan keluarganya.Hanya dan cuma sama lu dan Sandra."


"Permisi,memotong obrolan non sebentar." ucap bik Fatma.


"Iya bik,ada apa? Rasya gak papa kan?" kata Raina sedikit panik.


"Bukan non,ade Rasya nya sudah tidur." kata bik Fatma,"Em.... "


"Kenapa bik,apa bibik mau ijin atau.... " ucap Raina.


"Bukan non,maaf sekali tadi bibik denger kalo non Raina sedang membicarakan soal teman non yang sulit hamil." ujar bik Fatma terbata-bata.


"Maksud bibik apa yah?" tanya Weni sedikit tersinggung.


"Maaf non,bukan maksud bibik.... " ucap Bik Fatma.


"Bik Fatma mau ngomong apa sebenarnya bik? "


"Begini non Raina,maaf... apa teman non Raina pernah dipijat.Barangkali bagian per*****nnya turun dan harus dibenarkan." jelas bik Fatma.


"Maksud bibik apa yah?" tanya Weni lagi.


"Begini non,kalo orang tua dulu itu bilang kalo mau punya anak itu selain ke dokter untuk periksa,alangkah baiknya dipijat dan di benarkan bagian per*****nnya.Siapa tahu bisa lebih cepat hamil non." jelas bik Fatma.


"Terus yang bisa memijat dimana,apa bibik tahu?" tanya Weni antusias.


"Kalo nona gak keberatan,bibik bisa non."


"Masa sih bik,boleh... boleh... " kata Weni senang.


"Ya udah,dikamar Rasya aja Wen." ucap Raina.


***


"Apa non Weni sudah datang bulan?" tanya bik Fatma.


"Sudah bik,kemarin baru selesai."


"Berarti itu baik,karna sekarang non Weni dalam masa subur dan siap untuk hamil." ucap bik Fatma seraya memijat pelan Weni.

__ADS_1


"Apa bisa bik,suami saya saja menolak diajak ke dokter." kata Weni menahan sakit dan geli karna dipijat.


"Pelan-pelan saja non,InsyaAllah non Weni segera punya momongan."


"Aamiin... terima kasih bik."


Sementara itu,Fito pulang dari kantor bersama Noval.


"Jam segini kok sudah pulang sayang." tanya Raina."Terus kenapa sama dia pulangnya."nunjuk kearah Noval.


"Kangen sama Rasya.Tahu tuh,katanya mau nginep disini bosen dirumah ketemu Weni terus." ujar Fito.


"Jangan sembarangan kalo ngomong lu,ntar yang ada dia ngadu sama istri gue." sarkas Noval.


"Ye...kan lu sendiri yang bilang tadi,setiap pulang kalian berantem terus." kata Fito membela diri.


"Lu gak mau ngertiin perasaan Weni,jadi apapun masalah kalian ya pasti ujung-ujungnya berantem." ujar Raina.


Aarrggghhh..... Weni teriak dari dalam kamar saat bik Fatma mulai membenarkan posisi per*****nnya Weni.


"Tahan sebentar non,ini memang sakit." kata bik Fatma. Sementara Weni sudah tak tahan,keringat bercucuran diwajahnya.


"Suara siapa itu sayang." tanya Fito mendengar jeritan Weni.


"Weni,"


"Weni,kenapa dia menjerit begitu." tanya Noval penasaran dan gak tahu istrinya dirumah Raina.


"Gak tahu sedang apa,mereka berdua." ledek Raina,"Mereka sudah lama gak ketemu,lagi kangen-kangenan kali."Raina makin ngeledek saat melihat wajah Noval yang memerah marah karna curiga.


"Kenapa mesti dirumah kita sayang." kata Fito.


"Masa iya dirumahnya," jawab Raina menahan tawanya.


Tanpa permisi,Noval menerobos masuk.


"Ya ampun,tuan ini siapa kenapa nyelonong masuk." kata bik Fatma kaget dengan datangnya Noval,begitu juga dengan Weni.


