RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 42


__ADS_3

Masih didapur apartemen Fito,Raina sudah mematikan kompor dan membawa mie goreng kehadapan King.


Dengan lahap King memakannya,sampai tak tersisa.


"Eh,tunggu dulu.Tante jadi lupa nanya,apa King boleh makan mie instan." tanya Raina baru sadar kalau King anak seorang dokter.Pasti dilarang makan mie instan.


"Gak papa,asal tante gak bilang mami.Lagian mami juga sibuk setiap hari,Ming gak pernah diperhatiin.Sekalinya ada dirumah mami bertengkar sama papi.Kayak kemarin malam." jelas King panjang lebar mengungkapkan perasaannya.


"Mungkin mami sama papi sedang berdiskusi sayang,cuma mereka bersuara keras jadi King dengar deh." ujar Raina menenangkan King.


"Tapi papi menampar mami,King lihat.Mana ada orang berdiskusi sambil menampar." cerita King.


"Ya sudah,King gak usah memikirkan urusan orang dewasa ya.Besok tante ajak jalan-jalan,sekarang King tidur ya." ucap Raina.


"Besok King sekolah tante,gak bisa jalan-jalan." kata King sambil berlalu meninggalkan Raina masuk kedalam kamar.


Untung saja di apartemen ada kamar tiga yang disiapin Fito untuk anak-anak nya.


"Sebenernya apa yang dibicarakan Fito dengan dokter Sari,apa dia curhat masalah rumah tangganya." gumam Raina berjalan kembali ke kamarnya.


Menarik selimut dan merebahkan tubuhnya diranjang.


"King kenapa?" tanya Fito masih sibuk didepan laptopnya.


"Lapar,aku buatin mie instan."


"Apa? mie instan Raina,aduh... bisa dimarahin maminya dia." ucap Fito menepuk jidatnya sendiri.


"Ya udah gak usah bilang,gampang kan.Lagian King jg bilang begitu." kata Raina ketus.


"Eh,kamu ngapain lama-lama di balkon sama dokter Sari tadi.Apa ada masalah sama suaminya?"


"Kepo banget sih kamu,gak usah ikut campur urusan rumah tangga orang." ujar Fito mencubit pipi Raina."Lagian tahu dari mana istriku yang cantik ini."imbuhnya.


"King bilang,kedua orangtuanya gak perhatian sama dia.Semalem katanya bertengkar dan King melihat papinya menampar maminya."


"Apa,Haris menampar Sari.Kurang a**r dia,awas saja kalo ketemu." sarkas Fito


"Mo ngapain kalo ketemu,memang pantas kamu ikut campur urusan mereka." ucap Raina kesal.


"Bukan begitu sayang,Sari itu.... " belum selesai ngomong sudah dipotong saja sama Raina.


"Sari itu mantan pacar kamu,Sari itu cinta pertama kamu,jadi kalo terjadi sesuatu dengan Sari kamu bertanggung jawab,begitu!" sarkas Raina kali ini penuh emosi dan penekanan pada setiap kata yang diucapkan.


"Raina.... " jawab Fito menggaruk kepalanya yang gak gatal.


****


Raina masih marah saat bangun di pagi hari.Suasana hatinya kacau,jadi memutuskan berendam di air hangat.


Setelah selesai,menyiapkan sarapan untuk Fito dan King sebelum mereka berangkat.

__ADS_1


Sepiring nasi goreng dan beberapa roti tawar beserta selain ya sudah tersaji dimeja makan.


"King mau nasi goreng apa roti sayang." tanya Raina menawarkan sarapan pada King.


"Roti tawar pake selai coklat tante." jawab King semangat,perasaannya sudah membaik.


"Ckckckck..... istriku memang sudah pantas jadi ibu." puji Fito sambil menatap Raina penuh kagum.


"Gak usah ngegombal pagi-pagi,gak ada receh." omel Raina.


"Makin marah malah makin cantik,jadi males kekantor nih,pengen berduaan." Fito berusaha membuat suasana hati Raina mencair.


"Tante,apa tante mengantar King hari ini." tanya King menyela obrolan sepasang suami istri.


"Memangnya King mau diantar tante?" jawab Raina manis.


Raina memang menyukai anak kecil.


"Iya tante,nanti tante King kenalin ke ibu guru.Nanti King bilang keteman-teman King,kalo tante itu Bundanya King." ucap King.


"Lho kenapa tante jadi bunda sayang?" Raina bertanya.


