
"Hei.Bery, dimana Sandra." tanya Weni pada Bery saat berpas-pasan didepan pintu.
"Hei Wen, ada didalam silahkan masuk." jawab Bery seraya memberi senyuman pada Noval lalu pergi.
"Kamu kenapa pasang wajah seperti itu." sarkas Weni.
"Apa dia masih suka sama kamu, tampangnya begitu amat." tanya Noval dengan sinis.
"Jangan mulai,mereka sedang berkabung." jawab Weni berjalan menemui Sandra.Dan disana sudah terlihat Raina merangkul Sandra.
Duduk dan memeluk Sandra,"Lu yang sabar ya San."ucap Weni.
"Hai,Wen sama siapa?" tanya Raina lirih.
"Noval,dia sekalian mau berangkat ke kantor." jawab Weni.
Sudah sepuluh menit Weni dan Raina menemani Sandra.Tanpa ada kata-kata, cerita atau hanya sekedar menyapa. Sandra hanya diam menunduk, entah apa yang sedang dipikirkannya.
"San,gue pamit dulu ya,gue lemes banget." pamit Weni.
"Iya Wen, makasih ya." jawab Sandra memeluk Weni.
"Lu istirahat deh Wen, muka lu pucat banget." kata Raina.
"Iya Rain,gue balik ya." beranjak dan meninggalkan rumah Sandra.Masuk kedalam mobil, Noval sudah ada didalam.
"Kamu punya masalah apa sih,pasang wajah cemberut begitu.Bikin malu aja, kalo gak mau ngelayat ngapain juga nganterin aku." sarkas Weni seraya memakai sitbelt.
"Kamu tahu, semua laki-laki yang didalam memandangi kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki.Matanya melotot sampai mau jatuh." ucap Noval dengan kecemburuan nya.
"Ngapain kamu ngurusin orang,biarin aja mereka begitu.Mata, mata mereka terserah mereka mau ngelihat apa."
"Ya gak gitu juga,mereka kan tahu kamu lagi hamil berarti udah ada suaminya." lanjut Noval siap melajukan mobilnya.
"Huft....Noval,aku kasih tahu kamu,wajar kalo aku dilihatin,orang bodoh juga tahu, wanita hamil itu kelihatan sexy, menggoda. Kamu tahu." kata Weni malah membuat Noval makin kesal. Sementara Weni menahan tawanya,melihat tingkah suaminya."Emang enak gue kerjain."imbuhnya dalam hati.
***
"Langsung istirahat," ujar Noval saat Weni hendak membuka handle pintu mobil.
"... " hanya melihat sekilas wajah Noval, lalu turun dari mobil.
Melangkahkan kakinya setelah mobil suaminya tak terlihat mata.
Ceklek. Weni membuka pintu rumahnya,berjalan lunglai lemas kekamarnya.Merebahkan tubuhnya,memandangi langit-langit kamarnya dan memikirkan sesuatu.
"Setelah ini apa yang terjadi sama Sandra ya." gumam Weni.
"Ayahnya meninggal,dia seorang diri.Dia gak begitu dekat dengan saudara ataupun ibu tirinya.Walaupun mereka baik,tapi... mungkin akan canggung."
"Huft.. semoga Bery bisa menjaga Sandra.Kasihan." ucapnya yang terakhir seraya memejamkan matanya.
**
"Bik Rima,tolong periksa kekamar dan lihat non Weni sedang apa." suara Noval memberi perintah dari ujung telepon.
"Baik tuan, sebentar." berjalan membuka pelan pintu kamar tuan mudanya.
__ADS_1
"Nona Weni sedang tidur tuan.Sepertinya kelelahan." kata si bibik.
"Oke, awasi dia bik jangan sampai kecapean.Saya tutup dulu." kata Noval menutup sambungannya.
Sore hari saat matahari mulai terbenam dan langit berubah warna menjadi gelap, Weni baru terjaga dari tidurnya.
"Arg... lama banget gue tidur, jam berapa ini." ucap Weni melirik jam dinding.
"Setengah enam," imbuhnya seraya beranjak dan masuk kamar mandi.
Setelah dua puluh menit Weni keluar masih dengan handuk yang menempel ditubuhnya.Terdengar suara dari perutnya,
"Gue belum makan dari balik rumah Sandra, kasihan kamu... mami lupa." ujar Weni mengelus perutnya.
"Oke,selesai pakai baju kita makan ya." masih ngobrol dengan perutnya.
