
Bery dan Sandra kembali kerumah,setelah lelah jalan-jalan disekitar kampung.Sempat juga mereka berdua menikmati bubur ayam yang biasa Bery beli jika dia pulang.
"Bubur yang tadi kita makan lumayan enak." ucap Sandra berjalan beriringan dengan Bery.
"Ya,dari dulu sudah langganan.aku sama Raina hampir tiap pagi sarapan disitu."
"Oh.... " jawab Sandra ber oh ria.
"Kenapa,jangan berpikiran kalo aku masih menyukai Raina.Itu cuma kenangan masa-masa sekolah,Sekarang aku hanya fokus pada pekerjaan ku saja." kata Bery.
"Oh... "
"Kok dari tadi jawabnya cuma oh,oh... " ujar Bery menghentikan langkah kakinya dan menghadap Sandra.
Kini mereka berdua saling menatap satu sama lain.
"Aku belum berani,masih banyak yang aku pertimbangkan Sandra.Maaf." kata Bery menggenggam tangan Sandra,"Aku butuh waktu menyesuaikan hatiku."imbuhnya.
"Apa aku harus menunggu kamu?" tanya Sandra."Sampai kapan,sampai aku menyerah sendiri atau sampai aku berhenti mencintai kamu."ucap Sandra dengan santai menahan air mata dan emosinya.
"Sandra,kamu lihat keadaan ku."
"Keadaan yang bagaimana maksud kamu,apa karna status sosial kita,atau memang kamu yang gak bisa membalas cintaku?" kali ini Sandra tak bisa membendung kesedihannya,air mata pun jatuh membasahi pipinya.
"Sandra,aku mohon...." Bery tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Oke,aku tahu Bery.Kamu tenang saja,kita lihat sampai kapan aku bisa bertahan." kata Sandra berlari kembali kearah rumah Bery.
****
Saat sampai dirumah,Sandra langsung masuk kekamar.Melewati orang tua Bery yang sedang berbincang.
Tampaknya kedua orang tua Bery bingung,saat melihat Sandra dengan mata yang sembab.
"Ada apa dengan mereka." gumam ibunya Bery."Tadi pergi baik-baik saja, kenapa pulang Sandra menangis dan ini Bery lemas begini."lanjutnya.
"Gak usah melihat Bery seperti itu bu,Bery bisa mengatasi sendiri." kata Bery ketika melihat tatapan ibunya yang meminta penjelasan.
"Ajak Sandra sarapan," ucap ibunya sedikit kecewa.
"Kita sudah sarapan tadi bu,bubur mang Tatang." jawab Bery.
"Bery mandi dulu,bau keringat badan Bery." imbuh Bery seraya berjalan ke kamar mandi.
Satu jam kemudian,ibu Gio mengetuk pintu kamar yang ditempati Sandra.
Tok... tok... "Sandra,apa kamu tidur?" panggil ibunya Bery pelan.
Sandra membuka pintu,"Gak tante,Sandra sedang membaca email dari kantor."
"Ibu mau kepasar tradisional,apa kamu mau menemani ibu?" ajak ibu Bery.
__ADS_1
"Oh,Sandra siap-siap dulu tante." kembali menutup pintu mengganti pakaiannya.
****
Dipasar tradisional,...
"Eh,ibu Gio sudah lama gak mampir." sapa salah satu penjual sayur.
"Baru sempat bu... " jawabnya.
"Ini siapa cantik sekali bu,bukannya ibu cuma punya anak laki-laki ya." ujarnya ingin tahu.
"Oh,calon mantu bu.Pacarnya Bery." jawab ibu Gio menatap Sandra.
"Ibunya masih menganggap gue pacar Bery." batin Sandra.
Sandra dan ibu Gio berjalan menuju tempat penjual ikan,dan daging.
"Sandra,maafin Bery ya.Dia emang begitu anaknya,banyak yang dikhawatirkan." ucap Ibunya Bery tiba-tiba.
"Maksud ibu?" tanya Sandra.
"Mungkin Bery mengkhawatirkan status sosial kalian,yang bedanya itu terlalu jauh.Kamu lihat sendiri keadaan kita seperti apa.Sedang kamu putri dari pemilik rumah sakit tempat Bery bekerja."
"Keluarga Sandra tak pernah memandang orang dari status sosial tante,Bery saja yang gak mau mengenal keluarga Sandra." ucap Sandra.
