RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 16


__ADS_3

"Raina kamu pilih saja yang menurut kamu cocok." ucap tante Dewi saat di butik khusus gaun pengantin.


"Raina terserah sama tante saja." jawab Raina canggung.


"Kalau begitu kamu coba yang ini,menurut tante gaun ini pasti cocok dengan kamu." kata tante Dewi menunjuk ke gaun yang ada didepan Raina.


"Baik tante."


Raina masuk ke ruang ganti,mencoba gaun yang dipilihkan tante Dewi.Dengan anggunnya Raina keluar,dan semua mata tertuju padanya.


Begitu juga Fito yang baru datang,matanya tak berkedip saat Raina keluar dengan gaun warna putih nya.Mulutnya pun agak sedikit menganga.


"Wow... bakal calon istri gue ini." batin Fito.


"Cantik sekali kamu Raina,gimana menurut kamu gaun ini?Apa ada yang mesti diperbaiki atau cocok." ujar tante Dewi.


"Sudah pas kok tante..." jawab Raina.


"Fito jangan bengong aja,sana kamu coba tuxedo nya." ucap maminya saat melihat anak laki-laki nya masih tak berkedip memandang Raina.


"Iya mih. " jawab Fito meminta Seno mendorong kursi rodanya keruang ganti.


"Habis ini kamu mau kemana Raina?" tanya tante Dewi pada Raina.


"Gak kemana-mana tante,memangnya kenapa.Apa masih ada yang harus Raina kerjakan." tanya Raina balik,masih mengenakan gaun pengantinnya.


"Apa gaun nya sudah boleh dilepas tante." lanjutnya


"Jangan dulu,Fito belum selesai kalian foto dulu dong." Ujar mami Fito.


Setelah selesai fitting baju buat besok,Fito mengajak Raina ke kantornya.Ada beberapa kesepakatan yang harus Raina tandatangani.


Sepanjang perjalanan menuju kantor,Raina terdiam tanpa sepatah katapun.Jari jemarinya terus memainkan ponsel warna hitamnya.


"Masih belum move on ternyata." ujar Fito memecah keheningan didalam mobil.


"Maksud kamu apa?" Raina menjawab Fito.


"Itu ponsel kamu belum ganti juga,bukannya itu hadiah dari aku waktu kamu ulang tahun."


"Ini namanya menghargai pemberian orang,aku bisa saja menggantinya bahkan membuangnya kalo mau." ucap Raina kesal,"Tapi aku rasa ngapain juga aku ganti ponsel,buang-buang uang aja.Ini juga masih bisa dipakai,aku itu bukan orang kaya yang kerjaannya menghambur-hamburkan uang."imbuhnya makin kesal.


"Bilang saja,masih belum bisa ngelupain gue." gumam Fito,tapi masih kedengaran Raina.


"Tuan,kita sudah sampai." kata Seno,asisten kepercayaan Fito,menghentikan cekcok diantara tuan dan calon nona mudanya.


"Seno,kenapa kantor banyak sekali karyawan bukannya ini hari sabtu, libur." tanya Fito melihat kondisi kantor dari dalam mobil.


"Mungkin lembur tuan,memangnya ada masalah tuan." ucap Seno lagi.

__ADS_1


"Lagian,berita pernikahan tuan dan nona Raina juga sudah tersebar diseluruh penjuru kantor,tuan." lanjut Seno.


"Iya,tapi tidak ada yang tahu wajah calon istri saya." Fito.


"Jadi bagaimana sekarang." sarkas Raina.


"Seno,berkas yang ada di amplop coklat mana."


"Ini tuan. " Seno memberikan berkas yang sudah disiapkan Fito untuk Raina.


"Ya sudah,kamu jaga diluar.saya bicara dimobil saja." perintah Fito pada Seno,"Ini kamu baca dulu perjanjian pernikahan kita."Fito menyodorkan amplop warna coklat kepada Raina.


Sementara Raina membaca perjanjian,Fito memainkan ponselnya menunggu.


Selang beberapa menit,Raina memberikan berkas itu.


"Apa ada yang mau kamu tambahkan." tanya Fito menerima berkas itu.