"Ya kan mami King sibuk,jadi King mau cari gantinya aja." polosnya anak ini.


"King gak boleh ngomong gitu sayang,nanti mami bisa sakit hati kalo mendengarnya." kata Raina.


"King gak peduli,sekarang King benci sama mami.Mami selalu saja nyalahin papi,padahal papi kan juga capek kerja." King mulai kesal.


Raina dan Fito saling beradu pandang.


"Memang kenapa kalo mami deket sama om?" tanya Fito penasaran.


"Nanti tante Raina bisa marah,berantem sama om Fito."


"Ini anak IQ nya berapa?masalah orang dewasa pun dia paham.Apa orangtuanya salah memberi bimbingan,buku apa yang dia baca,gue jadi penasaran." batin Raina memandangi wajah polos King.


"Eh,sudah waktunya King berangkat.Tante Raina deh yang antar King." ucap Raina.


****


Disekolah....


"Selamat pagi.... King hari ini diantar siapa sayang?" tanya salah satu guru disekolahnya saat menyambut para muridnya didepan pintu gerbang sekolah.


"Bunda aku,bu guru." jawab King senang.


"Oh... ini bundanya King,cantik ya sayang." ujar gurunya lagi.


"Saya nitip King,bu.Nanti siang saya yang jemput,kalo ada yang jemput selain saya tolong jangan dikasih ijin.Ini saya kasih nomer telepon,jika ada apa-apa harap hubungi saya." ujar Raina sebelum meninggalkan King disekolahnya.


(skip)

__ADS_1


Sementara,dirumah sakit sedang rapat tentang dokter yang akan dikirim ke tempat bencana alam.


Membantu rumah sakit dan membawa obat-obatan kedaerah yang terkena bencana.


Sandra mengamati daftar nama-nama dokter yang akan dikirim. Syukur,tak ada nama Bery dicatatan.Hatinya sedikit plong,lega.


Dengan kewibawaan nya,Sandra membacakan hasil rapat didepan semua dokter di masing-masing bagian.


Tak terkecuali Bery,dia berdiri di agian paling belakang.


Sandra menghampiri Bery setelah rapat selesai,"Dokter Bery,apa saya bisa bicara dengan anda?"tanya Sandra,mungkin dengan cara ini Bery tidak bisa menghindarinya.


"Baik bu." jawab Bery seraya menengok kekanan dan kiri.


"Silahkan duduk." perintah Sandra.


Akhirnya Bery duduk berhadapan dengan Sandra.Tatapan tajam mata Sandra membuat Bery canggung.


Mereka berdua terdiam,saling beradu pandang.Bingung apa yang mau dibicarakan,bingung mau mulai dari mana.


"Ibu Sandra apa ada yang bisa saya bantu." tanya Bery sopan,sungguh tak enak hati menjaga jarak seperti ini.


"Bery,mau sampai kapan kamu begini.Apa kamu belum lelah menggantungkan hubungan kita?Apa kamu sama sekali gak peduli sama perasaan ku." ucap Sandra sedikit meninggikan suaranya. Mungkin akan terdengar dibagian informasi karna ruangannya menempel dengan bagian tersebut.


"Maksud ibu Sandra apa ya?" masih canggung.


"Bery!!! berhenti seperti ini.Aku muak." sarkas Sandra mendebrak meja.


Bery menatap Sandra,"Aku bukan sengaja menjauh dari kamu,aku butuh waktu."


"Waktu untuk apa,waktu untuk mendekati dokter Lea,waktu untuk kamu memutuskan hubungan kita." Sandra begitu to the point.


"Sandra,maaf mungkin kita memang harus berpisah.Bukan karna dokter Lea,tapi karna aku yang terlalu minder berdampingan sama kamu." ujar Bery.


"Jadi,ini keputusan kamu,kamu mau kita putus.Oke,aku terima keputusan kamu walau hati ini berat." Tak terasa Sandra menitikkan air matanya.


"Sandra,maafin aku.... aku... " Bery tak sanggup mengucapkan kata-kata.


"Silahkan dokter Bery keluar.Saya harap dokter Bery bisa menemukan perempuan yang sesuai dengan hati dokter Bery." usir Sandra.


*


*


*


*


*


***Apakah Bery akan kembali dengan Sandra....

__ADS_1


Terus dukung author ya.. dengan cara like, komen dan votenya ya...


Terima kasih***.


__ADS_2