RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 46


__ADS_3

"Bagaimana Sari kandungan Raina." tanya Fito setelah dokter Sari selesai memeriksa Raina.


"Ya Fito,didalam rahim Raina sudah ada janin tapi masih sebesar biji kacang hijau.Kehamilannya baru masuk di dua minggu,jadi saya kasih vitamin. Dan Raina, kamu harus banyak makan makanan bergizi,jangan banyak pikiran,istirahat yang teratur.Selamat ya,"ucap dokter Sari menulis resep vitamin buat Raina.


"Oke,kalo begitu kita balik dulu, Terima kasih. " pamit Fito.


Keluar dari ruangan dokter Sari.


"Aku ke toilet dulu ya." kata Fito


Raina menganggukkan kepalanya,dan melangkahkan kakinya pelan. Dekat koridor bagian informasi Raina bertemu Sandra lagi.


"Sudah mau pulang,San." tanya Raina.


"Belum,ada rapat di departemen ortopedi gue mo kesana." jawab Sandra."Gimana pemeriksaan nya."imbuh Sandra.


"Masuk usia dua minggu San,masih segede biji kacang hijau." kata Raina.


"Mbak Sandra... mbak.... " panggil Dea teeriak-teriak dari arah bangsal no.15


"Ini anak emang cerewet,tapi dia baik dan rajin." bisik Sandra ditelinga Raina.


"Lu sama sekali gak terganggu sama dia." tanya Raina


"Gak,dia orangnya asyik.Cuma dia yang deket sama gue,dimintain tolong gampang." ucapnya.


"Mbak Sandra,lihat deh." Dea menyodorkan ponselnya,"Lihat story dokter Lea,dia bilang Dokter Bery punya pacar serasa gak punya."lanjutnya.


Sandra pun penasaran lalu melihat story dokter Lea,sepertinya berada dikamar Bery.


Sandra hapal betul isi kamar Bery, cat dindingnya,bahkan masih ada foto dirinya diatas nakas.


Mungkin dokter Lea sengaja mengambil foto yang memantulkan bingkai foto dirinya.


"Eh,itu dokter Lea." ucap Dea melihat kedatangan dokter Lea dari arah pintu masuk rumah sakit.


Dia berjalan dengan angkuhnya,melirik kearah Sandra.Bahkan sebagai karyawan/pegawai dirumah sakit miliknya,dokter Lea sama sekali tidak menghormati nya.


Ya,memang benar dia dekat dengan dokter Bery sejak mereka kuliah.Dokter Lea menyukainya,tapi Bery menyukai Raina.


Pacaran dengan Sandra pun berkat perjodohan yang diatur Raina.


"Menurut lu,apa gue harus ke apartemen Bery?" tanya Sandra pada Raina.


"Terserah lu,"Raina mengangkat kedua bahunya.


" Oke,gue harus clearin masalah ini dengan Bery.Gue gak mungkin ngomong disini dong,gak enak sama yang lain."


"Semangat mbak Sandra,saya selalu mendukung mbak Sandra." teriak Dea.

__ADS_1


***


Ting.... Tong.... Ting... Tong....


Lama Sandra menunggu si empunya unit membukakan pintu.


"Apa mungkin sakit parah." gumam Sandra,"Apa gue masuk aja."


Lima belas menit menunggu,Sandra pun memberanikan diri membuka pintu apartemen Bery.Kebetulan kata sandi belum diganti,masih sama.


Sandra melangkahkan kakinya pelan,kekamar Bery.Membuka pintu kamarnya,dan melihat Bery yang tidur masih dengan kain handuk yang ada didahinya.


"Habis minum-minum kenapa bisa sakit." ucap Sandra menghampiri Bery yang masih tertutup matanya.


"Bery.... Bery.... gengsi kamu itu terlalu tinggi,kalo gak kuat gak usah dipaksa." imbuh Sandra lirih.


Bery mengeryitkan dahinya membuka kedua matanya pelan.Kepalanya terasa berat,gara-gara semalam m***k.


"Kamu ngapain kesini?" tanya Bery.


"Nih lihat,maksud Lea apaan bikin story begini." ujar Sandra menyodorkan ponselnya.


"Gak tahu,lagian apa urusannya sama kamu." kata Bery.


"Oh,benar juga sih gak ada urusan sama aku.Mungkin kamu udah punya pacar lagi,kenapa aku jadi PD gini yah." sarkas Sandra.


"Oke,kalo begitu aku pulang.Aku pikir itu story ditujukan buat aku.Lagian kita kan sudah putus." imbuhnya Sandra hendak pergi,namun Bery menarik tangan Sandra.Membuat Sandra jatuh duduk di samping Bery.


