RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 11


__ADS_3

Weni menggedor pintu kamar Raina dengan keras.Sudah jam 8 Raina belum juga bangun.


"Raina!!! Raina!!! udah jam 8 bukannya lu mau dinas keluar kota." teriak Weni dari balik pintu kamar Raina.


Suara keras Weni membangunkan Raina,dilihatnya jam diatas nakasnya.Raina kaget setengah mati.


"Gila.udah jam 8 bisa telat gue." ucap Raina beranjak dari ranjang,berlari menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian,Raina sudah siap dan mendorong koper keluar kamar.


"Semalem ngapain aja,jam segini baru bangun." kata Weni meneguk segelas susu.


"Pasti mikirin gue yang mau interview diperusahaan mantan lu." imbuh Weni.


"Apaan sih,gak usah mulai deh." jawab Raina melahap roti berisi selai coklat dan pergi."Gue jalan dulu ya."pamit Raina.


"Eh, lu nitip salam ga buat Fito!" teriak Weni.


"Rese lu." jawab Raina menutup pintu,


Weni membereskan meja makan lalu pergi ke perusahaan Fito untuk interview.


****


Weni sampai diperusahaan Fito tepat waktu.Menunggu giliran untuk interview.


Satu jam kemudian,Weni menghadap para manajer yang akan mewawancarainya.


Pertanyaan demi pertanyaan,Weni jawab dengan tegas dan benar.Kemungkinan besar Weni bakal diterima dikantor Fito.


Setelah selesai,Weni kembali menunggu hasil Interview nya.


Ceklek.... (suara pintu dibuka)


"Bagaimana,apa sudah ada hasilnya." tanya Fito masuk keruangan tempat Interview.


"Sudah pak,ini berkasnya." salah seorang karyawan menyodorkan form calon karyawan.


"Weni Surahman.Sepertinya gue pernah denger ini nama." gumam Fito sambil mengelus-elus dagunya.


"Oke,panggil dia keruangan saya." perintah Fito...


"Baik pak.Saya permisi." pamit si karyawan.


Diluar,diruang tunggu.....


"Weni Surahman.Silahkan anda masuk keruangan bos sekarang." perintah karyawan itu.


Weni pun berjalan menuju ruangan direktur dikantor itu. Saat berjalan menuju ruangan pemimpin perusahaan.Tak sengaja Weni menabrak punggung seorang laki-laki.


"Awww..... sakit." ujar Weni jatuh terduduk didepan ruangan bosnya.


"Sorry,sorry saya tidak melihat kamu." ucap seorang laki-laki didepannya, "Kamu? Ngapain disini." imbuhnya saat Weni mendongakkan kepalanya.


Laki-laki itu ternyata Noval,mantan pacar Weni.

__ADS_1


"Kenapa kalo aku disini,emang gak boleh." jawab Weni,seraya mengetuk pintu ruangan pimpinan perusahaan.


"Masuk." perintah Fito dari dalam ruangan.


Lalu Weni masuk dan dipersilahkan duduk didepan meja kerja Fito.


"Kenapa kamu melamar pekerjaan disini?" tanya Fito,"Kenapa kamu gak ikut Raina."lanjutnya.


"Memangnya kenapa?" Weni malah balik nanya.


"Hei,kamu itu sedang di interview sama bos,kenapa jawabnya begitu." sarkas Noval dari belakang.


"Weni,gue mau nanya sama lu,apa Raina tahu kalo lu interview disini." tanya Fito lagi.


"Ya tahu lah,kita kan serumah." kata Weni.


"Kenapa dia gak melamar dikantor gue dulu." ujar Fito lagi.


"Mana gue tahu Fito,mungkin dia benci sama lu."


Tiba-tiba sekertaris Fito membuka pintu dan masuk kedalam.Memberikan berkas yang akan dibawa Fito keluar kota.


"Ini pak semua berkas sudah siap, tiket juga sudah siap.Tinggal berangkat saja." ucap sekertaris Fito.


"Lu mau kemana Fit,gue gimana nasibnya." tanya Weni.


"Keluar kota,perusahaan mengadakan pertemuan dengan klien." jawab Fito,"Lu diterima dikantor gue,besok udah mulai kerja."lanjut Fito.


"Luar kotanya mana Fit?" tanya Weni.


"Ngapain kamu nanya-nanya,gak ada urusannya sama kamu." kata Noval.