Keluar kamar...
"Bik... bik Rima masak apa?" tanya Weni
"Capcay, ayam mentega sama goreng tempe non Weni." jawab bik Rima.
"Sepertinya enak bik... bisa tolong ambilin saya nasi bik." pinta Weni.
"Bisa non, apa non Weni gak menunggu tuan pulang." tanya bik Rima.
"Gak perlu bik, babynya udah minta makan.Lagian tuan juga pasti lembur." kata Weni.
Selang beberapa menit,terdengar seseorang membuka handle pintu.Perkiraan Weni salah, ternyata Noval tidak lembur.
"Makan sendiri aja." ujar Noval duduk disamping Weni.
"Biasanya juga tak pernah makan dirumah." jawab Weni masih asyik denang nasi nya.
"Oh..."
"Kenapa? emang bener kan,kamu gak pernah sempat makan dirumah." kata Weni ketus.
"Hem... " beranjak dan masuk kekamar,selera makannya hilang sudah.
"Lebih baik gue mandi,kalo diladenin terus bisa perang dunia.Sabar... mood orang hamil berubah terus karna hormon.Semangat Noval." gumamnya menyemangati sendiri.
***
"Sudah makannya? " tanya Noval masih didepan layar laptopnya.
"Sudah, kenapa?" Weni balik nanya.
"Gantian,aku juga laper mau makan." ucap Noval beranjak dan menutup laptopnya.
"Tadi kenapa gak makan bareng aja,"
"Males." kata Noval keluar kamar.
Merasa dirinya seperti diabaikan, Weni merebahkan tubuhnya diatas ranjang.Menatap langit-langit kamarnya,melamunkan sesuatu,seraya mengelus-elus perutnya yang mulai membesar.
"Kamu laki-laki atau perempuan." gumam Weni senyum sendiri.
__ADS_1
***
"Noval itu bingung sekali mih,sejak kejadian kemarin Weni berubah total." ujar Noval saat main kerumah maminya.
"Berubah bagaimana maksud kamu,sayang." jawab maminya seraya menyiapkan sarapan,pagi itu Noval sudah berada dirumah maminya.
"Ya berubah,seperti benci banget sama Noval."
"Seperti apa coba?" tanya maminya.
"Seperti gak mau lihat muka Noval,kayak jijik gitu." jelas Noval menyantap roti tawar dengan selai coklat.
"Setiap Noval dekati, pasti dia langsung pergi menjauh.Jangan Noval peluk,"
"Kamu sendiri sudah tanya belum,kenapa dia begitu." ucap mami seraya tersenyum.
"Belum,gimana mau nanya."
"Mungkin bawaan bayi Noval,orang hamil itu hormon nya berubah-ubah.Kamu harus tahu situasinya.Jangan malah kamu ikutan kesal."
"Maksud mami?"
"Begini Noval,emosi orang yang sedang hamil itu naik turun.Kadang dia marah,sedih, senang,bahkan tanpa disadari dia ingin sekali menangis yang tanpa sebab.Maka dari itu,kamu sebagai suaminya harus sabar,ekstra sabar." jelas maminya.
"Tapi Weni beda mih,masa setiap hari mukanya cemberut aja,pasti dia masih belum memaafkan Noval."
"Sudahlah,jangan cari-cari masalah.Nikmati hidup kamu,buat istrimu bahagia.Ikuti saja apa yang dia mau."
"Huft... oke lah kalo begitu." kata Noval lemas.
"Ingat Noval,jangan buat istrimu menangis atau marah, kesal, itu akan berpengaruh pada bayimu." tegas mami.
"Iya mih." jawab Noval masih menyantap sarapannya.
Sementara itu,dirumah Weni sedang marah-marah sendiri.Bergumam sendiri.
"Pagi-pagi udah kabur,kemana coba dia." gerutu Weni saat melihat disamping sudah tak ada Noval.
"Kalo ada apa-apa sama gue, gimana coba."
"Suami macam apa dia,istrinya hamil bukannya siaga eh... pagi begini sudah gak tahu kemana." masih menggerutu kesal.
Lalu, beranjak dari kasur yang berukuran king mengambil langkah kekamar mandi.Membersihkan seluruh tubuhnya dan menyikat giginya,tetap masih dengan omelan nya.
*
*
*
*
*
Terima kasih pada pembaca yang setia,maaf kalo ada kata-kata yang salah atau alurnya kurang jelas.
maklum...masih belajar menulis.
__ADS_1