RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 52


__ADS_3

Mobil mewah warna hitam berhenti tepat didepan pintu masuk perusahaan.Pak Seno membukakan pintu mobil untuk nona mudanya.


Dengan pak Seno yang mengekor dibelakangnya,Raina berjalan naik lift menuju ruang suaminya.


Sebelum Raina masuk kedalam,Raina menyapa kedua sekertaris Fito yang sedang duduk dibelakang layar monitornya.


Lalu masuk kedalam,dan mendapati Noval duduk manis disofa.


"Enak banget lu duduk santai,sementara bos lu kerja." ucap Raina saat masuk keruangan Fito.


"Ngomong apaan,gue gak denger." jawab Noval kesal.


"B***k kali lu ye... " sarkas Raina.


"Gak usah sebel sama gue,ntar anak lu mirip gue lagi." ledek Noval.


"Ih... ogah amat,lihat dong papa nya ganteng begini mana ada mirip lu." ucap Raina duduk didepan Fito.


"Kalian ini kalo udah ketemu kayak kucing ama tikus." timpal Fito yang mendengar ocehan dia mahkluk didepannya.


"Ya udah Fit,gue lanjut dulu males ada mak lampir." ujar Noval meninggalkan Raina diruangan Fito.


Fito menelepon sekertaris nya Fani, "Fan,tolong buatkan teh manis hangat buat istri saya." perintah Fito.


"Baik pak." jawabnya segera ke pantry membuat pesanan bosnya.


***


"Gimana kandungan kamu," tanya Fito seraya membolak-balikan berkas yang ada didepannya.


"Baik,masih belum kelihatan.Oiya,tadi yang memeriksa bukan dokter Sari." kata Raina.


"Oh,sama dokter siapa? laki-laki atau perempuan." ucapnya.


"Dokter Cindy,memangnya kalo laki-laki kenapa?" tanya Raina.


"Kita pindah rumah sakit." jawabnya singkat.


"Segitunya,bucin amat." gara-gara nonton drama k***a bahasanya sudah kemana tahu Raina.Semenjak gak kerja,Kerjaan Raina hanya menonton drama saja.


Tok... Tok....


"Permisi pak,ini teh yang pak Fito pesan." ucap Fani saat membuka pintu ruangan bosnya.


"Kamu letakkan saja dimeja," jawab Fito tanpa menoleh kearah Fani.

__ADS_1


Pribadi yang dingin,cuek,hanya peduli dengan kepentingan nya saja.


"Terima kasih Fani." ucap Raina.


"Mas,kamu gak pernah bilang kalo Sari berhenti dari pekerjaannya." ujar Raina seraya meneguk secangkir teh manisnya.


"Itu bukan urusan kamu,dan satu lagi aku gak suka kamu panggil dengan MAS.Ditelinga gak sreg." kata Fito beranjak dari duduknya dan mendekati Raina,memeluknya dari belakang.


"Panggil aku dengan sebutan Sayang." Bisik Fito ditelinga Raina.


"Ih... apaan sih," jawab Raina,"Emmm... tapi boleh juga,nanti aku coba.Sayang."imbuhnya.


****


Hari sudah sore,jam menunjukkan pukul lima.Hampir sebagian penghuni kantor meninggalkan meja kerjanya.Berhamburan keluar,ada yang ke parkiran ada yang ke halte bus,ada juga yang berjalan kaki.


Fito menggandeng tangan Raina,masuk kedalam lift yang penuh karyawannya.


Sebagian orang keluar gak enak dengan bosnya.


"Kamu mau langsung pulang atau mampir makan dulu." tanya Fito didalam lift, membuat sebagian karyawannya pada berbisik.


"Pulang aja,sudah capek." jawab Raina.


"Oke kalo begitu." ucap Fito sembari berjalan keluar saat pintu lift terbuka dilantai bawah.


Setelah kedua majikannya masuk,pak Seno menyalakan mesin mobil dan mengemudikannya dengan kecepatan standar.


Mengingat bos nya pernah bilang,kalo sedang membawa istrinya dia harus ekstra hati-hati karna istrinya sedang mengandung.


***


Masih diarea perusahaan,mobil sport berhenti tepat didepan Weni yang baru saja keluar kantor.Noval,dengan gayanya yang sedikit sombong menghentikan langkah Weni.Membuat semua mata tertuju padanya,tak terkecuali Meggy kakak ipar Noval.


Matanya terus mengawasi adik iparnya yang sedang menggoda Weni.


