
"Weni,pulang kerja gue jemput ya.Kita perlu belanja." kata Sandra saat menghubungi Weni.
"Oke,gue tunggu jam lima ya." jawab Weni menutup sambungan teleponnya karna sedang sibuk.
Weni begitu sibuk hari ini,mondar-mandir,keluar masuk ruangan atasannya.
Banyak sekali yang harus diperbaiki,entah apa yang ada dipikirannya.Hari itu begitu tidak fokus.
"Argh.... apa yang gue pikirin,b******k salah mulu." umpat Weni pada dirinya sendiri saat mengerjakan laporan.
"Wen,kenapa sama lu." tanya rekan sebelahnya.
"Gak papa,gue lagi kurang enak badan." jawab Weni.
Hari yang menyebalkan bagi Weni,pekerjaannya gak ada yang beres membuat dirinya berulang kali mengerjakan laporan.Berulang kali juga dia harus meminta tandatangan atasan.
Buukkk...!!!!
Weni menabrak seseorang saat keluar dari toilet,Meggy manajer HRD yang tak lain kakak ipar Noval.
"Maaf... saya tidak sengaja." ucap Weni.
".... " Meggy tak menjawab,hanya menatapnya.Ada rasa kagum dihatinya,rasa ingin mengenalnya lebih dekat.Tapi sayang,Noval melarangnya karna tidak ingin mencampuradukkan urusan pekerjaan dan pribadinya.
***
Masih diruangan,Weni kembali menyusun laporan yang yang sudah diperbaiki.Kali ini sudah benar dan Weni bisa bernapas lega.
"Huft.... " Weni menghela napasnya panjang saat keluar dari ruang menejernya.
"Akhirnya,gue bisa istirahat." gumamnya seraya berjalan kekantin.
"Hei... " Noval menepuk bahu Weni,"Makan yuk."ajaknya.
Sontak Weni kaget dengan sikap Noval.
"Aku makan dikantin," jawab Weni.
"Oke,aku juga pengen nyobain makanan kantin." ujar Noval seakan tak ada masalah,ya memang gak ada hanya Weni yang terlalu keras kepala dan ketakutan yang berlebihan.
Weni mengabaikan ucapan Noval terus berjalan menuju kantin disebelah barat kantor.
Kantin lumayan besar,makananya pun cukup enak dilidah,cukup memuaskan.
(skip)
Duduk di bangku dan menikmati makanan yang sudah dipesan.Sambil memainkan ponselnya.
Sesekali Noval menyendok nasi goreng yang dipesan Weni,si empunya makanan diam saja masih fokus pada layar ponselnya.
Hal itu mengundang banyak tanya mata yang sedari tadi mengawasi mereka berdua.
Banyak yang berasumsi kalo Weni berpacaran dengan atasan mereka,Noval.
"Gue duduk disini ya Wen," kata rekan kerjanya,saat menjatuhkan bokongnya dibangku sebelah Weni dia sadar siapa yang ada dihadapan Weni,sedang memakan makanan Weni."Emm.... ma... af... saya gak lihat ada pak Noval."ucapnya gagap.
Weni menoleh kearah rekannya,begitu juga Noval. "Lu di sini aja." kata Weni menarik tangan rekan kerjannya.
"Emm.... tapi Wen... " katanya lagi.
"Gak papa,duduk dan nikmati makanan lu." ujar Weni.
(skip)
__ADS_1
"Ada apa,gue lagi makan." ucap Noval menjawab panggilan yang tertera di layar ponselnya,Fito.
"Iya,ntar gue bilangin."
"Udah ya jangan ganggu.Oke,iya gue bareng Weni."
Noval mengakhiri panggilan dari Fito,beranjak dari duduknya."Aku pergi dulu Wen."katanya.
".... " Menganggukkan kepalanya,
****
Matahari perlahan menuju kearah barat,langit memancarkan warna yang kemerahan.
Seperti janjinya Sandra sudah berada didepan perusahaan Fito,menunggu Weni keluar gedung.
Tok... tok...
Weni mengetuk kaca mobil Sandra,lalu masuk kedalam.
"Tunggu Raina,dia mau ikut katanya bosen dirumah.Fito hari ini lembur." ujar Weni.
"Oh... oke,lu udah bilang kan kalo gue tunggu disini."
"Udah,tuh dia orangnya." tunjuk Weni pada Raina yang sedang berjalan kearah mobil Sandra.
"Hai... lama nunggu?" ucap Raina masuk ke mobil kursi belakang.
"Gak papa,namanya juga bumil jalannya pelan." jawab Sandra."Gue jalan ya."imbuhnya.
