RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 12


__ADS_3

Pagi yang cerah,sinar mentari menyinari hampir seluruh penjuru bumi.Angin berhembus terasa sejuk,masuk menelusup kecelah-celah jendela kamar hotel.


Raina segera beranjak dari tidurnya,melakukan aktifitas didalam kamar mandi.


Setelah selesai,memakai pakaian dan berhias diri,sebelum akhirnya menemui Bagas,bosnya.Hari ini pukul 9 ada meeting dengan klien.


Raina membuka pintu kamar hotel,berjalan menuju restoran hotel untuk sarapan.Disana sudah terlihat Bagas dan juga Ani,sekertaris nya.


"Selamat pagi pak Bagas,selamat pagi Ani.Maaf nih saya telat." sapa Raina seraya duduk disamping Ani.


"Masih setengah 9 sebaiknya kamu sarapan dulu,saya sudah pesan makanan kesukaan kamu." jawab Bagas tersenyum.


"Sejak kapan dia tahu makanan kesukaan gue." batin Raina tapi yang terlihat hanya senyum kecil Raina yang canggung.


"Presentasi kita hari ini harus maksimal,karena lawan kita adalah perusahaan Fito." ucap Bagas,"Selesaikan sarapan kalian,saya tunggu diruang meeting."imbuhnya sambil berjalan beriringan dengan asistennya.


"Ani,gue mau tanya sama lu." kata Raina sesaat setelah Bagas pergi.


"Nanya apaan." jawab Ani.


"Ngapain bos mu bawa gue kemari,yang presentasi kan dia bukan gue." tanya Raina.


"Mungkin buat semangat dia kali."


"Maksud lu apaan sih,gue gak ngerti." ujar Raina pura-pura be*o.


"Ya elah Raina,seluruh perusahaan juga tahu bos menyukai lu." kata Ani dengan senyum.


"Tapi gue gak suka,sia-sia aja kalo dia ngejar gue." gumam Raina lirih.


"Eh,ayo kita keruang meeting udah kurang seperempat menit nih.Bisa-bisa bos marah." ajak Ani.


****


Diruang meeting,sembari menunggu klien datang.


Bagas terus mendekati Raina,berharap Fito akan cemburu.Akan terbakar emosi,dan akhirnya presentasi perusahaannya gagal.


Tapi sayang,Fito sama sekali tak tertarik.Dia hanya fokus pada berkas yang ada dihadapannya,bersama Noval, Fito yakin akan memenangkan tender ini.


Tak pernah sekalipun perusahaannya gagal.


"Lihat bos,sepertinya Bagas terus menempel pada Raina." ujar Noval seraya melirik kedepannya.


"Biarkan saja,dia itu sedang menyulut api,dia pikir gue bakal cemburu." jawab Fito nyantai.


"Tapi bener,bos gak cemburu." tanya Noval.


"Ya gak lah,lihat aja tingkah Raina begitu tidak senangnya dengan kelakuan Bagas.Apa lu gak lihat,matanya Raina terus memandang kearah gue." ujar Fito dengan PD nya.


"Ya... ya... " kata Noval.


Beberapa menit kemudian,pimpinan yang akan mendengarkan presentasi dari kedua perusahaan tiba.

__ADS_1


Masing-masing mempresentasikan rencana yang akan dibuat perusahaan.


Setelah kedua perusahaan selesai dengan presentasinya,klien mempersilakan untuk menunggu hasilnya.


Bagas sedikit gelisah,karena berhadapan dengan Fito yang notabene anti gagal.


"Silakan pak,kopinya." Raina menyodorkan kopi buat Bagas dan juga Ani.


Bagas yang merasa diperhatikan menjadi besar kepala.Dengan sengaja,dia menarik tangan Raina,menyuruh duduk disebelahnya.


"Maaf pak,saya permisi ke toilet sebentar." pamit Raina yang sedari tadi canggung melihat tatapan Fito.


"Baik,jangan lama-lama." ucap Bagas.


Kemudian Raina berjalan menuju arah toilet,Fito mengikutinya dari belakang.


Menunggu didepan restroom wanita.


"Raina." sapa Fito setelah Raina keluar dari toilet.


"Fito,ngapain kamu disini." tanya Raina,sementara Fito masih memegang tangan Raina.


Hal ini menjadi kesempatan buat asisten suruhan Bagas.Dengan ponselnya,dia mengambil gambar antara Raina dan Fito.


