RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 76


__ADS_3

Dimeja makan,tak terdengar suara apapun,hanya sendok dan garpu yang saling beradu gak ada yang mengalah.


"Pesawat kalian berangkat jam berapa?" tanya ayahnya.


"Nanti malam yah,besok Noval ijin lagi gak ngantor." jawab Noval seraya meneguk segelas susu yang dibuatkan ibu mertuanya.


"Oh, gak jadi pagi." timpal ibunya.


"Mamah kan tahu, kita kesiangan." jawab Weni


"Tumben amat kamu kesiangan." kata ibunya


"Udaranya bikin mager mah," kata Weni lagi.


"Mager apa mager..." ledek ayahnya.


"Ayah sama mamah kenapa sih,jadi kepo banget sama kita." ujar Weni,Noval pun senyum.


"Noval udah selesai ayah,mah.Noval membereskan koper dulu." pamit Noval masuk kekamar.


"Baik nak Noval." ucap ayah mertuanya.


Sementara Noval dikamar,Weni membantu ibunya membereskan bekas meraka makan.Entah itu sarapan atau makan siang,karna jarum jam menunjuk angka sebelas.


"Apa yang terjadi semalam?" tanya ibunya


"Mamah itu kepo banget."


"Kalian gak berantem kan." ibunya mulai menginterogasi Weni.


"Berantem,tapi beda ini diatas kasur." bisik Weni ditelinga ibunya,membuat bulu kuduk ibunya berdiri semua,merinding.


"ih.... udah baikan ternyata." kata ibunya.


"Mah,sepertinya ada yang ketuk pintu.Weni buka dulu ya." ucap Weni menghentikan pekerjaannya mencuci piring.


Berjalan kearah depan melewati ruang tamu dan membuka pintu warna coklat rumahnya.


Sungguh terkejutnya,saat membuka pintu ternyata yang bertamu Bayu.


Jantungnya hampir mau copot, ada apa dia datang ke rumahnya.


"Siapa sayang." teriak ibunya dari dapur.


"Em... Bayu,mah." kata Weni sedikit berteriak,dia yakin suaminya Noval pasti mendengar teriakannya walaupun lirih.


Dan benar saja,Noval keluar dari kamar karna sangat penasaran dengan yang namanya Bayu.Bisa-bisanya dia membuat malu Weni dan keluarganya dulu.


"Siapa sayang." tanya Noval mendekat ke Weni dan memeluk pinggangnya.


"Silahkan duduk," kata Weni mempersilahkan Bayu.


"Momy... " Tiba-tiba muncul seorang anak perempuan dari belakang Bayu, dan langsung memeluk Weni memanggilnya momy.


"Maaf Wen,sejak lahir momy nya meninggal dan yang dia lihat di handphone hanya foto kamu,dia mengira kalo kamu momy nya." jelas Bayu.


"Harusnya anda memberitahu putri anda,siapa momy nya.Lagian ada hubungan apa anda dengan istri saya." ujar Noval tegas,


Sementara Weni hanya diam,ada rasa yang gak enak dengan Bayu.

__ADS_1


"Ya,sekali lagi maaf" ucap Bayu.


"Sebenarnya ada apa anda kesini,apa ada urusan dengan mertua saya." lanjut Noval.


"Em... saya hanya berkunjung, saya dengar Weni pulang jadi saya kesini.Maaf,saya tidak tahu kalo Weni sudah punya suami.Karna warga disini gak ada yang tahu." Ujar Bayu menarik anaknya dari Weni.


"Kamu salah Bayu,semua semua warga tahu kalo saya menikahkan Weni dikota," timpal ayah Weni keluar dari dalam,karna mendengar kegaduhan diruang tamu.


"Terus,seandainya Weni belum menikah hubungannya apa dengan kamu." kata ibu nya emosi.


"Sudah... sudah..." lerai Weni, "Bayu,ada apa kamu kesini." imbuhnya.


"Ini anak aku pengen ketemu mommy nya." ucapnya gak diri.


"Anda ini gak dengar ya," Noval mulai emosi.


"Weni saja gak ada masalah,kenapa anda marah."kata Bayu dengan nada mengejek.


" Bayu,jaga mulut kamu."kata Weni


"Kamu itu gimana sih Wen,kemarin cerita sambil nangis-nangis kalo suami mu ini selingkuh sama perempuan lain,terus suami mu ini gak bisa kasih kamu anak." ujar Bayu mengadu domba.


Sontak saja Noval menatap tajam Weni,seraya menahan emosi dan harga dirinya.


"Maaf,siapa nama anda?" ucap Noval,mengepalkan tangannya.


