
"Fito,ada apa sebenarnya?"tanya Weni saat dirumah Raina seraya menggendong Rasya.
"Gak ada apa-apa,"jawab Fito
"Kalo gak ada apa-apa,gak mungkin Noval babak belur dihajar orang."sarkas Weni.
"Lu juga Rain,pasti lu tahu kan,ada yang lu sembunyikan dari gue "imbuhnya.
"Iya,gue cuma khawatir sama lu,sama kandungan lu."ujar Raina menyodorkan segelas jus pada Weni.
"Apa hubungan Noval dengan Diana,kenapa dia begitu membela Diana."tanya Weni lagi pada Fito.
"Gak ada hubungan spesial,dia cuma pegawai Noval yang dapat perhatian khusus Noval."ujar Fito seraya senyum ngeledek.
"Fito,gak usah memperkeruh suasana."ucap Raina,"Gini Wen,yang gue tahu dari versi Fito.Noval membantu mencarikan Diana lawyer,dia mengalami kdrt jadi ingin menggugat cerai suaminya."kata Raina.
"Kenapa Noval,memangnya gak ada yang lain."kata Weni kesal.
"Jelas aja Noval,jauh dari sebelum Noval menikah sama lu Diana itu sudah dekat sama Noval hanya saja gak pernah jadian.Bahkan sebelum lu kerja dikantor gue."jelas Fito
"Kenapa baru bilang sekarang,apa lu juga tahu Rain?"sarkas Weni
"Baru tahu,"
"Biasanya hal sekecil apapun lu cerita sama gue Rain,tapi sekarang gue kecewa sama lu Rain."kata Weni bergegas meninggalkan rumah Raina.
"Bukan begitu Wen...Weni...dengerin gue dulu."teriak Raina berlari pelan hendak mengejar Weni.
"Sudah gak perlu kamu kejar."ucap Fito.
"Harusnya kamu gak perlu bilang masa lalu Noval.Semua jadi kacau."kata Raina mendial nomer Weni tapi gak diangkat-angkat.
"Sial."umpat Raina.
***
Pikiran Weni melayang entah kemana,dalam perjalanan pulang menuju rumahnya.Apa yang akan dia tanyakan dahulu pada Noval.Apakah hubungan dia dengan Diana sebelumnya,atau....ah,semua membuat Weni pusing,lemas dengan wajah yang pucat.
"Apa ibu baik-baik saja."ujar si supir taxi melihat kearah belakang dari spion.
"Tidak apa-apa pak,terima kasih."jawab Weni seraya memegangi kepalanya yang sedikit pusing.
Setelah satu jam perjalanan,taxi yang membawa Weni berhenti didepan apartemen tempat tinggal Weni.
"Permisi ibu,sudah sampai."kata si supir membangunkan Weni.
"Oh,terima kasih pak."jawab Weni menyodorkan selembar uang warna merah,"ambil saja kembaliannya."imbuhnya.
**
Weni menatap ke atas gedung megah nan tinggi dihadapannya,ingin rasanya menyendiri sementara tapi kemana?Gak mungkin kan,pulang kerumah orangtuanya,ke hotel juga gak mungkin.
Sementara,balik ke apartemen ketemu suami yang tak ingin ditemuinya.Bingung seraya berjalan masuk kedalam lift menuju lantai unit rumahnya.
"Bik,tadi non Weni pamitnya kemana.?"tanya Noval pada bik Rima.
"Kerumah temennya tuan.Eh,kayaknya non Weni pulang seperti ada yang buka pintu."kata bik Rima.
__ADS_1
Weni berjalan ke kamarnya,melempar tas selempang warna hitamnya keatas ranjang.Lalu,masuk kamar mandi,mengguyur seluruh bagian tubuhnya menghilangkan penat.
Sementara,Noval duduk di ranjang seraya mengutak Atik laptopnya.Memeriksa laporan yang dikirim Diana untuknya.
"Kamu mampir kemana tadi?"tanya Noval saat Weni keluar kamar mandi masih dengan jubah handuknya.
"Raina."jawabnya singkat.
"Tumben,ada apa"tanya Noval lagi,padahal dia tahu pasti,Weni mencari tahu soal Diana.
"Gak ada apa-apa,main aja,kenapa gak boleh?"jawab Weni.
"Kamu kenapa sih,marah sama aku?"ujar Noval.
