
Raina kini berada di ruang VIP tempat Fito dirawat, terlihat tante Dewi dengan tangisannya.Sementara,om Danu terus memainkan ponselnya,entah siapa yang sedang menghubunginya.
"Raina,sayang." peluk tante Dewi saat sadar dengan keberadaan Raina.
"Sabar tante,Fito pasti bisa melewati ini semua." ucap Raina menenangkan tante Dewi.
Saat itu juga,Fito tersadar membuka kedua matanya perlahan.
"Mih.... " panggil Fito pelan,"Fito haus, tolong ambilkan air mih."imbuh Fito.
"Fito,anak mami akhirnya kamu sadar nak,kamu mau minum sayang." jawab tante Dewi.Fito mengangguk.
Saat akan menggerakkan kakinya,Fito merasa aneh."Mih,kenapa kaki Fito gak bisa digerakin mih,?"kata Fito pada maminya.
"Sabar ya sayang,akibat kecelakaan semalam kamu lumpuh sayang.Tapi tenang saja,dokter bilang kaki kamu bisa kembali seperti semula." jelas mami dengan hati-hati,Seperti tersambar petir Raina kaget mendengar kalau Fito lumpuh.
Begitu juga dengan Fito,dia seakan tidak terima dengan keadaannya.
Beberapa menit kemudian,Wulan masuk kedalam ruangan.Memandang dengan sengit kearah Raina.
"Kebetulan kamu datang,Wulan." ucap om Danu,papinya Fito.
"Selamat siang om.Bagaimana keadaan Fito?" tanya Wulan basa basi.
"Om langsung saja,Wulan secepatnya kamu persiapkan pernikahan kamu dengan Fito." katanya.
"Tapi om,Wulan belum tahu keadaan Fito bagaimana." jawab Wulan.
"Bukannya kamu selama ini berpacaran dengan Fito."
"Wulan,akibat kecelakaan Fito mengalami lumpuh." jelas tante Dewi to the point.
"Apa tante! Lumpuh?" ucap Wulan kaget,"Wulan gak mungkin menikah dengan Fito om,tante.Masa Wulan harus mengurus suami yang lumpuh,apa kata keluarga Wulan om."imbuh Wulan.
"Bukannya kamu mencintai Fito." tanya om Danu.
"Ya,memang Wulan mencintai Fito,tapi Wulan belum siap menikah dengannya apalagi sekarang dia lumpuh."
"Jadi, keputusan kamu apa?" tanya tante Dewi
"Ya Wulan jelas gak mau tante." jawab nya.
"Oke,silahkan kamu pergi dari sini,dan jangan menampakkan wajahmu dihadapan tante." usir tante Dewi.
Dengan marah dan wajah yang emosi,Wulan meninggalkan ruangan tempat Fito dirawat.
"Permisi tante,om.Raina dan Weni pamit dulu." ucap Raina pada orangtua Fito.
"Terima kasih sayang." jawab tante Dewi,sementara om Danu masih bingung dengan pikirannya.
__ADS_1
****
Sore hari dirumah Raina dan Weni sedang asyik ngobrol dibalkon.Sembari melihat indahnya kota dari atas,langit sore itu sangat mendukung.Cerah,saat matahari mulai membenamkan diri.
"Raina,menurut lu apa yang ada dipikiran Fito saat dia mendengar kalo dia lumpuh." ucap Weni tiba-tiba.
"Kenapa lu nanya nya ke gue,mana gue tahu." jawab Raina emosi.
"Dilihat dari wajah Fito yang tenang,datar,sepertinya dia menerima keadaannya." kata Weni lagi.
"Eh,ngomong-ngomong,lu kan bekerja di perusahaan Fito.Sebenernya ada apa dengan perusahaan mereka." tanya Raina.
"Kepo banget lu,mau tau banget apa mau tau aja." ledek Weni.
"Ditanya serius malah becanda lu." sarkas Raina.
"Gue juga gak tahu banget,tapi dari yang gue denger,para pemegang saham gak mau kalo perusahaan dipimpin sama Fito.Mereka mengajukan syarat,kalo presdir mereka harus yang sudah berkeluarga,karena jika belum menikah pasti pikirannya masih main-main." jelas Weni.
"Oh... pantas saja om Danu langsung menyuruh Wulan mempersiapkan pernikahan."
