
"Segitu dekatnya kah sampai dia bisa masuk apartemen kamu tanpa mengetuk dulu." ucap Sandra ketus.
"Baru juga tahu semalam,dia mengantar aku saat m***k, aku juga gak tahu kalo pelayan disana menghubungi Lea." jawab Bery.
"Kembali ke permasalahan kita,aku gak peduli sama Lea.Dia hanya pegawai dirumah sakit ku,jauh dari jangkauan ku." Sandra menyombongkan diri tapi membuat hati Bery terganggu, "Kenapa sekarang Sandra berbeda." batin Bery.
"Aku juga pegawai kamu,apa kamu lupa." celetuk Bery,
Sandra mendongakkan kepalanya sadar dengan apa yang diucapkannya."Aduh.... kacau."batin Sandra.
"Gak usah baper... Lea pegawaiku,kalo kamu mantan ku." ucap Sandra seraya membuka chat dari Raina.
"Oh iya,apa yang ibu kamu bilang." imbuh Sandra mengalihkan pembicaraan,dilihat dari raut wajah Bery sudah kesal sepertinya.
"Minggu depan aku mengajukan cuti,mau pulang.Ibu menyuruh aku bawa kamu pulang.Itu kalo kamu sempet." kata Bery sambil membersihkan sisa bubur dipelipis bibir Sandra,penuh perhatian.
"Sebagai apa kamu mengajak aku." tanya Sandra.
"Sandra,ibu belum tahu kalo kita putus."ucap Bery memelas.
"Kenapa kamu gak bilang aja,"
"Gak tahu,terserah pemikiran kamu.Aku mau siap-siap ke rumah sakit." beranjak dari duduknya.
***
Mobil honda jazz warna hitam berhenti didepan gedung tinggi nanti mewah,apartemen tempat tinggal Raina.
"Sandra,sandi pintu apartemen tanggal ulang tahun mu." ucap Bery saat Sandra hendak menarik handle mobil.
"..... " Sandra menoleh sebentar,"Kamu gak usah jemput mobil bawa aja,aku mungkin menginap dirumah Raina."ujar Sandra, turun dari mobil.
Yup,ceritanya mobil Bery sedang ada dibengkel, jadi mobil Sandra dia bawa.
"Hubungi aku kalo ada apa-apa." pesan Bery,lalu melajukan mobilnya setelah Sandra menganggukkan kepalanya.
(skip)
Weni sudah terlebih dulu sampai dan sedang duduk ngobrol dengan Raina.Sandra masuk kedalam setelah Raina membukakan pintu untuknya.
"Huft... hari ini panas banget." ujar Sandra.
"Eh,mobil parkir dibagian mana San." tanya Raina.
"Dibawa Bery,mobil dia dibengkel." jawab Sandra sambil duduk disofa,"Lu kenapa Wen,sedih amat lihatnya."imbuh Sandra.
"Pantes lama,jadi lu jemput dia dulu." ucap Weni sementara Raina baru dari dapur mengambil minuman dan cemilan.
"Gak,, gue tidur di apartemen Bery." senyum Sandra.
"Hah.... apa??? " ujar Raina dan Weni kompak sampai menganga.
"G**a lu San,bandel juga ya.Awas nanti ada s***n lewat. " ledek Raina.
__ADS_1
"Tenang aja,gue ga b**o kok.Lagian gue cuma ngerawat Bery yang sakit,terus ketiduran." ungkap Sandra.
"Kemarin putus,sekarang nyambung,besok berantem lagi... Haduh,ga jelas lu." ledek Weni.
"Nah lu sendiri apa kabarnya? Apa Noval semakin menjauh?" Sandra balik ngeledek.
"Wuusss.... makin jauh,malah sekarang dia ada gandengan baru." ucap Weni putus asa.
"Makanya jangan gengsi,sok jual mahal segala." kata Sandra.
Kini mereka berdua saling beradu,saling meledek.
"Sudah,kalian berdua ngapain sih." lerai Raina.
"Eh,Raina suami lu berapa hari diluar kota?" tanya Sandra. "Apa dia pergi sendiri,lu gak curiga?" imbuhnya.
"Tenang aja Noval ikut,asistennya juga ikut." timpal Weni.
"Terus gebetan Noval ikut ga?" Sandra masih meledek Weni.
"Ikut,kedudukan dia lebih tinggi daripada gue.Puas lu!!! "sarkas Weni.
Mereka bertiga asyik ngobrol sampai sore hari,sampai lupa makan karna terlalu banyak ngemil.
