
Dikamar....
"Gimana Fit,sudah bilang sama mami." tanya Raina.
"Belum.... Tapi.. "
"Kok belum sih,huft... " ujar Raina tanpa mendengar omongan Fito.
"Dengerin dulu,aku belum selesai ngomong.Tadi aku mau bilang,eh malah mami duluan yang bilang,kenapa apartemen gak ditempatin aja." jelas Fito.
"Mami kamu bilang begitu?Jadi kapan kita pindah?" kata Raina begitu antusias.
"Ya nanti,sekarang aku mau ajak kamu kesana dulu sekalian bersih-bersih,baru kita pindah."
"Ayuk,sekarang." Raina langsung beranjak dari duduknya.
Raina menarik tangan Fito berjalan keluar kamar.
"Eh, kalian buru-buru amat mau kemana?" tanya maminya mencegat langkah Raina dan Fito.
"Mau beberes apartemen mih," jawab Fito.
"Kamu aja dibantu bik Imah sama yang lain.Mami mau ajak Raina belanja keperluan dapur dan yang lainnya." ujar maminya.
"Oh,ya udah Raina temenin mami aja." kata Raina tak berani menolak ajakan mami mertuanya.
Alhasil,Fito mengajak beberapa pelayannya dan bik Imah ke apartemen.Sementara Raina dan mami pergi mencari perlengkapan buat isi apartemennya.
****
Di swalayan alat-alat rumah tangga.
"Raina,ambil ini,ini, dan ini.Pokoknya semua yang dibutuhkan dapur kamu." perintah maminya.
"Baik mih." jawab Raina seraya mengambil barang yang ditunjuk maminya.
"Raina,maafin mami kalau selama ini mami terus menekan kamu.Mami gak tahu kalau sumbernya ada di Fito." ucap maminya sambil berjalan pelan melihat-lihat barang rumah tangga yang lain.
"Mih,Raina sama sekali gak berpikir begitu.Raina tahu,mami papi pasti pengen cepat menggendong cucu." jawab Raina.
"Anak baik." mengelus kepala Raina dengan lembut,"Kita langsung ke apartemen aja ya,biar besok gak repot."lanjutnya.
Raina dan mami mertua nya menuju apartemen yang akan ditinggali Fito dan Raina.Membawa barang belanjaan yang habis dibelinya.Berbagai macam perlengkapan dapur dan rumah diborong maminya.Dia gak mau menantunya kekurangan barang satupun.
Mobil yang dikemudikan supir tuan Danu melaju dengan cepat,karena jalanan sepi dihari libur.
Hanya membutuhkan waktu dua jam dari swalayan ke apartemen tuannya.
Raina,mami dan supir yang mengekor dibelakangnya naik lift.Maminya menekan tombol 35 lantai dimana apartemen Fito berada.
Karena Raina belum tahu tempatnya.
Ting.... pintu lift terbuka dilantai 35,unit yang dituju.
***
Saat memasuki apartemen,Raina terkejut dengan besarnya apartemen itu.Pantas saja Fito membawa pelayannya untuk membantu bersih-bersih.
Hampir tak percaya hati ini,ternyata Fito yang dulu dikenalnya telah berubah.
__ADS_1
Dulu,dia hanya tahu namanya menghamburkan uang orang tuanya.Tapi,entah dapat hidayah dari mana dia berubah 360°.
"Sudah rapi belum Fit," tanya maminya.
"Sudah mih,paling tinggal beberapa saja." jawab Fito senyum.
"Kamu kenapa bengong begitu," imbuh Fito pada Raina yang masih terpaku kayak patung.
"Gak papa,ternyata suamiku ini rajin juga gak kayak dulu." ledek Raina.
"Iya dong,sayang." memeluk Raina.
"Ih,ngapain peluk-peluk bau." dorong Raina.
Kemudian Raina mulai merapikan barang yang tadi dibelinya.Menata rapi didapur dengan bantuan bik Imah.
"Non Raina,bibik doakansemoga non Raina betah disini,dan siapa tahu non Raina dikasih momongan." doa bik Imah.
"Aamiin... makasih doanya." jawab Raina seraya menatap bahan-bahan makanan didalam lemari pendingin.
Setelah semua rapi,Fito dan yang lain istirahat.Karena hari sudah sore,mereka memutuskan pulang.Banyak barang yang harus dikemas,dirumah dan dipindahkan ke sini.
