
"Cuma gara-gara gue kasih tumpangan ke Lea,dia marah besar." ucap Bery pada Weni,entah mengapa Bery sudah sangat buntu mau cerita sama siapa,alhasil pagi-pagi Bery sudah menjemput Weni dirumah Raina.
"Lu aja yang b**o udah tahu Sandra benci banget sama Lea,lu pake nganter dia, pake mobil Sandra pula.Haduh, Bery.... Bery.... " kata Weni sambil ketawa.
"Lu bener Wen, semalem mungkin ibu gue telepon dia.Mungkin ibu tahu kalo kita udah gak ada hubungan." jelas Bery.
"Maksud lu?" tanya Weni sebelum turun dari mobil ketika sudah sampai didepan perusahaan yang tak lain milik Fito.
"Saking marahnya,mungkin Sandra bilang sama ibu.Jadi penyakit ibu kambuh." ujar Bery.
"Apa Sandra tahu?"
"Gue gak kasih tahu dia,hari ini gue bakal mengajukan cuti.Gue harus secepatnya balik." kata Bery,"Oke,makasih banyak Wen."lanjut Bery.
"Thanks ya tumpangan nya." ucap Weni dan melambaikan tangannya saat mobil Bery melaju.
Rupanya dari ujung lobby,terlihat Noval yang memasang wajah marahnya.
"Ternyata sudah punya gandengan,cepat sekali." sinis Noval.
Dan saat Weni memasuki kantor,bertemu Noval.Kedua mata mereka saling beradu,antara benci dan rindu.
****
(skip)
Rapat selesai..
"Oke,jadi untuk pekerjaan kali ini saya perintahkan Noval dan Weni untuk menangani." perintah Fito,bos mereka.
"Hah.... saya pak? Apa gak salah?" jawab Weni spontan.
"Kenapa memangnya?Apa kamu gak sanggup?" ujar Fito.
"Baik pak,saya siap menjalankan tugas dari anda." ucap Noval.
Weni dan Noval bergerak cepat sesuai arahan Fito,pimpinan mereka.Menemui klien perusahaan B yang disinyalir susah didapat.Tender kali ini harus mereka dapatkan,karna begitu banyak manfaat yang akan perusahaan dapatkan.
Noval menggunakan mobil inventaris yang disediakan kantor.Memakai sitbelt dan siap melajukan mobilnya.
Sepanjang perjalanan,Weni hanya sibuk dengan gawainya.Sesekali memandang kearah jendela saat lampu merah menyala.
"Weni,aku lihat kamu diantar tadi pagi,siapa dia?" tanya Noval di sela-sela dia menyetir.
"Dokter Bery." jawab Weni singkat karna lagi asyik berkirim chat dengan Sandra.
"Sandra,apa lu tahu kalo ibunya Bery sakit.Dia bilang setelah menghubungi lu penyakitnya kambuh." chat pertama dikirim dan telah diterima Sandra.
"Yang bener lu Wen,tahu dari mana?" balas Sandra penasaran.
"Pagi tadi Bery jemput gue,dia bilang pengen curhat.Dan dia bilang gak mungkin kalo curhat sama Raina.Hari ini dia bakal ngajuin cuti,dia mo segera balik kekampungnya." jelas Weni.
__ADS_1
"Oke,thanks infonya ya Weni.Lu gak kerja jam segini malah sibuk chat sama gue."
"Gue mau ketemu klien,diluar kota mungkin malam baru balik."
"Bareng Fito lu,Hati-hati dijalan ya."
"Bareng Noval,mungkin udah direncanakan kali sama si Fito."
Tiba-tiba Noval memandangi Weni yang asyik senyam-senyum lihat layar ponselnya.
"Weni,kamu dengar gak sih dari tadi." ucap Noval masih fokus di kemudinya.
"Iya aku dengar,memang kenapa kalo ada yang antar aku kekantor.Kan lumayan ongkos taksinya." ujar Weni asal.
"Oh... jadi sekarang kamu ngasih harapan lagi sama laki-laki lain,dokter pula." sindir Weni.
"Siapa yang kamu maksud?Aku ngasih harapan,makanya jangan kepo kalo gak tahu." jawab Weni ketus.
"Itu laki-laki yang anter kamu,gebetan baru kamu kan?Sungguh kasihan dia kalo cuma dijadikan pelarian."
