
Sandra menyaut tas selempangnya,pergi dengan mata yang sedikit sembab.Berjalan dengan menundukkan kepalanya.
Dea salah satu perawat yang dekat dengannya pun merasa aneh.
"Kenapa dengan ibu Sandra," gumam Dea.
"Selamat siang bu Sandra." sapa Dea tapi diabaikan oleh Sandra.
Sandra keluar dari lobby rumah sakit,berjalan kearah dimana mobilnya terparkir.
Lalu,mengemudi dengan kecepatan diatas rata-rata.Siang itu sedang tidak macet,mobil menuju ke dermaga tepi pantai.
Duduk termenung,ditemani minuman bersoda.Matanya menatap kosong kearah lautan.Ombak berguling pun terasa tak terdengar.
"Gue benci sama lu....!!!! " teriak Sandra.
"Kenapa lu nyakitin gue.... " imbuhnya.
Tiba-tiba Raina sudah berada dibelakangnya,"Teriak lah sekenceng-kencengnya,biarkan sedih lu terbawa angin menuju tengah laut."ucap Raina.
"Raina,kok lu bisa sampai disini?" tanya Sandra membalikkan badanya seraya mengusap butiran air di pipi nya.
"Story lu yang membawa gue kemari.Perpisahan lebih baik daripada menggantung.itu kan story lu." jawab Raina duduk disebelah Sandra.
"Akhirnya terjawab sudah Raina,setelah rapat pagi tadi gue sengaja mencegat Bery diruangan.Gue tanya kemana arah hubungan kita,kenapa selalu menghindar dan kenapa jalan dengan dokter Lea." cerita Sandra masih meneteskan air matanya.
"Dia hanya menjawab,lebih baik kita berpisah,jangan salahkan dokter Lea,dia tidak tahu apa-apa tentang hubungan kita,dia bilang status sosial dia sama gue berbeda jauh." lanjut Sandra.
"Menurut lu,apa gue pernah membeda-bedakan status sosial seseorang Raina.Kalo emang dia benar-benar mencintai gue,buang jauh-jauh pemikiran kayak gitu.Emang dasarnya dia aja yang gak bisa ngelupain lu,Raina."
"Ckckckck..... jangan sembarangan ngomong,Bery yang gue lihat memang cinta sama lu." ujar Raina.
"Lu sendiri ngapain mukanya ditekuk begitu." tanya Sandra kemudian.
"Gue juga lagi kesel sama Fito,lihat ini San.Seseorang mengirim pesan dan foto.Fito sedang memeluk dokter Sari,makan siang berdua." Raina menunjukkan pesan yang dikirim orang pada Sandra.
"Tapi lu percaya?"
"Gue samperin mereka,kebetulan tuh orang ngasih tahu dimana tempatnya.Pas gue dateng memang bener, mereka berdua sedang makan sambil ngobrol." cerita Raina.
"Terus..... "
"Fito menarik tangan gue keluar,dia bilang gak usah percaya dan jangan ikut campur sama urusan dokter Sari."
"Apa cinta lama mereka bersemi kembali,CLBK maksudnya." tanya Sandra penasaran.
"Kayaknya sih gak,San.Semalem gue udah nanya ke dia, ada urusan apa dokter Sari sama dia.Dia jawab gak usah ikut campur.Begitu lagi." lanjut Raina sambil meneguk minuman yang ada ditangannya.
"Gue serahin aja tuh si King.Ngapain coba mereka enak makan,ngobrol,gue suruh jagain anaknya." ketus Raina.
**
Masih dipantai...
Drt... drt... drt... ponsel milik Sandra bergetar dan berdering.Sudah ada lima kali panggilan diponsel Sandra.
"Lu lihat Raina,kalo kayak gini apa yang mesti gue jawab coba?" kata Sandra menunjukkan layar ponselnya yang terpampang nama ibu Gio, ibunya Bery.
__ADS_1
"Jawab aja,kali penting.Gak enak juga kan kalo didiemin." jawab Raina.
Akhirnya Sandra menggeser tombol warna hijau keatas.
"Halo... " jawab Sandra.
"Halo Sandra,apa kabar kamu?" tanya ibunya Bery dari ujung telepon.
"Sandra baik tante."
"Kamu kenapa suaranya seperti habis nangis?apa kalian sedang bertengkar?" tanya ibu Bery
"Gak tante, Sandra sedikit pilek.Ada apa ya tante?" tanya Sandra.
