RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 29


__ADS_3

Prrrrraaankkkk..,.


Ponsel milik Raina dilempar kearah cermin dan memantul balik mengenai dahi sebelah kanan Raina.Pelipis matanya terkena sedikit,menimbulkan darah keluar.


"Kamu salah paham Fito." ujar Raina memegangi pelipis matanya.


"Argh..... sial!" umpat Fito,


Raina terkejut dengan sifat Fito yang kasar,Baru pertama kali Raina tahu.


Karena ketakutan,Raina menyaut tas selempangnya keluar dari kamar.Masih dengan dahi yang berdarah.


"Mih,maaf Raina harus pergi.Raina titip Fito,mami gak usah khawatir Raina hanya menenangkan diri." pamit Raina tergesa-gesa.


"Pergi kemana sayang, Hati-hati dijalan sayang." pesan mami mertuanya.


"Raina ke tempat Weni mih." jawab Raina bergegas pergi.


Lima menit kemudian,Fito keluar kamar hendak menyusul Raina.Tapi sayang,kalah cepat.


"Mana Raina,mih." tanya Fito pada maminya.


Dengan wajah yang marah maminya menampar pipi Fito,"Ada apa dengan kamu Fito,bisa-bisanya kamu begini."


"Raina mengkhianati Fito,mih."


"Tidak mungkin,mami gak percaya."


"Terserah kalo mami gak percaya,pokoknya Fito harus membawa Raina kembali." ujar Fito masuk kekamar kembali.


****


Ting... Tong....


Bel berbunyi dipintu apartemen Weni,hari sudah malam.


Weni berjalan hendak membuka pintu,tapi keduluan sama Raina.Ternyata sandi pintu masih sama,jadi Raina menerobos masuk.


"Eh... eh... sembarangan saja masuk." ujar Weni,"Ada angin apa nona muda datang kemari."imbuhnya.


"Bukan hanya angin malahan badai.Gue berantem sama Fito,emang lu gak lihat nih jidat gue berdarah."kata Raina langsung duduk.


" Cup... cup... cup.... kenapa lagi,Fito gak lu kasih jatah."ledek Weni.


Sandra keluar dari kamarnya,mendengar kegaduhan diruang santai.


"Ada angin apa ini bu bos datang." kata Sandra.


"Dia bilang bukan angin San,malahan badai.Lihat tuh jidat berdarah,lu ada kotak P3K kan tolong bawa keluar." ujar Weni.


Weni mengobati luka Raina sembari ngobrol,panjang lebar Raina cerita.


"Oalah... sekarang Fito bucin banget ya." ucap Sandra menyodorkan sebotol minuman dingin.


"Saking bucin nya,gak dapet jatah makin marah dia." imbuh Weni.

__ADS_1


"Weni sayang,gue kasih tahu ya denger baik-baik.Gue dari nikah sampai sekarang belum ML tahu." ujar Raina menekankan kata ML.


Sontak Weni dan juga Sandra tercengang,melongo jamaah.


"Masa sih Rain,kalian bersama udah hampir tujuh bulan lho." ujar Weni.


"Ya,lu kan tahu gue nikah Fito lumpuh,setelah sembuh Fito masih cuek sama gue,sekarang udh sedikit bucin,eh... datang Bery." jelas Raina.


"Mencicipi sedikit juga belum?" tanya Sandra.


"Hampir.Gue udah telanj**g,udah mabuk dibuatnya,eh.... Fita mengetuk pintu,bilang kalo papinya sakit.Ya sudah ga jadi sampai sekarang,gue masih virgin." tekan Raina kesal.


"Duh... gak usah kesal begitu dong.Gue ajarin nih,yang gue lihat di internet gampang banget lho memancing laki-laki buat begituan,apalagi suami sendiri.Lu sebelum tidur usahakan pakai lingerie yang sexy pasti Fito melongo." kata Weni sambil tertawa meledek.


"Puas lu." kata Raina,"Oiya,San.Menurut lu gimana Bery,"lanjut Raina.


"Dia baik sepertinya,akan gue coba." jawab Sandra.


"Eh,gue laper kita cari makan kebawah yuk,sambil cari angin." ajak Raina.


"Takut ah,nanti ada badai lagi." ledek Weni.


***


Selesai makan,Raina dan kedua sahabatnya berjalan menuju apartemennya.Raina bersama sahabatnya tertawa gembira tanpa ada beban.