"Lepasin aku Bery,kita sudah gak ada hubungan." jawab Sandra menggigit ujung bibirnya menahan diri.


"Paling tidak,temani aku sampai demam ku turun." Bery sedikit memohon.


"..... " Sandra terdiam memaku."Padahal gue ada rapat kenapa malah kesini,kejebak pula gak bisa pulang."batin Sandra.


Melihat Bery yang lemah karna sakit,hatinya iba merasa kasihan.


***


Hari sudah malam,Bery masih tertidur dikamar.Demamnya belum juga turun,Huft.... Sandra menghela napas panjang.Merebahkan tubuhnya disofa,ketiduran karna menonton televisi.


Jam di dinding berdetak menunjuk angka dua belas,malam sudah larut.Bery bangun dari tidurnya hendak mengambil air minum.


Kaget mendapati Sandra tertidur disofa.Kemudian Bery menggendong Sandra ala bridel style,memindahkan kekamar Bery.


Bery memandangi wajah cantik,nan imut Sandra.Ada sedikit penyesalan dalam hatinya,gadis sebaik Sandra kenapa belum bisa menggantikan cinta pertamanya.Cuma seujung jari perasaan Bery terhadap Sandra.


***


Pagi saat matahari belum terbit,Bery sudah beraktifitas didapur.Membuat bubur untuk sarapan,Tiba-tiba terdengar bunyi panggilan diponsel nya.

__ADS_1


Ternyata ibunya memanggil lewat video call,segera Bery mematikan kompor dan menjawab panggilan ibunya.


"Halo bu... " jawab Bery didepan layar ponselnya sambil menjatuhkan bokongnya diatas sofa.


"Bery kamu baik-baik saja? Lea bilang kamu sakit." tanya ibunya khawatir.


Didalam kamar,Sandra terbangun dan keget mendapati dirinya berada diatas kasur Bery.Sandra melongok kedalam selimut,"Masih utuh."batin Sandra.


Sandra berdiri didepan pintu kamar Bery, tidak menyadari kalo Bery sedang melakukan panggilan video dengan ibunya.


"Bery,kenapa Sandra dikamar kamu.kalian ngapain?" tanya ibunya.


"Gak ngapa-ngapain bu,Sandra merawat dan menemani Bery kemarin malam.Terus ketiduran disofa jadi Bery pindahin ke kamar." jelas Bery.


"Panggil Sandra coba." perintah ibunya.


"Sebentar." Bery melambaikan tangan pada Sandra,"Kesini,ibu telepon."


Sandra melangkah kan kakinya,duduk disebelah Bery.


"Halo Sandra,gimana apa keputusan kamu." sapa ibunya Bery saat layar ponsel menghadap wajahnya


"Sandra belum menerima pengajuan cutinya" jawab Sandra.


"Pokoknya kamu ikut kerumah Bery dikampung."


"Bery... ibu tutup dulu.Jangan macam-macam ingat Tuhan." ancam Ibunya.


***


Sandra menatap tajam Bery,menunggu penjelasan darinya.


"Oke,nanti aku jelasin sekarang aku ambilkan bubur dulu.Kamu sarapan ya." ucap Bery.


Sandra duduk menunggu Bery mengambil sarapan untuk nya.


"Sarapan" Bery menyodorkan semangkok bubur yang masih panas,sementara Sandra masih dengan tatapannya yang aneh penuh dengan pertanyaan.


"Apa yang akan kamu jelaskan." ucap Sandra seraya menyendok bubur dan memakannya.Sekarang mereka sudah duduk saling berhadapan.


"Em...aku belum bilang ke ibu,kalo kita sudah putus." ujar Bery


"Terus..... " kata Sandra meminta penjelasan lebih lagi.


"Ya,ibu terus mendesak supaya aku.... " Bery belum selesai bicara,tiba-tiba terdengar bunyi pintu dibuka.Sepertinya seseorang masuk kedalam.


"Bery.... aku ba...wa.... in.... sarapan." ujaran Lea saat masuk dan melihat Sandra duduk berdua Bery berhadap-hadapan.


"Ternyata kamu sudah ada yang merawat Bery,kalo begitu aku balik dulu." imbuh Lea.

__ADS_1


"Iya,dia ada pacarnya jadi ada yang ngerawat,tapi malah terbalik saya yang dirawat dan di manja sama dia." ucap Sandra menghentikan langkah Lea yang hendak meninggalkan apartemen Bery,dan tentu saja hatinya hancur.


Satu gertakan Sandra membuat Lea menciut dan sangat marah.Pandangan Sandra tetap fokus pada Bery,seraya menyuap sesendok demi sesendok bubur yang ada ditangannya.


__ADS_2