
Malam hari,suasana begitu sunyi,sepi Hanya terdengar suara serangga di belakang rumah Weni.
"Grrhhg... " Noval menggeliat kedinginan,karna disaat itu juga hujan mengguyur begitu deras.
Angin bertiup kencang,membuat Noval,ayah dan ibu mertuanya masuk kedalam rumah.
"Cuaca sekarang tidak menentu ya nak Noval." kata ibu mertuanya.
"Iya benar mah,kadang panas,hujan,mendung,angin."
"Apa Weni sudah tidur nak." tanya ayahnya.
"Sepertinya belum,sebentar Noval panggil dulu." kata Noval berjalan ke kamarnya.
Setelah lima menit,Weni dan juga Noval duduk berhadapan dengan kedua orang tua Weni.
"Ada apa yah." tanya Weni.
"Ayah perhatiin,kamu selama dirumah cuek.... sekali sama suami mu." ujar ayahnya tanpa basa basi.
"Maksud ayah,apa?" jawab Weni.
"Kalian gak ada mesra-mesranya,kalah sama ayah." ucapnya lagi.
"Memangnya kalo kita mesra-mesraan mesti didepan ayah,gitu." kata Weni.
"Kalo kalian sedikit sedikit berantem,sedikit, sedikit diem-dieman,kapan kalian kasih kita cucu." ujar ayahnya yang menyadari kalo anaknya sedang tidak baik-baik saja dengan suaminya.
Padahal Noval sendiri biasa saja,hanya perasaan Weni saja yang terlalu baper.
"Ayah to the point banget ngomongnya." ucap Weni malu.
"Em,ayah... mamah... sekalian kita ngumpul,Noval pamit,besok harus sudah pulang.Karna lusa Noval sudah aktif kekantor yah.Untuk masalah cucu,saya mohon do'anya saja.semoga cepat." kata Noval berpamitan dengan kedua mertuanya.
"Iya pasti nak Noval, mamah selalu mendo'akan kalian." sambung ibu mertuanya.
"Terima kasih mah." kata Noval.
"Sepertinya sudah malam,kalian harus istirahat buat perjalanan besok." kata ibu mertuanya.
"Ya udah mah,Weni tidur dulu ya." beranjak dari duduknya diikuti Noval."Permisi mah,ayah."imbuh Noval.
***
Dikamar...
__ADS_1
Weni dan Noval saling melempar pandangan,menatap tajam bola mata tanpa berkedip.
"Perasaan baru kemaren sampai rumah." kata Weni
"Kamu masih mau tinggal?" tanya Noval.
"..... " diam.
"Kalo masih mau tinggal,gpp besok aku sendiri yang pulang." kata Noval menarik selimut,menutupi sebagian tubuhnya.
"Gak ah... " jawab Weni,perasaannya masih cemburu dengan Diana,teman kantornya.Weni pun mengenalnya,dia primadona dikantor.Siapapun pasti akan terpesona melihatnya. Cantik,elegan,sopan.
"Kenapa? bukannya kamu belum ketemu Bayu? Ntar nyesel lho." ledek Noval membelakangi punggung Weni.
"Gak usah mulai." sarkas Weni.
"Kalo gak salah denger, istri Bayu itu meninggal saat melahirkan anak mereka.Dan,aku denger juga dia mencari tahu soal kamu,Apa mungkin dia mengharapkan kamu kembali dan menjadi ibu sambung buat anaknya." cerita Noval sedikit menusuk hatinya.
"Jangan ngaco." kata Weni,dalam hatinya dia sudah tahu cerita itu dari mamah nya.
"Siapa tahu,kamu juga mengharap begitu.Kamu kan pengen banget punya anak,kamu gak sabar sama aku." kali ini Noval terdengar serius.
"Noval,apa kamu selama ini memandang aku seperti itu?perempuan gampangan yang gak menghargai cinta." kata Weni.
"Dulu,aku terima kamu jadi pacar aku aja lama.Terus,kamu selingkuh membuat aku trauma pacaran." lanjutnya,"Aku gak segampang menerima laki-laki begitu saja,semua harus dipertimbangkan.Aku balik sama kamu lagi aja,lama banget.Masa kamu gak bisa melihat itu semua."
"Noval,bisa gak pelankan suara kamu.Ayah aja sudah curiga kalo kita berantem terus." ucap Weni lirih.
"Oke,aku mau tanya sama kamu.Sebenarnya yang paling mendasari masalah kita itu apa sih,Anak? atau aku yang kurang sehat,membuat kamu marah?" ujar Noval bangun dan duduk memandangi tubuh Weni.
