RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 21


__ADS_3

Tok... tok... tok...


Pak Seno mengetuk pintu ruangan tuan nya dengan pelan.Mempersilahkan nona mudanya masuk.


"Permisi tuan,nona muda sudah datang." ucap pak Seno dan membawa Raina.


Saat Raina masuk,bos besar yang tak lain adalah eyang dari Fito memandanginya tak berkedip.


"Sepertinya saya pernah melihat kamu,tapi dimana ya?" ujar laki-laki separuh baya yang ada didepannya.


"Selamat siang eyang,kenalkan saya Raina." ucap Raina mengulurkan tangannya,dan menyalami eyang dari suaminya.


"Oh... eyang ingat sekarang,eyang pernah lihat kamu sedang makan ramen sambil menangis.Yup,betul.Dulu eyang panggil kamu gadis ramen." ujar eyang setelah mengingat pertemuan nya dengan Raina.


Dulu,saat bertemu Raina sedang makan ramen sembari menangis.


"Oh,itu dulu eyang sudah lama sekali." jawab Raina tak mau eyang mengungkit masa lalunya yang akan membuat malu.


"Akhirnya kamu bisa move on juga dari laki-laki yang memutuskan hubungannya dengan mu.Sekarang kamu malah menikah dengan cucu eyang yang berandal ini.Sungguh kasihan nasib kamu,nak." ujar eyang begitu akrab dengan Raina.


Fito tersedak saat mendengar obrolan eyang nya dengan Raina.


"Kamu makan kadal,bisa tersedak begitu." umpat eyang nya.


"Eyang harusnya nanya,siapa laki-laki yang putus dengannya." timpal Fito.


"Ah,itu tidak penting." katanya,"tapi boleh kan eyang tahu laki-laki itu,Raina."imbuh nya.


"Dia gak bakal bisa jawab eyang," Fito tersenyum menyeringai pada Raina.


"Siapa bilang aku gak bisa jawab,eyang pengen tahu siapa laki-laki yang tega membuat Raina menangis?" tanya Raina.


"Ya kalau boleh tahu,siapa dia Raina."


"Itu cucu eyang yang berandal itu." jawab Raina menunjuk kearah Fito.


"Oh,jadi kamu menikah sama laki-laki yang sama, yang dulu.Kalian balikan lagi."


"Raina dipaksa menikah sama dia eyang.Padahal dikantor Raina ada laki-laki yang sangat mencintai Raina,tergila-gila sama Raina.Huft... " Raina menghela napas panjang,seakan-akan menyesali menikah dengan Fito.


"Tapi sayang,cintanya hanya untuk Fito eyang." timpal Fito.


"Sudah, sudah kenapa kalian jadi ribut.Eyang senang,yang kamu nikahi gadis ramen bukan mak Lampir itu." lerai eyang.


"Hahahaha... mak lampir,maksud eyang Wulan." ujar Raina tertawa.


"Kamu kenal sama dia?" tanya eyang.


"Ya kenal eyang,perempuan yang membuat Fito terpana dan melepaskan Raina begitu saja." ujar Raina kesal.


"Ya sudah,eyang pulang dulu.Fito bekerja yang rajin,dan jaga keluarga kamu.Cek kondisi papi kamu,jangan lupa cek selalu kesehatan nya." ujar eyang sebelum meninggalkan perusahaan.


"Maksud eyang apa?" gumam Fito dalam hati.


****

__ADS_1


"Raina,apa kamu tahu maksud eyang barusan." tanya Fito masih memikirkan nya.


"Mana aku tahu,tanya dong sama papi kamu." jawab Raina asal.


"Fani,tolong datang keruangan saya sekarang." ucap Fito pada sekertaris nya lewat telepon paralel.


Beberapa menit kemudian,Fani masuk dan menunduk hormat pada Raina.


"Fani,bereskan berkas yang sudah saya tandatangani.Saya pulang lebih awal hari ini." perintahnya


"Baik tuan." jawab Fani segera membereskan berkas yang berserakan diatas meja.


"Pulang awal ada acara apa?" tanya Raina menatap Fito.


"Katanya suruh nanya sendiri sama papi," jawabnya menjatuhkan bokongnya disamping Raina.


"Aku mau kerumah sakit,nanya langsung saja ke dokter pribadi papi." lanjut Fito.


