
Noval membeli dua tiket dengan tujuan yang diinginkan Weni.Berharap,dengan kepergiannya untuk honeymoon yang kedua dapat membuahkan hasil.Membuat Weni istrinya hamil.
"Ayok,lima menit lagi berangkat." ucap Noval menggandeng tangan Weni dan tangan yang satunya menarik koper.
Weni masih merasa aneh dengan s 2q0tingkah Noval.
Benda pipih warna hitam bergetar dari dalam saku celana Weni.Dilihatnya nama mertuanya dilayar.
"Sebentar." kata Weni
"Halo mih,Weni ada dibandara." Weni menjawab panggilan dari mami mertuanya.
"Bandara? mau kemana?" kata mertuanya dari ujung teleponnya.
"Jalan-jalan mih,iya sama Noval." kata Weni.
"Oh,jangan lupa oleh-olehnya ya."
Weni menutup panggilannya setelah mami mertuanya mengakhiri obrolannya.
"Kenapa mami?" tanya Noval.
"Gak papa,mau kerumah tadinya." jawab Weni.
"Ya udah,ayuk berangkat."
****
Apartemen Raina.
"Ini orang kemana sih,gak ada kabar." gerutu Raina bolak balik kayak setrikaan.
"Kamu ngapain sih,dari tadi mondar mandir." tanya Fito
"Gak papa,lagi nunggu Weni."
"Weni lagi honeymoon." ucap Fito melahap sarapannya yang terakhir.
"What!! Apa kamu bilang?" kata Raina kaget.
"Aku kasih Noval cuti,siapa tahu mereka butuh qualitytime." ujar Fito menyaut tas disebelah kanannya"Ya udah,aku berangkat dulu.Kamu ajak aja Sandra,dia kan gak ngapa-ngapain."imbuhnya mengecup kening Raina.
"Oke,kamu hati-hati bilang pak Seno jangan ngebut pelan-pelan aja.Inget,jangan lupa makan siang." ujar Raina
"Iya... siap nyonya." jawab Fito.
Raina kembali memainkan jari jemarinya dilayar licin ponselnya.Mengetik sesuatu dan mengirimkannya pada Sandra sahabatnya.
"Aku masih dirumah sakit,lu tunggu aja." balasan dari Sandra.
"Oke,jangan lama-lama ya.Gue kehabisan barang dapur dan perlengkapan Rasya." balas Raina mengakhiri obrolannya dengan Sandra melalui chat.
Ting... Tiba-tiba ada notifikasi digroup.
"Sorry Rain, gue mendadak pergi nih." kata Weni.
"Emangnya lu kemana,Wen?" balas Sandra.
"Gue jalan sama Noval,mungkin seminggu kali." balas Weni.
"Iya oke, gue jalan bareng Sandra.Lu asyik aja disana,tetap fokuskan pada isi perut." kata Raina seraya ngeledek lewat chatnya.
"Do'a in ya,semoga gue cepat dapet momongan."
__ADS_1
"Aamiin.... " balas Raina dan Sandra.
****
Hari sudah malam,suasana ditepi pantai begitu indah.Angin berhembus lembut menyibakkan rambut sebahu Weni.
Didepan balkon,Weni berdiri menikmati indahnya pantai,dinginnya udara malam,dan suara desiran ombak.
"Huft..... " Weni menghembuskan nafas panjang,seraya memejamkan matanya.
Dari belakang,Noval memeluk pinggang Weni.Membuat Weni kaget setengah hidup.
"Kenapa?" ucap Noval tepat dibelakang telinga Weni.
"Gak papa, sedikit kaget aja." jawab Weni,melonggarkan tangan Noval yang ada di pinggangnya.
"Kenapa,gak suka aku peluk?" kata Noval dengan lirih tapi sedikit kesal.
"Gak,,, Suka." kata Weni membalikkan tubuhnya,kini mereka saling berhadapan.
"Kamu yakin suka?" tanya Noval lagi
"Noval,sebenarnya kamu bawa aku kesini apa ada sesuatu?" ucap Weni amburadul.
"Tentu ada dong,kita sudah lama menikah tapi belum juga dikaruniai anak.Tentu kita perlu berduaan dong." jelas Noval.
"Di apartemen juga kita cuma berdua."
"Itu beda dong,kalo disini kamu lebih santai menikmati indahnya pantai.Nah kalo dirumah kamu selalu sibuk dengan rumah,dapur,bahkan waktu kita untuk ngobrol saja gak ada." jelas Noval lagi.