****
Sesampainya dirumah,Fito dan Raina langsung menuju kamarnya.
"Gimana sayang,apa kamu suka sama apartemennya." tanya Fito merebahkan tubuhnya diatas kasur.
"Ya lumayan,ternyata Fito yang dulu udah berubah." kata Raina.
"Maksud kamu apa?memangnya aku pahlawan bertopeng." ucap Fito
"Maksud kamu apa hayo.... pasti aku sangat buruk dimata kamu."
"Lepasin,aku mau bebenah mana koper kamu." kata Raina.
(skip)
Semua beres,tinggal besok saja pindahnya.
"Sandra,Weni besok bantuin gue pindah ke apartemen Fito, ya." pesan Raina terkirim digroup chat antara mereka bertiga.
"Oke,siap.tapi apa boleh gue bolos sama pak bos.coba lu bilang,bos gue kan suami lu." jawab Weni.
"Pasti bisalah,kan dirimu bantuin istrinya.Kalau gue siap 86 Raina sayang." timpal Sandra.
"Kalo lu sih enak,nah lu bosnya yang punya Rumah Sakit.Nah kalo gue.... cuma bawahan yang ecek-ecek." balas Weni lagi.
"Sudah-sudah,ngapain lu berdua jadi debat.Pokoknya gue tunggu lu berdua." kata Raina.
"Siap.jam berapa gue mesti kerumah lu." tanya Sandra.
"Gue tunggu lu berdua,jam sepuluh." jawab Raina.
"Oke,udah malem gue mau tidur gak enak sama Fito." tambah Raina.
"Oke." jawab Weni dan Sandra kompak menutup obrolan dichat nya.
Ternyata sedari tadi Fito memperhatikan Raina.Curiga dengan tingkah Raina yang asyik menekan tombol-tombol yang ada dilayar ponselnya.
__ADS_1
"Eh,kamu bikin kaget saja." ucap Raina saat berbalik menghadap Fito.
"Sudah seru-seruan nya,"
"Sudah, " jawab Raina tersenyum tanpa bersalah sudah mengabaikan suaminya.
Tanpa aba-aba,Fito langsung menerkam Raina.Mengunci tubuh Raina dengan tubuhnya.Hingga bernapas saja gak bisa.
Fito melancarkan aksinya,mencium bibir tipis Raina.Mel****nya dengan lembut,hingga Raina terengah-engah.Raina pun mendorong tubuh kekar Fito.
"Aku gak bisa napas." dorong Raina seraya terengah-engah.
"Aku udah gak tahan sayang...." bisik Fito langsung menciumi Raina lagi,beralih ke leher jenjang Raina.
Membuat Raina menutup matanya,de****n pun terdengar nikmat ditelinga Fito.
"Ayo sayang... akh... akh... akh... " De****n terus terdengar hingga Fito tak bisa menahan g****hnya.
Juniornya pun sudah ke***r m***k dibagian sensitif Raina.Teriakan Raina semakin kencang saat Fito semakin liar.
"Akh.......!!!!!! " ucap Fito saat klimaks,dan memuntahkan c****n berwarna putih didalam tubuh Raina.
Huft..... karena kelelahan,Fito dan Raina pun tertidur lelap.Tak sehelai benang pun menempel ditubuhnya.
****
Tok.... tok.... tok....
Seseorang telah mengetuk pintu kamar Fito dengan keras.
"Kak Fito... kak Raina... bangun.Semua sudah menunggu. " teriak Fita adik Fito.
Raina mengucek matanya dan melihat jam diatas nakasnya.
"Ya ampun.... jam sepuluh." Raina beranjak kaget.
"Ada apa sih sayang..." tanya Fito masih dengan matanya yang terpejam.
"Kita kesiangan sayang,kamu gak dengar pintu diketok sama Fita." kata Raina seraya memakai piyama nya.
Berjalan membuka pintu,"Maaf kita kesiangan."ucap Raina dari balik pintu hanya kepalanya yang nongol.
"Buruan sudah pada nunggu,ada kak Weni sama kak Sandra juga." ucap Fita.
"Oke,tunggu ya.Kita siap-siap dulu."
Raina berlari menuju kamar mandi,membersihkan tubuhnya.Begitu juga dengan Fito,karena gak mau keluarganya menunggu lama.Fito mandi berdua dengan Raina.
*
*
*
*
bersambung....
Maaf ya jika author typo.
__ADS_1