
Siang hari yang begitu panas,membuat baby eL rewel sekali.Mungkin kegerahan padahal AC kamar dan ruangan selalu on ga pernah mati.Hawa nya seperti mau hujan lebat,angin sudah bertiup kencang melambai-lambai.
Ting...tong....
Terdengar bel pintu berbunyi,segera bik Inah membukanya.Ternyata Raina dan juga Sandra,menjenguk Weni.
"Siang bik,boleh kita masuk?"sapa Raina sopan,dia sudah kenal dengan bik Inah.
"Masuk non Raina,non Sandra."bik Inah yang sudah separuh baya mempersilahkan kedua sahabat Weni masuk.
Langsung membawanya kedalam kamar nona mudanya.
"Hai Wen...sorry kita baru sempet main."ujar Sandra.
"Huft...padahal udah gue tungguin dari kemaren tahu."jawab Weni seraya memeluk kedua sahabatnya.
"Gimana baby eL,gak rewel kan."tanya Raina.
"Kemaren belum rewel,tapi hari ini dari bangun dia rewelnya minta ampun.Mungkin kegerahan kali ya."ujar Weni
"Kangen kali sama papa nya."ledek Raina.
"Baru juga berangkat udah kangen aja,gue aja gak."jawab Weni.
"Lah kalo lu mah udah ketahuan mati rasa sama Noval.Iya kan,jujur deh sama gue."kata Raina lagi.
"Hah...apa kata nak Raina?mati rasa?"tiba-tiba ibunya Weni masuk kekamar membawa minuman dan cemilan,kebetulan pintu kamar terbuka jadi tanpa permisi ibunya langsung masuk.Dan kaget mendengar celetukkan Raina.
"Jangan dengerin Raina bu,Biasa ga ada bahan becandaan dia."ucap Weni
"Iya tante,Raina cuma bercanda.Ya kali Weni mati rasa gak mungkin ada baby eL."kata Raina seraya senyum manis pada ibu Weni.
"Ya sudah kalo begitu,silahkan diminum."kata ibu Weni, lalu meninggalkan Raina dan Sandra dengan Weni.
" Haduh... pasti gue diinterogasi kalo kalian berdua balik."ucap Weni.
"Masa ibu lu segitunya. " tanya Sandra.
"Ya, ibu lagi marah banget sama Noval.Kejadian kemaren belum lupa, eh dia malah pergi dinas."
"Noval pergi juga karna kerjaan kan, bukan yang lain." ledek Raina.
"Tapi waktunya ga tepat mungkin menurut ibu gue."
"Noval begitu juga karna terpengaruh omongan lu, Wen." ujar Raina
"Maksud lu." tanya Weni.
"Ya setahu gue,Noval sering curhat masalah status dia dikantor Fito." ujar Raina.
"Ngomong yang jelas deh, gue gak ngerti."
"Jadi setiap lu sama Noval bertengkar,lu selalu ngebandingin Noval sama Joe, mantan lu yang Bos besar, direktur itu. "
"Kapan gue pacaran sama Joe, Rain."
"ya pokoknya deket lah, hubungan tanpa status."
"Nah, dari situ Noval begitu rajin, sampai Fito memberikan proyek yang sekarang sedang Noval kerjakan. Kalo berhasil anak cabang perusahaan direkturnya sudah jelas Noval." jelas Raina,
"..... " Bengong, merasa bersalah.
__ADS_1
"Eh... dia bengong. " kata Sandra. "Makanya jangan suka membanding-bandingkan suami dengan laki-laki lain. sudah pasti dia cemburu," imbuhnya.
"Noval memang pendiem sekarang ini, banyak yang dipikirkan mungkin." ujar Raina senyum.
"Pendiem apanya, dia itu kalo sudah emosi Hi... bikin kesel."ucap Weni
" Gue juga bukan manusia sempurna,gue masih punya perasaan. Noval berapa kali mengkhianati gue."lanjutnya.
"Sepertinya perlu diralat, yang gue tahu Noval gak begitu. Dia hanya tertutup sama lu,dia setia kok." bela Raina.
"Ih... ngebelain terus," sarkas Weni.
"Ya emang kenyataannya begitu, Noval kan selalu curhat ke gue atau Fito." ujar Raina.
"Iya deh, "
Setelah membahas Noval, mereka berganti topik obrolan.Hingga hari menjadi sore, Raina dan Sandra pamit pulang.