"Mungkin Bery belum berani,kamu yang sabar ya.Ya sudah kalo begitu kita pulang saja,kebetulan semua sudah dibeli." kata ibu Bery.
Sandra dan ibu Gio kembali kerumah,menggunakan angkutan umum.Padahal ada mobil Bery,tapi ibunya gak mau jadi bahan omongan orang dikampungnya.
****
"Hust....!!" Weni menempelkan telunjuknya dibibir,"Jangan keras-keras suara lu,gak enak kalo ada yang dengar."imbuhnya sambil tengak tengok.
"Memangnya kenapa,ada peraturan yang gak ngebolehin pacaran dikantor?" ujar Raina berbisik.
"Ih,apaan sih lu.Bukan begitu,maksudnya kalo mereka pada tahu gue dijalanan sampe pagi,bisa diketawain gue." ucap Weni.
"Ah masa sih... oiya,Fito ada diruangan gak?" tanya Raina.
"Kurang tahu,tadi sih ada meeting tapi gak tahu udah selesai atau belum." ujar Weni.
"Ya udah,anterin aku yuk." ajak Raina.
"Gue masih banyak kerjaan,dilihat yang lain juga gak enak." ucap Weni.
"Lu gak kasihan sama ibu hamil... "
"Iya deh... yang lagi manja." kata Weni menggandeng lengan Raina.Naik lift menuju lantai dimana ruangan Fito berada.
"Selamat siang bu... " sapa sekertaris Fito.
__ADS_1
"Siang,saya boleh langsung masuk atau nunggu dulu.Takut sedang ada tamu." ucap Raina pada sekertaris Fito.
"Langsung saja boleh bu,didalam cuma ada pak Noval." jawabnya.
"Oke, Terima kasih ya.Eh,lu ikut masuk aja." ucap Raina.
Sekertaris yang sedang duduk didepan meja kerjanya,memperhatikan Weni yang akrab dengan istri bosnya.
Sambil memutar-mutar penanya,"Bukannya dia karyawan dibagian keuangan,sepertinya pernah lihat."batin si sekertaris masih melihat kearah Weni.
"Gak usah Raina,gak enak." ujar Weni,"Dari tadi sekertaris suami lu lihatin gue mulu,gue gak enak."bisik Weni.
"Oh,oke.Ketemu ntar makan siang ya." kata Raina sembari berjalan keruangan suaminya.
Sementara Weni kembali kebagiannya kembali bekerja.
Di ruangannya....
"Weni,darimana saja kamu."tanya manajernya yang super duper juteknya minta ampun.
" Dari ruang HRD bu."jawab Weni,takut sih enggak tapi emang takut sih sama si menejernya.Hihihi...
"Rio bilang melihat kamu didepan ruangan bos,sedang apa kamu disana." si manajer masih menginterogasinya.
"Oh.... itu bu,tadi gak sengaja ketemu istri tuan Fito,dia minta diantar keruangan tuan Fito." jelas Weni,gak mungkin dong dia bilang kalo istri bos sahabatnya.
"Memangnya dia baru kekantor suaminya,minta diantar segala."
"Saya kurang tahu bu,yang saya dengar istrinya sedang hamil muda.Mungkin dia takut jatuh atau kepeleset mungkin." kata Weni asal.
"Ah... sudahlah,kamu kalo bikin alasan gak pernah masuk akal." sarkas manajernya.
Weni celangak celinguk kaya sapi ompong,karna semua rekan kerjanya melihat dia dimarahi sama menejernya.
"Weni... Weni... bisa-bisanya lu pake alasan begitu." ujar Rio.
"Lagian ngapa lu ngadu sih," sarkas Weni.
"Siapa yang ngadu,dia nanya gue ya gue jawab.Lah ang bener kan,lu didepan ruang bos."
"Ya bener,memang ada yang salah."
"Salah dong,bagian kita itu gak ada hubungan langsung dengan bos.Cuma ibu menejer yang harus menemui bos. " kata Rio menjelaskan,karna Weni termasuk karyawan baru diperusahaan Fito.Intinya belum sampe lima tahun bekerja.
"Yo wis... kita lanjut kerja jangan ngobrol terus,ntar ada yang naik darah." ucap Weni membuka password dilayar komputernya dan mulai mengutak-atik nya.
*
**
*
__ADS_1
*
thanks buat semua pembaca setia ceritaku...