RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 61


__ADS_3

Sandra melanjutkan obrolannya dengan Bery setelah Bery selesai membersihkan diri dikamar mandi.


Dan mereka berbincang dimeja makan.


"Tadi ayah kesini." ucap Sandra.


"Aku yang memberitahu alamat ini.Kenapa,apa ada yang salah." tanya Bery


"Ayah menyuruh kita cepat menikah"


"Oh... terus apa jawaban kamu." ucap Bery.


"Gak tahu,bingung."


"Ya udah,terserah kamu aja.Oke,sekarang aku antar kamu pulang,kerumah ayah kamu." kata Bery seraya mengganti pakaiannya.


"Kok kerumah ayah." tanya Sandra.


"Memangnya kamu mau sendirian diapartemen,pasti Weni tinggal sama suaminya kan." ujar Bery masih sibuk mondar-mandir.


"Gak papa,aku gak takut."


"Udah gak usah ngebantah,dimana alamat rumah ayah kamu.Ayo,jalan." Bery menyaut kunci mobil dan menarik tangan Sandra.


***


Sepanjang perjalanan,Sandra merasa malu dan gak enak sama Bery.Pandangannya tetap fokus keluar jendela.Bagaimana tidak,sejak pulang dari kampung Bery,Sandra memutuskan tak lagi menjalin hubungan dengan Bery.Tapi kenyataan berbeda,akibat insiden semalam mungkin Sandra harus menikah dengan Bery.


"Kamu kenapa?Menyesal sama yang semalam." ledek Bery."Apa masih terbayang-bayang begitu h*tnya kamu."imbuhnya.


"Argh... stop jangan membicarakan yang semalam." ucap Sandra menutup kedua telingannya dan teringat kelakuannya semalam.


"Apa yang akan kita lakukan dirumah ayah." tanya Sandra lagi.


"Kurang tahu,aku cuma mengantar kamu kan.Setelah itu pulang dan istirahat.Apa kamu mau balik dan tinggal di apartemen aku lagi.Ayo kalau begitu." kata Bery masih ngeledek Sandra.


Baru kali ini Sandra melihat seorang Bery yang biasanya pendiam dan serius,tertawa lepas seperti sekarang.


"Gak,lanjut kerumah ayah." ucap Sandra mengakhiri obrolannya.


Selang dua jam perjalanan,akhirnya Sandra sampai didepan pintu gerbang warna coklat rumahnya.


Seorang security membukakan pintu untuk nonanya.


Mobil Bery masuk kehalaman rumah ayah Sandra.Turun dari mobil dan masuk kedalam rumah,seorang pelayan mempersilahkan Bery keruang tamu ditemani Sandra.


"Mau minum apa non Sandra." tanya bibik.


"Air putih aja bik," jawab Sandra,"Oiya,tolong panggilkan ayah sekalian ya bik."imbuhnya.


"Baik non," jawab si bibik seraya berjalan kedapur.


Beberapa menit kemudian,ayah dan ibunya menemui Sandra dan Bery.


"Sudah lama kamu." ucap ayahnya duduk didepan Sandra.


"Baru ayah,ada kali sepuluh menit yang lalu." jawab Sandra.

__ADS_1


"Jadi bagaimana,mau dibawa kemana hubungan kalian?" tanya ayahnya langsung tanpa basa basi.


"Ayah,Sandra baru datang.Gak bisa apa minum dulu." sarkas Sandra.


"Menurut kamu bagaimana nak Bery?" tanya ayahnya lagi.


"Kalo saya gimana baiknya saja,saya siap kapan saja menikah dengan Sandra.Tapi balik lagi sama Sandra,apa dia siap menikah dengan saya." kata Bery.


"Sandra!! " teriak ayahnya,"Kamu malah asyik main handphone,"imbuhnya.


"Iya ayah,Sandra dengar.Oke,Sandra siap menikah dengan Bery.Ayah tentukan saja tanggalnya." jawab Sandra.


"Saya akan bicarakan dengan orang tua saya lebih dulu pak,nanti saya kabari lagi." kata Bery mengakhiri obrolannya.


"Baik,saya tunggu kabar dari kamu.Saya harap tidak terlalu lama,bisa-bisa perut Sandra buncit duluan." ucap ayahnya asal.


"Ayah!! jangan ngomong sembarangan,memangnya Sandra hamil apa." sarkas Sandra kesal.


"Ayo Bery kita pergi aja," imbuh Sandra.


"Eh... kalian gak nunggu makan malam aja." timpal ibunya.