"Fani,kesini sebentar." pinta Fito,"Kenalkan ini Raina,istri saya."imbuh Fito memperkenalkan Raina.


"Halo, Raina." kata Raina mengulurkan tangannya


"Fani." jawabnya senyum,"Sopan sekali nona Raina beda dengan pacar tuan Fito dulu."batin nya.


"Ayo,kita pulang." ajak Fito menggandeng tangan Raina.


"Fito,aku ini ijin makan siang bukan pulang awal.Nanti bisa dipecat lagi,dan lepasin tangan aku."


"Raina,ingat perjanjian nomer 2." ucap Fito mengingatkan.


"Iya.. iya... "


Sandra,gue gak bisa balik kantor lagi nih.tolong izinin gue ya.


Raina mengirim pesan pada Sandra,rekan kerja nya.


"Raina,kamu ikut aku ke rumah sakit." kata Fito didalam lift,kebetulan lift kosong hanya mereka bertiga.


"Mau ngapain aku ikut,kan kamu yang terapi.Biasanya juga sama pak Seno."


"Sekalian kontrol rahim kamu,apakah sudah siap hamil." ujar Fito.


"Gak usah ngelawak,gak lucu." jawab Raina,


"Siapa yang ngelawak,ini pesan eyang sebelum pergi tadi" Fito makin menggodanya


"Serius kamu Fito,jangan bohong.Aku gak mau hamil dengan status pernikahan yang gak jelas."


Pintu lift terbuka,Fito masih menggandeng tangan Raina.Diikuti pak Seno dibelakang.


Di loby kantor,Fito berhenti sejenak tepat didepan resepsionis.


"Em... kalian berdua.Perkenalkan ini Raina,istri saya." ucap Fito.


Sontak kedua karyawannya kaget,takut karir nya berhenti saat itu juga.

__ADS_1


"Selamat siang nona Raina... " sapa keduanya.


"Siang... selamat bekerja." balas Raina."Ayok,katanya mau kemana."imbuh Raina berbisik seraya mencubit pinggang Fito.


"Untung saja istrinya gak seperti pacarnya dulu." ucap salah satu dari resepsionis itu.


"Iya benar,bisa-bisa kita dipecat sama dia.Kalo yang ini sopan. " kata yang lainnya.


****


Mobil berhenti didepan pintu masuk rumah sakit,setelah satu jam perjalanan.Pak Seno membukakan pintu mobil untuk tuan dan nona mudanya.


"Ini udah gak dikantor,aku bisa jalan sendiri." ucap Raina melepaskan tangannya dari genggaman Fito.


"Oh iya lupa,tapi gak ada salahnya kan kita suami istri beneran." ujar Fito kembali menggandeng tangan Raina.


"Ih... maunya." ucap Raina kesal.


"Mau kamu juga kali,dulu siapa yang ditinggal nangis-nangis." ledek Fito.


"Ih... berisik sekali,mulutnya kayak perempuan aja." kata Raina pasrah.


Fito mengajak Raina menemui dokter pribadinya,setelah itu menemui dokter papinya.


Dan,sekarang Fito membawa Raina ke ruangan dokter kandungan.


"Fito,kamu serius mau kedalam." ujar Raina berhenti didepan ruangan dokter Sari,spesialis kandungan.


"Masa aku bohong sih,ini semua permintaan keluarga ku.Mereka ingin cepat punya cucu." ujar Fito tersenyum.


"Aku gak mau,kamu aja masuk sendiri sana." kata Raina.


"Ayo... gak usah takut." tarik Fito langsung menerobos ruangan dokter Sari.


"Selamat datang Fito.... " sapa dokter Sari memeluk Fito bahkan mencium pipi kanan kiri Fito.


"Dokter kok begini,gak lihat di sampingnya siapa." ujar Raina dalam hati kesal.


"Hai,Sari apa kabar?Lama gak ketemu,gimana paris."


kata Fito.


"Baik,siapa ini yang mau periksa." tanya nya lagi.


"Gak ada,aku kangen sama kamu.Kemarin dengar kamu praktek dirumah sakit ini,jadi sekalian aja."


"Oh,dasar gombal." kata Sari.


"Ya sudah kalo begitu,aku pulang dulu.Kalo ada waktu main lah kerumah,pasti mami sama Fita senang bertemu kamu." pamit Fito.


*


*


*

__ADS_1


*


Apa yang ada dipikiran Raina????


__ADS_2