Sandra mengemudikan mobil honda jazz warna hitamnya,menuju supermarket.Berbelanja untuk mengisi kulkas nya yang kosong.
Satu jam kemudian mereka sampai ditempat yang dituju.
Maklum,bawa bumil takut kelelahan.
"Rain,lu mau bawa troley sendiri atau bareng kita?" tanya Weni.
"Sendiri lah,emang kita masih serumah.Tapi dorongin ya... kan gue lagi hamil." ujar Raina.
"Ih... alasan aja," jawab Weni.
"He.. he.. he... " ketawa Raina.
Ditengah mereka bertiga belanja,tidak sengaja troli yang didorong Weni menabrak troli didepannya.
Dan ternyata punya Meggy,dan perempuan separuh baya.
"Ups... maaf saya gak sengaja." ucap Weni sopan.
"Eh... bu Raina belanja juga?" kata Meggy melihat Raina bersebelahan dengan Weni.
"Iya... emm,apa saya kenal anda?" tanya Raina begitu polos.
"Hem... bu Raina gak kenal saya,tapi saya yang kenal ibu.Masa istri bos saya gak kenal." jawab Meggy.
"Siapa Meggy." timpal ibu mertuanya.
"Ini mah,ibu Raina istrinya Fito." jawab Meggy.
"Oh... ini istrinya Fito ya ampun kenapa kita baru ketemu,dasar Fito ya gak pernah ajak main kerumah."
"Selamat sore tante." sapa Raina.
__ADS_1
"Eh... ini sepertinya mamah pernah lihat Meggy,tapi dimana ya?" ucap mama mertuanya Meggy menunjuk ke Weni.
"Mamah lihat dimana?Baru juga ketemu." jawab Meggy.
"Emm..... " seraya memikirkan, "Oh, mamah ingat sekarang Meggy.Dikamar Noval ada foto dia." imbuhnya.
"Uhuk... uhuk... " Weni kaget sampai tersedak air ludahnya sendiri.
"Masa sih mah, pantes aja Meggy perhatiin Noval nempel terus sama,emmm... Weni, iya namanya Weni kan.?" ujar Meggy pura-pura gak tahu namanya.
Weni menganggukkan kepalanya," Benar bu Meggy,saya Weni."sambil menahan rasa malunya bertemu ibunya Noval.
"Nak Weni kapan main kerumah,nanti mamah masakin masakan yang paling enak." kata mamah Noval.
"Emm,saya belum tahu tante." jawab Weni canggung.
"Boleh mamah minta nomer kamu?" tanyanya lagi.
"Boleh tante." kata Weni seraya memberikan nomernya pada ibu Noval.
Obrolan diakhiri Weni memberikan nomer pada ibunya Noval,mereka berpisah.
"Cie... cie... yang ketemu camer,udah kasih kode lagi panggil mamah." ledek Sandra.
"Sepertinya ada yang berasa mau terbang nih." Raina ikut nimbrung.
"Gue gak denger lu pada ngomong apa." ucap Weni menutup telinganya dengan kedua tangannya.
Raina dan Sandra masih ketawa sambil menutup mulutnya,ternyata Noval cinta mati sama Weni.Dasar,Sama-sama keras kepala.Pikir Raina dan Sandra.
Sudah lelah,Raina dan kedua sahabatnya menuju bagian kasir.Mulai menghitung barang belanjaan mereka.
Kemudian,keluar dari gedung supermarket menjinjing plastik yang penuh isi kulkas.
Mobil berhenti didepan Raina.
"Jemputan lu udah dateng." ucap Weni menunjukkan ke pak Seno dengan nada suara tinggi
"Oke kalo begitu gue balik dulu ya" kata Raina masuk ke mobil dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi mobil.
"Pak Seno,apa tuan mu sudah selesai meeting." tanya Raina seraya memejamkan matanya.
"Belum non Raina,sepertinya masih lama." jawab pak Seno masih fokus dibelakang kemudi.
"Dengan siapa dia meeting?Laki-laki atau perempuan kliennya."
"Dengan pak Noval,kliennya perempuan mungkin perwakilan dari perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan tuan Fito,non Raina." jelas pak Seno.
"Apa saya boleh mampir."
"Tuan menyuruh saya membawa non Raina pulang,biar istirahat kata tuan."
"Oh,ya sudah kita langsung pulang saja." Raina kembali memejamkan matanya.
*
*
*
*
*
__ADS_1
thanks reader sudah baca cerita saya,jangan lupa tinggalkan like,komen dan vote nya ya.