RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 22


__ADS_3

Di kamar yang luasnya hampir separo rumahnya,Raina masih berpikir siapa perempuan yang dirumah sakit.Wajahnya cantik,ramah,mereka berdua sangat akrab.


"Apa aku melewatkan sesuatu,baru pertama ketemu." gumam Raina mondar mandir kaya gosokan.


"Masa iya aku harus nanya Fito,gak lucu kan.Apalagi pak Seno apa dia tahu,Fita sama mami yang benar saja.Kenapa jadi mikirin dia siapa sih.Duh... " gumam Raina lagi seraya mengetuk-etuk kepalanya.


Tiba-tiba saja Fito masuk kekamar tanpa permisi,"Sedang mikirin apa kamu,mondar-mandir terus."


"Bukan urusan kamu." jawab Raina kesal.


"Sudah malam,tidur." kata Fito seraya menarik selimut dan memejamkan matanya.


Raina pun merebahkan tubuhnya disamping Fito,dengan bantal guling sebagai pertahanan nya.


"Kenapa gue gak bisa tidur,ya ampun... Raina apa yang sedang lu pikirin." batinnya terus berkecamuk.


Akhirnya Raina bangun dan keluar kamar menuju dapur. Membuat semangkuk mie instan dengan sayur dan telur.


"Non Raina lapar?" tanya bik Imah tiba-tiba dari belakang Raina.


"Ya ampun bik Imah,bikin kaget saja." jawab Raina masih menunggu mie instan nya.


"Raina iseng bik,gak bisa tidur." imbuhnya,"Em,Raina boleh nanya gak bik?"


"Boleh dong non,nanya apa." ucap bik Imah sambil membereskan bekas masak mie instan.


Raina duduk dengan semangkuk mie didepannya dan memainkan ponselnya,"Em,bik Imah tahu sama yang namanya dokter Sari?"


"Oh,dokter Sari.Kenal non,memangnya kenapa?"


"Oh,gak papa bik, tadi siang Fito membawa Raina ketemu sama dia."


"Non Raina hamil?" tanya bik Imah.


Uhuk.. uhuk... Raina tersedak mie instan saat bik Imah bertanya apakah dia hamil, "Gak bik,belum."


"Oh,kirain saya Non Raina sudah hamil,bik Imah senang sekali." ujar bik Imah


"Raina lihat,mereka akrab sekali ya bik,hampir gak ada celah." ujar Raina memancing bik Imah biar cerita pasti dia tahu.


"Sudah pasti akrab non,lah wong dokter Sari itu dulu pacar tuan Fito.Ups... " bik Imah menutup mulutnya, "Bik Imah jadi keceplosan." lanjutnya.


"Oh,pacar ya bik." ujar Raina,jantungnya hampir copot."Raina sudah selesai,selamat malam bik Imah."lanjut Raina berjalan ke kamarnya.


Raina menarik selimutnya,menutupi semua tubuhnya.Pikirannya masih kacau.


"Pantas aja,kemarin gak ngenalin gue sebagai istrinya.Bahkan Fito asyik ngobrol sendiri." batin Raina kesal.


Lama-lama Raina tertidur sendiri.


***


Pagi yang cerah,sinar mentari menelusup masuk lewat jendela.Raina menggeliat bangun dari tidurnya,meregangkan otot-otot tangannya.Sebelum ke kamar mandi.

__ADS_1


Matanya masih agak mengantuk saat Raina memutar handle pintu kamar mandi.Terkunci.


"Tumben sudah bangun jam segini." kata Raina lirih.


"Fito,buruan aku ada meeting pagi ini." teriak Raina dari balik pintu,menyenderkan dahinya dipintu.


Tiba-tiba,Fito dengan sengaja membuka pintu pelan.Dan... ups,Raina jatuh menindih tubuh Fito, tepat diatasnya.


"Kamu ngapain didepan pintu,jadi dua kali kan aku mandi." sarkas Fito bangun dari lantai.


"Kamu sendiri buka pintu gak ngomong-ngomong." sarkas balik Raina,mendorong tubuh Fito keluar.Dan mengunci pintu kamar mandi.


"Raina... buka pintunya," teriak Fito,"Dasar,perempuan kasar gak berubah dari dulu."gerutu Fito,sekilas Raina mendengarnya.


