RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 65


__ADS_3

Bery sampai ditujuan,rumahnya setelah dua jam perjalanan.Bery menggoyang-goyangkan tubuh Sandra,membangunkannya.


"San, kita sudah sampai." bisik Bery seraya mencium pipi Sandra.


"Hem... " Sandra membuka kedua matanya,mengawasi sekeliling."Masih petang Bery..."imbuhnya.


"Iya baru jam setengah tiga pagi,ayo turun." ajak Bery keluar dari mobilnya.


Berjalan menuju rumahnya,Sandra mengaitkan tangannya dilengan Bery,entah takut atau bagaimana.Suasananya memang sedikit seram seperti di film-film horor.


"Gak papa,aman kok." ucap Bery.


"Aku kedinginan bukan ketakutan." jawab Sandra.


"Oh... kirain takut." ledek Bery,masih berjalan kerumahnya.Memang,untuk menuju rumahnya Bery harus melewati jalanan setapak,gelap.


Tok... tok....


Bery mengetuk pintu rumahnya,dan ayahnya membukanya mempersilahkan putra dan menantunya masuk.


Ada yang aneh,rumah begitu sepi.batin Bery.


"Ibu tidur ayah." kata Bery membuka obrolannya."sepi."


"Emm.... " ayah Bery tak menjawab membuat hati Bery bertanya-tanya,sama seperti Sandra.


"Ayah apa yang terjadi." tanya Bery kemudian,


"Maafkan ayah Bery,sebenarnya ibu kamu sudah dikebumikan." jawab ayahnya lirih.


"Apa,ayah!! " Bery kaget dengan jawaban ayahnya.Hatinya hancur berkeping-keping mendengarnya.


"Ibu kamu gak mau kamu terburu-buru datang menemuinya sementara kamu sedang bahagia."


"Gak begitu juga ayah,bagaimanapun juga Bery ingin bertemu untuk terakhir kalinya." ucap Bery yang sebenarnya sudah tahu hidup ibunya tak lama lagi.


"Untuk apa,kamu sendiri sudah tahu.Ibu hanya menitipkan surat buat kamu." jelas ayahnya.


"Tetap saja ayah.... " diam dan menitikkan air mata dipipinya.


Sandra baru pertama kali melihat seorang Bery menangis.


Segera Sandra memeluknya erat,menenangkan hatinya yang hancur karna kepergian orang yang paling dia sayangi.


"Lebih baik kamu istirahat." ucap ayahnya.


"Untuk apa Bery buru-buru pulang kalo ibu gak menunggu Bery." ucapnya lirih memandangi foto ibunya.


Kemudian Bery menggandeng tangan Sandra menuju kamarnya.


"Kamu istirahat, tidur ya." kata Bery pada Sandra


"Oke." jawab Sandra,membiarkan Bery terjaga.


***


Pagi yang cerah,tak secerah hati Bery.Kepergian ibunya menghancurkan hatinya.Pagi ini,Bery bergegas menuju makan ibunya.Ditemani Sandra dan ayahnya.


"Bery,pelan-pelan jalannya.Kasihan Sandra." kata ayahnya.


"Ayah bisa nemenin jalan Sandra,Bery harus cepat." jawab Bery masih dengan langkah panjangnya.


"Biarkan saja ayah,Sandra bisa menyusul." kata Sandra.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,Bery dan Sandra serta ayahnya sampai dimakam ibunya.


Banyak sekali kata-kata yang dilontarkan Bery didepan makam ibunya.


Yang paling berkesan dihati Sandra,saat Bery mengucapkan terimakasih pada ibunya.


Setelah lama dimakam,Bery kembali kerumah,"Kamu sarapan dulu,setelah itu kita kembali."


"Hah... kamu gak nemenin ayah dulu." kata Sandra.


"Tidak perlu Sandra,ayah tidak mau kalian khawatir.Disini banyak saudara dan tetangga yang baik." timpal ayahnya.


Sandra tahu betul,suaminya ini sedang kesal dan marah dengan ayahnya.Makanya,dia lebih memilih nurut daripada membuat suaminya tidak nyaman.


"Baik kalo begitu,aku siap-siap dulu." ucap Sandra masuk kedalam kamar.


"Ayah minta maaf sama kamu,ayah berharap surat yang ibu tulis bisa mengobati rasa kecewa kamu terhadap ayah." kata ayahnya mengelus bahu Bery.


".... " Bery diam seribu bahasa,hanya menatap ayahnya tajam penuh kekecewaan.


