RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 8


__ADS_3

Raina masih menunggu tante Dewi disamping ranjangnya,sesekali mengganti kompresnya.Hingga malam semakin larut,Raina tertidur.


Fito yang melihatnya,segera mengangkat Raina ala bridal style.Memindahkan Raina ke ranjang tepat disamping maminya.


Setelah itu,Fito keluar rumah mengeluarkan mobilnya.Malam yang sudah sangat larut membawa Fito ke apartemen Raina.


Ponselnya tak henti-henti berdering,dilihatnya nama Wulan di layar ponselnya.


"Aku sedang bawa mobil,kenapa malam-malam telepon." jawab Fito kesal memegang stir mobilnya.


"Dari tadi aku telepone gak diangkat,kemana aja sih kamu.Aku kan sudah bilang hari ini aku ada acara keluarga." ucap Wulan dari ujung teleponenya.


"Terus....kamu kan tahu mami aku lagi sakit,papi aku dinas diluar kota.Dirumah cuma ada Fita doang."


"Kamu sudah tidak mencintai aku." ujar Wulan.


"Terserah kamu.Aku tutup,aku sedang mengemudi." kata Fito kesal.


"Malam-malam begini kamu mau kemana." tanya Wulan belum menutup teleponenya.


"Ke apartemen Raina,ambil pakaian dia.Sekarang Raina ada dirumah nemenin mami." jelas Fito tanpa basa basi,"Sudah dulu."Fito menutup sambungan teleponenya.


Beberapa menit,Fito sudah berada didepan pintu apartemen Raina.Mengetuk pintunya dengan pelan,takut menggangu penghuni lainnya karena sudah sangat larut.


"Fito." sapa ibu Rani saat membukakan pintu.


"Maaf tante mengganggu,Fito kesini mau ambil pakaian buat Raina bekerja besok,tante." jawab Fito seraya berjalan masuk kedalam,setelah ibu Rani mempersilakan masuk.


"Lho,bukannya kamu bilang akan mengantar Raina.Kenapa malah menginap."


"Raina tertidur,jadi Fito gak tega membangunkannya tante.Sepertinya Raina sangat lelah,tidurnya sangat pulas." kata Fito lagi.


"Sebentar,ibu ambilkan dulu." ucap ibu Rani masuk ke kamar Raina mengambil setelan kerja dan memberikannya pada Fito.


"Terima kasih tante,Fito pamit dulu sudah malam." pamit Fito.


****


Sekarang Fito sudah berada dirumahnya,merebahkan badannya diatas ranjang yang besar.Ya kira-kira ranjang dengan size super king.Pikirannya membayangkan Raina yang entah kenapa begitu cantik setelah mereka berpisah.


Hatinya berdegup kencang saat bertemu dengannya, jantungnya serasa mau copot saja.Apa ini yang namanya cinta? Batin Fito.


Matanya terpejam saat memandangi langit-langit kamarnya, dengan bayangan Raina dipikirannya.


Saat pagi datang,dan sinar mentari masuk kedalam celah-celah jendela kamar tante Dewi.


Raina sungguh terkejut saat membuka kedua matanya.


"Kenapa,gue ada disini.Duh... sial.Jadi semalem gue nginap dirumah Fito,duh... apa kata orang nanti." gerutu Raina seraya mengacak-acak rambutnya.


Tok... tok... tok....


Seseorang dengan pelan mengetuk pintu kamar tante Dewi.

__ADS_1


Dengan rasa canggung,Raina membuka pintu dengan pelan.Takut kalau yang datang papi nya Fito,bisa gawat ini.


"Pagi nona Raina...saya disuruh membawakan pakaian dan sarapan untuk non Raina dan nyonya besar." sapa salah satu pelayan dirumah Fito.


"Oh... Terima kasih,oiya,dimana Fito bi?" tanya Raina.


"Sedang sarapan,den Fito menunggu non Raina selesai." ucap pelayan itu.


Setelah pelayan tadi pergi,Raina kembali masuk kamar.Berjalan kekamar mandi,membersihkan diri.


Setelah itu,Raina berganti pakaian sembari menunggu tante Dewi bangun.


"Kapan Fito mengambil pakaian gue." pikir Raina seraya menyisir rambutnya.


Raina menunggu tante Dewi bangun,tapi tak kunjung bangun juga.Diliriknya jam dinding dikamar tante Dewi.Jarum jam sudah menunjuk pukul setengah delapan,kalau macet bisa-bisa Raina telat.


Akhirnya Raina memutuskan keluar kamar,menemui Fito dimeja makan.


Tidak ada orang disini,pada kemana penghuni rumah ini.