"Stop,gak usah komentar kalo gak tahu apa-apa." Weni makin marah,seenaknya saja nuduh.
"Ckckckck.... Apa kamu sudah menyelidiki itu laki-laki?"
"Apa sih yang mau kamu ketahui,Noval?" tanya Weni akhirnya.
"Aku tahu maksud kamu.Oke,dokter Bery dia pacar Sandra,dia nganterin aku cuma pengen ngobrol.Puas dengan jawaban aku." imbuh Weni.
****
Dirumah sakit,saat waktu istirahat Bery mendatangi ruangan Sandra.Membawa amplop warna coklat yang berisi selembar surat pengajuan cutinya.
Tok... Tok... Tok...
Bery mengetuk ruangan Sandra dengan pelan,takut mengganggu.
Dan masuk saat terdengar suara Sandra mempersilahkan nya.
"Permisi," ucap Bery dengan sopan karna dirumah sakit Sandra adalah direktur utamanya.
"Silahkan duduk." jawab Sandra tanpa menoleh dan tidak tahu kalo yang datang Bery.Memperhatikan layar komputer di depannya.
"Saya mau minta tandatangan bu Sandra." ujar Bery,suaranya kali ini membuat Sandra menoleh kearah Bery.
Sandra membuka amplop coklat yang dibawa Bery,"Ini apa dokter Bery?"
"Pengajuan cuti saya dimajukan besok bu,ada hal yang mendesak." jawab Bery masih sopan.
Sandra membaca dan segera menandatangani selembar kertas itu,"Bery,apa yang terjadi?"
"Ibu saya sakit bu Sandra,jadi saya harus segera pulang."
__ADS_1
"Bery,bicara seperti biasa gak ada yang melihat kita." pinta Sandra.
"Terima kasih karna sudah menyetujui cuti aku,Sandra.Makasih juga sudah berkata jujur sama ibuku,jadi aku gak perlu lagi mencari alasan untuk menjelaskan hubungan kita." ujar Bery.
"Kalo kamu gak gengsi begini,kita masih berhubungan.Memangnya apa yang kamu takutkan,apa masalahnya." ucap Sandra.
"Banyak yang aku takutkan,status sosial kita saja sudah beda."
"Itu terus yang menjadi alasan kamu,apa kalo kamu dengan Lea statusnya sama.Kamu tahu kan,Lea juga anak orang kaya." kata Sandra penuh dengan emosi.
"Lagi, lagi kamu mempermasalahkan Lea.Semua gak ada hubungannya dengan dia." sarkas Bery,
"Kita belum mencoba sampai dimana,kita baru mulai kamu sudah menyerah begitu saja." akhirnya Sandra meneteskan air matanya karna terlalu emosi.
"Apa kamu tahu perasaanku,bagaimana hubungan kita lancar kalo kamu selalu Menghindari aku.Peduli apa dengan omongan orang,"imbuh Sandra.
Drrtt... drrtt...
Tiba-tiba ponsel Bery berdering,segera Bery menjawab panggilan yang tak lain dari ibunya.
" Iya bu,Bery berangkat sore ini."jawab Bery
"Gak bu,Bery sendiri.Apa ada yang mau Bery bawakan?"
"Ya,sekarang Bery sedang meminta tandatangan dulu."
"Emm..... " Bery memandang wajah Sandra,"Ibu mau bicara sama kamu."ucapnya Lalu Bery mengeraskan suara ponselnya,(Loudspeaker)
"Sandra,ibu mohon maafkan anak ibu gak bisa jadi pacar yang baik buat kamu?" ucap ibunya Bery.
"Sandra yang minta maaf tante,Sandra banyak kekurangan." jawab Sandra.
"Apa kamu mau ikut Bery berkunjung ke kampung,sebagai teman Bery."
"Semua tergantung Bery,tante.Kalo Bery mengijinkan Sandra ikut,Sandra ikut tante." ujar Sandra menatap Bery,keinginannya berpacaran dengan Bery lagi memang sangat kuat.
Sandra begitu penasaran dengan sifat Bery sebenarnya.
"Bery kamu dengar itu,Sandra mau datang kekampung.Kamu ajak dia,ibu akan sangat senang." kata ibunya.
"Baik bu,Bery akan ajak Sandra."Bery mengakhiri panggilannya seraya menatap tajam Sandra.
*
*
*
*
*
__ADS_1
bersambung....