
"Bik,hari ini mami jadi dateng?"tanya Weni seraya membuka lemari pendingin.
"Sepertinya jadi non,kenapa non."
"Saya mau masak,sepertinya kita mesti ke supermarket bik."
"Baik non,"
Weni membereskan kamarnya setelah berbincang dengan bik Rima.Lalu,bersiap memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan lipstik.
"Mo kemana pagi-pagi begini."tanya Noval seraya menguap,rupanya semalam dia tidur dikamar tidak lagi di sofa.
"Ke supermarket,mami mau kerumah jadi aku mo masak."jawab Weni menarik tas nya.
"Eh...tunggu,aku yang nganter."Noval beranjak dari kasurnya.
"Jangan lama-lama mandinya."ujar Weni menjatuhkan kembali bokongnya dimeja rias.Mengutak-atik benda pipih warna hitam miliknya.
Sesekali tersenyum,saat membaca chat digroup dari Raina dan Sandra.ada saja yang mereka bertiga omongin.
Beberapa menit kemudian,Noval sudah siap dengan kaos berwarna putih,samaan dengan tunik yang dikenakan Weni.Couple
"Oke,aku udah siap."ucapnya
"..."Weni memandangi suaminya dari ujung kepala sampai ujung kakinya.
"Kenapa,ada yang salah."ujar Noval seraya memutarkan badannya.
"Gak...kenapa pakai baju samaan,biasanya gak mau."kata Weni heran.
"Gak papa,lagi kepengin aja."jawab Noval asal.
***
Hanya satu jam perjalanan dari apartemen menuju supermarket yang dituju.Disini semua lengkap,mulai dari sayuran,buah,daging,snack dan masih banyak lagi.
Weni mengambil semua yang diperlukan dan menaruhnya ditroley yang didorong bik Rima.
"Bik Rima,tolong bantu saya apa saja yang habis didapur ,bik."ucap Weni masih memilih-milih barang.
"Baik non Weni."jawab bik Rima seraya ikut nona mudanya mengambil barang-barang yang dibutuhkan.
"Non Weni mau masak apa untuk mami?"tanya si bibik.
"Mami paling suka apa bik?"tanya Weni balik.
"Nyonya biasanya suka capcay,ayam asam manis,fuyunghai,..."ujar bik Rima sambil memikirkan kesukaan nyonya besarnya.
"Apalagi bik..."
"Saya rasa itu saja sudah cukup non."
Diconter bagian parfum,tiba-tiba Noval bertemu dengan teman lamanya.
"Hai...Noval,apa kabar."ucap si perempuan pada Noval.
"Hai,kabar baik.Kamu gimana?"kata Noval begitu akrab dengan si perempuan.
"Baik,kamu sama siapa."
__ADS_1
"Istri."
"Kamu sudah menikah?"tanya si perempuan.
"Iya sudah,malah bentar lagi jadi ayah."ucap Noval senyum bahagia
Sementara,Weni memandanginya dengan curiga.Kenapa Noval begitu dekat dengan perempuan yang gak dia kenal.
Dengan langkah pelan,Weni menghampiri Noval.
"Wen,...kenalin temen kuliah aku."kata Noval memperkenalkan perempuan yang sedari tadi ngobrol dengannya.
"Lusi,kenalin ini istri aku."lanjut Noval.
Weni mengulurkan tangannya begitu juga Lusi.
"Halo bik Rima,apa kabar."tanya Lusi pada si bibik,membuat Weni makin curiga.
"Baik non Lusi."jawab bik Rima singkat.
***
Setelah berjam-jam berbelanja,Weni dan Noval kembali kerumah.Noval melajukan kendaraan dengan kecepatan standar,hari itu tidak macet.
Sesekali menengok kesamping,perasaannya tidak enak.Dilihatnya Weni dengan wajah yang cemberut,masam,seperti sedang menahan amarahnya.
"Apa ada yang salah sama gue."pikir Noval dalam hati.
"Pasti gara-gara gue ketemu Lusi tadi,sepertinya dia curiga."lanjutnya masih dalam hati.
"Kalo gue bilang dia mantan gue,gak mungkin dong,ah..sudahlah gue rasa dia juga bisa menebak."masih dalam hati.
Ternyata,lampu hijau yang sedari tadi ditunggunya sudah menyala.Pantas saja rame sekali dibelakang.