"Gak usah,kita mau pacaran mo makan berdua." kata Sandra ngledek ayahnya.


****


Raina dan Weni sudah setengah jam menunggu kedatangan Sandra.Mereka bertiga membuat janji bertemu di cafe dekat apartemen mereka.Temu kangen.


Sandra masuk kedalam cafe setelah seorang pelayan membukakan pintu untuknya.


Mengawasi setiap meja,mencari keberadaan dua sahabatnya.


"Hai,sorry nunggu lama ya." sapa Sandra menjatuhkan bokongnya dibangku cafe.


"Kemana aja,sama siapa lu." ucap Weni.


"Bery,tadi dari rumah ayah." jawab Sandra meneguk segelas jus yang sudah dipesankan Raina.


"Kalian nyambung lagi." tanya Raina penasaran.


"Ya,gara-gara kejadian semalam." jawab Sandra lirih.


"Semalam terjadi apa San,apa obatnya bekerja dengan cepat." ledek Weni.


"Gara-gara suami lu nih,gue yang kena batunya." ucap Sandra.


"Makanya jangan asal teguk,nanya dulu." kata Weni ketawa.


"Eh,kalian ngomongin apaan sih." tanya Raina makin penasaran sama obrolan Weni dan Sandra.


"Ingat gak,semalam Sandra mengambil minuman dari tangan gue.Ternyata tuh minuman udah dikasih obat pe*******g sama temennya Noval.Akibatnya dia yang kepanasan." jelas Weni masih ketawa geli.


"Terus,lu sama Bery..... " kata Raina menghentikan ucapannya.


"Iya,kecelakaan.Makanya gue harus nikah sama Bery." kata Sandra..


"Oiya Wen,lu tinggal sama suami,Raina juga,gue sendiri dong di apartemen." imbuh Sandra.

__ADS_1


"Tinggal sama Bery aja lu... hahahaha... " ucap Weni seraya tertawa lebar,


"Seneng banget lu,apa kata orang belum nikah udah serumah." sarkas Sandra.


"Sudah, sudah makan dulu gue udah laper apalagi yang didalam perut udah gerak mulu." kata Raina menghentikan perang antara Weni dan Sandra.


****


Setelah acara ngumpul dengan kedua sahabatnya,Raina kembali kerumah.Terlihat Fito yang asyik dengan gadget nya,sampai Raina masuk pun tak tahu.


"Handphone mulu,sepertinya memang gak ada waktu untuk istrinya." gumam Raina kesal masuk kedalam kamar.


"Kamu dari mana sayang." teriak Fito tapi matanya masih fokus pada ponselnya.


Karna ucapannya tak mendapat tanggapan,Fito mematikan ponselnya dan menghampiri Raina dikamar.


"Pulang, pulang manyun.Apa ada masalah." tanya Fito.


"Gak ada,males aja ketemu kamu." jawab Raina asal.


Tapi Fito memaklumi,karna hormon perempuan yang sedang hamil itu tidak stabil, turun naik kadang.


"Ingat Fito,itu bawaan baby harus memaklumi." gumam Fito dalam hati,"Harus sabar."imbuhnya.


"Oh,males ketemu aku.Ya udah, aku keluar aja ya masih banyak kerjaan." ucap Fito hendak berbalik badan,Raina meraih tangannya.


"Gak boleh,kamu disini aja nemenin aku tidur." rengek Raina.


"Oke sayang,gimana seneng gak ngumpul sama Weni sama Sandra." tanya Fito.


"Seneng banget,tahu gak Sandra mau nikah sama Bery." kata Raina.


"Akhirnya,kapan?"


"Belum tahu,tapi Bery sudah bertemu keluarga Sandra tadi.Katanya harus segera menikah."


"Oh,ya udah kamu kan capek jadi sekarang istirahat,kasihan dede bayinya." kata Fito mengelus-elus perut Raina yang sudah kelihatan buncit.


"Baik lah kalo begitu,tapi kamu disini aja jangan pergi." ucap Raina manja.


Fito membelai lembut kepala Raina hingga tertidur pulas.Setelah itu kembali kedepan televisi,merapikan berkas-berkas yang masih bercecer diatas meja.


Merapikan dapur dan membersihkan rumah,membantu pekerjaan Raina karna sedang hamil.


"Ternyata,capek juga jadi ibu rumah tangga." gumam Fito.


*


*


*


*


*


thanks reader sudah baca cerita ku.

__ADS_1


jangan lupa like,komen dan votenya ya.


__ADS_2