
Saat istirahat,Raina bergegas pergi kestasiun.Harus buru-buru karena jam makan siang hanya satu jam tidak bisa lebih.
"Raina!" panggil Bagas dari mobilnya.
"Eh,pak Bagas ada apa yah?" Raina balik nanya.
"Mau kemana,saya antar." ucap Bagas menawarkan diri.
"Tidak usah pak,Terima kasih."
"Ada yang ingin saya tanyakan ke kamu," kata Bagas menghentikan mobilnya yang berjalan lambat mengikuti langkah Raina.
Lalu membukakan pintu mobil untuk Raina.
"Saya mau ke stasiun pak,kalau ada yang penting nanti saja dikantor pak.Saya sedang buru-buru."
"Ya sudah,sekalian saya antar saja." Bagas terus memaksa,sehingga mau tak mau Raina masuk ke mobil.
Didalam mobil....
"Tadi pak Bagas mau nanya apa ke saya?" tanya Raina.
"Begini Raina,saya dengar Fito kecelakaan."
"Kenapa pak Bagas nanya ke saya?" kata Raina sedikit kesal.Sejak kejadian Wulan datang melabraknya,Raina begitu membenci Bagas.
"Ya,saya pikir kamu pasti tahu dia kan mantan terindah kamu." ledek Bagas menyeringai.
"Ya memang,bahkan kalo jodoh dia bakal jadi suami saya." sarkas Raina.
"Raina... Raina... " ucap Bagas seakan-akan mengejeknya.
"Maaf pak,saya turun disini saja."kata Raina keluar dari mobil Bagas saat lampu lalu lintas merah menyala.
" Eh... Raina, tunggu."teriak Bagas,tapi Raina tetap berjalan tak menghiraukan.
****
"Ibu,Raina mau tanya siapa yang menghubungi ibu untuk datang kesini." kata Raina.
"Kemarin ibu ditelepon sama mami nya Fito,katanya ada yang mau mereka bicarakan." jawab ibu nya masih sibuk didapur.
Ceklek.. (anggap saja suara pintu dibuka)
"Eh,ada tante Rani." ucap Weni saat masuk kedalam rumah.
"Weni baru pulang?" jawab ibunya Raina.
"Sebentar ya bu,ada yang mau Raina bicarakan sama Weni.Ayo Wen,kekamar lu aja." ajak Raina menggandeng tangan Weni.
"Ada apaan Rain." bisik Weni.
"Udah dikamar aja ngomong nya." seret Raina.
Dikamar Weni...
"Lu tau Wen,mami nya Fito menghubungi Ibu gue.Mereka bilang ada yang mau dibicarakan." kata Raina.
"Apa? gila mereka."
"Oiya Wen,seandainya nih ibu gue nerima lamaran mereka,lu jangan sampai keceplosan masalah kontrak itu ya."
__ADS_1
"Beres,lu tenang aja."
"Pasti ibu gue bakal sedih banget kalo tahu yang sebenernya.Lagian gue kan belum kasih jawaban ke mereka,"
"Ya ini taktik mereka,pasti ibu lu gak bakal nolak."
Tok... tok...
"Raina,Weni.... kalian sedang membicarakan apa?" teriak ibunya Raina dari balik pintu kamar.
"Gak ada bu,urusan kantor." Raina balik meneriaki ibunya.
"Ayo cepat kalian keluar,kita makan dulu." lanjut ibunya.
"Baik bu." jawab Raina seraya membuka pintu kamar Weni.
Di meja makan,sudah ada Raina,Weni dan juga ibunya Raina.Tampak tenang,tak ada suara apapun.
Hingga semua selesai makan.
"Ibu heran Rain,ada apa yah orangtua Fito menghubungi ibu.Setahu ibu,kamu sama Fito kan sudah putus ya." ujar ibu nya.
"Mereka berdua balikan lagi tante." celetuk Weni.
"Apaan sih,jangan dengerin Weni bu." ucap Raina.
"Apa bener Rain," tanya ibunya.
****
Malam hari,benar saja kedua orang tua Fito tiba-tiba datang kerumah.Raina pusing bukan main,memikirkan apa yang harus dijawab saat mereka saling melontarkan pertanyaan.
"Terima kasih banyak." jawab kedua orang tua Fito.