"Bayu.Kenapa?" jawab Bayu.


"Anda bilang saya gak bisa kasih anak?" ucap Noval.


"Iya,istilahnya anda mandul." kata Bayu nge ledek.


"Arrgghhh.... " teriak Weni kaget dengan Noval yang meninju Bayu.


"Br*****k." Bayu hendak membalas Noval,tapi tak sampai kepalan tangannya dihalau ayah mertuanya.


"Jangan bikin keributan disini.Silahkan kamu pergi." usir ayah Weni."Dan,tolong kenalkan anak kamu dengan momy nya,saya tidak sudi punya cucu dari kamu."imbuhnya


"Jelas-jelas anda yang meninggalkan Weni saat hari pernikahan didepan mata, sekarang merengek minta balikan.Gak tahu malu." ujar Noval marah masuk Kerala kamar.


"Kenapa dia tahu masa laluku." batin Weni seraya menatap Noval dan mengikutinya dari belakang.


"Weni sudah mendapatkan laki-laki yang baik,dan yang pasti mencintainya." kata ayah Weni.


"Silahkan kamu pulang." usir ibu Weni.


"Lihat saja,pembalasanku." kata Bayu meneriaki Noval.


***


"Kemasi barang-barang kamu." kata Noval seraya memasukkan barangnya ke dalam koper.


"..... "diam,ada rasa takut dengan amarah Noval,


" Kita balik sekarang,besok gue harus kerja."ujar Noval.


"Hah... dia bilang 'Gue' " batin Weni menekankan kata GUE.


Keluar dari kamar...

__ADS_1


"Nak Noval... " ucap ibu Weni.


"Tenang saja mah,Noval gak papa." kata Noval.


"Praakkk.!!! " tamparan keras mendarat dipipi Weni,


"Kamu benar-benar.... " ayahnya menitikkan air matanya tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Ayah... " kata Weni, "Maaf in Weni... "


"Ayah,mah,Noval pamit pulang sekarang,besok sudah harus ke kantor." pamit Noval.


"Nak Noval,mamah.... " menangis karna kelakuan Weni yang membuat malu,bagaimana mungkin ada seorang istri yang bilang kalo suami nya mandul sama mantannya.


"Tenang saja mah,Noval gak papa.Noval janji dan akan buktiin kalo Noval subur.Do'a in ya mah." bisik Noval pada ibu mertua nya seraya memeluknya.


"Hati-hati nak." kata ayah dan ibu Weni.


****


Saat hari mulai petang,taxi yang ditumpangi Noval dan Weni berhenti didepan gedung tinggi,apartementnya.


Noval berjalan cepat meninggalkan Weni yang mengekor dibelakangnya.


Marah sih gak,Noval hanya kecewa dengan Weni.Tak seharusnya dia membuka aib rumah tangganya.Belum di kasih keturunan belum tentu dia mandul.Dia sudah check ke dokter,semua baik sehat hanya saja butuh waktu.


Dengan kuat,Noval melempar kopernya,membanting tubuhnya diatas ranjang.


Sementara Weni masuk ke kamar mandi,membersihkan tubuhnya.


"Baru gue baikan,sekarang dieman lagi." gumam Weni seraya berendam.


"Gue pantes dapet tamparan ayah."menyesali perbuatannya.


"Gue bener-bener minta maaf ayah,mamah.Weni mengecewakan kalian,membuat hati Noval terluka."


"Gue terima konsekuensinya,kalo pun Noval gak mau bicara sama gue,gak papa." masih bergumam seraya menenggelamkan kepalanya ke dalam air.


Diluar kamar mandi...


"Weni ngapain lama banget didalam, dia gak bunuh dari kan." ucap Noval sedikit takut juga.


"Apa gue ketuk pintunya,,, ah... biarlah," imbuhnya sambil memejamkan matanya yang lelah.


Dua jam kemudian,Weni keluar dari kamar mandi masih dengan jubah mandinya.Mengeringkan rambut basahnya,lalu memakai piyama dan bersiap tidur.


Bukannya tidur,Weni malah menangis mengingat tamparan keras dari ayahnya.


Sepanjang malam,hingga matanya terpejam sendiri karna kelelahan menangis.


***


Seperti biasa,saat Noval sedang kecewa dia memilih pergi ke kantor pagi-pagi.Sebelum Weni terbangun dari tidurnya.


"Aduh... pusing sekali kepala gue." lirih Weni sambil mengawasi seluruh ruangan kamar,mencari keberadaan Noval.


"Pasti sudah berangkat," pikirnya.


Masuk kamar mandi.

__ADS_1


(skip)


__ADS_2