****
" Gue balik ya,jagain Raina baik-baik."ucap Sandra pada Weni.
"Siap.. udah sana pergi,pacarmu bisa mutusin lu lagi." ledek Weni yang gak percaya Sandra putus dengan Bery.
Membuka pintu mobil,dan....Sandra menemukan dompet perempuan.Deg,wajah merah,otak memanas,emosi jiwa dia.Duduk sebelum meluapkan kemarahannya.
Di sepanjang perjalanan...
"Mobil habis dibawa kemana?" tanya Sandra masih menahan emosinya.
"Gak kemana-mana," jawab Bery masih fokus pada kemudinya.
"Ini apa?" ucap Sandra memperlihatkan dompet ditangannya,dengan tatapan mata yang tajam.
"Eh,sepertinya itu punya Lea.Tadi dia sakit perut jadi aku antar pulang dulu." jelas Bery.
"Siapa suruh mobil aku boleh dinaiki orang!" sarkas Sandra.
"Sandra,aku cuma memberi tumpangan saja.Gak ngapa-ngapain."
"Ini mobil aku,gak ada yang boleh naik tanpa ijin aku.Sekarang turun.!" bentak Sandra saking marahnya.
"Sandra... kamu kenapa sih." ucap Bery menghentikan mobil dibahu jalan.
"Turun,bawa ini dompet." sarkas Sandra,Bery pun turun dari mobil.Sandra menginjak gas pada mobilnya,
"Br*****k," teriak Bery seraya melempar dompet ke tanah.
__ADS_1
****
Sandra pulang dengan kekesalannya menuju rumah orang tuanya.Karna Weni menemani Raina dirumahnya.Sekalian Sandra mengunjungi ayah dan keluarganya.
"Tumben sekali kakak pulang,sepertinya diluar akan hujan." ujar Sandi saat berpas-pasan dengan Sandra diruang keluarga.
"Bukan hanya hujan,bahkan angin topan." jawab Sandra asal karna sedang kesal.
"Ckckckck.... semalam ayah mimpi apa ya? anak perempuan ayah pulang,pasti ada yang gak beres." ledek ayahnya.
"Sudah,anak pulang kok di ledek." timpal ibunya,ibu tiri Sandra.
Sandra tak menghiraukan ocehan dari keluarganya,terus melangkahkan kakinya menuju kamarnya.
"Jangan tidur dikamar aku." teriak adiknya.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Sandra bersiap untuk tidur. Tidak berniat makan malam,lelah mengalahkan tubuhnya.
Sandra merebahkan tubuhnya dan mengutak-atik ponselnya.Tidak ada notifikasi sama sekali,tiba-tiba ponsel berdering. Ups,ibunya Bery.Apa yang harus Sandra katakan....
"Selamat malam tante... " sapa Sandra dari ujung teleponnya.
"Bery gak bisa dihubungi Sandra,apa dia bersama kamu?" tanya ibu Gio tampak khawatir.
"Gak tante,Sandra baru sampai rumah."
"Oh,apa kalian bertengkar?Tadi ibu telepon Lea,tapi Dia juga gak bersama Bery." ujar ibunya Bery.
"Begini tante,sebenarnya Sandra sudah gak ada hubungan apa-apa sama Bery.Jadi,Sandra gak tahu apa yang dia lakukan akhir-akhir ini." Sandra akhirnya berterus terang.
"Tapi,kemaren kalian berdua...." ucap Ibu Gio.
"Sandra hanya merawat Bery tante,"
"Bery gak pernah bilang sama tante..." jawab nya lirih."Ya sudah,maaf kalo tante ganggu kamu."lanjutnya seraya mengakhiri panggilannya dengan Sandra.
Kembali Sandra merebahkan tubuhnya diatas kasur yang sudah lama ditinggalkan.Menatap langit-langit kamarnya,bengong.
"Apa gak salah gue terus terang sama ibunya Bery."
"Bery saja gak berani bilang,"
Sandra berpikir keras tentang apa yang sudah dia katakan dengan ibunya Bery.Sampai tak terasa,matanya terpejam,tidur.
Drttt.... drrttt.... Saking pulasnya,ponsel yang ada dinakas sebelah ranjang tidak terdengar. Berkali-kali ponsel Sandra berdering,sepertinya sangat penting.
*
*
*
*
__ADS_1
Terima kasih yang sudah baca cerita saya...
jangan lupa tinggalkan like, komen dan vote nya ya.