***
Didapur,Weni sedang sibuk membantu bik Rima menyiapkan hidangan untuk mami mertuanya.Kali ini Weni benar-benar memasak,bik Rima hanya membantu saja.Mood nya bagus kali ini,
"Bik,saya penasaran sama perempuan yang tadi ketemu di swalayan."ucap Weni seraya mencuci sayuran.
"Oh..non Lusi,dulu pernah pacaran sama tuan Noval."ujar bik Rima melongo,"ups...."salah ngomong saya."imbuh bik Rima dalam hati seraya menutup mulutnya.
"Apa bik,jadi dia mantan pacar Noval.Pantes aja begitu dekat,sampai kenal betul dengan parfum yang dipakai Noval."kata Weni memerah pipinya.
"Iya non,itu kan sudah berlalu non Weni tidak perlu bilang sama tuan Noval,bibik jadi tidak enak hati."kata si bibik yang merasakan bau-bau kecemburuan dan kemarahan dari nona mudanya.
"Tenang aja bik,saya baik-baik aja."ucap Weni,melanjutkan kegiatan memasaknya.
Satu jam kemudian,Weni selesai dari aktifitasnya didapur.Selanjutnya tugas bik Rima menyajikannya dimeja makan.
"Weni serahin sisanya ke bibik,terima kasih sebelumnya bik."kata Weni..
"Siap kerjakan non."jawab bik Rima semangat.
***
Badan terasa seperti digebukin orang sekampung, sampai-sampai Weni tidak sadar tertidur. Padahal dia sadar benar, sedang hamil tidak boleh terlalu capek.
Tapi demi menyenangkan hati mami mertuanya, dia memasak begitu banyak menu.
__ADS_1
Bel terdengar sangat nyaring ditelinga, bik Rima berlari membuka pintu. Nyonya besar sudah datang, segera bik Rima menyiapkan minuman.
"Non Weni dimana bik? " tanya nya.
"Tadi setelah masak, Non Weni masuk kekamarnya." jawab bik Rima.
"Apa? masak bik?" ucap nyonya besarnya kaget.
"Iya nyonya, katanya lagi pengen kesibukan." kata si bibik seraya meletakkan secangkir teh didepan nyonya besarnya.
"Terus, kemana anak saya." tanyanya lagi
"Tadi, pergi kebawah setelah menerima telepon."
"Telepon dari siapa sampai harus kebawah begitu." tanya nyonya nya heran.
"Non Lusi. " bisik bik Rima ditelinga nyonya nya, takut terdengar Weni.
"Apa bik, Lusi? apa dia cari gara-gara lagi sama Weni. " ujar nyonya nya ikut berbisik.
"Non Weni sudah ketemu nyonya, tadi di swalayan. " kata si bibik, "Dan sepertinya Non Weni cemburu,terlihat jelas diwajahnya. " imbuh si bibik.
"Memangnya Weni tahu kalo si Lusi dulu pacar Noval."
"Tadinya belum tahu nyonya, tapi.... sekarang sudah tahu, tadi bibik keceplosan." lirih si bibik
Tiga puluh menit kemudian, Noval membuka pintu dan masuk menemui maminya.
"Noval, kamu cari gara-gara lagi." sarkas maminya.
"Maksud mami apaan,Noval gak ngerti." jawab Noval padahal dia tahu arah perkataan maminya.
"Ingat Noval, istri kamu itu sedang hamil jangan selalu dibuat sedih, marah. Mami itu malu kalo sampai orang tua Weni tahu, mau ditaro mana muka mami."
"Mami lebay banget, Lusi cuma say hello doang."
"Say hello kok sampai nyamperin kesini."
"Udah mih, nanti Weni dengar malah jadi kacau."
"Ini nih... sudah sangat jelas punya niat gak beres sampai takut istrinya tahu." kata maminya.
"Oke... oke... lebih baik mami makan siang aja, Weni sudah masak makanan kesukaan mami." gandeng Noval kearah meja makan.
"Sudah tahu istri capek memasak, kamu malah tinggal kebawah bukannya bantuin." sarkas maminya
"Panggil istri kamu," suruh maminya.
"Oke, siap mami ku sayang." jawab Noval seraya berjalan kekamarnya.
*
*
*
*
*
__ADS_1