Mereka semua duduk manis diruang tamu yang tak bersekat.Kedua orang tua Fito terlihat mematung,demikian juga dengan Raina dan ibunya.
"Emm.... kedatangan kami kesini dengan maksud ingin melamar Raina untuk Fito anak kami." kata papi nya Fito memulai perbincangan.
Uhuk... uhuk... Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja Raina tersedak.Mendengar papi nya Fito begitu terus terang tanpa basa basi dahulu.
"Kalau pendapat saya terserah pada Raina,karena dia yang akan menjalani bukan saya." jawab ibunya.
"Bagaimana Raina sayang,apa kamu menerima lamaran kami?" tanya tante Dewi.
"Emm.... " Raina menggaruk-garuk kepalanya yang gak gatal."Apa harus secepat ini tante,"imbuh Raina.
"Ya,kamu sudah tahu permasalahnnya bukan.Kalau kamu setuju,dua hari lagi langsung menikah." ujar om Danu.
"Ibu terserah kamu saja Raina." kata nya.
"Baiklah om,tante,Raina Terima lamaran Fito." jawab Raina tanpa sedikitpun keraguan.
"Raina,tante senang sekali.terima kasih banyak sayang." kata tante Dewi.
"Baik kalau begitu kita pamit,Raina Terima kasih banyak.Besok om tunggu dirumah,akan banyak sekali persiapannya." pamit om Danu.
"Baik om." ucap Raina seraya mengulurkan tangannya menjabat tangan om Danu.
Setelah kedua orang tua Fito pamit pulang,Raina kembali duduk sambil menonton televisi.Disamping sudah ada Weni.
"Cie... cie... yang dua hari lagi melepas masa lajangnya." ledek Weni.
__ADS_1
"Apaan sih lu,gak tahu apa gue sendiri lagi pusing." jawab Raina.
"Lho kamu sendiri yang menerima lamaran mereka,kenapa sekarang bilang pusing." kata ibunya menghampiri Raina dan Weni.
"Bener tuh apa kata tante,kenapa lamarannya diterima kalo belum siap." ujar Weni.
"Au ah... gelap." jawab Raina.
"Tuan putri mah tinggal duduk manis aja,pasti segala sesuatu nya sudah dipersiapkan." Weni kembali meledek Raina.
***
Hari ini sudah hari jumat,kalau yang dibilang om Danu pernikahan dua hari lagi berarti hari minggu.Tidak mungkin juga Raina mengajukan cuti mendadak atau cuti pernikahan.Yang ada kantor akan heboh.
"Haduh... pusing gue." ucap Raina mengutak-atik keyboard didepannya.
"Kenapa lu Rain?" tanya Sandra.
"Ga papa,capek aja." jawab Raina,"oiya San,kalo mau ngajuin cuti itu gampang apa susah ya."lanjut Raina.
"Gampang gampang susah sih,emangnya lu mau kemana."
"Em... ada deh," ujar Raina.
Ponsel Raina bergetar keras diatas meja kerjanya.Sebuah pesan masuk dari tante Dewi.
Raina,tante tunggu di butik besok pagi.
"Siapa Raina,kok muka lu kusut begitu." tanya Sandra yang suka kepo.
"Calon mertua." Raina.
"Apa??? Lu bilang masih jomblo." teriak Sandra.
"Hush... jangan keras-keras suaranya." Raina kesal.
"Oke... Oke...Siapa?"
"Apanya yang siapa?" Raina balik nanya.
"Cowok lu... "
"Balik lagi sama mantan." jawab Raina terus terang karena bagi Raina Sandra seperti Weni,sahabatnya.
"Wow... gila lu... "
"Gue kasih tahu lu,besok hari minggu lu datang ke hotel B ke acara pernikahan gue.Tapi ingat jangan sampai ada yang tahu." kata Raina.
"O... o... o... Raina.. " ujar Sandra sedikit terkejut, "Pantas aja ada yang nanyain cuti." imbuhnya.
"Ingat ya San,pernikahan gue ini tertutup. Jadi jangan sampai orang kantor tahu apalagi bos kita itu.Bisa-bisa dia.... " belum selesai,Bagas sudah ada dibelakang Raina.
"Ehem... ehem.... Kalian tidak ada kerjaan,dari tadi saya perhatikan kalian berdua ngobrol terus.Mau saya pecat." sarkas Bagas.
*
*
*
*
__ADS_1