Pukul sepuluh pagi,Bery dan Sandra berpamitan dengan ayah dan kerabatnya.Dengan kecepatan standar Bery nelajukan mobilnya.Sesekali menatap kearah Sandra.


"Kenapa,apa ada yang mau kamu sampaikan." ucap Bery memecah kesunyian didalam mobil.


"Bery,apa gak terlalu kejam kamu sama ayah." tanya Sandra.


"Gak papa,lagian ayah tahu kalo kerjaan aku banyak." jawab Bery.


"Oh... emm,ibu tulis surat apa ke kamu?" tanyanya lagi.


"Rahasia." jawab Bery tersenyum.


"Oh... jadi aku gak boleh tahu nih." ucap Sandra.


"Ya intinya,ibu menyuruh aku jagain kamu,jangan bikin sedih kamu,dan.... " kata Bery terhenti ingin melihat reaksi Sandra.


"Dan.... pengen cepat punya cucu." jawab Bery senyum.


"Gak percaya ibu bilang begitu." kata Sandra malu,wajahnya memerah.


****


Hari ini,Fito mengajak Raina berkunjung kerumah maminya.Sudah lebih dari sebulan,Fito tak mengunjungi orang tuanya,karna kesibukannya dikantor.


Akhir-akhir ini banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.


Begitu juga dengan Raina,perutnya yang makin membesar membuat dirinya malas bergerak.Serba salah yang dilakukannya.


"Mas, apa kamu sudah mengabari mami kalo kita mau kesana." ucap Raina.


"Raina... sudah aku bilang berapa kali,aku gak suka dipanggil MAS." jawab Fito menekankan kata MAS.


"Aku canggung kalo panggil kamu Fito.. "


"Kamu kan bisa panggil aku,sayang,honey,baby,atau apalah yang enak didengar."


"Memangnya kalo mas ga enak didengar."


"Ya jelas dong,MAS ... memangnya aku tukang jualan." kata Fito.


"Terserah lah,"


"Jadi panggil apa sama aku?" tanya Fito seraya fokus pada kemudinya.

__ADS_1


"Iya... sayangnya aku." jawab Raina malu memerah pipinya.


"Nah gitu dong... "


***


Fito menghentikan laju mobilnya saat sampai dihalaman rumah orang tuanya.Membukakan pintu mobil untuk Raina,lalu masuk kedalam rumah setelah pelayan membuka pintu rumah.


Menggandeng tangan Raina,berjalan sejajar dengannya.


Raina mengawasi rumah yang sudah lama dia tinggalkan.


"Bik Imah, kemana orang rumah." tanya Fito pada bik Imah.


"Ada dihalaman belakang tuan,sedang santai." jawab bik Imah.


"Oh... Terima kasih.Oiya bik, tolong buatkan saya kopi." pinta Fito,"Kamu minum apa sayang"tanya Fito pada Raina.


"Air putih aja." jawab Raina.


"Sama air putih bik buat Raina." kata Fito lagi.


"Baik tuan."


Fito dan Raina melangkahkan kakinya menuju taman dibelakang rumah.Sedikit pelan saat berjalan,Raina takut jatuh karna licin.


"Eh.. ada Raina,kamu apa kabar sayang?" sapa mami mertuanya memeluk dan mencium pipi Raina.


"Baik mih,gimana kabar mami sudah lama Raina gak main kesini." jawab Raina.


"Baik juga sayang,sini duduk sebelah mami." kata maminya.


"Bagaimana kandungan kamu,papi udah gak sabar nih." ucap papinya gemes


"Baik pih,tunggu tiga bulan lagi sabar ya.. " kata Raina.


"Masih lama."


Semua keluarga saling bercanda dan berbincang-bincang.Melepas rasa kangennya,setelah lama mereka semua menuju meja makan.Santapan makan siang sudah disiapkan para pelayan dirumah Fito.


"Nih,bik Imah nyiapin makanan kesukaan kamu Fito." ucap maminya.


"Oh... jadi Fito sukanya ayam bumbu mentega mih." kata Raina.


"Lho... memangnya kamu gak tahu sayang?" tanya maminya.


"Gak mih,Raina pikir dia pemakan semuanya.Raina masak apapun dia lahap makannya." ujar Raina.


"Tapi hati-hati lho,Fito alergi sama udang.Kalo sudah makan udang badannya pasti merah-merah semua." jelas maminya.


"Oh.... " Raina ber oh ria, mengingat saat dirinya masak udang saos tiram,Fito makan dengan lahapnya.


"Raina,makan yang banyak biar baby dalam perut kenyang." ucap Fito,


".... " tersenyum menatap Fito tajam seperti akan melahapnya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


bersambung...


__ADS_2