"Noval." kata Weni berbalik badan dan menatap mata Noval yang sedikit berair.
Noval meluapkan semua unek-uneknya selama ini.
"Yah,masalah kita hanya satu,anak." ucap Weni,"bukan hanya itu,kamu selalu menghindari aku baik dirumah,ditempat umum, dikantor,bahkan dirumah Raina.Kamu anggap apa aku ini,Val."Weni menitikkan air matanya di kedua pipinya.
"Aku menghindar karna aku gak mau membuat kamu sedih,pasti orang-orang selalu nanya sama kamu,kapan punya momongan,kalian udah lama menikah lho,dan ini itu mereka semua tanyakan."
"Aku bisa jawab semua itu,tapi aku gak habis pikir.dirumahpun kamu menghindari aku,lembur tiap hari,pulang malam bahkan sering sekali kamu menginap dirumah mami.Apa yang mami sama mereka pikirkan coba."
"Oke,aku minta maaf.Aku hanya takut kamu kecewa kalo denger aku kurang sehat, aku lebih takut lagi kalo kamu sedih." Noval pun tak bisa membendung air matanya,sedikit-sedikit menetes juga.
"Kamu hanya kurang sehat,bukan mandul." ujar Weni,memegangi kedua pipi Noval,"Aku bisa terima kalo kamu cerita ke aku.Aku kesal,aku dengar dari kak Meggy kalo kamu udah chek ke dokter."imbuhnya memeluk Noval, naluri nya membuat dirinya berinisiatif.
"Maafin aku...maafin juga kemaren bikin kamu marah.Sebenarnya,aku gak chat sama Diana aku bohong,
__ADS_1
pengen buat kamu cemburu."
"Dasar, kamu kira aku gak cinta sama kamu." melepaskan pelukannya.
Noval menariknya kembali,tak mau melepaskan pelukannya.Sudah sangat lama Noval mendambakan seperti ini dengan Weni.
***
Mereka berdua hanyut dalam pelukan,hujan yang masih mengguyur,angin sepoi-sepoi,suara serangga dimana-mana dan dinginnya malam.Menambah ga***h memuncak dihati mereka.Detak jantung yang tak beraturan,wangi tubuh Weni membuat kelakian Noval keluar.
Dengan lembut,Noval menarik tengkuk leher Weni menc**minya berlanjut pada bi**r tipis Weni.Noval Mel***tnya,dengan ga***h Weni mengeluarkan d*****n lirih.Menyambut dan Menikmati semua sentuhan Noval.
Udara makin dingin,dua sejoli yang sedang dimabuk cinta,makin menjadi.Kedua tangan Noval me***** gunung kembar milik Weni.Makin panas,makin menjadi.Noval tak bisa menahan lagi,junior miliknya k****r m***k didaerah paling sensitif Weni.Hingga akhirnya mereka mencapai klimaksnya.Noval meninggalkan jejak didalam tubuh Weni.(skip,kalian juga pasti tahu kan, hehehe)
Karna kelelahan,mereka tertidur sangat pulas.Tanpa sehelai benangpun menempel di tubuh mereka.Hanya selimut tipis yang menutupi mereka dalam pelukan.
***
Alarm yang dipasang dihandphone tak terdengar, hingga jarum jam menunjuk angka sepuluh.Kesiangan,mereka terbangun saat ibu Weni mengetuk pintu kamar.
"Weni,pesawat kalian berangkat jam berapa?" teriak mamah nya dari luar.
Menggeliat Weni menjawab panggilan mamahnya,"Weni kesiangan mah."
"Ayo cepat kalian bangun,sudah jam sepuluh.Sarapan dulu." teriak mamahnya lagi.
"Iya mah,Weni siap-siap dulu." kata Weni sambil mengintip kedalam selimut,"Huft... "memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
" Noval bangun,kita kesiangan."kata Weni menggoyang-goyangkan tubuh Noval.
"Gak papa." kata Noval masih terpejam seraya menarik Weni kedalam pelukannya,menenggelamkan kepalanya didada bidangnya.
"Aku gak bisa napas,lagian malu mamah udah mengetuk pintu dari tadi."
" Oke,kita lanjutkan diapartement."kata Noval melepas pelukannya.
"Dimana aja boleh,yang penting sama kamu,suamiku." jawab Weni mengecup bibir Noval seraya bangun dan masuk kekamar mandi.
*
*
*
*
__ADS_1
*
*