"Sebenarnya ada apa dengan mereka,apa mereka pacaran dan sedang cekcok." gumam Meggy masih mengawasi kedua insan yang sedang adu mulut.


"Ayolah,Wen.Aku cuma mau mengantar kamu." rengek Noval sedikit memohon.


Weni hanya diam seraya sesekali menengok kanan dan kirinya,gak enak rasanya jadi pusat perhatian.


"Noval,gak enak dilihat yang lain.Kamu kekanak-kanakan." ucap Weni.


"Makanya,ayo naik.Apa kamu mau aku berlutut biar semua orang makin curiga dengan kita." ancam Noval

__ADS_1


"Jangan! Oke aku naik,tapi cuma hari ini aja." sarkas Weni.


"Yes." Noval begitu senang dengan jawaban Weni,walaupun dia bilang cuma untuk kali ini.Noval yakin kalo suatu hari bakal setiap hari bisa mengantar atau menjemput Weni seperti biasa.Butuh waktu untuk menaklukkan seorang Weni yang keras kepala.


Didalam mobil....


"Wen,apa kamu sudah bisa menerimaku kembali?Bukannya yang kamu cemburuin kak Meggy.Sudah tahu kan kalo dia kakak iparku." ujar Noval memulai obrolan karna sedari tadi Weni diam saja.


".... " Weni masih terdiam melirik kewajah Noval yang fokus dikemudinya.


"Kenapa diam,apa belum cukup penjelasan dan pengorbanan ku selama ini." lanjut Noval.


"Fokus aja,aku masih sayang sama nyawaku masih banyak mimpi yang belum aku capai." jawab Weni memperingatkan Noval untuk fokus saat mengemudi.


"Kalo gak begini apa kamu mau duduk manis dengan aku,ngobrol tentang hubungan kita.kamu selalu menghindar saat bertemu denganku." kata Noval memelas.


"Aku gak ada alasan menghindar dari kamu,aku cuma menghargai perasaan orang." ucap Weni.


"Maksud kamu apa,perasaan siapa?" tanya Noval menghentikan mobilnya dipinggir bahu jalan.


"Kenapa berhenti." ucap Weni mengawasi sekelilingnya.


"Yang kamu katakan tadi maksudnya apa,perasaan siapa yang harus kamu hargai.Apa sekarang kamu sedang membuat alasan lagi." Noval sangat kesal,menurutnya Weni selalu membuat alasan yang gak masuk akal.Ada saja penolakan darinya.


"Kamu lihat ini,gak sengaja aku buka story Delia." Weni menunjukan sosmed milik Delia,teman Wulan yang dulu pernah dia pergoki selingkuh dengan Noval.


"Apa masih kurang jelas,dia masih memasang foto kamu." imbuh Weni.


"Jadi ini masalah kamu,Weni aku gak ada hubungan dengan Delia.Itu foto dulu,sudah lama sekali.Mungkin itu postingan lama,kamu hanya baru melihatnya." jelas Noval tapi tak membuat Weni mengerti.


"Noval,kamu pikir aku b***h lihat mata kamu,tanggal dan jam berapa dia memposting itu foto.Lima jam yang lalu dan itupun hari ini." sarkas Weni kesal sampai meninggikan nada bicaranya,sudah sangat marah.


"Itu urusan dia,yang penting aku gak ada hubungan sama Delia baik itu sekarang ataupun dulu.Kamu hanya bisa curiga,marah gak jelas,gak percayaan.Gimana aku mau jelasin,seperti dulu kamu langsung ambil keputusan untuk putus."


"Dulu gak ada kamu bilang,sudah jelas aku lihat dengan mata kepalaku sendiri,bahkan ada Raina disitu.Delia bergelayutan dilengan kamu." ucap Weni membuka luka lama,membuat butiran air matanya menetes membasahi pipinya.Baru kali ini dia tak bisa menahan emosinya.Semua meluap dengan sendirinya.


"Itu urusan dia bertingkah seperti itu." ucap Noval lirih.


"Tapi kamu gak menolak tingkah dia,kamu malah marah sama aku dan mengiyakan keputusanku tanpa menjelaskan dan mempertimbangkan hubungan kita yang sudah lama kita jalin." jelas Weni masih menangis,(lucu juga sih, Weni yang karakternya berhati kuat bisa menangis juga.)


*


*


*

__ADS_1


*


bersambung,jangan lupa tinggalkan like komen dan vote kalian ya readers.thanks semua.


__ADS_2