"Bukannya kamu yang menghindari aku terus." kata Weni, seraya menjatuhkan bokongnya disofa.
"Aku lembur juga bukan kemauan aku, dikantor banyak banget dokumen yang harus diselesaikan." kata Noval membela diri.
Memeluk Weni.
"Kita tidur saja sekarang." bisik Noval ditelinga Weni, dibagian paling sensitif wanita. Seketika itu bulu kuduk Weni berdiri berbaris berbarengan.
"Ayok." Noval menggandeng tangan Weni dan menariknya ke ranjang.
"Aku gosok gigi dulu." ucap Weni salah tingkah berlari masuk kekamar mandi.
Sementara,Noval sudah bersiap diatas ranjang.Menunggu Weni sampai ketiduran.
"Tidur dia." lirih Weni menarik selimut dan memejamkan matanya.
****
Masih menggunakan piyama saat Weni menghirup udara di pagi hari, seraya memainkan ponselnya.
"Sudah bangun sayang?" terdengar suara Noval dari balik punggung Weni.Seperti janggal saat dia memanggilnya dengan kata Sayang.
"Hoam... baru aja," jawab Weni sambil menutup mulutnya karna menguap.
"Masih ngantuk,tidur aja lagi."
"Gak,"
"Gak terasa udah dua hari aja kita disini,kamu mau jalan-jalan kemana?" tanya Noval.
"Kemana yah,terserah kamu aja." jawab Weni seraya melingkarkan kedua tangannya dileher Noval.Entah ada bisikan apa ditelinganya,yang membuat dirinya berinisiatif pada Noval.Yang pasti bisikan Sandra dan Raina.
"Gimana kalo kita belanja,makan diresto,nonton." ujar Noval yang juga melingkarkan tangannya dipinggang Weni.
__ADS_1
"Oke, jadi aku siap-siap sekarang." melepaskan tangannya.
"Mandi bareng aja." bisik Noval nakal ditelinga Weni.
"Gak,ntar malah jadi lama." kata Weni meninggalkan Noval yang sedang senyum-senyum sendiri.
Setelah setengah jam,Weni baru selesai dari aktifitasnya dikamar mandi.Bersiap menggunakan pakaian.
"Eh, kenapa baju gue dress sama gaun semua." ucapnya lirih sambil mengaduk-aduk isi kopernya.
"Ini juga apa,Lingerie.Aduh... " imbuhnya melemparnya keatas ranjang.
"Kenapa sayang?" tanya Noval,"Oh... itu kado dari Fito."lanjutnya saat Weni menunjuk ke lingerie yang gak dikenalnya.
"Persiapan yang matang,bos dan anak buahnya." ujar Weni.
"Nanti malam pakai ya." ucap Noval menggoda.
"Tergantung mood."
"Aku mandi dulu,kamu sarapan aja dulu tadi aku udah pesan. Mungkin bentar lagi datang." kata Noval menyaut handuk.
".... " Weni menganggukkan kepalanya.
Dan benar saja, lima menit setelah Weni berganti pakaian, layanan dari hotel mengetuk pintu.Segera Weni membuka pintunya.
"Bawa kedalam saja mas,em....terima kasih banyak." kata Weni.
"Sama-sama bu." jawab si pelayan hotel.
**
Di mall ternama di kota....
"Apa gak salah kita nonton film kayak begini." tanya Weni.
"Ya gak dong," menikmati popcorn,matanya masih fokus pada layar besar didepannya.
Sementara Weni,mengawasi kanan kirinya.Ruangan dipenuhi muda mudi.
"Kita keluar aja yuk,aku udah ngantuk pengen pulang aja." kata Weni pura-pura.
"Kamu gak suka filmnya." ucap Noval lirih takut mengganggu yang lain.
"Pulang aja." jawab Weni berdiri dan berjalan menunduk keluar dari ruangan yang gelap gulita.
"Apa dia sedang puber,sampai harus nonton film begituan." gerutu Weni yang didengar Noval.
"Bikin kamu senang aja susah ya." ucap Noval menghentikan langkahnya.
"Huft... sepertinya memang benar sedang puber,salah lagi gue." batin Weni ikut menghentikan langkahnya juga.
"Menurut aku,kita kembali ke tujuan awal kita kesini.Lebih baik balik kehotel." ujar Weni.
"Oke.Terserah kamu." jawab Noval ngambek.
*
*
*
*
__ADS_1
*