"Eh,Raina bukannya itu asisten Fito." tunjuk Weni pada seseorang yang berjalan kearah mereka.


"Iya,pak Seno." jawab Raina,"Ada apa pak Seno."tanya Raina saat asisten suaminya menghampiri.


Raina membuka bungkusan yang ada ditangannya.Sebuah ponsel keluaran terbaru,mulus.Raina menyeringai,ada rasa kesal dan senang dihatinya.


Masih dengan canda tawa,saat Raina dan sahabatnya sampai di apartemnnya.


"Handphone lu kenapa,kok Fito kasih yang baru." tanya Weni penasaran.


"Rusak,dilempar." jawab Raina seraya mengutak-atik ponsel barunya.


"Lihat nih,nomer yang ada didalam nih ponsel cuma ada nomer Fito.Gila gak tuh!" sarkas Raina menunjukkan ponselnya.


"Sudah Terima aja,dia terlalu cinta sama lu,nikmatin aja." ucap Sandra,biasanya dia yang paling diam kenapa sekarang ikutan nimbrung.


"Gue mau tidur besok masih harus kerja." ujar Weni.


Karena sudah sangat larut,Raina memutuskan ikut tidur.


****


Di kediaman Danu Sastra...


"Bagaimana Seno,apa kamu ketemu sama Raina." tanya Fito pada asistennya sambil mengawasi ruang kamar yang sedang dipindah-pindah tempatnya.


Padahal hari sudah malam,para pelayannya masih membenahi kamarnya.


"Sudah tuan,nona Raina bersama temannya." jawab Seno.

__ADS_1


"Baik kalo begitu, kamu silahkan tidur." kata Fito mendial nomer baru Raina.Tapi sayang,Raina tak menjawab karena hari sudah sangat malam.


"Mungkin sudah tidur." pikir Fito,kali ini otaknya sedikit lurus jadi gak marah-marah.


"Fito,besok kamu harus jemput Raina." sarkas maminya dari balik pintu kamar Fito.


"Hemm.... " Fito menganggukkan kepalanya.


Malam begitu cepat berganti pagi,Fito bergegas membersihkan diri dan bersiap ke kantor.


"Ingat Fito,pulang harus bawa Raina." kata maminya saat menikmati sarapan dipagi hari.


"Iya mih,gak usah ngomong terus." jawab Fito,"Ya sudah,Fito berangkat dulu."imbuhnya.


****


Mobil yang dikemudikan asisten Seno melaju dengan kecepatan normal.Fito berangkat pagi hari ini,dia berencana menjemput Raina sore hari.


Setelah satu jam kemudian,mobil berhenti tepat didepan pintu masuk perusahaannya.Dengan kewibawaannya, Fito berjalan menuju ruangannya.Masuk kedalam lift,diikuti asistennya.


"Apa hari ini ada jadwal meeting,Fani." tanya Fito saat melewati meja sekertaris nya.


"Ada tuan,jam sembilan rapat dengan klien dari luar negeri,dan jam satu kita meeting diruang A dengan bagian design.Setelah itu.... " Fani tidak melanjutkan ucapannya setelah Fito memotongnya.


"Setelah jam satu,batalkan semua meeting selanjutnya." perintah Fito.


"Baik tuan,saya akan merubah jadwal meeting selanjutnya." jawab Fani.


Fito masuk keruangannya,duduk disinggasana dengan secangkir kopi yang disediakan Fani.


Menandatangani semua berkas yang menumpuk di meja kerjanya.


Sebentar-bentar mengusap dahinya,pusing dibuatnya.


"Haduh.... " gumamnya.


Tak terasa jarum jam menunjuk angka sembilan,Fito bergegas menemui kliennya diruang auditorium kantornya.Didampingi asisten dan Fani,Sekertaris nya.


Meeting hanya berlangsung setengah jam,karena hanya penandatanganan kontrak kedua belah pihak.


Fito melanjutkan pekerjaannya sebelum meeting di jam satu.Lalu,makan siang pada pukul dua belas.


Fito kini berada dikantin kantornya, makan siang dengan asistennya,biasanya dia akan menghubungi Raina pada jam makan siang.


"Seno,nanti sore kamu langsung pulang saja.Saya mau menjemput nona muda kamu." perintah Fito.


"Baik tuan."


*


*


*


*

__ADS_1


*


__ADS_2