Satu jam kemudian,Raina dan Fito keluar dari kamarnya.Bersiap untuk sarapan,di meja makan sudah ada papi,mami dan juga Fita.


"Selamat pagi semua... " sapa Fito senyum.


"Selamat pagi Fito,Raina." sapa balik mereka yang ada di meja makan.


Seperti biasa,tak ada suara apapun saat berada di meja makan.Hanya sendok garpu yang saling beradu.


"Mih,apa mami sudah tahu kalau Sari kembali." tanya Fito memecah keheningan dimeja makan.


"Yang benar Fito,apa dia baik-baik saja." ujar maminya.


"Dia baik,nanti sore mungkin dia kerumah setelah bekerja." kata Fito.


"Mami harus siap-siap ini,sudah lama sekali Sari pergi."


Lain dengan Fita,sepertinya dia tahu apa yang dirasakan Raina.


"Mami harus bilang bik Imah,buat nyiapin makanan kesukaan Sari." ucap mami lagi.


****


Dikantor,pikiran Raina begitu kacau.Sampai dia harus mengulang berkali-kali proposal yang sudah diketiknya.


"Akh.... ada apa sama gue,sadar Raina,sadar." gumam Raina kesal.


"Kenapa Rain,apa lu sakit."tanya Sandra.


" Sandra,gue mau nanya sama lu.Menurut lu,kalau mantan pacar suami lu datang kerumah,apa yang akan lu lakuin."


"Maksud lu," tanya Sandra gak mengerti.


"Gak papa,oiya,hari ini gue lembur San.Gue lagi gak mood dirumah."


"Oke,kita lembur bareng-bareng."


Dan benar saja,saat siang berganti sore rumah Fito dipenuhi canda tawa.Ada papi,mami, Fita dan juga dokter Sari,tentu ada Fito juga.


"Fito,sudah jam berapa ini,kenapa Raina belum pulang juga." tanya maminya.

__ADS_1


"Raina lembur mih,nanti juga pulang." jawab Fito yang sedang becanda dengan anak Sari.


"Suruh pulang sekarang,mami mau kenalkan dia dengan Sari." ujar maminya.


"Mami yang benar saja,apa yang dipikirkan kak Raina kalo dia tahu kak Sari dulunya pacar kak Fito." kata Fita berbisik.


"Emm.... benar juga kamu Fita,bisa-bisa ada perang Dunia ketiga." ucap mami akhirnya.


***


Jarum jam menunjuk pukul delapan malam,Raina terlihat berjalan lunglai.Menjijing tas warna hitam dan berjalan melewati ruang keluarga.


Sebelum akhirnya berhenti mendengar seseorang memanggil namanya,"Raina"panggil mami.


"Eh,mami.Maaf Raina gak lihat ada tamu." ujar Raina saat matanya menangkap sosok dokter Sari.


"Raina,ganti baju dulu mih,maaf." imbuh Raina menundukkan kepalanya permisi.


Raina membenahi dirinya dikamar mandi,mengguyur seluruh bagian tubuhnya.


Hanya butuh setengah jam Raina membersihkan diri,lalu berhias didepan cermin.


"Apa banyak kerjaan,sampai kamu lembur." tanya Fito yang sudah duduk diranjang.


"Ya,kenapa memangnya?" ucap Raina masih mengeringkan rambutnya yang basah.


"Gak papa,jangan lama-lama aku tunggu dimeja makan." lanjut Fito meninggalkan Raina.


Selang beberapa menit,Raina menuju meja makan.


Deg,,, jantungnya hampir copot,bagaimana bisa Fito memberikan tempat duduknya untuk dokter Sari.Alhasil,Raina duduk di samping Fita yang masih kosong.


Makan malam pun,berjalan khidmat tanpa ada yang bersuara seperti biasa.Mungkin,nih meja sudah keramat.


Selesai makan,semua keluarga berkumpul kembali diruang santai.Tapi Raina memilih membantu bik Imah membereskan meja makan.


"Biar bik Imah saja nona Raina," ucap bik Imah


"Gak papa bik,Raina bantu sedikit kok." jawab Raina membawa piring kotor untuk dicuci.


*


*


*


*


*


Fito...kenapa kamu belum mengenalkan Raina!!!


dukung terus cerita ku dengan cara like,komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terima kasih..


__ADS_2