
Mobil mewah warna hitam berhenti didepan pagar rumah yang tinggi.Seorang penjaga membukakan pintu dan mobil masuk ke halaman rumah yang luas.
"Pak Sabri,bik Imah bawa belanjaannya.Terima kasih banyak." perintah nyonya besarnya.
Raina dan maminya masuk kedalam rumah diikuti kedua pelayannya yang terlihat keberatan membawa tentengan plastik.
"Raina sebaiknya kamu istirahat dulu.Mbak... mbak... " panggil mami pada pelayannya,"Mbak tolong bersihkan kamar Raina.Dia harus banyak istirahat gak boleh capek-capek."
"Baik nyonya besar." jawab si pelayan langsung menuju kamar Raina dulu.
"Selamat siang pih," sapa Raina saat melihat papi mertuanya menuruni anak tangga.
"Siang Raina,kalian darimana." tanya papinya.
"Belanja pih,papi tahu gak Raina sekarang hamil dan kita akan segera jadi nenek dan kakek." ucap mami bahagia sekali.
"Yang benar Raina,akhirnya penerus Fito datang juga."
"Mih,pih Raina permisi dulu mau kekamar." pamit Raina.
"Jalan pelan-pelan sayang,pegang perut kamu." ucap papinya.
"Apa hubungannya perut sama jalan pih." ujar maminya.
***
Setengah jam kemudian Fito sampai,langsung menuju taman belakang dekat kolam renang.Fito melihat mami dan papinya sedang bersantai minum secangkir teh.
"Mih,dimana Raina." tanya Fito seraya menjatuhkan bokongnya di kursi.
"Ada dikamar sedang tidur." jawab mami.
"Tidur? apa-apaan dia berkunjung bukannya ngobrol malah tidur,masih jam berapa ini.Sungguh keterlaluan." ucap Fito yang langsung dipukul kepalanya sama papinya.
"Papi apaan sih,bener Fito dong.Gak sopan kalo Raina datang cuma mau tidur." imbuh Fito tak Terima dipukul papinya.
"Gak papa Fito,wajar kalo perempuan hamil pagi-pagi mengantuk." ujar maminya.
"What!!! Apa???? mami bilang apa,apa Fito gak salah dengar." ucap Fito kaget gak percaya.
"Sejak kapan mami kamu bohong,makanya jangan asyik dengan Sari.Akhirnya kamu jadi orang kesekian yang tahu istrimu hamil." kata mami.
"Gak bener ini,kenapa Raina gak bilang aku dulu." Fito agak kesal.
"Udah gak usah kesal begitu,Raina juga baru tahu tadi pagi.Saat Raina mau kasih tahu kamu,kamu malah asyik ngobrol dengan Sari pagi-pagi." mami berkata lagi membela menantunya.
"Tapi dia bisa panggil Fito kan mih... "
"Terlambat,mami dulu yang panggil dia turun kebawah anter mami belanja."
"Makanya,kakak gak boleh terlalu dekat sama kak Sari.Biar bagaimanapun kak Sari pernah menjalin hubungan dengan kakak.Fita aja risih kalo lihat kakak dekat-dekat sama kak Sari." ujar Fita adik Fito.
__ADS_1
"Kamu anak kecil tahu apa."
"Tahu lah,kita sama-sama perempuan.Pasti kak Raina cemburu,kak Raina orangnya pendiam dia gak berani lah negor kak Fito.Kakak aja yang gak peka." Fita sewot pada kakaknya.
"Tapi kakak sudah bilang Raina,urusan Sari dengan suaminya gak usah ikut campur." kata Fito membela diri.
"Kak Raina gak boleh ikut campur,kenapa kakak malah ngurusin rumah tangga mereka."
"Sari itu cuma curhat,gak lebih."
"Curhat kok setiap hari,apa dia gak malu sama kak Raina.
" Sudah,sudah kenapa kalian malah berdebat."lerai papi nya.
"Kamu Fito,jaga perasaan Raina." imbuh papinya.
***
Bergegas Fito lari kekamar,mencari keberadaan Raina. Terlihat tubuh yang sepertinya lelah sedang berbaring diatas kasur.
Fito naik keatas ranjang dan ikut berbaring memeluk Raina dari belakang.
Tubuh Raina berbalik saat menyadari ada seseorang yang menghangatkan tubuhnya.