***
Diruang keluarga.
"Ayah mana bu.?" tanya Weni setelah mengantar kedua sahabatnya.
"Ayahmu pulang duluan,ga betah dia kalo cuma diam saja ga kerja." jawab ibunya, "bayi kamu tidur." imbuhnya.
"iya bu, eL tidur."
"Weni, apa kamu selama ini gak bahagia,"
"Ibu kok nanya nya begitu,"
"Ibu masih kepikiran yang Raina bilang tadi."
"Iya tapi setelah kecelakaan kemaren, ibu sangat kesal dan jengkel sama Noval." ujar ibunya
"Pasti ada hikmahnya bu, lagian Weni juga salah.Weni selalu saja memancing emosi Noval." berusaha membela Noval.
"Ya... pokoknya kalo sekali lagi kalian bertengkar ibu bawa kamu dan juga eL pulang.Gak perlu disini." sarkas ibu Weni,
"Bu, jangan keras-keras nanti bik Inah denger."
"Memangnya kenapa, dia mau mengadu sama nyonya besarnya atau sama tuan mudanya." tambah kesal.
"Bukan begitu bu,gak enak aja."
"Kamu sama bik Inah saja bisa gak enakkan." ujar ibunya beranjak dari duduknya.
"Oiya, kapan Noval pulang?" tanya ibunya menghentikan langkahnya.
"Weni belum tahu bu."
"Setelah suamimu kembali, ibu pamit pulang lagian kamu sudah ada bik Inah yang bantu-bantu."
"Kok ibu begitu sih, Weni masih pengen ditemani ibu lho."
"Tapi ibu gak mau kelamaan disini, perasaan ibu gak enak."
".... " Weni hanya diam.
***
__ADS_1
Sementara diluar kota, Fito dan Noval beserta asisten mereka menemui kliennya. Membahas semua masalah yang sedang dihadapi,rumit.Hampir lima jam mereka berada di ruangan meeting.Hasilnya malah mengecewakan.
"Huft.... sorry ya Fit, gue gak bisa menanganinya." ujar Noval sangat menyesal.
"Gak papa, belum rezeki kita." jawab Fito menepuk bahu Noval.Keluar ruangan setelah berjam-jam didalam.
"Gagal lagi," batin Noval.
"Belum saatnya Val, lu jelasin aja ke istri lu. Kerja itu gak instan langsung jadi bos." ujar Fito
"Dia gak tahu kok Fit,tujuan kita kesini."
"Mungkin sekarang sudah tahu, karna Raina kerumah lu."
"Waduh... apa Raina bakal cerita Fit."
"Ya jelas, mulut perempuan itu kalo gak gosip gak enak."
"Ya udahlah,"
"Ayok, kita pulang." ajak Fito
****
Malam sudah larut,sekitar pukul dia bekas malam tepat Noval sampai dirumah.Membuka pintu kamar dan melihat Weni sedang mengASIhi baby eL.Wajahnya terlihat lelah,mungkin kurang tidur.
"Sudah pulang aja, gimana hasilnya." Weni langsung to the point,
"Aku capek mau istirahat." jawab Noval
"Tinggal jawab aja apa susahnya, gimana berhasil apa tidak."
"Menurut kamu, dengan muka aku yang begini mau hasil yang bagaimana.Lagian aku juga yakin kamu sudah tahu." sarkas Noval.
"Ya aku sudah tahu,dari Raina."
"Kalo sudah tahu ngapain kamu nanya lagi." sudah mulai emosi.
"Aku pengen denger langsung aja dari kamu."
"Apa gunanya buat kamu,"
"Aku kan cuma nanya, kenapa kamu sewot begitu."
"Ya semua gagal,aku gak bisa jadi direktur seperti yang kamu mimpikan.Gak bisa jadi seperti mantan kamu itu."
"Siapa mantan aku?" kali ini Weni meninggikan nada bicaranya hingga terdengar dari luar.
Ibu dan juga bikin Inah sampai terbangun dan keluar dari kamarnya.
"Siapa lagi kalo bukan Joe,"
"Joe kamu bilang, kapan aku ada hubungan sama dia,hah!" makin keras.
"Mana aku tahu. " jawab Noval lirih, mengacak-acak rambutnya.
*
*
*
__ADS_1
*