"Noval?" lirihnya,"Gak papa bik,lanjutkan saja dia suami saya."kata Weni.


"Oh.... " jawab bik Fatma.


Raut wajah Noval begitu malu,ternyata Raina membohonginya.


"Silahkan duduk tuan." ujar bik Fatma,"Saya sedang membenarkan posisi per*****nnya istri tuan,kebetulan lagi dalam masa subur.Siapa tahu bisa lebih cepat hamil."jelas bik Fatma.


"Oh... apa tidak berbahaya bik?" tanya Noval sedikit perhatian.


"Tenang saja tuan,aman."


****


Noval membukakan pintu apartemen untuk Weni,dia tak jadi menginap dirumah Fito.


Suasana begitu canggung,seperti dua insan yang baru saja jadian.Sunyi, sepi tak ada suara.


"Apa kamu mau menginap dirumah Fito." ucap Weni memecah keheningan kamar.


Tapi tak dijawab oleh Noval..


"Kenapa? Mau menghindar dari aku?"

__ADS_1


"Apa aku masih salah dimata kamu."


"..... " Noval diam membisu,dalam hatinya merasa bersalah ingin sekali memeluk Weni.


"Oke, terus saja diam begitu.Mungkin kamu lebih nyaman begitu." kata Weni masuk kedalam kamar mandi.Setelah selesai aktifitasnya dikamar mandi.Weni merebahkan tubuhnya diatas ranjang,menarik selimut dan tidur membelakangi Noval.


Tanpa sadar air matapun menetes dipipinya,isakannya terdengar jelas oleh Noval.


"Maafin aku Wen...aku begitu pengecut." batin Noval.


****


Mentari pagi menyapa sebagian wilayah dikota,Sinarnya menelusup kebagian celah kecil dikamar Weni.Kedua matanya telah terbuka,hanya tubuhnya enggan beranjak dari kasurnya.Weni meregangkan kedua tangannya,menoleh ke sampingnya.


"Huft... " menghela napas panjang,sudah terbiasa dengan Noval yang menghilang setiap bangun tidur di pagi hari.


Bangun,Weni berjalan kekamar mandi membasuh mukanya dan menggosok giginya.Hujan yang mengguyur kota semalam,masih terasa dinginnya.


Menyeduh secangkir kopi,dan duduk di balkon menghirup udara segar di pagi hari.


Matanya menangkap sosok yang dikenalnya,dari atas apartemennya terlihat jelas Noval sedang lari pagi.


Dugaan Weni salah,dia pikir suaminya pergi menginap dirumah orangtuanya.


"Kamu merusak pemandangan pagiku." ucap Weni lirih


Kekecewaannya membuat sebagian hatinya membenci suaminya.


***


Weni membuat sarapan seperti biasa,menyiapkannya dimeja makan.


Beberapa menit,Noval keluar dari kamar.Dengan pakaian kasual bukan setelan jas.


"Hari ini kita kerumah mami,makan siang bareng.Nenek berkunjung." ucap Noval seraya menjatuhkan bokongnya dikursi.Menyantap sarapan yang dibuat Weni


"Kamu gak kekantor hari ini." tanya Weni basa basi.


"Gak,sudah ijin sama Fito." katanya,


"Aku bersiap dulu." kata Weni beranjak dari duduknya.


Hanya butuh lima belas menit,Weni sudah siap dengan dress nya.Riasan yang natural,membuat kesan anggun.


Noval tak berkedip saat melihatnya,mungkin karna perselisihannya selama ini membuat Noval lupa kalo istrinya sangat cantik.


"Sudah siap,kita berangkat sekarang." kata Noval membuyarkan pandangannya sendiri.


".... " menganggukan kepalanya.


*


*


*


*


*


Thanks buat yang sudah setia membaca cerita ku.

__ADS_1


Maaf jika ada salah-salah ketik, harap maklum baru menulis. hehehe..


__ADS_2