"Bi.... saya mau berangkat kerja,tante Dewi belum bangun jadi saya nitip ya bi.Tante Dewi belum sarapan." panggil Raina.


"Den Fito didepan non Raina,diteras menunggu non Raina." ucap pelayan itu


"oh.... " Raina berjalan keluar rumah masih dengan kebingungan nya.


****


Raina pagi ini diantar Fito kekantornya,sekalian Fito juga sudah mulai bekerja di perusahaan papinya.


"Kenapa diam?belum sarapan?" sapa Fito seraya menatap Raina sekilas.


"Gak papa,oiya,kenapa aku bisa nginap dirumah kamu." tanya Raina.


"Semalam kamu ketiduran dikamar mami,jadi aku biarkan saja." jelas Fito.


"Kenapa aku bisa disamping mami kamu,bener-bener memalukan gak sopan.Itu kan tempat tidur papi kamu." ujar Raina.


"Gak papa,lagian papi sedang dinas diluar.Masa aku pindahin kekamar aku,ntar malah kamu lebih malu lagi." ledek Fito.


"Itu sih pikiran kamu aja yang jorok." kata Raina.


Gak lama kemudian,Raina sampai didepan kantornya.Fito turun dan membukakan pintu mobil untuknya.


Raina merasa malu,kemaren dia bareng Bagas sekarang Fito.Apa kata orang nantinya,Pantes saja dari tadi banyak sekali mata memperhatikan Raina.


Tak terkecuali Bagas,dia melihat Raina diantar Fito.


"Apa Raina menginap dirumah Fito,pantes aja tadi aku jemput gak ketemu." batin Bagas masih memperhatikan Raina dari kejauhan.


"Nanti perlu aku jemput gak?" tanya Fito.


"Gak perlu,aku bisa naik bus atau taxi." jawab Raina,"Ntar ada yang marah lagi."imbuhnya menyindir.

__ADS_1


"Siapa?Wulan maksud kamu...tenang aja." kata Fito.


"Gak usah,Terima kasih banyak Fito." ucap Raina.


"Oke,tapi ingat jangan pulang bareng Bagas." ujar Fito.


"Bukan urusan kamu,udah sana berangkat." usir Raina seraya berjalan dan melambaikan tangannya pada Fito.


Bagas dengan sengaja mengabadikan moment Raina dan Fito,karena cemburu.


Dengan sadar juga, Bagas mengirim foto itu ke Wulan.Yup,Bagas kenal Wulan sejak masih duduk di bangku SMA.


"Rasain lu Fito,itu akibatnya kalau lu main-main sama gue." gumam Bagas.


Raina begitu semangat bekerja hari ini.Entah mengapa hatinya sebahagia ini.


Membayangkan dirinya menginap dan diantar Fito,membuat dia senyum-senyum sendiri.Sembari menatap layar komputer didepannya.


"Sepertinya kamu senang sekali hari ini."tanya Bagas yang sudah berada dibelakang meja kerjanya.


" Eh,selamat pagi pak."jawab Raina spontan.


"Ada apa dengan hari ini,apa karena mantan kamu mengantar kamu?" Bagas mengatakan tanpa basa basi.


"Tidak pak,saya senang bisa bekerja disini." jawab Raina lagi.


Bagas meninggalkan Raina dimeja kerjanya,jawaban Raina membuat Bagas tidak puas.Dan akhirnya pergi,masuk ke ruangannya.


"Kenapa dengan dia," batin Raina.


****


Siang sudah berganti sore,Raina membereskan semua berkas yang ada dimeja kerjanya.Setelah itu bersiap pulang,karena memang sudah waktunya.


Raina menyaut tas selempang warna hitamnya dan berjalan keluar menuju lift.


Didalam lift,Raina bertemu Bagas.Wajahnya berubah tidak seperti biasanya.


"Ada apa dengan cowok satu ini," batin Raina bergumam sementara kepalanya menunduk memberi hormat pada Bagas,direktur di kantornya.


"Apa ada yang menjemput kamu hari ini." tanya Bagas didepan banyak karyawannya.


"Maaf,apa pak Bagas bicara dengan saya." Raina balik bertanya.


"Memangnya siapa lagi,diperusahaan ini aku hanya kenal sama kamu.Apa kamu mau aku antar pulang." ucap Bagas terus terang.


"Tidak perlu pak,Terima kasih." Raina menolak Bagas karena tidak enak sama karyawan lainnya.Hampir seluruh mata menatapnya tajam.


*


*


*

__ADS_1


*


Maaf ya reader... kalau ada salah-salah ketik.Maklum aja ya,penulis baru.


__ADS_2