"Aku yang harusnya tanya,kamu ngapain kemari sudah jelas kamu itu gak dibutuhkan disini." ucap Fito.


"Itu urusan aku Fito,bos aku menyuruhku ikut." jawab Raina,"Sekarang lepasin tangan ku,"imbuh Raina.


Satu jam kemudian,hasil presentasi diumumkan oleh asistennya.


"Oke,maaf sebelumnya,bos kami ada meeting dengan klien jadi untuk perusahaan yang memenangkan tender kali ini saya yang umumkan." ucap si asisten,"Dilihat dari semua aspek,baik budget,planning,dan yang lainnya.Perusahaan kami menerima presentasi atau rencana dari perusahaan yang dipimpin oleh tuan Fito."lanjutnya.


"Yes,Terima kasih banyak pak." ucap Fito.


"Selamat tuan Fito,mari ikut saya untuk menandatangani kontraknya." kata si asisten.


Fito mengikuti arahan dari asisten perusahaan yang akan berkolaborasi dengan perusahaanya.Dengan seringai senyumnya yang mengarah ke Bagas.


Braakkk..... Bagas begitu marah dengan hasil yang didapatnya.Semua kena omelan,tak terkecuali Raina.


"Ini gara-gara kamu Raina,kalau saja kamu sedikit peka semua pasti gak begini." ujar Bagas marah-marah.


"Maksud pak Bagas apa yah?saya sendiri tidak mengikuti presentasi,kenapa saya yang disalahkan." jawab Raina berani.


Sementara Ani dan asistennya,hanya diam ketakutan.


"Kamu harusnya bekerjasama dengan saya,untuk membuat Fito cemburu."sarkas Bagas.


" Untuk apa coba saya membuat cemburu Fito,"ucap Raina masih bersitegang dengan Bagas.


"Ahhh.... Ferdi,mana hasil kamu tadi." ujar Bagas pada asistennya,lalu Ferdi menyerahkan ponselnya.


Dengan marahnya,semua foto yang ada diponsel asistennya dikirim ke Wulan.

__ADS_1


"Hancur, hancur deh hubungan lu sama Wulan." gumam Bagas kesal.


****


Seminggu setelah balik dari kota A,Raina mengajukan cuti karena sangat lelah.


Berdiam diri di apartemennya,sementara Weni aktif bekerja.


"Gue berangkat,jaga rumah baik-baik ya.Nitip salam gak?" seperti biasa Weni selalu ngeledek Raina jika akan pergi bekerja.


"Salamnya udah habis,tak tersisa." jawab Raina seraya menjemur pakaiannya dibalkon.


Dikantor Fito....


"Ngapain kamu kesini.Sudah aku bilang jangan pernah menemui aku dikantor." ujar Fito saat melihat Wulan masuk keruangannya.


"Aku hanya ingin minta penjelasan ke kamu soal foto ini." ucap Wulan menyodorkan foto-foto yang ada di galeri ponselnya.


Fito mengambil ponselnya dan melihat ada banyak sekali foto dirinya dan Raina.Seseorang telah mengambil gambar tanpa sepengetahuan Fito.


"Sudah jelas ini kerjaan Bagas,kamu percaya sama dia." tanya Fito,melempar ponsel Wulan.


"Aku gak tahu siapa yang mengirimnya,yang jelas aku minta penjelasan ke kamu." ucap Wulan lagi.


"Sudah aku bilang,kalo kamu gak percaya sama aku.Terserah." kata Fito kesal,"Kalo sudah gak ada urusan lagi,sebaiknya kamu pergi dari sini."lanjut Fito mengusir Wulan.


Wulan pun pergi dengan marah,tak puas dengan jawaban Fito.


"Gue harus mencari Raina,pasti antara mereka masih ada cinta." gumam Wulan mengepalkan tangannya.


Dengan emosi yang mendalam dihatinya, Wulan melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.


Menuju apartemen Raina,setelah dia dapat alamatnya dari Bagas.


"Bagas bilang dia sedang cuti,gue yakin dia ada dirumahnya." kata Wulan memparkir mobilnya didepan apartemen Raina.


Lalu berjalan menaiki lift menuju lantai 15 dimana unit tempat tinggal Raina berada.


Pintu lift terbuka dilantai yang Wulan tuju.Dengan kesal dia mengetuk pintu rumah Raina.


"Wulan?" ucap Raina kaget setengah mati saat membuka pintu rumahnya,"Ada apa ku kesini."imbuhnya.


*


*


*


*


*


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2