"Aku kangen sama kamu." ucap Raina seraya menenggelamkan kepalanya didada bidang Fito.
"Kangen...harusnya kamu bilang sayang." ucap Fito mengelus lembut kepala Raina dan menciumnya.
"Mami bilang ada kabar bahagia yang mau kamu beritahu pada ku." kata Fito lagi.
Fito tahu betul kalo istrinya sedang berbohong,dia tahu kalo Raina takut dengan sifatnya yang keras.Fito tahu Raina sedang cemburu pada Sari.
Raina bangun dan menyandarkan kepalanya disandaran ranjangnya. Mengambil sesuatu didalam tasnya dan memberikan barang itu pada Fito.
"Ini benar sayang,dua garis kamu hamil." ucap Fito masih setengah sadar saking senangnya.
"..... " Raina menganggukkan kepalanya.
"Kalo begitu,kita cek sekarang kerumah sakit.Kita temuai Sari kebetulan dia praktek." Fito berdiri hendak jalan,tapi tangannya ditarik Raina menghentikan langkahnya.
"Jangan dokter Sari,mas." ucap Raina lirih.
"Kenapa sayang,apa kamu gak percaya sama dia atau kamu meragukan keahliannya sebagai dokter kandungan." kata Fito.
"Kamu gak usah berpikiran terlalu jauh sayang,aku gak mungkin balikan sama dia.Kalopun Sari ingin kembali,aku yang gak mau." imbuh Fito menenangkan perasaan Raina.
"Gimana? em.... ya udah,kalo begitu kita cari dokter lain aja."
"Emm.... ga usah mas,dokter Sari gak papa." jawab Raina sedikit ragu.Apa bisa Raina mengendalikan perasaannya jika bertemu dokter Sari.
****
__ADS_1
Fito membawa Raina ke rumah sakit,memeriksakan kandungannya.
Kalau menurut Raina,dia baru telat haid sekitar sepuluh hari.
Fito mengantri dibagian registrasi pasien.Sementara Raina duduk menunggunya.
Dari jauh terlihat Sandra keluar dari ruang kerjanya.Memperhatikan dengan seksama,mungkin penglihatannya agak buram.
Lalu,Sandra mendekati orang yang menurutnya dia kenal.
"Raina... " sapa Sandra,"Sedang apa lu disini,siapa yang sakit."lanjutnya bertanya.
"Gue udah pake alat testpack nya San,dan ternyata benar gue hamil makanya Fito bawa gue kemari." jawab Raina senang sekali.
"Selamat ya Raina sayang,gue ikut senang sebentar lagi jadi aunty." kata Sandra seraya memeluk tubuh Raina.
"Dokter Bery gimana,apa baik-baik saja kabarnya." tanya Raina ngeledek.
"Gak pernah ketemu gue,"
"Terus rencana dia bawa pulang lu ke kampungnya gimana,apa lu setuju." tanya Raina lagi antara kepo dan penasaran.(beda tipis sih)
"Ketemu aja belum,lagian gue sebagai apa ikut dia kerumahnya." sarkas Sandra.
"Sorry... sorry.... gue lupa kalo lu udah putus." ucap Raina sedikit keras.
"Apa? mbak Sandra sama dokter Bery putus?" ucap Dea salah satu perawat dirumah sakit itu kaget setengah mati setengah hidup.Tidak sengaja mendengar percakapan Sandra dan Raina saat lewat didepannya.
"Dea,kamu gak ada kerjaan." ujar Sandra ikutan kaget dengar suara Dea.
"Maaf mbak Sandra gak sengaja lewat." jawab Dea,"Eh,mbak Sandra yakin kalo dokter Bery gak menyesal putus.Soalnya kemarin Dea sama perawat yang lain melihat dia di club gitu,kayaknya di ma**k deh mbak."imbuh Dea ghibah.
"Hah.... kamu yakin Dea,dengan siapa dia ke club." tanya Sandra.
"Dea cuma lihat dokter Bery duduk sendiri sampai dia kembali."
"Apa dia ada praktek hari ini." tanya Sandra.
"Ada mbak,tapi shift malam mbak."
"Oh... ya sudah kembali bekerja,terima kasih informasinya." perintah Sandra.
*
*
*
*
*
__ADS_1
Sepertinya Sandra akan luluh lagi nih.... atau dia....
thanks yang udah baca cerita ku ini.jangan lupa like komen dan votenya ya.