"Kemarin Bery menghubungi ibu,dia bilang mengambil cuti minggu depan tiga hari.Dia bilang mau pulang bersama kamu,sayang."
"Uhuk... uhuk... apa tante?" Sandra tersedak saat mendengar penuturan ibu Bery. "Kenapa dia gak bilang ke gue... " batin Sandra.
"Kenapa Sandra?Apa kamu gak tahu kalo Bery mengajukan cuti.Bukannya kamu yang harus tandatangan.Apa kamu gak mau main ke kampung Bery?"
"Emm.... lihat nanti tante.Surat pengajuan cutinya bukan Sandra yang tandatangan."
"Oh begitu... ya sudah nanti ibu telepon Bery.Kamu baik-baik disana ya,ibu tutup telepon nya." ucap Ibu Gio sambil menutup teleponnya.
**
"Dia bilang apa San?" tanya Raina sambil minum air lagi,
"Katanya minggu depan Bery cuti tiga hari,dan dia bilang Bery mo ngajak gue kerumahnya.Tapi sayang," kata Sandra.
" Gak tahu,ngajak gue sebagai apa coba?kita udah putus."
Uwek.... uwek... uwek...
"Lu kenapa Raina,apa kedinginan." tanya Sandra khawatir.
"Gak papa San,gak enak badan gue dari kemarin.Perut rasanya pengen muntah,mual berasa kembung."
"Apa lu hamil Raina?" ujar Sandra.
"Gak tahu belum di cek,tapi mungkin saja.Gue udah telat seminggu dari jadwal haid gue." kata Raina
"Semoga aja,ntar balik sekalian aja ke apotik." suruh Sandra.
Dari arah belakang datang Weni bawa bungkusan,makanan yang tadi dipesan Raina.
Raina mengirim pesan pada Weni saat ngobrol dengan Sandra.
Pesan Raina....
"*Wen,sepulang kerja lu beli cemilan bawa ke tepi pantai.tempat biasa kita nongkrong."
"Lagi ngapain lu disana?"
"Gue nemenin Sandra,dia kacau."
"Oke*."
__ADS_1
**
"Raina.... Sandra...!!!" panggil Weni teriak-teriak sambil berlari menjinjing plastik yang berisi makanan.
Huft....Weni berhenti sejenak mengatur napasnya.Lalu duduk disebelah Sandra.
"Kalian pada ngapain disini,udah sore bukannya pulang malah nyusahin gue." ucap Weni meneguk minuman kaleng bersoda.
"Kita lagi nunggu matahari terbenam." jawab Raina.
"Sandra kenapa" tanya Weni berbisik ditelinga Raina.
"Putus sama Bery." jawab Raina berbisik juga.
"Kalian ngapain bisik-bisik.Lu kalo mo tahu nanya gue aja langsung." kata Sandra pada Weni.
"Hehehe... lagi lu diam aja.Mata sembah,bawahnya hitam udah kaya pandai aja.Laki-laki kaya Bery gak pantes lu tangisin." ucap Weni asal.
"Semua sama,Noval juga gitu menjauh dari gue." tambah Weni.
"Noval siapanya lu,bukannya lu yang ngegantungin dia.Ya wajar lah,kalo Noval nyari perempuan yang lain." ucap Raina.
***
Setelah matahari terbenam,Raina dan kedua sahabatnya memutuskan kembali.Sandra membuka pintu mobilnya masuk siap mengemudikan nya.
"Sandra lu yakin bisa nyetir nih mobil,mata lu udah sembab banget.Buat melek aja susah." ucap Weni.
"Tenang aja, gue masih bisa kok." jawab Sandra.
Mobil pun melaju dijalanan yang tak ramai,tidak ada kemacetan.
"Sandra,kenapa berhenti disini." kata Weni saat mobil berhenti didepan apotik.
"Raina sakit,kenapa dia turun." imbuhnya.
"Bawel banget lu.Tadi Raina uwek, uwek mulu jadi gue suruh beli testpack." jawab Sandra.
"Raina hamil?" Weni melongo bengong.
"Semoga saja."
Setelah mendapatkan alat itu,Sandra kembali melajukan mobilnya.
Dua jam lamanya perjalanan dari pantai ke apartemen Raina.
"Thanks ya,gue langsung masuk.Bye.... " Raina melambaikan tangannya sampai mobil Sandra tak terlihat mata.
*
*
*
*
*
__ADS_1