RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 80


__ADS_3

Saking bahagianya,Weni menghubungi kedua sahabatnya digrup mereka.Mereka berdua,Raina dan juga Sandra ikut terharu dan bahagia mendengar kabar dari Weni.


"Apa Noval sudah tahu."tanya Raina dari ujung teleponnya.


"Belum,gue terlanjur kesal sama dia."jawab Weni.


"Lu salah Wen,harusnya yang lu kasih tahu pertama itu dia bukan kita.Pasti kalo Noval tahu belakangan dia kecewa sama lu,bisa juga marah sama lu."kata Sandra


"Lebih baik lu kasih tahu dia,biar lu lagi marah tetep lu kasih tahu."imbuh Raina.


"Tapi dia udah jalan kekantor gimana gue kasih tahu."jawab Weni


"Lu kan bisa foto itu tespack dan kirim ke Noval,gue yakin pasti dia seneng banget."kata Raina.


"Oke,kalo begitu gue tutup dulu ya.Gue kirim ke Noval sekarang."kata Weni menutup sambungan teleponnya dengan kedua sahabatnya.


Kemudian,Weni masuk kamar mandi mengambil alat kehamilan dilaci.Dengan ponsel warna hitamnya,Weni mengambil dari sudut yang sangat jelas memperlihatkan dua garis merahnya.


Mengirimkan foto itu ke Noval,dengan gambar emoticon senyuman bahagia,dan menangis.


**


Dikantor....Noval dan Fito beserta para staf perusahaan sedang meeting.Tak sempat Noval membuka chat dari Weni.


Ponselnya pun ditinggal diruangan kerjanya.


Sementara Weni menunggu kabar bahagia dari Noval,lama,lama sekali.


"Jangan salahin gue kalo lu terlambat tahu kabar ini."gumam Weni seraya melepas semua baju yang menempel ditubuhnya,dan mulai aktifitas mandinya.


Setelah beberapa menit,Weni keluar dan mengenakan pakaian.Menyaut tas selempangnya,berjalan keluar kamar.


(skip)


Mami mertuanya sudah menunggu Weni dibawah,bagian resepsionis.


"Lama ya mih,"ucap Weni saat keluar dari lift.


"Ngapain aja memangnya,"kata maminya


"Tadi kasih tahu Noval dulu."ucap Weni seraya menggandeng lengan mami mertuanya.


Supir sudah membukakan pintu untuk nyonya dan nona mudanya.Didalam sudah ada bibik yang menemani mami belanja.


Dengan kecepatan standart,pak supir melajukan mobil dijalan yang padat merayap.


Mungkin butuh satu jam untuk sampai di swalayan yang dituju maminya.


"Mih,susu buat kehamilan yang bagus apa ya"tanya Weni setelah sampai di swalayan.


Mami mertuanya kaget,"Apa kamu bilang,susu apa tadi..."


"Susu hamil."jawab Weni

__ADS_1


"Kamu hamil sayang?"tanya maminya


"Iya mih,tadi pagi Weni cek pake tespack terus ada dua garis."ujar Weni.


"Bener...arrgghhh....mami seneng banget,akhirnya mami punya cucu."kata mami memeluk dan menciumi menantunya.


"Apa orang tua kamu sudah tahu?"imbuhnya.


"Belum mih,Weni jadi lupa."elak Weni,padahal Weni sangat malu memberitahu orang tuanya.Dulu dia sempat menjelek-jelekan Noval.


"Nanti mih,kita belanja dulu."kata Weni.


"Oke,jangan lupa ya."


***


Dua jam Weni menemani mertuanya belanja bulanan,begitu juga Weni belanja semua kebutuhan untuk ibu hamil.Semua dipilih mami mertuanya,katanya asupan ibu hamil harus banyak.


"Sekarang kita makan dulu sebelum pulang."kata maminya


"Iya mih,Weni sudah laper,kita makan dimana mih."tanya Weni


"Kamu pengen makan apa,atau baby nya pengen makan apa?"tanya maminya.


"Apa aja mih,yang penting makan.Sepertinya Weni gak ngerasain kalo lagi hamil,apa aja dimakan.Yang berubah kayaknya badan Weni yang gendut mih."jelas Weni


"Bagus kalo begitu,ayok kita makan bebek goreng aja."ajak maminya,"Pelan-pelan jalannya,ingat jangan pake higheels selama hamil,jangan lupa segera periksa ke dokter."nasihat maminya.


***


Sore hari,Weni sudah berada di rumah membaca majalah dibalkon rumahnya.Menikmati suasana kota ditemani secangkir teh manis dan kue.