"Semua Oke aku setuju,mungkin kamu perlu menambahkan dipoin kedua.Kita harus bisa berpura-pura mesra didepan keluarga, kerabat, atau teman kita.Dengan begitu gak ada yang curiga dengan pernikahan kontrak kita." pinta Raina.


"Oke...aku juga perlu menambahkan poin ke empat.Diantara kita tidak ada yang boleh dekat atau punya hubungan dengan laki-laki lain atau perempuan lain.Bagaimana?"


"Dan satu lagi,ini sangat penting." ujar Raina.


"Apa?"


"Oke,aku deal." kata Fito langsung menandatangani berkas itu setelah menambahkan poin-poin itu.


Diluar,Seno sudah seperti obat nyamuk saja.Menunggu bos nya tak kunjung selesai.


"Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan lama sekali." gerutu Seno diluar.


***


Hotel B disulap sangat megah oleh Wedding Organization yang dipilih keluarga Danu,papi dari Fito.


Raina pikir,acara hanya sederhana antara dua keluarga saja.Kenapa jadi semewah ini,para tamu undangan pun dari kalangan atas semua.


Acara pernikahan yang digelar pun berjalan lancar,tanpa ada kendala.Para tamu undangan sedang menikmati jamuan dihotel B itu.


Sementara,sang mempelai pengantin menyalami tamu yang hadir.


"Kamu bilang acaranya hanya dua keluarga,kenapa malah jadi seperti pasar begini." bisik Raina ditelinga Fito.


"Bukan aku yang membuat acara,tapi orang tua ku.Begitu juga ibu kamu,menginginkan pesta.Dia bilang ini sekali seumur hidup." jawab Fito berbisik pula.


"Aku udah capek sekali ini." rengek Raina kembali duduk di kursi pengantin.Setelah tidak ada tamu yang memberi selamat lagi.


"Sebentar lagi juga selesai,kamu duduk aja dulu." ucap Fito.

__ADS_1


"Huft.... " Raina menghela napas panjang.


Tepat pukul sebelas malam,acara pun selesai.Tampak Raina sedang mengelus-elus betisnya,kecapean.


"Sebaiknya kamu bawa Raina kekamar Fito,lihat dia sudah sangat kelelahan." ucap maminya pada Fito.


"Baik mih,Fito juga pengen cepat-cepat tidur." jawab nya.


"Apa masih pegal kaki kamu sayang?" tanya ibu Raina tiba-tiba.


"Eh,ibu.Raina cuma capek saja kok."


"Raina,selamat ya sayang.Ibu hanya bisa mendoakan mu Semoga kamu bahagia dengan pilihanmu nak," peluk ibu Rani kepada anak perempuannya Raina.


"Ibu,maafkan Raina jika ada salah-salah." tangis Raina tak terbendung lagi.


"Oiya,besok ibu langsung pulang karena ada yang harus ibu kerjakan.Kamu baik-baik sama Fito." ucap ibu Rani lagi.


"Ibu hati-hati telepon Raina kalo sudah sampai."


"Pasti sayang.Kalo begitu ibu pamit pulang sudah ditunggu Weni didepan." pamit nya.


****


"Akh...... " terdengar teriakan yang sangat keras dikamar nomer 202.


"Aduh,berisik sekali kamu." ujar Fito masih memejamkan matanya.


"Kenapa kamu tidur disebelahku." tanya Raina.


"Memangnya ada yang salah,kita suami istri.Kenapa kaget begitu." ujar Fito


"Kita nikahnya cuma kontrak inget itu." sarkas Raina.


"Raina,siapa bilang kita nikahnya cuma kontrak.Penghulu yang kemarin datang itu dari KUA asli,mami yang bawa.Semua rencana kita gagal." kata Fito.


"Apa,jadi orang yang kamu sewa buat jadi penghulu kemana?" tanya Raina.


"Aku juga gak tahu,mungkin orang tua kita curiga kali sama gelagat kita." ujar Fito asal.


"Mati gue!" gumam Raina memukul jidatnya sendiri.


"Terima saja nasib kita." kata Fito bangun dari ranjang dan mencari ponsel.Menghubungi Seno.


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2