"Untuk apa aku marah,percuma juga."ucapnya seraya mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
"Jelas diwajah kamu,kamu sedang marah besar.bahkan isi kepala kamu bakal meledak."ledek Noval dengan ketawanya.
"Heh...menurut kamu seandainya aku marah,pantas gak?"tanya Weni
"Ya gak dong,lihat suami kamu ini di pukuli orang bukannya nanya sakit apa gak,ini kamu malah cuek pergi kerumah Raina."ujar Noval sedikit kesal.
"Itu bagus buat orang yang ikut campur masalah rumah tangga orang."sarkas Weni,"Kalo aku jadi suami Diana,bukan hanya pukulan tapi aku bakalan laporin kamu ke polisi karna sudah mencampuri rumah tangga mereka."imbuhnya.
"Oh tidak...ucapan kamu sangat menyakitkan."kata Noval
"Lebih menyakitkan mana sama kamu yang membohongi aku."kata Weni.
"Maksud kamu"
"Itu lagi dibahas,kan aku sudah bilang gak ada apa-apa,sayang."nada suara Noval melembut Karna melihat mata Weni yang membendung air matanya.
"Dulu,sebelum kita menikah apa kalian berdua dekat."tanya Weni lagi.
"Dekat...iya,kita memang dekat.Diana menyukai aku,tapi aku tolak.Dia hanya rekan kerja aja."
"Kenapa?"
"Gak papa,mungkin karna kamu."
"Aku,gak mungkin.bukannya kita sudah tak berhubungan saat itu."
"Aku kan udah bilang sama kamu,selain Lisa gak ada lagi perempuan lain."katanya membela diri,"Lisa pun hanya sebentar,aku gak bisa lupain kamu."imbuhnya.
"Aku capek mau istirahat,aku gak ngerti sama situasi saat ini."ucap Weni merebahkan tubuhnya.
"Kita makan dulu lah,kasihan bik Rima sudah memasak buat kita."
"Kamu aja sendiri,aku kalo lapar ambil sendiri."
"Kamu mungkin gak lapar,tapi apa anak aku gak lapar?"ujar Noval menarik tangan Weni membawanya ke meja makan.
***
"Bik Rima,tolong buatkan susu nona Weni."pinta Noval pada pelayannya.
"Baik tuan."jawab Bik Rima
__ADS_1
"Weni,gak ada yang perlu aku jelasin lagi.kamu mau percaya atau tidak,terserah.Yang pasti aku sama Diana gak ada hubungan spesial.Berhenti sampai disini saja."ujar Noval menekankan setiap kata-katanya.
Sementara Weni hanya diam mendengarkan ucapan Noval Entah dia percaya atau tidak.
Omongan sama perilakunya berbeda jauh.
"Aku sudah selesai,"kata Weni beranjak dari duduknya dan kembali ke kamar.
"...."Noval diam memandangi punggung Weni,"Badannya sudah mulai berisi,"gumamnya tersenyum senang.
***
"Sandra,besok gue kerumah lu."ucap Raina dari ujung teleponnya.
"Kesini aja,lagian Bery juga dirumah sakit."jawab Sandra.
"Oke,apa lu bisa hubungin Weni?Gue ada yang harus diselesaikan sama dia."
"Ada masalah apa lu sama Weni."tanya Sandra penasaran.
"Ada lah,pokoknya suruh datang aja kerumah lu."kata Raina
"Oke."
"Ya udah,gue tutup dulu ya Rasya rewel."Raina menutup panggilan teleponnya dengan Sandra.
****
"Bik Rima,saya pergi kerumah teman.Kalo tuan nanya bilang aja begitu."ucap Weni pada bik Rima yang sedang sibuk memasak.
"Non Weni gak sarapan dulu."kata bik Rima
"Gak bik,terima kasih.Saya jalan dulu ya."pamit Weni.
"Mau kemana?"ucap Noval tiba-tiba sudah ada dibelakang Weni.
"Kerumah Sandra."jawabnya
"Aku antar sekalian kekantor."
"Gak perlu,aku bisa jalan sendiri gak mau terlalu bergantung sama orang."ujar Weni ketus.
"Bergantung sama orang,,,aku ini suami kamu,Wen."kata Noval.
"Tidak perlu ngotot seperti itu,semua juga tahu.Aku pergi dulu."pamit Weni berjalan seraya memegangi perutnya.
*
*
*
*
*
*
__ADS_1