Sore itu begitu cerah,suasana hati Weni pun bahagia.Menunggu Noval,ingin melihat reaksi bahagianya.


Dilihatnya jam ditangan sebelah kirinya,sudah menunjuk pukul lima,Noval belum juga sampai.Oh,mungkin lembur perkiraan Weni.


Selang beberapa menit,Noval membuka pintu dan masuk kerumah.Mengawasi seisi ruangan,mencari keberadaan Weni.


Berjalan kearah balkon,mendapati Weni yang tertidur pulas disofa.Mungkin karena anginnya Sepoi-sepoi membuatnya ngantuk.Ditambah lagi,mungkin bawaan si baby jadi hawanya ngantuk terus.


"Akhir-akhir ini kenapa dia kerjaannya tidur terus ya."ucap Noval lirih seraya memandangi wajah manis istrinya.


"Wajahnya pun terlihat lebih cantik,putih bersih."imbuhnya.


"Apa gue yang kurang perhatian selama ini,gue sibuk kerja gak perhatiin istri.Jalan berdua pun jarang,apa ini semua yang bikin kita sering berantem."lanjutnya sambil berdiri,lalu berjalan masuk kekamar dan melanjutkan aktifitasnya membersihkan keringat yang menempel ditubuhnya.


Malam hari...


Noval terbangun dan pergi ke dapur meneguk segelas air putih.Matanya terfokus pada kardus susu dipojok sebelah kanannya.Dengan teliti,dibacanya kardus susu yang bertuliskan susu hamil.


"Apa dia begitu terobsesinya,sampai dia minum susu beginian."ucap Noval membolak-balik kardus susu itu


"Ini gara-gara lu sih,"imbuh Noval seraya menunjuk kearah juniornya.

__ADS_1


Kembali Noval masuk kekamar,membelai rambut Weni dan mengecup keningnya.


***


Saat sarapan,Noval terus menatap Weni yang sedang asyik minum segelas susu.


"Kamu minum apa?"tanya Noval


"Susu,memangnya kamu gak lihat."jawab Weni


"Iya aku tahu itu susu,maksudnya susu apa,buat apa?"tanya Noval lagi.


"Ini susu hamil,mami yang pilihin kemarin.Masa kamu gak tahu susu hamil ya buat orang hamil lah."jawab Weni santai.


"Maksudnya,kamu hamil?"tanya Noval dengan gagap.


"Mana handphone kamu."sarkas Weni.


"Buat apaan?"kata Noval seraya menyerahkan handphonenya pada Weni.Dan dibukalah chat dari nya.


"Ya jelas aja kamu gak tahu,gak baca pesan aku,ternyata kontak istrimu sendiri disematkan,diarsipin maksudnya apa coba."ucap Weni marah sambil memperlihatkan pesan gambar yang dikirimnya kemarin.


Noval tercengang menatap gambar dilayar ponselnya,gambar tespack dengan dua garis merah.


"Tapi aneh, sekertaris nya kirim pesan selalu dibaca bahkan dibalas."ujar Weni masih membaca chat suaminya dengan sekertaris nya,walaupun itu hanya urusan kerjaan.


"Itu urusan kerjaan beda."jawab Noval dalam hatinya senang sekali akhirnya Weni hamil juga.


"Oh,jadi kalo nanti ada apa-apa dengan aku,jangan salahin aku kalo gak kasih kabar ke kamu,percuma kirim pesan gak dibaca dibukapun enggak."kata Weni beranjak dari duduknya dan pergi ke dapur.


"Wen...Weni..."panggil Noval dengan teriak,karena tidak dijawab Noval pun menghampirinya didapur.


"Wen,apa kamu sudah periksa ke dokter."tanya Noval


"Sudah siang,lebih baik kamu berangkat.Apa gak dengar dari tadi ponselmu bunyi."kata Weni seraya mencuci piring bekas sarapannya.


"Urusan periksa ke dokter,kamu gak perlu khawatir aku bisa sendiri."imbuhnya.


"Gak bisa begitu dong,aku kan suami kamu Pasti dokter nanya suaminya mana."ucap Noval.


"Gampang,tinggal jawab aja sibuk kerja."jawab Weni, sebenernya Weni gak sedang marah.Hanya ingin memberi pelajaran sama Noval,bisa-bisanya kontak istrinya diarsipin.


*


*


*


*


*


terima kasih pembaca setia cerita aku,maaf kalo alurnya acak-acakan

__ADS_1


__ADS_2