"Raina keluar kota Weni?" ucap Fito.


"Iya,berangkat tadi jam sepuluh bareng Bagas." jelas Weni.


"Kota mana Wen." tanya Fito penasaran.


"Kota A,emangnya kenapa lu cemburu?"


Tanpa menjawab ucapan Weni,Fito beranjak dari duduknya.


"Noval,Rara kita berangkat sekarang." ajak Fito berjalan keluar ruangan.


****


Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir dua jam,Raina sampai dikota yang dituju.Raina dan rombongan dari perusahaan Bagas menuju ke hotel yang sudah dipesannya.


"Huft.... akhirnya bisa istirahat juga." gumam Raina merebahkan tubuhnya diatas kasur,"Sebenarnya apa yang ada dipikiran Bagas,kenapa gue harus ikut kesini."imbuhnya seraya menatap langit-langit.


Tiba-tiba ponsel Raina berdering,satu panggilan dilayar ponselnya.Nama yang tak asing baginya.


"Halo,Raina kamu menginap di hotel mana?" tanya Fito dari ujung telepone tanpa basa basi.


"Tahu dari mana aku dihotel,pasti dari Weni yah." jawab Raina.

__ADS_1


"Weni gak bilang apa-apa,kebetulan perusahaan juga ada meeting dengan klien dikota ini." jelas Fito,entah kenapa Raina merasa jantungnya berdetak kencang.Tak seperti dulu waktu masih pacaran dengan Fito.


"Hotel Paragon," kata Raina.


"Kamar nomer berapa,kebetulan aku juga di hotel Paragon." ucap Fito.


"Mo ngapain nanya-nanya kamar." Raina.


"Buat jaga-jaga aja,aku khawatir kalo Bagas berbuat yang gak,gak sama kamu."


"Ngaco kamu," kata Raina menutup sambungan teleponenya.


"Aneh banget si Fito,mana ada Bagas macem-macem." gerutu Raina kesal.


****


Malam hari, Fito merasa bosan berada di hotel.Dia memutuskan pergi jalan-jalan mencari udara segar.Kebetulan hotel tempat menginap lokasinya tak jauh dari pantai.Hanya berjalan sepuluh menit saja.


Di bibir pantai,Fito menjatuhkan bokongnya di pasir.Memandang ke laut yang luas dengan ombak yang bergulung-gulung.Angin berhembus sepoi-sepoi.


Pikirannya melamunkan Raina,entah kenapa ada rasa penyesalan dihati karena berpisah dengannya.


Ternyata hubungannya dengan Wulan,tak seperti saat dengan Raina.


Terlihat jelas perbedaan sifat antara Wulan dan Raina,Wulan ternyata kekanak-kanakan dan manja sekali.


Berbeda dengan Raina,dewasa dan mandiri.


"Sudah malam,ngapain lu disini." ucap Noval dari belakang,kalo sedang diluar memang Noval berbicara layaknya sahabat.Sedang dikantor sopan,karena Fito adalah bosnya.


"Cari angin,bosen dihotel terus." jawab Fito.


"Denger-denger,Raina menginap dihotel ini juga lho." ucap Noval.


"Sudah tahu,gue udah telepon dia." jawab Fito lagi.


"Sepertinya ada yang lagi mengenang masa lalu nih.... " ledek Noval.


"Gue gak mengenang masa lalu,oiya,Val.dulu waktu gue masih pacaran dengan Raina,menurut pandangan lu perasaan gue ke Raina gimana." tanya Fito pada Noval.


"Kalo menurut gue sih,Lu itu gak ada perasaan sama sekali.Hati lu hanya untuk Wulan seorang.Padahal nih,menurut gue Wulan itu gak ada apa-apa nya dibanding dengan Raina.Ini menurut gue lho,lu jangan marah." jelas Noval.


"Maksud lu apa."


"Yah dari fisik memang Wulan juara,tapi kalo dari sifat pastinya Raina juaranya.Dia dewasa,baik,mandiri,sopan dan yang jelas orang tua lu lebih suka ke Raina.Bener gak?" ujar Noval.


"Gue ngerasa,setelah putus dengan Raina ada yang hilang dihati gue,Val.Tapi gue gak tahu perasaan apa yang ada dihati gue.Setiap ada cowok yang mendekati Raina,gue itu gak terima." curhat Fito.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung


__ADS_2