"Kenapa? Lu cemburu,bukannya tadi Wulan menolaknya kenapa bukan lu aja yang gantiin Wulan,kan lu belum bisa move on dari Fito." ledek Weni lagi.
"Gila lu,asal aja kalo ngomong." kata Raina,"Buka pintu noh,ada tamu."imbuh Raina.
"Siapa sih sore menjelang malam gini bertamu." gerutu Weni berjalan membukakan pintu,sebelumnya mengintip dari balik pintu,"Tante Dewi sama om Danu?ada apa mereka kesini."batin Weni seraya memutar handle pintu,mempersilahkan orang tua Fito masuk.
"Tante sama om Danu mau minum apa?" tanya Weni.
"Tidak usah,Terima kasih.Kami buru-buru ingin ketemu Raina." balas om Danu.
Raina berjalan menemui orang tua Fito,menjatuhkan bokongnya disofa bersebelahan dengan Weni.
"Oke,om langsung saja.Kedatangan kita kesini,ingin menawarkan kerjasama dengan nak Raina." ucap om Danu sedikit tidak enak didengar.
"Maksud om bukan begitu Raina,tante kesini ingin minta tolong sama kamu.Apa kamu mau menikah dengan Fito?" kata tante Dewi tanpa basa basi.
"Iya benar yang dikatakan tante Dewi,paling tidak Fito bisa menikah dalam waktu seminggu ini."
"Tapi om tante,Raina... " ujar Raina terhenti saking syoknya dengan permohonan orang tua Fito.
"Raina,om mohon sama kamu,tolong menikah dengan Fito.Atau kalian menikah kontrak saja,selama 6 bulan saja."
"Apa semua ada hubungannya dengan perusahaan om?" tanya Raina.
"Iya,seorang yang menjabat presdir harus memenuhi syarat yaitu berkeluarga." ucap om Danu,"Maka dari itu,Fito harus menikah dalam waktu seminggu ini."jelasnya.
"Raina,tolong menikahlah dengan Fito." mohon tante Dewi.
"Raina harus memikirkan ini semua tante om,Raina juga harus minta restu ibu Raina."
__ADS_1
"Itu gampang sayang,sekarang kamu hubungi ibu kamu bilang kalo kamu akan menikah dengan Fito." ucap tante Dewi.
***
Keesokan harinya...
"Lu gak curiga sama keluarga Fito." tanya Weni sambil meneguk segelas susu.
"Weni,yang namanya orang kaya pasti yang diributin harta.Lu lihat kan mereka dengan mudahnya memohon sama gue,padahal mereka tahu kalo gue udah ga ada hubungan sama Fito." jelas Raina,"udah jam 7 mau berangkat gak."lanjut Raina.
"Let's go." jawab Weni menyaut tas selempangnya.
Seperti hari-hari biasa,Raina dan juga Weni naik bus.Sepanjang perjalanan,tak henti-hentinya mulut Weni nyerocos terus.Perusahaan mereka searah dan satu tujuan,hanya beberapa blok saja jaraknya.
"Gue duluan Wen,inget jangan keceplosan ngomong." ancam Raina.
"Tenang aja,mana berani sih gue." jawab Weni.
Raina turun dari bus berjalan menuju kantornya.
Tiba-tiba ponselnya berdering,Raina segera mengangkat ponselnya setelah tahu siapa yang menghubunginya.
"Halo," ucap Raina.
"Halo,Raina kamu dimana sekarang." kata si penelepone yang tak lain ibu nya.
"Raina dikantor bu,ada apa?"
"Ibu sedang menuju ke rumah kamu,kira-kira istirahat kamu bisa jemput ibu di stasiun atau tidak."
"What! apa maksud ibu," Raina kaget.
"Orang tua Fito menghubungi ibu,katanya ada yang mau dibicarakan dengan ibu." jelas ibunya.
"Apa??? " Raina makin kaget.
"Memangnya ada apa sih,kenapa dari tadi kamu kaget begitu." kata ibu Raina bingung.
"Bu,Raina kerja dulu nanti Raina jemput." ucap Raina menutup ponselnya.
"Ini anak belum selesai udah main tutup aja." ucap ibunya dari ujung kota.
*
*
*
*
__ADS_1